Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Guru PAUD dalam Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memenuhi Keberagaman Gaya Belajar Anak Usia Dini Siti Fatimah; Sukrin Sukrin; Yayuk Kusumawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1402

Abstract

PAUD adalah dasar paling urgent dari inti perrtumbuhan individu di mana setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang unik sesuai dengan gaya belajarnya seperti visual, auditori, dan kinestetik. TK Aisyiyah II Kota Bima menghadapi tantangan dalam memenuhi keberagaman gaya belajar anak melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta pentingnya pendekatan yang adaptif dan inklusif untuk mendukung potensi belajar setiap anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi keberagaman gaya belajar anak di TK Aisyiyah II Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi proses pembelajaran dalam hal ini penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi keberagaman gaya belajar anak usia dini melibatkan beberapa aspek penting yang perlu diukur dan diperhatikan yaitu konten, proses, dan produk. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi strategi dan kendala dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil analisis membuktikkan bahwasannya guru di TK Aisyiyah II Kota Bima menggunakan berbagai strategi seperti penilaian awal untuk mengidentifikasi gaya belajar anak, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, pengelompokan anak berdasarkan minat atau kemampuan, serta penerapan pembelajaran berbasis permainan. Strategi-strategi ini memungkinkan guru untuk menawarkan pengalaman belajar yang signifikan dan menarik bagi tiap anak. Hambatan yang terlihat dalam penelitian ini adalah sedikitnya pilihan sumber belajar, alokasi waktu yang sempit untuk mempersiapkan materi, dan, kurang jelasnya konsep pembelajaran berdiferensiasi di kalangan guru. Namun kendala tersebut diatasi melalui solusi kreatif, seperti pemanfaatan bahan sederhana untuk media belajar, kerja sama dengan orang tua, dan pelatihan guru.
Kreativitas Guru dalam Mendesain Media Pembelajaran terhadap Optimalisasi Lingkungan Bermain Edukatif pada Anak Usia Dini di PAUD Qonita Kota Bima Khairunisa Khairunisa; Sukrin Sukrin; Retnoningsih Retnoningsih
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.333

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar permasalahan yang sering terjadi di lapangan yakni memuat terkait bagaimana guru dapat mengintegrasikan media pembelajaran kreatif untuk menciptakan lingkungan bermain yang aman dan edukatif bagi anak serta apa saja tantangan yang dihadapi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk anak. Sebagian besar pembelajaran di PAUD cenderung lebih fokus pada membaca, menulis, dan menghitung kegiatan dan tentu saja proses pendidikan memengaruhi lingkungan belajar setiap anak, sehingga dari ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana mengintegrasikan kreativitas guru dalam merancang media pembelajaran yang mempengaruhi optimalisasi lingkungan permainan pendidikan untuk anak usia dini di PAUD Qonita. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif yang dilakukan di PAUD Qonita Kota Bima. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Februari sampai April. Ada tiga metode dalam mengumpulkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah dan guru wali kelas. Sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data diuji melalui pemeriksaan anggota, pemeriksaan silang, triangulasi, dan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses integrasi antara kreativitas guru dalam merancang media belajar dan mengoptimalkan lingkungan bermain pendidikan untuk anak usia dini menunjukkan bahwa integrasi kreativitas guru dalam merancang media pembelajaran memberikan kontribusi positif bagi lingkungan bermain yang aman dan mendidik untuk anak usia dini di PAUD Qonita Kota Bima. Sebagai tantangan, meskipun penerapan kreativitas guru dalam merancang media pembelajaran yang mengoptimalkan lingkungan bermain pendidikan memiliki banyak potensi, kerja sama yang baik diperlukan antara guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mengatasi berbagai hambatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kesenangan bagi anak-anak.  Hasil penelitian memiliki beberapa implikasi dan konstribusi penting yakni dapat dilihat dari peningkatan kreativitas guru, optimalisasi lingkungan bermain, pengembangan media pembelajaran, serta model pembelajaran berbasis kreativitas
Penerapan Nilai-Nilai Sosial dan Keagamaan Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan dalam Pendidikan Anak Usia Dini Maya Aprianti; Sukrin Sukrin; Wahyu Mulyadi
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3581

