Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

QUALITY OF PUBLIC TRANSPORTATION SERVICES THROUGH THE “GOLEK BIS (GoBis) SUROBOYO” APPLICATION Erwing Wahyu Millensyah
Journal Publicuho Vol. 8 No. 4 (2025): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i4.928

Abstract

This study aims to evaluate the quality of the service quality of the Suroboyo GoBis (Golek Bis) application using the five dimensions of SERVQUAL, namely Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. The research approach used is qualitative with in-depth interviews, observations, and documentation methods of active users of the application. The results show that the Tangibles dimension is the main strength, characterised by a simple, informative, and easy-to-use application interface, as well as a maintained physical condition of the bus. Dimensity Reliability received a positive rating despite the delay in updating the bus position. On the other hand, the Responsiveness dimension is the most significant weakness due to the slow response to user complaints. The Assurance dimension shows a fairly good sense of security, but is not even in the presence of officers, while the Empathy dimension still has minimal attention to vulnerable groups and user involvement. The research recommends increased responsiveness, optimisation of real-time data updates, equitable distribution of officers at bus stops, addition of inclusive features, and maintenance of the physical quality of services. These findings underscore the importance of overarching improvements to support responsive, inclusive, and sustainable quality of digital public services.
Pengaruh Pelaksanaan Prinsip-prinsip Good Governance terhadap Kinerja Organisasi (DISDUKCAPIL Kabupaten Magetan) Wahyu Millensyah, Erwing; Supriyono, Bambang; Eko Wismanu, Rendra
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
Publisher : Badan Penerbitan Jurnal (BPJ) FIA-UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiap/2023.009.02.4

Abstract

The Background of this research is by the existence of Undang-Undang Number 23 of 2014 concerning local Government. The purpose of this study is to determine the relationship and influence between the implementation of the principles of good governance on organizational performance at Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Magetan. This research is quantitative research. The variables in this study are the principles of Good Governance (X) and Organizational Performance (Y). The results of the product moment correlation analysis show that the implementation of the Good Governance Principles has a positive and significant relationship to Organizational Performance (Y) and the results of a simple linear regression analysis show that the implementation of the Good Governance Principles has a positive and significant impact on Organizational Performance (Y). Based on this research, suggestions that can be submitted are opening scheduled electronic-based discussion forums so that people's aspirations can be conveyed also open tenders and choose vendors with the lowest price offers but still pay attention to the quality of goods/ services.
Analisis Kualitas Pelayanan Publik Dalam Pelayanan SKHPN Di Klinik BNNK Sidoarjo Novi Dwi Arini; Erwing Wahyu Millensyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14807

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas mencakup tuntutan dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pada proses penerbitan Surat Keterangan Pemeriksaan Hasil Narkotika (SKHPN). Artikel ini membahas penerapan layanan prima dalam pelayanan administrasi SKHPN di Klinik Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengkaji prinsip-prinsip layanan prima yang melingkupi kesanggupan , kepekaan , jaminan, kepedulian , serta kualitas sarana prasarana. Hasil analisis menunjukkan bahwa Klinik BNNK Sidoarjo telah menerapkan layanan prima melalui prosedur pelayanan yang cepat dan terstandarisasi, profesionalitas petugas, fasilitas yang memadai, serta transparansi informasi kepada masyarakat. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti terbatasnya jumlah permohonan dan keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi kendala dalam pelaksanaan layanan. Secara keseluruhan, penerapan layanan prima di Klinik BNNK Sidoarjo berpartisipasi pada peningkatan mutu pelayanan SKHPN dan kepuasan masyarakat.
Analisis Kegiatan Pencatatan Prevalensi Narkoba menggunakan Metode POAC Probo Putro Aji Pangestu; Erwing Wahyu Millensyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.17056

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana proses pencatatan prevalensi penggunaan narkoba di Kabupaten Sidoarjo dikelola dari sudut pandang fungsi manajemen, khususnya melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan (POAC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara sebagai data pendukung, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo sebagai pihak utama yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Teknik analisis data Analisis data kualitatif merujuk pada kerangka Creswell, yang mencakup tahapan pengorganisasian data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dipastikan melalui penerapan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pada tahap perencanaan,kegiatan pencatatan prevalensi telah disusun berdasarkan kebutuhan data dan tujuan program, meskipun masih menghadapi keterbatasan waktu dan sumber daya. Pada tahap pengorganisasian, pembagian peran antara BNNK Sidoarjo dan BPS Kabupaten Sidoarjo telah berjalan secara jelas dan terkoordinasi. Tahap pelaksanaan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, namun terdapat kendala teknis di lapangan. Pada tahap pengawasan, evaluasi kegiatan telah dilakukan, tetapi masih memerlukan penguatan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan di masa mendatang.
Implementasi Program Job Fair Bagi Fresh Graduate Pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Betharia Sabrina Augustisya; Luthfiyah Shaharani Amelia; Sintya Rahmi Maylani; Erwing Wahyu Millensyah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.898

