Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Studi Keberlanjutan IPAL Komunal di Kota Surabaya: Studi Kasus di RT 2 RW 12 Kelurahan Bendul Merisi Kota Surabaya widya nilandita; Arqowi Pribadi; Sulistiya Nengse; Shinfi Wazna Auvaria; Dyah Ratri Nurmaningsih
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.841 KB) | DOI: 10.29080/alard.v4i2.484

Abstract

The increase in population is directly proportional to the increase in the amount of clean water. Nearly 80% of clean air becomes waste water. Before being discharged into an air body, waste water needs to be processed first. Operation of WWTP The goal is to treat wastewater to be safely disposed of into the environment. One area that has a communal WWTP is RT 2 RW 12, Bendul Merisi Sub-District, Wonocolo District, Surabaya City. The purpose of this study was to examine the sustainability of communal WWTP in RT 2 RW 12 Bendul Merisi Village, Wonocolo District, Surabaya City. This research is quantitative and quantitative. Communal WWTP at RT2 RW 12, Bendul Merisi Village, Wonocolo District, Surabaya City. Technical aspects have good sustainability status (83.48%), access features are included in a fairly sustainable category (71.38%), institutional aspects have a fairly sustainable sustainability status (56.54%) and economic aspects have a less sustainable sustainability status ( 50%). The results of the study showed that the sustainability status of communal WWTP in RT2 RW 12, Bendul Merisi Subdistrict, Wonocolo Sub-District, Surabaya City was included in the fairly sustainable category (63.85%).
Perencanaan Sistem Manajemen Lingkungan Pada Aspek Air Bersih, Limbah, Energi, Dan Penghijauan Di Pondok Pesantren (Studi Kasus: Pondok Pesantren An-Najiyah Surabaya) Shinfi Wazna Auvaria; Widya Nilandita; Sulistiya Nengse
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.579 KB) | DOI: 10.29080/alard.v4i2.505

Abstract

Pondok pesantren (Ponpes) merupakan institusi pendidikan islam yang berperan menyiapkan generasi islam yang menjaga sebagian imannya dengan menjaga kebersihan. Ponpes An-Najiyah merupakan salah satu pondok tertua di Surabaya dengan manajemen lingkungan yang belum diterapkan. Penelitian dilakukan untuk merencanakan sistem manajemen lingkungan (SML) pada dua fase dan mengisi kekosongan penelitian SML di Institusi Pendidikan Islam (Ponpes). Metode penelitian merupakan kualitatif dengan komponen aspek lingkungan yang dikaji:air bersih, limbah, energi, dan penghijauan. Data primer:hasil kuisioner, observasi dan mapping kondisi eksisting. Data sekunder:luas wilayah, jumlah penghuni, serta literatur. Hasil penelitian menunjukkan untuk sumber air bersih menggunakan air tanah (37%) dan PDAM (63%). Air limbah dibuang ke badan air tanpa pengolahan dikarenakan tidak adanya instalasi pengolahan air limbah(IPAL). Pewadahan sampah masih sederhana, pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju ke TPS Pondok. Aspek Energi, kebanyakan ruang menggunakan lampu non LED. Sebanyak 97% responden menyatakan masih belum terdapat penggunaan sumber energi alternatif. Pondok minim taman, kebun dan ruang terbuka hijau (RTH). Perencanaan pada air bersih: pemasangan keran wudlu otomatis, pemanfaatan bekas wudlu, rainwater harvesting. Aspek limbah:IPAL domestik, penggunaan kembali air limbah untuk menyiram tanaman. Limbah padat, komposting dan bank sampah. Aspek energi: dengan lampu LED, pemanfaatan sinar matahari (panel surya). Aspek penghijauan: penyediaan RTH dan vertical garden.
Analisis Kebisingan Kawasan Permukiman di Sepanjang Frontage Road A. Yani Surabaya Dyah Ratri Nurmaningsih; Shinfi Wazna Auvaria; Widya Nilandita
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2019): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.313 KB) | DOI: 10.29080/alard.v5i1.739

