Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

P PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA BALITA DIPENGARUHI OLEH TINGKAT PENGETAHUAN DAN SELF-EFFICACY Pasang, Melani; Rakinaung, Natalia Elisa; Wetik, Syenshie Virgini
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i2.635

Abstract

Salah satu masalah kesehatan bagi balita yang insidennya terus meningkat dan menjadi ancaman adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Ibu yang memiliki anak balita memegang peran penting dalam upaya pencegahan penyakit tersebut. Level pengetahuan yang baik serta self-efficacy yang tinggi dapat memengaruhi perilaku ibu dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan. Tanpa keyakinan diri dan motivasi yang cukup, ibu mungkin mengalami kesulitan dalam menjalankan perilaku pencegahan yang efektif. Oleh karena itu, pengetahuan dan self-efficacy ibu menjadi faktor utama dalam menurunkan risiko kejadian DBD pada balita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara level pengetahuan dan self-efficacy ibu dengan perilaku pencegahan DBD pada balita di Desa Sidey Baru, Kabupaten Manokwari. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Sidey Baru, Kabupaten Manokwari = 85 orang sehingga sampel (n) berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku pencegahan DBD, pengetahuan dan self-efficacy. Berdasarkan hasil uji korelasi non-parametrik Spearman, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan DBD pada balita (p = 0,016), serta antara self-efficacy ibu dengan perilaku pencegahan DBD (p = 0,000). Kedua nilai p tersebut lebih kecil dari batas signifikansi (p ≤ 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa baik pengetahuan maupun self-efficacy ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan DBD pada balita. Hasil ini berkontribusi bagi instansi terkait untuk meningkatkan edukasi dan pemberdayaan ibu untuk mendukung perilaku pencegahan DBD pada balita.
Play Therapy Berbasis Trauma Healing Pasca Bencana Pada Anak Usia Sekolah Wetik, Syenshie Virgini; Polii, Grace Benedikta
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.118

Abstract

Dampak psikososial yang paling utama muncul sebagai akibat dari peristiwa bencana adalah perasaan traumatis. Adanya rasa trauma yang berkepanjangan mengakibatkan penurunan fungsi dan kualitas hidup serta menjadi peristiwa tidak menyenangkan khususnya bagi anak-anak yang belum mampu mengekspresikan perasaannya. Masalah psikososialnya antara lain gangguan tidur, mimpi buruk, merasa kesepian, gelisah, khawatir, mudah marah, sensitive, sulit berkonsentrasi dan muncul memori terkait kejadian traumatis secara berulang. Kondisi tersebut apabila yang tidak direhabilitasi dengan baik dapat menimbulkan trauma psikologis yang dapat mengganggu stabilitas hidup dan berdampak negatif pada kehidupan selanjutnya. Salah satu kegiatan dukungan psikososial yaitu trauma healing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendistraksi anak-anak dari kejadian traumatis agar tetap mampu menjalani dan menikmati kehidupan sehari-harinya dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan pada anak usia sekolah (6-12 tahun) korban pasca bencana banjir di Kelurahan Molas, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah play therapy berupa gerak dan lagu dengan 3 jenis permainan. Hasilnya adalah seluruh peserta merasa senang, bahagia, merasa rileks dan bersemangat ditandai dengan ekspresi wajah yang ceria dan secara subjektif mengatakan puas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta kegiatan. Kegiatan ini dijadikan sebagai metode non-farmakologis dan sangat direkomendasikan dilakukan pada anak-anak di wilayah pasca bencana
ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS TONDANO SELATAN Lumowa, Fresy; Wetik, Syenshie; Rakinaung, Natalia
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v1i3.45