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Job Fair bagi fresh graduate pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pelaksana program dan peserta Job Fair. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi program Charles O. Jones yang meliputi aspek organisasi, interpretasi, dan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Job Fair telah berjalan cukup baik. Pada aspek organisasi, terdapat pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang baik, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib dan kondusif. Pada aspek interpretasi, pelaksana mampu memahami dan menjalankan program sesuai tujuan melalui koordinasi, briefing, dan penyampaian informasi yang mudah dipahami peserta. Pada aspek aplikasi, program telah memanfaatkan sistem digital melalui aplikasi ASSIIK yang memudahkan proses pendaftaran, publikasi lowongan kerja, dan monitoring pelamar. Program ini juga memberikan manfaat bagi fresh graduate dalam memperoleh informasi lowongan kerja dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan. Meskipun masih terdapat kendala teknis pada sistem pendaftaran daring, secara keseluruhan Program Job Fair telah diimplementasikan dengan cukup efektif dan mampu mendukung penyerapan tenaga kerja di Kota Surabaya.
Penerapan Prinsip Good Governance dalam Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 13 Surabaya Wardani, Afifah Layla; Yuliani Natalia; Yasmin Eka Febrianti; Millensyah, Erwing Wahyu
JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE Vol. 7 No. 2 (2026): Juli: Journal of Administrative and Sosial Science (JASS)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jass.v7i2.2597

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a national priority program aimed at improving students’ nutritional status as part of efforts to enhance the quality of human resources. The success of this program is determined not only by nutritional fulfillment but also by the quality of governance in its implementation. This study aims to analyze the application of Good Governance principles in the Free Nutritious Meal Program at SMP Negeri 13 Surabaya. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were collected through observation, interviews, documentation, and document analysis involving students, parents, teachers, and personnel from the Jemur Wonosari 1 Nutrition Program Service Unit (SPPG). Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the Free Nutritious Meal Program has reflected most Good Governance principles, particularly in terms of regulatory compliance, equitable service access, implementation effectiveness, and stakeholder coordination. However, improvements are still needed in beneficiary participation, information transparency, evaluation mechanisms, and program feedback systems. These findings provide important implications for strengthening the governance of the Free Nutritious Meal Program to become more participatory, transparent, accountable, and sustainable.
Comparative Analysis of the Impact of Training on Microenterprise Development in Sidoarjo Regency Virdean Paulia Pratama; Sri Wibawani; Erwing Wahyu Millensyah
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 7, No 1 (2025): July
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v7i1.31831

Abstract

The growth of micro enterprises in Sidoarjo Regency is a positive phenomenon, driven by an increase in community initiatives to establish independent businesses. However, this growth needs to be accompanied by the government's active involvement in enhancing the capacity of micro-enterprises through targeted programs or policies. One such effort is reflected in the Regulation of the Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia No. 18 of 2015, which provides guidelines for education and training aimed at developing the human resources of cooperatives as well as micro, small, and medium enterprises. In line with this regulation, the Office of Cooperatives and Micro Enterprises has provided a digital marketing training program. Nevertheless, micro-entrepreneurs still face challenges, such as a limited understanding of digital technology. Therefore, it is necessary to measure the extent to which the provided training can impact micro enterprises productivity and capabilities. This research is intended to investigate significant differences in the impact of micro enterprises development training in Sidoarjo Regency. This study employs a quantitative approach with a comparative design using a one-group pretest-posttest method. Data were collected using a questionnaire distributed to 100 respondents. The data were analyzed using a paired t-test with SPSS Version 30. The findings revealed a statistically significant difference in the impact of micro enterprises development training in Sidoarjo Regency (t(99) = -17.606, p < 0.001). These results indicate that the training program positively impacts micro enterprises development in Sidoarjo Regency. 
The Influence of Empowerment on the Entrepreneurial Ability of Micro Enterprises in Surabaya City Ardela Putri Amalia; Sri Wibawani; Erwing Wahyu Millensyah
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 7, No 1 (2025): July
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v7i1.32165