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang termaju perkembangannya diberbagai bidang, seperti bidang perekonomian, pendidikan dan transportasi. Pembangunan kota yang pesat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif berupa kemudahan, kelengkapan dan teknologi yang tinggi dari berbagai sarana prasarana transportasi, kesehatan, pendidikan, hiburan dan lain sebagainya yang mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat Kota Surabaya. Adapun dampak negatif yang dirasakan adalah kualitas lingkungan hidup yang menurun, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode deskripitif kuantitatif. Penelitian ini menganalisa kebisingan akibat lalu lintas yang terjadi di kawasan permukiman sepanjang frontage road A.Yani Surabaya (Menanggal I, Jemur Gayungan I dan Jemur Wonosari Gang Masjid). Nilai tingkat kebisingan diperoleh dengan alat sound level meter dan dianalisa dengan rumus statistik. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat kebisingan pada aktivitas siang hari (LS) di permukiman Menanggal I sebesar 79,96 dB(A), permukiman Jemur Gayungan I sebesar 80,28 dB(A) dan permukiman Jemur Wonosari gang Masjid sebesar 78,44 dB(A). Ketiganya telah melampaui baku mutu. Pengendalian kebisingan dengan penambahan barier tumbuhan/vegetasi di sumber kebisingan, permukiman dan sepanjang frontage road. Selain itu penggantian material dinding bangunan dengan kaca atau kombinasi kaca dan batu bata, karena kaca dapat mereduksi kebisingan hingga 20 dB
Fitoremediasi Tanaman Apu-Apu (Pistia Stratiotes) terhadap Kadar Logam Zn Berdasarkan Variasi Jumlah Tanaman Laili Oktaviani; Widya Nilandita; Dedy Suprayogi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2020): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v6i1.981

Abstract

Zn merupakan logam berat yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri. Meningkatnya penggunaan Zn menyebabkan pencemaran air. Untuk mereduksi hasil buangan dari industri yang menghasilkan Zn dapat dilakukan dengan cara teknik fitoremediasi. Pada penelitian ini, fitoremdiasi yamg dilakukan yaitu dengan memanfaatkan tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes) sebagai tanaman fitoremediator. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi penyerapan logam berat Zn oleh tanaman Apu-Apu dengan variasi jumlah tanaman yang berbeda. Variasi jumlah tanaman yang digunakan yaitu 10 dan 15 tanaman dengan waktu tinggal selama 10 hari dan dengan konsentrasi awal 11,02 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada reaktor B memiliki efisiensi removal logam berat Zn sebesar 83,85% dan pada reaktor C memiliki efisiensi removal sebesar 79,50%.Kata Kunci: Logam Zn, Fitoremediasi, Pistia stratiotes, Sistem Batch
Pemetaan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dasar Serta Risiko Penyakit Pada Pondok Pesantren Di Kota Surabaya Widya Nilandita; Khuliyah Candraning Diyanah; Dedy Suprayogi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2022): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v7i2.1452

Abstract

Sanitation is the most important health-related aspect of public health and the environment. Aspects of environmental health in sanitation include community clean water facilities, waste management, waste management, and management of sanitation facilities. Islamic boarding schools are one of the institutions that have problems in sanitation, cases are often found related to students who are infected with several diseases. This study aims to map the sanitation conditions and the risk of disease in Islamic boarding schools in the city of Surabaya. This study uses the observation method for data collection, then analyzed by quantitative description. The sanitation conditions of Islamic boarding schools in Surabaya City from the aspect of clean water are in a good category 55.2%, 41.4% very good, and 3.4% less. Based on the waste aspect, the category result sufficient, less, good, and very good is 52%,  24%, 17%, and 7%, respectively. Furthermore, based on aspects of toilet and bathroom hygiene, the majority was very good, 82.8%, sufficient category was 13.8%, and the good category was 3.4%; and based on wastewater aspects, 100% Islamic boarding school was a very good category. In conclusion, the sanitation conditions of Islamic boarding schools in Surabaya City based on the waste aspect are sufficient; however, based on clean water, the hygiene aspects of toilets and bathrooms, and the aspect of wastewater are very good.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Kalijaten, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo Ainiyah Firdatul Ummami; Shinfi Wazna Auria; Widya Nilandita
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol 7, No 1 (2023): Reviewing Environmental Qualities that Enhance the Human Health Quality
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/7ijev.v7iss1.401

Abstract

Pengelolaan sampah di Kelurahan Kalijaten masih menerapkan pengelolaan sampah dengan cara pengumpulan kemudian dibuang. Pengelolaan sampah yang kurang optimal di Kelurahan Kalijaten salah satunya yaitu minim adanya fasilitas untuk mengumpulkan dan pelayanan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah pengoptimalan pengolahan sampah ditinjau segi teknis operasional dan kelembagaan serta melakukan pengamatan dan wawancara membawa kuesioner yang mengacu pada studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran terhadap timbulan dan kandungan sampah yang disesuaikan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Penentuan jumlah sampel dengan perhitungan slovin sebanyak 96 KK yakni 8 hari secara rutin di Kelurahan Kalijaten. Densitas  sampah sebesar 201.75 kg/m3, memiliki rata-rata komposisi sampah terbesar adalah sampah organik 62.0% dan komposisi sampah terkecil yaitu karet sebesar 0.6%. timbulan sampah perhari memiliki rata-rata sebesar 2.29 l/org/hari. Hasil penelitian pewadahan organik dan anorganik menggunakan sistem individual yang berkapasitas 20 liter berbahan plastik HDPE. Sampah dikumpulkan menggunakan gerobak motor roda tiga sebanyak 4 unit berkapasitas 1,25 m3. Adapun pihak yang berperan dalam pengelolaan sampah yakni pembina, ketua, bendahara, petugas pemungut sampah, sekretaris serta penarik biaya restribusi.
Fitoremediasi Memanfaatkan Tanaman Coontail untuk Menurunkan Kadar Timbal (Pb) menggunakan Sistem Batch Sulaiman, Achmad; Nilandita, Widya; Suprayogi, Dedy
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 6, No 1 (2023): September
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v6i1.10190

