Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN TONER EKSTRAK DAUN LAVENDER PERANCIS (LAVANDULA DENTATA) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) Yusuf, Dea Sagitarina; Wardani, Tatiana Siska; Rahmatillah, Annie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50310

Abstract

Radikal bebas akibat paparan polusi, sinar ultraviolet, asap rokok, dan faktor lingkungan lain dapat memicu kerusakan sel kulit serta mempercepat penuaan dini. Kondisi ini terjadi karena radikal bebas merusak kolagen, elastin, dan membran sel sehingga kulit kehilangan kekenyalannya. Untuk mengatasinya, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas. Salah satu sumber antioksidan alami adalah Lavender Perancis (Lavandula dentata), yang diketahui mengandung flavonoid dan berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan toner dari ekstrak daun Lavandula dentata serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan kuantitatif komparatif. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% lalu diformulasikan menjadi toner dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, dan iritasi, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm menggunakan perhitungan IC50 dari persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan semua formula toner memenuhi persyaratan fisik, memiliki pH 5,1–5,9, tampak homogen, serta tidak menimbulkan iritasi. Ekstrak Lavandula dentata memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 19,0693 ppm. Adapun formula toner 0,5%, 1%, dan 1,5% masing-masing menghasilkan IC50 sebesar 111,005 ppm, 94,5532 ppm, dan 90,3029 ppm. Formula 1,5% merupakan yang terbaik karena memiliki nilai IC50 terendah. Dengan demikian, toner ekstrak daun Lavandula dentata stabil secara fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai kosmetik antioksidan alami.
PROFILING MARKER AKTIF SIANIDIN-3-O-GLUKOSIDA PADA EKSTRAK ETANOL BEKATUL BERAS HITAM DAN BEKATUL BERAS MERAH Rahmatillah, Annie; Fitriawati, Anna; Sari, Sindy Avita
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3880

Abstract

Bekatul beras merupakan salah satu bahan obat alam yang telah terbukti memiliki berbagai aktivitas farmakologi secara in vitro dan in vivo. Bekatul beras kaya akan serat, tocopherol, tocotrienol, oryzanol, vitamin B kompleks dan berbagai macam senyawa fenolik seperti antosianin. Aktivitas farmakologi bekatul beras dipengaruhi oleh kadar senyawa yang bertanggung jawab didalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Analisis kualitatif dengan membandingkan waktu retensi senyawa target dan standar yang berada antara 2,0-2,1 menit. Kuantifikasi kadar didasarkan pada kurva baku dari isolat sianidin-3-O-glukosida dari range 2.10-4 – 1.10-3 % b/v, didapatkan koefisisen korelasi lebih dari 0.99. Didapatkan konsentrasi sianidin-3-O-glukosida didalam ekstrak etanol BBH dan BBM secara berturut-turut 0.012 %b/b dan 1.38x10-3 %b/b. Terbukti bahwa kandungan sianidin-3-O-glukosida dalam ekstrak BBH lebih besar dari ekstrak BBM. Pada ekstrak etanol, kadar antosianin total paling tinggi terdapat pada bekatul beras hitam, yaitu 328,4 ±34,76 mg/100g ekstrak, sedangkan untuk ekstrak etanol bekatul beras merah hanya sebesar 214,3 ±17,39 mg/100g ekstrak.
OPTIMIZATION OF CLAY MASK FORMULA FROM LEAF SI KEJUT (Mimosa pudica L.) EXRACT USING SIMPLEX LATTICE DESIGN METHOD Fitriawati, Anna; Rahmatillah, Annie; Agustiningrum, Nurul
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bss4fn77

Abstract

Clay mask is a facial mask used to remove dirt and blackheads from the skin. It is particularly suitable for acne-prone skin, as clay masks provide a refreshing sensation, absorb excess oil, and help manage blackheads. Mimosa pudica, commonly known as the "Sensitive Plant" or "Touch-me-not," contains bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. According to a study by Utami et al. (2021), Mimosa pudica L. leaves exhibit strong inhibitory effects against Propionibacterium acnes, the primary bacterium responsible for acne. The objective of this research is to determine the optimal formulation of ethanol extract from Mimosa pudica leaves in a clay mask using the Simplex Lattice Design (SLD) method. Optimization was performed by comparing two clay base formulations—kaolin and bentonite. Physical quality testing included organoleptic evaluation, homogeneity, adhesion strength, spreadability, pH testing, and drying time. The results of the physical quality tests were analyzed using Design Expert software. Through the Simplex Lattice Design (SLD) method, the optimal formula was identified as Formula I, containing 34.75% kaolin and 6.25% bentonite.
ANALISIS GAP KINERJA DAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Marwiyati, Vivin; Rahmatillah, Annie
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 1 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performance measurement using a descriptive case study method. This research is intended to determine the performance of the Sebelas Maret University Hospital Pharmacy Installation. to see the performance achievements that have been made as well as the basis for further performance improvements. This research aims to determine the performance of the Pharmacy Installation at Sebelas Maret University Hospital. This research is a type of non-experimental research with a descriptive evaluative design. Data were obtained retrospectively and prospectively. Data criteria include qualitative and quantitative data. Qualitative data through interviews and direct observation. Quantitative data through questionnaires. Keywords: Performance, Pharmaceutical Installations, Customer Perspective, Growth Perspective and Learning.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT, FRAKSI AIR DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes ATCC 6919 Rizki Utami, Tiara; Jayak Pratama, Kharisma; Rahmatillah, Annie
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/f5yn2258