Abstract

This study analyzes the internalization of social and religious values through religious extracurricular activities in early childhood education at RA Al-Nizum Hidayah. A qualitative case study approach was used to explore how value internalization is implemented and reflected in children’s behavior, with data collected through observations, interviews with the head of RA and teachers, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Internalization is understood as a gradual process in which values are introduced, practiced, and reinforced until reflected in daily behavior, while social and religious values include discipline, responsibility, cooperation, empathy, and adherence to basic Islamic practices. The findings show three mechanisms: habituation (daily prayers, Qur’anic memorization, and charity), modeling (teachers demonstrating respectful and disciplined behavior), and guided practice (assistance in congregational prayer and structured interaction). These mechanisms are associated with children initiating prayers independently, increased rule compliance, active group participation, and early empathy such as sharing and helping peers. The study suggests that integrating structured activities and teacher role modeling supports the gradual formation of socio-religious behavior, with its novelty lying in proposing a three-stage internalization model based on empirical observations.
Introduction of Nature Exploration Activities through a Deep Learning Approach in Enhancing Children’s Creativity at TK Aisyiyah 3 Santun Nurraihan; Sukrin Sukrin; Wahyu Mulyadi
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/3yqqjm57

Abstract

This study aims to examine the introduction of nature exploration activities through a deep learning approach in enhancing children's creativity at TK Aisyiyah 3. The research employs a qualitative descriptive method involving teachers and early childhood learners as participants. The learning intervention is designed through experiential and meaningful activities, where children directly interact with natural environments to stimulate curiosity, critical thinking, and creative expression. Data were collected through observation, interviews, and documentation of learning processes and children's work. The findings indicate that the implementation of deep learning-based nature exploration activities significantly improves children's creativity, as reflected in their ability to generate ideas, solve simple problems, and express themselves through various forms of activities. Among the indicators of creativity, initiative and originality emerged as the most prominent improvements, as children increasingly demonstrated spontaneous participation in activities, proposed unique ideas, and explored natural objects in diverse and imaginative ways. Furthermore, children demonstrate higher engagement, enthusiasm, and independence during the learning process. This study suggests that integrating nature exploration with a deep learning approach can create meaningful learning experiences and effectively foster creativity in early childhood education.
bahasa indonesia bahasa inggris Putri Puspita; Sukrin Sukrin; Ade S. Anhar; Ahmad
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 7 No. 1 (2026): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/hadlonah.v7i1.4118

Abstract

This study aims to (1) analyze the implementation of the Read Aloud and Singing methods in learning, (2) examine children's responses and involvement during learning activities, (3) Impact on the development of anti-bullying characters in early childhood. The research uses a qualitative approach with the type of case study conducted at RA Al-Ikhlas, Bima City with subjects of group B children aged 4–6 years as well as informants of school principals and classroom teachers. The data collection technique was carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, while the data analysis used an interactive model by Miles and Huberman with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn, as well as validity test through triangulation. The results of the study show that the integration of Read Aloud and Singing methods in learning is able to support the development of anti-bullying characters, which is shown through increased empathy, social concern, mutual respect, cooperation, and a decrease in aggressive behavior in children. The implementation of learning is carried out systematically through the stages of planning, implementation, evaluation, and reflection, although there are still challenges in the form of differences in the level of understanding of children in receiving moral messages. The implication is that the integration of literacy and musical activities can be an effective learning strategy in instilling character values. Teachers are recommended to systematically integrate storytelling and singing activities into learning themes that promote empathy, tolerance, and mutual respect as an effort to strengthen anti-bullying character values in early childhood.