Abstract

Kesehatan Ibu dan anak adalah salah satu jaminan tolak ukur dari berhasilnya tatanan kesehatan dalam suatu negara. UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan mendukung adanya hak setiap anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimana didalamnya hak tersebut didapatkan sejak anak dalam kandungan , begitu juga dengan kesehatan ibu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan tepat guna untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.Keberhasilan pelaksanaan pelayanan KIA di puskesmas salah satunya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang dikelolah oleh bidan yang berkompeten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bidan pelaksana KIA di puskesmas dalam melakukan pelayanan KIA dipuskesmas serta sistem rujukan yang berlaku dalam pelayanan KIA puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain penlitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam pada 4 orang responden. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa puskesmas melaksanakan pelayanan KIA Maternal setiap hari senin sampai dengan sabtu dengan bidan pelaksana sebanyak 4 orang yang pada aplikasinya jumlah tenaga bidan pelaksana masih kurang sesuai dengan jadwal pelayanan, jumlah pasien yang datang, maupun program – program KIA diluar gedung puskesmas seperti program BIAN, vaksinasi, dan sebagainya. Bidan pelaksana KIA juga melakukan rujukan maternal melalui aplikasi p- care puskesmas sesuai dengan kondisi dan indikasi pasien yang perlu dirujuk meskipun dalam pengaplikasiannya terdapat banyak kendala.Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan KIA Maternal di puskesmas telah berjalan cukup baik dan pelayanan diberikan oleh bidan berkompeten meskipun jumlah bidan pelaksana puskesmas belum mencukupi untuk pelaksanaan semua program KIA Maternal, sehingga jika berada pada bulan BIAN, pelayanan KIA di puskesmas seringkali tidak terdapat petugas.Begitu pula dengan sistem rujukan maternal yang tidak bisa diberikan setiap hari, karena keterbatasan sistem aplikasi p- care dan jadwal pelayanan p- care yang hanya sampai hari jumat, sementara hari pelayanan KIA hingga hari sabtu.
P Pengaruh Guided Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre-Operasi Benedikta Polii, Grace; Virgini Wetik, Syenshie
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Anxiety is a reaction to psychological disorders experienced by most patients in the face of surgery. Signs and symptoms are tremors, tachycardia, nervousness, insomnia, sweating and shortness of breath. The preoperative patient anxiety level is in the category of severe, moderate. If it is not handled properly, it will have a negative impact on the operation process that will be carried out by the patient so that relaxation measures are needed so that the patient can control his anxiety. One recommended therapy is guided imagery. Various studies have been conducted to prove its effect. The objective of this research was to analyze effects of guided imagery towards anxiety level decrease on pre-operative patients. This research used literature review design, database used were 2018- 2020 Google Scholar. Research populations were all research journals regarding effects of guided imagery and progressive relaxation towards anxiety level decrease on pre-operative patients using flow diagrams technique (data synthesis) thus n-value was obtained = 3. Analyzed journals result showed that there was a decrease in anxiety level of pre-operative patients after guided was given. Guided imagery affected the decrease of anxiety level on pre-operative patients. Abstrak Kecemasan merupakan reaksi psikologis yang dialami oleh sebagian besar pasien dalam menghadapi operasi. Hal ini ditandai dengan gerakan tremor, takikardi, gelisah, susah tidur, berkeringat dan sesak nafas. Kecemasan yang dirasakan oleh pasien pra-operasi berada pada kategori berat, sedang. Apabila tidak teratasi dengan baik, maka akan menimbulkan dampak negatif bagi proses operasi yang akan dijalankan pasien sehingga dibutuhkan tindakan norfarmakologi berupa pemberian tindakan rileksasi pada pasien agar pasien mampu mengontrol perasaan cemas yang dirasakannya. Salah satu terapi yang direkomendasikan adalah guided imagery. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan pengaruhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh guided imagery terhadap tingkat kecemasan pasien pra-operasi. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan jenis database yang digunakan, yaitu Google Scholar tahun 2018-2020. Populasi penelitian adalah seluruh jurnal penelitian tentang pengaruh terapi guided imagery terhadap tingkat kecemasan pasien pra-operasi dengan menggunakan teknik diagram flow (sintesis data) sehingga didapatkan n = 3. Hasil analisis jurnal penelitian menunjukan bahwa guided imagery efektif menurunkan kecemasan pasien pra-operasi.
The Implementation of the Mental Health Integrated Service Post(Posyandu Jiwa): Mental health training and support for cadres at theCommunity Health Center Level: Implementasi Posyandu Jiwa: Pelatihan dan pendampingan KaderKesehatan jiwa di Tingkat Puskesmas Buanasari, Andi; Wetik, Syenshie Virgini; Rahman, Asep
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/9wajtg63