Abstract

Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah semakin banyak adanya seiring dengan banyaknya industri yang ada di Indonesia. Perlu adanya pengolahan limbah alternatif yang digunakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi merupakan alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat karena pada pengolahan ini memanfaatkan tanaman untuk menyerap logam berat yang ada pada limbah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efisiensi penyerapan tanaman Coontail (Ceratophyllum demersum) dalam melakukan proses fitoremediasi air limbah yang mengandung timbal (Pb) dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang dipengaruhi oleh variasi jumlah tanaman yang digunakan dalam menurunkan kadar Pb. Dalam penelitian eksperimental ini menggunakan variasi jumlah tanaman sebanyak 5 dan 10 tanaman yang digunakan dalam fitoremediasi dengan sistem batch, sedangkan untuk waktu fitoremediasi selama 10 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masing-masing reaktor memiliki penyerapan yang berbeda-beda yaitu pada reaktor limbah logam Pb dengan 5 tanaman dengan hasil rata-rata sebesar 83,7% sedangkan hasil pada reaktor dengan 10 tanaman dengan hasil rata-rata sebesar 86,8%. Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis nilai Asymp.sig tidak melebihi 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan variasi jumlah tanaman terhadap penurunan kadar Pb.
Karakteristik Fisik dan Mekanik Bioplastik Berbahan Dasar Pati Limbah Kulit Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L. var sapientum) dengan Variasi Jenis Plasticizer dan Kitosan Fitria, Annisaa’; Nilandita, Widya; Hakim, Abdul
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.26-32.2023

Abstract

This study aims to determine the physical and mechanical characteristics of bioplastics made from Raja Bulu banana peel waste starch, which include tensile strength, elongation, thickness values, water absorption values, and how long this bioplastic can be decomposed. This research is experimentally based in a laboratory, starting with the manufacture of starch extraction, the process of making bioplastics, the testing process, and data analysis. Other additives used are plasticizers, which include glycerol and sorbitol, as well as the addition of chitosan. There are 2 variations in this study. The first variation is bioplastic with glycerol, sorbitol, and a mixture of glycerol + sorbitol without the addition of chitosan (A1, B1, and C1), while the second variation is bioplastic with glycerol, sorbitol plasticizer, and a mixture of glycerol + sorbitol with the addition of chitosan (A2, B2, and C2). The results of the tensile strength test for bioplastics made from banana peel waste starch ranged from 1.9 to 21.17 Mpa, with the highest tensile strength value being sample B2 and the lowest tensile strength value being sample A1. The resulting elongation value ranges from 12.62 to 64.22%, with the highest elongation value being sample A1 and the lowest elongation value being sample B2. The value of the resulting absorption ranges from 43.4–120.2% with the highest absorption value being sample B1 and the lowest absorption value being A2. The results of the biodegradability test show that bioplastics without chitosan can decompose for 14–15 days, while bioplastics with chitosan can decompose within 19–20 days. Keywords: bioplastic, plasticizer, chitosan, skin flour of Raja Bulu banana  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mekanik bioplastik berbahan baku pati kulit pisang Raja Bulu yang meliputi kuat tarik, kemuluran, nilai ketebalan, nilai daya serap air, dan berapa lama bioplastik ini dapat terurai. Penelitian ini berbasis eksperimen di laboratorium, dimulai dengan pembuatan ekstraksi pati, proses pembuatan bioplastik, proses pengujian, dan analisis data. Aditif lain yang digunakan adalah plasticizer, yang meliputi gliserol dan sorbitol, serta penambahan kitosan. Ada 2 variasi dalam penelitian ini. Variasi pertama adalah bioplastik dengan gliserol, sorbitol, dan campuran gliserol + sorbitol tanpa penambahan kitosan (A1, B1, dan C1), sedangkan variasi kedua adalah bioplastik dengan gliserol, plasticizer sorbitol, dan campuran gliserol + sorbitol. dengan penambahan kitosan (A2, B2, dan C2). Hasil uji kuat tarik bioplastik berbahan pati limbah kulit pisang berkisar antara 1,9 hingga 21,17 Mpa, dengan nilai kuat tarik tertinggi pada sampel B2 dan nilai kuat tarik terendah pada sampel A1. Nilai elongasi yang dihasilkan berkisar antara 12,62 hingga 64,22%, dengan nilai elongasi tertinggi pada sampel A1 dan nilai elongasi terendah pada sampel B2. Nilai serapan yang dihasilkan berkisar antara 43,4-120,2% dengan nilai serapan tertinggi adalah sampel B1 dan nilai serapan terendah adalah A2. Hasil uji biodegradabilitas menunjukkan bahwa bioplastik tanpa kitosan dapat terurai selama 14–15 hari, sedangkan bioplastik dengan kitosan dapat terurai dalam waktu 19–20 hari. Kata kunci: bioplastik, plasticizer, kitosan, pati kulit pisang raja bulu      
ANALISIS INTENSITAS BISING SERTA POLA SEBARAN TINGKAT KEBISINGAN DI SEKITAR BUNDARAN WARU MENGGUNAKAN SURFER Abdilllah, Hanif Yusuf Rahman; Yusrianti, Yusrianti; Nilandita, Widya
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20604

