Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)

PENGGUNAAN MESIN PENUMBUK METODE MOTOR PENGGERAK GUNA PENINGKATAN PRODUKSI OPAK KETAN Wawan Tripiawan; Rosad Ma’ali E; Husni Amani; Boby Hera Sagita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.959 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17502

Abstract

Proses penumbukan nasi ketan sebagai bahan baku pembuatan opak ketan sampai saat ini ini masih menggunakan proses manual, dimana nasi ketan diletakkan di dalam media lesung dan di tumbuk dengan menggunakan alat penumbuk (alu) bergerak naik turun dengan memanfaatkan tenaga manusia. Proses penumbukan ini sangat bergantung dari ketrampilan dan fisik tenaaga kerja saat menumbuk nasi ketan agar diperoleh hasil yang optimal, selain itu pihak pengrajin opak ketan merasa kesulitan untuk mencari tenaga kerja penumbuk nasi ketan, solusinya adalah pemanfaatan mesin penumbuk nasi ketan dengan metode motor penggerak dan gearbox, untuk menggerakan alat penumbuk naik turun, lesung berputar yang dilengkapi dengan stopper untuk memindahkan nasi ketan dari pinggir ke tengan. Desain teknologi ini, fokus perhatian ditujukan pada industri yang menggunakan proses manual dalam penumbukan. Selain keterbatasan lahan dan soal higienis yang dihadapi industri kecil ini, kecepatan dan kehalusan hasil penumbukan dari proses penumbukan bisa menjadi sangan bervariasi, sehingga para pengrajin tidak bisa memenuhi permintaan yang tinggi. Mesin penumbuk nasi ketan dengan metode motor penggerak, didesain untuk dapat dijadikan media penumbukan menggunakan penggerak mesin dengan tenaga listrik, dan dengan tingkat kecepatan yang dapat disesuaikan, sehingga pengrajin dapat dengan mudah mengontrol tingkat kehalusan bahan makanan tersebut.
PETERNAKAN PUYUH TERINTEGRASI DI IKHLAS QUAIL FARM – POSYANTEKDES IKHLAS RAMAKU DESA RAJAMANDALA KULON KECAMATAN CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT Rosad Ma’ali El Hadi; Husni Amani; Wawan Tripiawan; Boby Hera Sagita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.642 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17504

