Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DAMPAK TRANSFORMASI DIGITAL TERHADAP PELAYANAN PUBLIK Millensyah, Erwing Wahyu
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 2 (2024): Dinamika Governance - JULI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i2.5454

Abstract

Transformasi digital adalah langkah adaptasi sektor publik untuk menjawab tuntutan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Melalui studi literatur, terbukti bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, transparansi, dan akuntabilitas layanan publik di Indonesia. Digitalisasi mempersingkat birokrasi manual, memangkas antrean, menurunkan biaya layanan, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan, terutama pada masa pandemi COVID-19. Meskipun demikian, transformasi digital masih menghadapi beberapa tantangan mendasar, seperti rendahnya literasi digital di masyarakat, resistensi sebagian aparatur birokrasi, keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, lemahnya integrasi data antarlembaga, dan isu perlindungan data pribadi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi melalui kebijakan lintas sektor yang terintegrasi, peningkatan kualitas SDM birokrasi, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan digital secara maksimal. Dengan penguatan di berbagai aspek tersebut, transformasi digital diharapkan dapat benar-benar mendukung terwujudnya prinsip good governance dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia.
Pengaruh Pendidikan Politik Terhadap Partisipasi Politik Generasi Z pada Pilkada Serentak 2024 Salsabillah Azhari; Sri Wibawani; Erwing Wahyu Millensyah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.5206

Abstract

Partisipasi politik masyarakat pada pilkada serentak 2024 mengalami penurunan yaitu pada 2020 sejumlah 76,09% sedangkan pada tahun 2024 sejumlah 71,18%, sementara Generasi Z merupakan pemilih pemula pada pilkada 2024. Permendagri Nomor 36 Tahun 2010 menekankan pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat dalam pengembangan kehidupan demokrasi melalui pendidikan formal dan non formal. UPN "Veteran" Jawa Timur yang berkarakter bela negara memiliki mata kuliah wajib dan mata kuliah lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Pendidikan Politik Terhadap Partisipasi Politik Generasi Z Pada Pilkada Serentak 2024 pada mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, dengan mengoperasionalkan 2 variabel pendidikan politik (X) dan partisipasi politik (Y). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan peringkat Spearman, uji koefisien determinasi, dan uji-t digunakan untuk analisis. Dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001, temuan penelitian menunjukkan korelasi yang kuat antara pendidikan politik dan keterlibatan politik. Hubungan yang sangat kuat dan searah ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,847. Pengaruh pendidikan politik terhadap partisipasi politik adalah 71,75%, artinya meskipun faktor-faktor di luar cakupan model penelitian ini memengaruhi sisanya sebesar 28,25%, pendidikan politik memiliki pengaruh sebesar 71,75% terhadap keterlibatan politik. Menurut uji hipotesis statistik, ada hubungan yang substansial antara keterlibatan politik generasi Z dan pendidikan politik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t-hitung (31,826) > t-tabel (19,9).
IMPLEMENTASI KONSEP PENTA HELIX DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI KOTA PROBOLINGGO Devina Amelia Arifiyanti; Erwing Wahyu Millensyah
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 5 No 01 (2026): BHARASUMBA: Jurnal Multidisipliner
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v5i01.2070

Abstract

Probolinggo City is an area that has a high level of vulnerability to various disaster threats, so disaster risk reduction is a regional development priority. The regional government has integrated disaster risk reduction policies through the RPJMD and RPB with the Penta Helix collaborative approach. This research aims to analyze the implementation of the Penta Helix concept in reducing disaster risk in Probolinggo City based on George C. Edwards III's policy implementation model. The research was conducted qualitatively through case studies using interview techniques, observation and document review. The research results show that the implementation of Penta Helix is ??quite effective, especially in the aspects of communication and bureaucratic structure with BPBD as coordinator. However, its implementation still faces limitations in the aspects of human resources, funding, and the role of the business world and academics in institutionalizing cross-sector collaboration is not yet optimal.
Inovasi Pelayanan Publik melalui Program Layanan Pembayaran Jemput Bola (Layar Jebol) di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jombang Prahastuti, Dyan; Millensyah, Erwing Wahyu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14241

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program Layar Jebol menggunakan perspektif Teori Difusi Inovasi Rogers, sekaligus mengidentifikasi hambatan teknis dan perubahan perilaku wajib pajak setelah implementasi layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Layar Jebol memiliki keunggulan relatif dalam mempermudah pembayaran pajak, meningkatkan sinkronisasi data, serta mempercepat layanan administrasi. Program juga menunjukkan tingkat kesesuaian dan keteramatan yang tinggi sehingga mudah diterima masyarakat. Namun beberapa kendala masih muncul, seperti ketidaksesuaian data desa-Bapenda serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kelengkapan dokumen. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis terkait perluasan aplikasi teori difusi inovasi dalam konteks pelayanan pajak daerah, serta rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat integrasi data dan keberlanjutan layanan jemput bola.
Implementasi Penggunaan Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) Di Pusat Data dan Informasi DDT Puspitasari, Kinanti; Millensyah, Erwing Wahyu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14211

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut instansi pemerintah untuk mengelola arsip secara lebih modern, efisien, dan akuntabel. Salah satu upaya digitalisasi tersebut diwujudkan melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk penggunaan aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Pusat Data dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi SRIKANDI diterapkan di lingkungan Pusdatin DDT serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang muncul selama pelaksanaannya. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SRIKANDI telah membantu mempercepat proses surat-menyurat, mempermudah pencarian arsip, serta meningkatkan efektivitas dan keteraturan alur kerja. Berdasarkan teori implementasi Edward III, indikator komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi dasarnya sudah berjalan baik. Akan tetapi, hambatan seperti gangguan pada jaringan, server aplikasi yang tidak stabil, serta keterlambatan proses verifikasi yang masih ditemukan. Upaya perbaikan dilakukan melalui peningkatan fasilitas jaringan, penyiapan dokumen cadangan, serta koordinasi berkelanjutan antarunit kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan tata kelola kearsipan yang lebih optimal kedepannya