Abstract

Bundaran Waru, merupakan jalan kolektor sekunder di Kota Surabaya yang sering mengalami kemacetan, terutama di persimpangan yang padat dari berbagai arah jalan, dikenal sebagai salah satu zona lalu lintas yang padat. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 menyatakan bahwa tingkat ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kebisingan lalu lintas termasuk dalam klasifikasi polusi suara. Dengan menggunakan perangkat lunak Surfer, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pola dan intensitas sebaran kebisingan di sekitar Bundaran Waru dari 20 titik dalam radius 500 meter. Metodologi yang digunakan untuk pengukuran kebisingan sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan, dan pengukuran dilakukan pada hari Senin dan Jumat untuk merefleksikan hari kerja dan hari Minggu untuk merefleksikan hari libur. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di sekitar Bundaran Waru melampaui Baku Mutu (55 dB) dan (70 dB) yang telah ditetapkan, yaitu berkisar antara 66,15 hingga 87,89 dBA. Pola distribusi kebisingan menunjukkan tingkat tertinggi di titik 18 untuk hari Senin dan Jumat dan titik 6 untuk hari Minggu, sementara tingkat terendah secara konsisten tercatat di titik 17 di ketiga hari tersebut.
Kajian Efisiensi Penyisihan Unit IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Adlaa, Lutfiah Qa'ilina; Nengse, Sulistiya; Setyowati, Rr. Diah Nugraheni; Nilandita, Widya
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.32-43

Abstract

ABSTRAKAir menjadi kebutuhan primer semua makhluk hidup. Pengolahan air minum Kota Surabaya dinaungi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada. Setiap tahunnya kebutuhan air pelanggan Kota Surabaya semakin meningkat sehingga dilakukan peningkatan kapasitas pada setiap unit IPAM. Perubahan peningkatan kapasitas tersebut akan membuat kinerja IPAM dalam kondisi maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi penyisihan unit IPAM Karangpilang III dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang ada. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder. Hasil analisis yang didapatkan yakni persentase penyisihan unit IPAM Karangpilang III pada Bulan Januari Tahun 2024 terdapat dua parameter yang memiliki persentase rendah yaitu parameter warna (-26,58%) dan nitrit (-35,00%). Efisiensi rata-rata parameter pada setiap unit di antaranya warna 89,05%, kekeruhan 99,29%, Nitrit 94,45%, Aluminium 67,78%, Amonia 73,17%, dan Zat organik 65,18%. Efisiensi penyisihan unit IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagian besar memiliki nilai yang efisien dan menandakan bahwa kinerja unit IPAM masih optimal.Kata kunci: efisiensi penyisihan, parameter, air bersih, unit IPAMABSTRACTWater is a primary need for all living things. The drinking water treatment of Surabaya City is managed by the Regional Drinking Water Company (PDAM) Surya Sembada. Every year, the water needs of Surabaya City customers increase so that the capacity of each IPAM unit is increased. The change in capacity increase will make the IPAM performance in maximum condition. The purpose of this study was to determine the efficiency removal of the Karangpilang III IPAM unit compared to previous studies. This study uses a descriptive quantitative method with data collection techniques through interviews and observations. The data used are secondary data. The results of the analysis obtained are the percentage of penyisihan of the Karangpilang III IPAM unit in January 2024, there are two parameters that have a low percentage, namely the color parameter (-26.58%) and nitrite (-35.00%). The average efficiency of the parameters in each unit includes color 89.05%, turbidity 99.29%, Nitrite 94.45%, Aluminum 67.78%, Ammonia 73.17%, and Organic matter 65.18%. The efficiency removal of the IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Surabaya City unit mostly has an efficient value and indicates that the performance of the IPAM unit is still optimal.Keywords: efficiency removal, parameters, clean water, IPAM unit