Abstract

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh dalam Bahasa asingnya disebut Quail, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat pada tahun 1870, dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sementara itu di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. Usaha kecil budidaya dapat menjadi alternatif yang sangat tepat untuk memaksimalkan pendapatan rumah tangga. Budidaya puyuh pada skala rumah tangga sangat dianjurkan karena perekonomian Indonesia yang belum stabil. Peluang usaha ternak puyuh sangat menguntungkan sementara permintaan telur puyuh dari tahun ke tahun semakin naik. Telur puyuh terkenal karena mengandung banyak gizi, diantaranya adalah vitamin, mineral, bakteri salmonela dan tidak mengandung protein atau lemak jahat. Selain itu, telur burung puyuh juga memiliki citra rasa yang lezat sehingga dapat dijadikan sebagai usaha kuliner yang menguntungkan. Daging puyuh ternyata juga diminati oleh masyarakat, banyak restoran yang saat ini menyediakan menu dengan bahan dasar puyuh. Biasanya puyuh yang dijual untuk diambil dagingnya adalah jenis burung afkiran. Puyuh afkiran biasanya kurang baik untuk bertelur sehingga kemudian dijual untuk dimasak sebagai menu masalan di beberapa warung makan atau restoran. Untuk meningkatkan budidaya puyuh petelur di Desa Rajamandala Kulon Kecamatan Cipatat kabupaten Bandung Barat dilakukan upaya menggulirkan modal yang efisien dan efektif dalam bentuk budidaya Puyuh Petelur. Pelaksanaannya dilakukan secara terintegrasi mulai dari penetasan telur, pembesaran, penjualan telur puyuh, daging puyuh, kuliner puyuh, pembuatan pakan puyuh, serta pemanfaatan kotoran puyuh. Dengan pengalaman tersebut diharapkan akan lahir para wirausaha profesional dalam bidang ternak burung puyuh yang terintegrasi terintegrasi. Program ini merupakan salah satu usaha revitalisasi pengembangan peternakan puyuh disamping kegiatan lainnya yaitu pembentukan kelompok dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.
Co-Authors Aditya Ahmad Maulana Adrian, Denissya Maharani Agung Purnama Putra Agus Achmad Suhendra Albi Dwi Rianto Alya Hanif Istiqomah Amanullah, Muhamad Daffa Amelia Kurniawati Andhymurti Timur Heryanto Andrian Bima Ardianta Annisa Amalia Ananda Aria Permana Muluk Aryodimas Syifa Putrandy Asri Sukma Isabari Bagas Praditya Yusuf Putra Bandoro, R. Yuan Abdiel Gama Baskara, Pradipta Ricky Brandon Dwinata Tjiandra Budi Praptono Budi Yogaswara Chaula Triza Putri Colintan, Michael Della Azka Dwigifari Dharmadi, Savira Alifa Dharmawan, Azka Alifia Disman Disman Elvin Supriyanto Emeliawaty, Emeliawaty Endang Chumaidiyah Erik Rakha Rizqullah Fadhil Muhammad Rafif Fadlurrohman, Ahmad Fikri Farantino, Richy Farda Hasun Farid Wira Darmawan Farras , Syah Naufal Faturrahman, Deo Fauziah, Didah Fauziyah, Rahma Ghina Atha Febrianti Ghina Zhafirah Hadi, Rosad Maali El Hadi, Rosad Ma’ali El Haikal Munawar Fikri Hanifah Prilia Sepnita Surosman Hasanah, Raihan Nurfitri Herfaida Nadia Ningrum Hidayah , Anggun Nur Husni Amani Ika Putera Waspada Ilham Rafdi Karami Kartiko Arya Yudistira Khaled, Muhammad Adam Khalif Abdul Aziz Lastanila, Selly Lian, Rayhan Bagus Maria Dellarosawati Marviano, Muhamad Derby Maulana Alif Anugrah Meldi Rendra Muhammad Abdul Aziz Muhammad Fadhil Rafif Muhammad Farhan Fathurrahman Muhammad Faris Izzuddin Muhammad Hasbi Muhammad Raihan Rahmadayansya Muhammad Rizky Hasya Mulyono, Ade Naufal Fauzan Arianto Nebila Oka Ariane Ni Putu Putri Pramesti Nikmah Novitasari Ningrum, Herfaida Nadia Noviana Noviana Nugraha Nugraha Nurul Fauziah Pradana, Gilang Bagas Satria Pramesti, Ni Putu Putri Rahma Fauziyah Rahmad Perdana Harianja Rahman, Amelia Anggraini Rahmasari, Fadila Raihan Nurfitri Hasanah Rakhman, M Arief Refaldi Azhar Richy Farantino Ridho Gibran Iman Majid Rifadli Doktawiranda Agusdin Rinaldi Julian Rohayati , Yati Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Rosad Ma’ali E Rosad Ma’ali El Hadi Ryan Aldiansyah Salma , Ahyani Nur Salsabila Diarnie Larasati Salsabila, Shania Sari Wulandari Sari Wulandari Sari Wulandari Sasmitapraja, Rafi Fauzan Savaludin, Zein Zufar Shabila , Raisa Nataya Tifla Sinaga, Leonardo Florensisco Sinta Aryani Siregar, Akbar Rizky Siregar, Aulia Ananta Syah Naufal Farras Syahputra, Arnanda Eka Trianto, Dimas Trianugrah , Muhammad Reynaldy Ully Yunita Nafizah Ulul Azmi Vidianto Fajar Nugraha Wawan Tripiawan Widia Zulhafizah Yati Rohayati Yati Rohayati, Yati Yeni Pebrianti Yoga Widagda Wendy Pradhana Yudho Bonar Gunarto