Abstract

The ability of micro enterprises to grow and adapt is important in advancing the national economy. Therefore, supporting the empowerment of micro enterprises by the government is a strategic step that needs to be taken. The Surabaya City Government supports the empowerment of micro enterprises by stipulating Surabaya City Regional Regulation No. 1 of 2021. The Culinary Tourism Center (SWK) is an empowerment facility spread across 51 locations in Surabaya City and has accommodated 1,217 micro enterprises. However, in its development, micro enterprises face the problem of SWK conditions that are empty of visitors and limited understanding of digital marketing. Therefore, the purpose of this study was to examine the influence of micro enterprise empowerment on the ability of micro enterprises in the Culinary Tourism Centers of Surabaya City. This study uses an associative quantitative method to measure the extent to which micro enterprise empowerment (X) affects micro enterprise abilities (Y). The sample included 100 micro enterprises from 51 SWK, chosen through simple random sampling. The data analysis technique used regression analysis with SPSS version 30. The research findings show that variable X significantly and positively affects variable Y, evidenced by a significance level below 0.001 (p < 0.05) and a t-value of 10.332, which exceeds the critical t-value of 1.66055. Additionally, the coefficient of determination (R²) is 0.521, showing a strong relationship between the two variables. Despite the positive results, the Surabaya City Government still needs to design and implement a strategic empowerment concept with clear Standard Operating Procedures.
Implementasi Penggunaan Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) Di Pusat Data dan Informasi DDT Kinanti Puspitasari; Erwing Wahyu Millensyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14211

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut instansi pemerintah untuk mengelola arsip secara lebih modern, efisien, dan akuntabel. Salah satu upaya digitalisasi tersebut diwujudkan melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk penggunaan aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Pusat Data dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi SRIKANDI diterapkan di lingkungan Pusdatin DDT serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang muncul selama pelaksanaannya. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SRIKANDI telah membantu mempercepat proses surat-menyurat, mempermudah pencarian arsip, serta meningkatkan efektivitas dan keteraturan alur kerja. Berdasarkan teori implementasi Edward III, indikator komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi dasarnya sudah berjalan baik. Akan tetapi, hambatan seperti gangguan pada jaringan, server aplikasi yang tidak stabil, serta keterlambatan proses verifikasi yang masih ditemukan. Upaya perbaikan dilakukan melalui peningkatan fasilitas jaringan, penyiapan dokumen cadangan, serta koordinasi berkelanjutan antarunit kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan tata kelola kearsipan yang lebih optimal kedepannya
Efektivitas Kolaborasi Pelayanan Antara BNNK Sidoarjo dan Tempat Rehabilitasi Sahwahita Achmad Rian Fadilah Supriyono; Erwing Wahyu Millensyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14810

Abstract

Masalah pada penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan yang tidak ada habisnya dan serius yang dimana diperlukan sebuah penanganan yang serius diantara swasta dan sektor pemerintah. Pada penelitian kali ini membahas Kerjasama antara BNNK Sidoarjo dengan Yayaysan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara upaya mengatasi keterbatasan akan kapasitas layanan rehabilitas. Pada fokus penelitian ini berupaya menganailisis efektivitas kolaborasi yang ditinjau dari proses koordinasi, output pada pelayanan, dan outcome dalam pemulihan klien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang dimana data didapatkan dari wawancara dan observasi, lalu data dianalisis menggunakan reduksi data dan sampai pada penarikan Kesimpulan. Hsil penelitian menunjukan bahwasanya proses pada koordinasi berjalan dengan standar yang diterapkan dengan standar BNN dan MoU didukung dengan komunikasi secara berkala dan Monev berkala. Pada output, hasil dari kolaborasi ini mengahsilkan layanan rehabilitas yang terintegrasi, komprehensif, dan disusun oleh tim asesmen yang professional. Pada outcome pemulihan memang ditemukan perubahan positif dalam aspek psikologis dan fisik klien, lalu ditemukan pemulihan klien masih menghadapkan hambatan yang bahaya dalam lingkungan sosial dikarenkan lingkungan yang kurang mendukung. Proses kolaborasi ini berjalan efektif secara teknis, namun memerlukan penguatan pada program pascarehabilitas.