Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN MODUL PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BERBASIS METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI DI TK/TPA Khaera Umma; Erwin Hafid; Idah Suaidah; Mardhiah Mardhiah; Andi Halimah
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i2.17390

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan modul pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TK/TPA. Subjek penelitian ini adalah santri TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) kemampuan membaca Al-Qur’an santri TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa sebelum pemanfaatan modul pembelajaran al-Qur’an berbasis metode tilawati diperoleh nilai rata-rata hanya sebesar 68,75 termasuk kategori sedang, 2) kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa setelah pemanfaatan modul pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode tilawati, nilai rata-rata meningkat menjadi 87,50 termasuk ketegori tinggi, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca Al-Qur’an santri di TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Jangka Kabupaten Gowa sebelum dan setelah pemanfaatan modul pembelajaran Al-Qur’an berbasis metode tilawati. AbstractThe purpose of this study was to determine the use of the Al-Qur'an learning module based on the tilawati method in improving the students' ability to read Al-Qur'an in TK/TPA. The subjects of this study were students of TK/TPA Nurul Istiqomah Kampung Term, Gowa Regency. The results of the research obtained are: 1) the ability to read the Al-Qur'an of the TK/TPA students of Nurul Istiqomah Jangka Village, Gowa Regency before using the Qur'an learning module based on the tilawati method obtained an average value of only 68.75 included in the medium category, 2) the ability to read the Al-Qur'an of the students in TK/TPA Nurul Istiqomah Jangka Village, Gowa Regency after using the Qur'an learning module based on the tilawati method, the average score increased to 87.50 including the high category, 3) there is a significant difference between the students' ability to read Al-Qur'an in TK/TPA Nurul Istiqomah Jangka Village Gowa Regency before and after using the Qur'an learning module based on the tilawati method.
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RS TK. II PROF. DR. J.A. LATUMETEN DAN RS BHAYANGKARA TK. III AMBON 2023 - 2024 Umma, Khaerah; Latuconsina, Vina Zakiah; Kusadhiani, Indrawanti; Latif, Rahmi; Hataul, Is Asma’ul Haq; Hutagalung, Ingrid; Soumena, Rif’ah Zafarani; Kailola, Nathalie
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.26

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia. DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus demam berdarah, genus Flavivirus, yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes. Identifikasi diniperlu dilakukan untuk pemberian tindakan yang tepat dan cepat pada pasien DBD yang berisiko buruk menjadi lebih parah. Tes klinis sederhana seperti mengukur Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dapat menjadi biomarker dalam memprediksi keparahan pasien DBD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Rasio Neutrofil Limfosit dengan derajat keparahan DBD di RS Tk. II Prof. Dr. J.A. Latumeten dan RS Bhayangkara Tk. III Ambon Tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode analitik, menggunakan desain cross-sectional yang disertai dengan data rekam medik pasien. Nilai RNL dihitung dengan cara membandingkan antara neutrofil absolut dengan limfosit absolut. Jumlah sempel pada penelitian ini yaitu 32 sampel.Pengambilan sampel dilakukan dengan cara teknik total sampling. Hasil: hasil penelitian ini ditemukan, umur yang mendominasi adalah pasien dewasa (59,1%), jenis kelamin yang mendominasi adalah laki-laki (53,1%), derajat keparahan yang mendominasi adalah DBD tanpa warning sign (43,8%) dan hasil RNL ditemukan menurun pada 19 pasien (59,4%). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman mendapatkan hasil (p=0,003) dan koefisien korelasi (r= -0,506) sehingga menyatakan adanya korelasi terbalik antara RNL dengan keparahan derajat DBD yaitu semakin rendah nilai RNL maka semakin tinggi derajat keparahan DBD.Kesimpulan: Adanya korelasi/hubungan Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dengan derajat keparahan Demam Berdarah Dengue.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA SD Umma, Khaera; Akhir, Muhammad; Akbar, Amal
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.803

Abstract

This study aims to improve the exposition text writing skills of fifth-grade students at UPT SPF SDN Minasa Upa through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model. The low ability of students to write exposition texts served as the background for conducting this research. The PBL model is expected to help students more easily understand the material and become proficient in writing exposition texts. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, with each cycle consisting of four stages: planning, action implementation, observation and evaluation, and reflection. The research subjects consisted of 29 fifth-grade students. Data collection techniques were carried out through observation, writing tests, and documentation. Data were analyzed descriptively using quantitative and qualitative methods. The research results showed a significant improvement in students' exposition text writing skills. In cycle I, learning completeness only reached 27.5% (8 students), while 72.4% (21 students) had not yet achieved mastery. After improving the learning process in cycle II, completeness increased to 86.2% (25 students) with only 13.7% (4 students) not yet achieving mastery. The improvement was also evident in students' active participation, ability to identify problems, and motivation to write. Thus, the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model proved effective in improving the exposition text writing skills of fifth-grade students at UPT SPF SDN Minasa Upa.
Intervensi Komunikasi, Informasi, Dan Edukasi Sebagai Upaya Pencegahan Hordeolum Di Klinik Mata Ambon Vlissingen Putri Yulia, Ceriana; Umma, Khaerah; Pattiasina, Dhanielo J G; Uneputty, Elvido Claus; Paribrajaka, I Wayan Ardy; Siegers, Daniel J
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.998

Abstract

Latar Belakang: Hordeolum (bintitan) merupakan infeksi akut pada kelopak mata yang sering dijumpai dalam praktik klinis. Meskipun bersifat self-limiting, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan dan berisiko mengalami komplikasi serta kekambuhan jika tidak ditangani dengan tepat. Faktor risiko yang sebagian besar dapat dimodifikasi melalui perubahan perilaku menjadikan edukasi kesehatan sebagai strategi pencegahan yang penting. Tujuan: Mengetahui efektivitas intervensi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terhadap peningkatan pengetahuan pasien tentang hordeolum di Klinik Mata Vlissingen, Kota Ambon. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan intervensi KIE melalui penyuluhan dan media leaflet. Sasaran kegiatan adalah 20 pasien yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest menggunakan 10 pertanyaan yang sama, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta setelah diberikan intervensi. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 5 soal pada pretest menjadi hampir seluruh peserta mampu menjawab 10 soal dengan benar pada postest. Keberhasilan ini didukung oleh metode yang interaktif dan penggunaan leaflet edukasi dengan bahasa yang sederhana serta dilengkapi ilustrasi. Kesimpulan: Intervensi KIE efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang hordeolum. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Shin et al,2025) yang menekankan pentingnya edukasi pasien untuk mencegah rekurensi serta rekomendasi (Medscape,2024) tentang pencegahan kekambuhan melalui kebersihan kelopak mata harian. Diperlukan KIE lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk hasil yang lebih optimal.