Abstract

The issue of mental health has recently become a prominent topic due to its significant impact. Various efforts have been undertaken, including the establishment of community-based mental health services such as Posyandu Jiwa (Mental Health Integrated Service Post). This community service involves health cadres from the Tikala Baru Public Health Center as partners, aiming to implement Posyandu Jiwa through training and mentorship for mental health cadres. Activities began with socialization, followed by training on mental health screening using SRQ (Self-Reporting Questionnaire) and SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire), along with the stages involved in the implementation of Posyandu Jiwa, culminating in the actual implementation of Posyandu Jiwa. Following the training, there was a notable increase in the knowledge levels of the cadres. Prior to training, 73.3% of cadres were categorized as having limited knowledge, which reduced to only 15.6% post-training. Additionally, there was an improvement in the skills required for conducting screenings, with an average skill score of 76.35 after training. The Posyandu Jiwa was conducted using a five-table system, with cadres stationed at each table and supported by Nurses.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa Untuk Penanganan Pasien Gaduh Gelisah Dan Resiko Bunuh Diri Syenshie Wetik; Angela Alfonsin Maria Lusia Laka; Cornelia Fransiska Sandehang
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/qcwst903

Abstract

Berbagai perilaku amuk, gaduh gelisah, risiko bunuh diri, serta kekambuhan pasien ODGJ dapat terjadi di masyarakat pada waktu yang tidak dapat diperkirakan. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak aman, kekhawatiran, dan ketakutan di masyarakat karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, muncul stigma dan diskriminasi terhadap pasien ODGJ dan keluarganya yang dapat memperburuk kondisi sosial di lingkungan sekitar. Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) merupakan garda terdepan yang berperan penting dalam menghadapi pasien dan keluarga ODGJ serta mendukung pelayanan kesehatan jiwa di komunitas. Oleh karena itu, kader perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan khusus dalam menghadapi situasi tersebut di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan jiwa di Puskesmas Wawonasa, Kota Manado. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, role play dan simulasi. Hasil: Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 62,7 meningkat menjadi 86,5 pada post-test. Kader menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengenali gejala serta melakukan penanganan awal secara tepat. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan ini efektif meningkatkan kemampuan kader kesehatan jiwa dalam menangani pasien gaduh gelisah dan individu dengan risiko bunuh diri di masyarakat. Saran: Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan diperluas ke wilayah lain agar kapasitas kader dalam pelayanan kesehatan jiwa semakin optimal
Perubahan Level Ansietas Dengan Penerapan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Pada Ibu Postpartum Syenshie Wetik; Ferlan Pondaag; Feronica Imbing
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v14i2.366

