Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JAPB

IMPLEMENTATION OF PROFIT AND LOSS STATEMENT PREPARATION BASED ON FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (SAK) AT GARASSI COFFEE IN TABALONG REGENCY Yatna; Jamiah
JAPB Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : p3m.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/japb.v8i2.1417

Abstract

Laporan laba rugi (Loss & Profit/Income Statement) merupakan suatu laporan yang memberikan informasi kinerja perusahaan menjalankan operasinya dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada Garassi Coffee di Kabupaten Tabalong. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh data penjualan dan beban yang ada pada Garassi Coffee pada tahun 2024. Sampel penelitian ini yaitu data-data yang relevan seperti pendapatan dan beban operasional pada Garassi Coffee selama satu tahun pada tahun 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang meningkat, diikuti oleh laba bersih yang stabil dan positif, dengan total laba setelah pajak sebesar Rp 387.944.000 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) lebih kecil dibanding perhitungan laporan laba rugi pada Garassi Coffee yaitu sebesar Rp 399.694.000. penyusunan laporan ini memberikan gambaran keuangan yang lebih jelas, membantu pemilik usaha dalam pengambilan keputusan, serta menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan usaha ke depan karena penyusunan ini lebih rinci dan akurat . Kata Kunci : Laba Rugi, SAK, Garassi Coffee
ANALYSIS OF COST OF GOODS MANUFACTURED (COGM) CALCULATION USING THE FULL COSTING METHOD AT CV. EKA JAYA TABALONG Indah Puspita, Dhea; Jamiah
JAPB Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : p3m.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/japb.v8i2.1418

Abstract

Harga pokok produksi merupakan komponen krusial dalam menentukan profitabilitas suatu perusahaan,.Secara umum, biaya produksi dibagi menjadi tiga unsur utama yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku mencakup semua material yang digunakan dalam proses produksi, sedangkan biaya tenaga kerja langsung meliputi upah yang dibayarkan kepada pekerja yang terlibat langsung dalam pembuatan produk. Biaya overhead pabrik, mencakup semua biaya tidak langsung yang diperlukan untuk mendukung proses produksi, seperti sewa pabrik, utilitas, dan penyusutan peralatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana perhitungan harga pokok produksi CV. Eka Jaya serta menggunakan metode Full Costing. Metode penelitiaan ini menggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah obsevasi dan studi pustaka Adapun data yang diambil yaitu periode Januari 2024-Desember 2024. Teknik analisis data dengan mengumpulkan data yang diperlukan, memisahkan biaya-biaya dikeluarkan pada tahap produksi, menghitung semua pengeluaran dan membandingkannya dengan jumlah permintaan produk kanopi, pagar, railing tangga, tangga layang dan tangga putar dengan sumber data sekunder. Hasil menunjukan bahwa total biaya bahan baku terbesar untuk kanopi adalah Rp 4.857.236.000, diikuti pagar Rp 1.696.972.000, dan railing tangga Rp 1.139.686.000. Biaya bahan baku untuk tangga layang dan tangga putar masing-masing sebesar Rp 292.904.000 dan Rp 274.042.000. Total biaya tenaga kerja langsung mencapai Rp 2.792.400.000, dengan alokasi terbesar pada produk dengan permintaan tertinggi. Biaya overhead tetap berjumlah Rp 998.804.796, dan overhead variabel Rp 435.901.000.Harga pokok produksi (HPP) kanopi adalah Rp 6.545.441.796 untuk 13.090 meter, dengan permintaan aktual 13.085 meter. Biaya produksi pagar adalah Rp 3.146.436.796 untuk 6.292 meter, dan railing tangga Rp 2.394.018.796 untuk 4.788 meter. Biaya produksi tangga layang tercatat Rp 801.508.979 untuk 534 meter, dan tangga putar Rp 1.528.120.899 untuk 509 meter. Selisih antara volume produksi dan permintaan relatif kecil, menunjukkan efisiensi dalam perencanaan produksi. Kata Kunci: Harga Pokok Penjualan (HPP), Metode Full Costing, CV. Eka Jaya
ANALYSIS OF BREAK-EVEN POINT (BEP) AND MARGIN OF SAFETY (MOS) AS PROFIT PLANNING TOOLS AT CV. SAHABAT CATERING TABALONG Medyawati , Elvina; Jamiah
JAPB Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : p3m.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/japb.v8i2.1419

Abstract

Salah satu alat penting dalam perencanaan laba adalah Analisis Break Even Point (BEP). BEP merupakan pendekatan profit planning yang menggambarkan hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, dan pendapatan penjualan. Analisis BEP dapat membantu perusahaan untuk memahami batas aman penjualan (Margin of Safety) dan mengelola biaya dengan lebih baik, sehingga dapat menghindari kerugian finansial yang mungkin terjadi akibat kesalahan perencanaan. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis bagaimana penerapan Break Even Point (BEP) pada CV. Sahabat Catering sebagai alat perencanaan laba, serta untuk Mengidentifikasi seberapa besar Margin of Safety (MOS) yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Adapun data yang diambil pada penelitian ini adalah dari tahun 2022 sampai tahun 2024. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan mengumpulkan data yang diperlukan, memisahkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan, menghitung Break Even Point dan Margin Of Safety serta menganalis laba yang diperoleh. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa titik impas (BEP) meningkat setiap tahunnya, namun tetap berada di bawah penjualan aktual. Ini berarti perusahaan mampu menghasilkan keuntungan. Sedangkan hasil Margin of Safety (MOS) menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang cukup aman dari risiko kerugian. Nilai MOS meningkat dari tahun ke tahun, yaitu 45,69% di tahun 2022, 55,77% di tahun 2023, dan 62,1% di tahun 2024. Kenaikan ini menandakan bahwa perusahaan memiliki ruang yang cukup besar jika penjualan menurun, tanpa langsung mengalami kerugian. Kata Kunci : Analisis, Break Event Point (BEP), Margin Of Safety (MOS)