Abstract

Latar belakang: Infeksi kulit umumnya disebabkan bakteri Propionibacterium acnes. Meningkatnya kasus resistensi antibiotik, menjadikan para peneliti mulai menggunakan tanaman sebagai alternatif pengobatan. Daun rambutan mengandung senyawa aktif tanin, alkaloid, saponin dan flavonoid yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui kemampuan daya hambat antibakteri ekstrak etanol dan fraksi dari daun rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium. Metode: ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Ekstrak dan fraksi dilarutkan dengan DMSO 5% dengan konsentrasi 30%, 40%, 50% dan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode disc diffusion untuk melihat zona hambatnya. Kontrol positif menggunakan disk clindamycin, sedangkan kontrol negatif menggunakan DMSO 5%. Hasil: penelitian menunjukkan zona hambat daun rambutan terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes ATCC 6919 diurutkan dari yang paling besar fraksi etil asetat konsentrasi tertinggi 50% rata-rata 8,36 mm, ekstrak etanol konsentrasi tertinggi 50% yaitu 5,3 mm, fraksi n-heksan konsentrasi tertinggi 50% rata-rata 3,00 mm, dan fraksi air konsentrasi tinggi 50% rata-rata 1,06 mm. Data dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan metode ANOVA. Kesimpulan: signifikansi ANOVA menunjukkan nilai 0,00 yang berarti p < 0,05. Hal ini mengindikasikan terdapat perbedaan yang signifikan dalam diameter zona hambat antar kelompok sampel yang diuji.
Formulasi Sediaan Bedak Tabur dari Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Antioksidan dengan Menggunakan Metode DPPH Fransina Metrix Heatubun; Niken Lutfiyanti; Annie Rahmatillah
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i3.4809

Abstract

Free radicals can damage the skin and cause premature aging, so antioxidants are needed to protect the skin. Kencur rhizome (Kaempferia galanga L.) contains compounds that have potential as natural antioxidants. This study aims to develop a formulation of loose powder preparation from kencur rhizome simplisia with concentration variations of 4%, 6%, and 8%, and evaluate its physical quality and antioxidant activity using the DPPH method. The physical quality of the powder preparation included organoleptics, homogeneity, adhesion, pH, irritation, and hedonic test. The results showed that all formulations were organoleptically stable and homogeneous and the pH of the preparation was stable at 25°C but changed significantly at 40°C ± 2°C (p<0.05). Adhesion was less than optimal (p>0.05). The irritation test showed mild reactions in some panelists for F2 and F3. Hedonic test showed that F3 was most preferred by the panelists. Antioxidant activity of kencur rhizome extract (IC50 22.65 ppm), F1 (IC50 163.14 ppm), F2 (IC50 54.16 ppm), and F3 (IC50 35.48 ppm).
Analgesic and anti-inflammatory activity of the combination of ethanol extract of Seligi leaves (Phyllanthus buxifolius Muell Arg.) and sweet potato leaves (Ipomoea batatas L.) in mice Hastuti, Siwi; Rahmatillah, Annie; Rias Anggiri, Refonda
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v7i1.30354

Abstract

Research on the analgesic and anti-inflammatory properties of Seligi leaves (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) and sweet potato leaves (Ipomoea batatas L) has been conducted, but a combination of the two has never been reported. Pain and inflammation are interrelated diseases caused by the activity of pain and inflammation mediators. Analgesics and anti-inflammatories will suppress the activity of phospholipase and cyclooxygenase. This study aims to analyze the analgesic and anti-inflammatory activity of a combination of ethanol extracts of Seligi leaves and sweet potato leaves. The analgesic test was conducted using the acetic acid-induced writhing method in mice. The anti-inflammatory test was performed by inducing edema in the mice's soles with carrageenan. Phytochemical screening results revealed that both Seligi leaves and sweet potato leaves contain alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The combination of ethanol extracts of Seligi leaves and sweet potato leaves at doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW showed analgesic effects of (17.40 ± 0.59)%, (31.68 ± 0.46)%, and (57.54 ± 0.09)%, respectively. Acetosal, as a positive control at a dose of 65 mg/kgBW, had an analgesic effect of (82.73 ± 0.12)%. The combination of ethanol extract of Seligi leaves and sweet potato leaves at doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW exhibited anti-inflammatory properties of (19.91 ± 0.50)%, (24.15 ± 0.24)%, and (54.91 ± 0.25)%, respectively. Diclofenac sodium, as a positive control at a dose of 19.5 mg/kgBW, had an anti-inflammatory effect of (80.56 ± 0.13)%. Negative control served as a reducing factor. One-way ANOVA uncovered significant differences in the means of the outcome variables between groups. Further post hoc LSD tests indicated that all pairs of groups were significantly different (p<0.05). Seligi leaves and sweet potato leaves can reduce pain and inflammation in mice, suggesting they could be developed into new drug ingredients.