Abstract

Anxiety is a common problem experienced by many individuals, including postpartum mothers. The causes include worry about the baby's condition, feelings of inadequacy in caring for the baby, unpreparedness to care for the baby and family, and various other reasons. This condition can negatively affect the mother, baby, and family as caregivers. One alternative to reduce anxiety in postpartum mothers is the implementation of the Kangaroo Mother Care (KMC) method. This study aims to determine changes in the anxiety levels of postpartum mothers after receiving KMC intervention. The study used a one-group pretest-posttest design with 16 respondents selected through incidental sampling. Data was collected using the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) questionnaire. After the KMC intervention, there was a change in the anxiety levels of the respondents, with seven respondents (43.8%) experiencing mild anxiety and eight respondents (56.3%) experiencing moderate anxiety. Statistical analysis using a paired t-test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between pre- and post-intervention levels. Before the intervention, anxiety levels among respondents were predominantly in the moderate to severe category. After the KMC intervention, anxiety levels decreased to the moderate to mild category. This indicates that the KMC intervention has a positive effect in reducing anxiety levels among postpartum mothers at RSU Pancaran Kasih Manado.
Penguatan Dukungan Psikologis Lingkungan Sekolah Melalui Kegiatan Skrining Dan Stimulasi Psikososial Syenshie Wetik; Angela. A. M. L. Laka; Vervando J. Sumilat
Jurnal Lintas Karsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Lintas Karsa (November 2024)
Publisher : S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah psikososial pada anak dapat menghambat kemampuan untuk beradaptasi dengan tantangan kehidupan. Adanya kemajuan teknologi digital, stres akademik, dan masalah intrapersonal menyebabkan stres, kecemasan, depresi serta rendahnya motivasi sehingga mempengaruhi perilaku dan nilai akademiknya serta menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Jadi, lingkungan sekolah harus menyediakan dukungan psikologis yang efektif dan mendukung perkembangan emosional dan sosialnya agar siswa dapat mengatasi stres dan gangguan psikososial yang dihadapi. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Kolongan, Minahasa Utara, dengan 20 siswa kelas 4 dan guru kelas. Metodenya meliputi skrining, ceramah, demonstrasi stimulasi, dan diskusi berbentuk permainan edukatif - interaktif. Hasilnya, kegiatan ini berdampak positif terhadap pengetahuan peserta tentang kesehatan mental serta kemampuan psikososial yang distimulasi. Kegiatan ini disarankan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah guna mencapai keseimbangan antara perkembangan fisik dan psikis siswa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANSIETAS PADA LANSIA TENTANG COVID-19 Awaeh, Novita; Wetik, Syenshie; Laka, Angela
Lasalle Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: COVID-19 that occurs around the world has caused an increase in cases of anxiety, including in the elderly. This increase in incidence is due to the high death rate due to Covid-19 and the circulation of hoax information that dominates media reports including social media. Objective: This study aims to analyze factors related to the incidence of anxiety in the elderly about covid-19. Method: The design of this study is descriptive quantitative, with a cross-sectional approach that uses purposive sampling techniques with a total sample of 51 respondents. The statistical test used is chi-square. Results: The results were that there was a significantrelationship between age factors with the incidence of anxiety (p-value 0.000 < 0.05), gender factors with incidence of anxiety (p-value 0.034 < 0.05), health factors with incidence of anxiety in the elderly (p-value 0.000 < 0.05), social support factors with incidence of anxiety (p-value 0.001 < 0.05) and self-concept factors with incidence of anxiety (p-value 0.001 < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between factors of age, gender, health, social support and self-concept with the incidence of anxiety in the elderly about Covid-19 in Tewaan Village, Ranowulu District, Bitung City.
POLA ASUH ORANG TUA, DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA PEREMPUAN Purukan, Gebby; Wetik, Syenshie; Laka, Angela
Lasalle Health Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The problem of bullying generally occurs at the age of teenagers, for example, physical bullying, verbal and cyberbullying. Parenting patterns and social support can influence bullying behavior. Good parenting or not can make teenagers behave in bullying. High and low levels of social support can also make teenagers do bullying behavior. The perceived impacts are anxiety, stress, depression, withdrawal from the environment, mental health disorders, and suicide. If this case is not resolved, it will threaten the future of teenagers. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between parenting, social support, and bullying behavior in female students. Method: The method is quantitative, uses a descriptive correlational research design with a cross-sectional study approach. The sampling technique used was the total sampling technique, with a sample of 90 female students. Result: The results of this study indicate that the most obtained is high bullying behavior, the parenting pattern shows that most parenting patterns are not good, for the most with a low level of social support. From these results, it was found that there was a significant relationship between parenting and bullying behavior in female. The relationship between social support and bullying behavior shows significance. Conclusions: There is a significant relationship between parenting style and bullying behavior, and there is a significant relationship between social support and bullying behavior in SMP N 3 Tombatu students.