Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ProTVF

Video warga pada program berita di televisi Indonesia Aceng Abdullah; Rinda Aunillah Sirait
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.39023

Abstract

Video warga dalam program berita merupakan fenomena baru dalam perkembangan jurnalisme TV di Indonesia. Fenomena ini terkait teori Intermedia Agenda Setting, di mana media massa arus utama menganggap pentingnya informasi yang muncul di media sosial. Sebuah konten viral atau trending topik digunakan oleh media arus utama sebagai elemen daya tarik untuk meningkatkan rating dan share. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artikel ini membahas kecenderungan 14 media penyiaran televisi Indonesia yang memanfaatkan video warga dan video viral media sosial dalam program siaran berita. Penulis mengumpulkan data program berita siaran dengan durasi Juni hingga Agustus 2021. Tujuh sampel program berita diambil secara acak dari masing-masing stasiun TV, masing-masing menyiarkan 20 hingga 30 cerita. Hasil penelitian menunjukkan video warga terdapat pada aktivitas jurnalisme di stasiun TV Indonesia. Stasiun TV di Indonesia menyiarkan video warga sebagai bagian dari konten program siaran berita. Video warga yang disiarkan dalam program siaran berita berasal dari video yang dikirimkan warga kepada redaksi serta video yang viral di media sosial. Penerapan prinsip jurnalistik dalam konten video warga yang disiarkan di stasiun TV di Indonesia masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan fungsi media massa, nilai berita, penilaian berita, aktualitas, faktualitas, serta penerapan etika dan aturan terkait.  Studi ini merekomendasikan sinergi antara produsen video warga dan redaksi. Lemahnya video warga dalam menjangkau sumber resmi pemerintah untuk konfirmasi dan verifikasi perlu diantisipasi oleh redaksi yang memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Dengan prosedur ini, video warga dapat terhindar dari berita palsu atau hoaks.
Advocating transmigrants through videos on the YouTube channel Asian Survivor Sirait, Rinda Aunillah; Abdullah, Aceng
ProTVF Vol 8, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v8i1.48413

Abstract

Background: Revival Rival shares videos through the YouTube channel “Asian Survival.” The video is about the situation in the latest transmigrant location in Tanjung Buka Settlement Unit (SP) 10, Tanjung Palas Tengah District, Bulungan Regency, North Kalimantan. He practiced citizen journalism by raising topics that were not touched by the mainstream mass media. Purpose: This research aims to discover how Asian Survivor conducts advocacy through its citizen journalism video content. Methods: This is descriptive research using several data collection techniques, namely content analysis, interviews, and literature studies. Results: The Asian Survivor advocacy is carried out through the production of video content consisting of four topics, namely, donation distribution, human interest, actual information, and inspiring profile. In addition, Revival Rival manages donations from viewers touched by the news shared by maintaining accountability through a personalized reporting process. Conclusion: Asian Survivor is an advocacy media for new transmigrants in Tanjung Buka SP 10 through a variety of video content presented as a picture of the life struggles of new transmigrants in marginalized areas; social criticism presented implicitly to maintain media sustainability and to raise donations from netizens sent to help the lives of transmigrants. Raising netizen donations for charitable activities is a form of social media monetization. Implications: This research has implications for further research on the power of utilizing YouTube channels as advocacy media based on citizen journalism. Another research development is related to the ethical issues of raising donations made by YouTube content as another form of monetization of social media accounts.