Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA MENGHINDARI DIKOTOMI ILMU MELALUI INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENDIDIKAN NASIONAL Suswanto; Haris Riadi; Neng Sufia; Safna Febriyani; Halimatu Sa’diah; Gusti Erlina; Muhammad Suprapto
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 3 (2025): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i3.652

Abstract

The dichotomy of education in Indonesia is a problem that requires immediate attention. This study uses qualitative methods through literature studies and observations to investigate the influence of the dualism of the education system on Islamic education. This dualism has the potential to cause a significant split between Islamic religious education and national education. To overcome this contradiction, the integration of Islamic education into the national education system is an urgent solution. Scholars emphasize the importance of combining the two education systems to prevent further splits. One proposed approach is the development of a third system that combines the positive aspects of traditional and modern education. This integration is expected to create a more holistic and inclusive education system, in accordance with the needs of contemporary society. This study highlights the importance of resolving the dualism of education to improve the quality of education and social harmony in Indonesia.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA TRADISI PANTUN MELAYU Halimatu Sa’diah; Jarir; Gusti Herlina; Muhammad Suprapto
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 3 (2025): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i3.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi pantun Melayu. Inti permasalahan yang dikemukakan adalah bagaimana pantun, sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat Melayu, berfungsi sebagai sarana pendidikan yang tidak terlepas dari konteks ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan observasi lapangan di beberapa komunitas Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun Melayu mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang tinggi, seperti nasihat moral, ajaran tentang keimanan kepada Allah, serta panduan hidup yang sesuai dengan etika Islami. Temuan ini menegaskan bahwa pantun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah dan pendidikan yang efektif, memperkuat hubungan antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman.
EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM PERSFEKTIF FIQIH: UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS Halimatu Sa’diah; Chanifuddin
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 1 (2025): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v20i1.221

Abstract

Evaluasi pendidikan Islam dalam perspektif fiqih merupakan upaya strategis untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan selaras dengan prinsip-prinsip syariat. Evaluasi ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga menilai proses pembelajaran, metode pengajaran, dan dampak terhadap pembentukan karakter peserta didik. Dalam fiqih, evaluasi pendidikan mencakup aspek akidah, ibadah, dan akhlak, sehingga pembelajaran mampu menghasilkan individu yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Dengan pendekatan ini, evaluasi menjadi instrumen penting dalam memastikan bahwa tujuan pendidikan Islam tercapai sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. Melalui penerapan evaluasi yang berbasis fiqih, guru dan lembaga pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran serta merancang perbaikan yang tepat. Pendekatan ini mendorong keterpaduan antara aspek spiritual, intelektual, dan moral dalam sistem pendidikan. Selain itu, evaluasi berbasis fiqih memberikan landasan untuk menanamkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga pembelajaran tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga bermanfaat dalam membentuk generasi yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, evaluasi pendidikan Islam dalam perspektif fiqih menjadi bagian integral dari upaya mewujudkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mendidik jiwa.
Manajemen Akreditasi Madrasah Aliyah Anwarul Hasaniyyah (Anwaha) Kabupaten Tabalong: Penelitian Syahrani; Fauziah; Halimatu Sa’diah; Helni Atillah; Isnawati; Izatul Aspia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.485

Abstract

The expiration of accreditation is often associated with the low quality of madrasahs. Madrasahs that are not yet accredited or whose accreditation has expired are frequently perceived as lacking in quality. Accreditation poses a challenge for many madrasahs, especially newly established ones. Therefore, the management of Madrasah Aliyah (MA) Anwarul Hasaniyyah, which was founded on June 20, 2022, has taken steps to obtain accreditation. MA Anwarul Hasaniyyah, under the auspices of the Anwarul Hasaniyyah Islamic Boarding School in Marindi Village, Haruai District, Tabalong Regency, South Kalimantan, has become the focus of this accreditation management effort. The results reflect the educational quality of MA Anwarul Hasaniyyah, the challenges faced during the accreditation process, and the strategies for improving its management.
PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF AL QURAN: ANALISIS KONSEP DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM SURAH LUQMAN AYAT 12-19 Halimatu Sa’diah; Abu Anwar
Al-mujahidah Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan nilai-nilai pendidikan anak yang terkandung dalam Surah Luqman ayat 12-19. Surah ini mengandung nasihat-nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya, yang relevan sebagai landasan pendidikan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik dan pendekatan kualitatif untuk menggali nilai-nilai pendidikan yang tercermin dalam ayat-ayat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam perspektif Al-Qur'an menekankan pada penguatan akidah melalui larangan syirik, pembentukan akhlak mulia seperti berbuat baik kepada orang tua, tanggung jawab individu atas amal, dan pentingnya ibadah, khususnya salat. Selain itu, nilai-nilai sosial seperti amar ma’ruf nahi munkar, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta etika dalam berbicara dan berinteraksi juga ditekankan. Nilai-nilai ini memberikan panduan komprehensif bagi orang tua dalam mendidik anak agar menjadi individu yang bertakwa, berbudi pekerti luhur, dan memiliki tanggung jawab sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur'an yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Menelusuri Jejak Kisah Merbau Bersiram Darah: Kajian Khazanah Budaya Melayu Riau Halimatu Sa’diah; Jarir Jarir
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i3.1518

Abstract

Folklore is a cultural artifact that stores local wisdom and timeless character education value. One of the folk tales from the Malay coast of Bengkalis that is full of meaning is Merbau Bersiram Blood, a legend about betrayal, slander and a fight for honor between two royal commanders. Using a qualitative-descriptive approach, this article traces the story as a representation of moral education in the construction of Malay culture. Narrative analysis of story line, characters, and symbolism shows how values ​​such as honesty, loyalty, and the consequences of injustice are subtly but powerfully embedded in the structure of the story. This story not only tells of a bloody tragedy, but also reflects the social mechanisms of Malay society in responding to betrayal and cultivating ethics. By re-exploring this story, this article raises the urgency of revitalizing oral traditions as a contextual and meaningful character learning medium, especially in local culture-based education ecosystems. Blood-Drenched Merbau is not just a legend, but a moral voice that echoes from the past for the future generation of Malays.