Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KACANG BUNCIS (Phaseoulus vulgaris L.) TERHADAP PEMBERIAN POC DAUN KELOR Harahap, Samsinar Harahap; Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14551

Abstract

ABSTRAK Buncis merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar bagi masyarakat. Kebutuhan sayuran ini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Saat ini banyak petani buncis yang menggunakan pupuk kimia secara berlebihan sehingga berdampak buruk bagi kondisi lahan pertanian dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menjawab masalah yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kacang buncis terhadap pemberian POC daun kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan pada bulan Juli-September 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor varietas (V) yang terdiri dari 4 taraf dan faktor pemberian POC daun kelor (D) terdiri dari 4 taraf. Perlakuan beberapa varietas menunjukkan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian POC daun kelor menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 3, 4 dan 5 mst, jumlah polong per sampel, jumlah polong per plot, berat polong per sampel dan berat polong per plot dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 500 ml/lt air (D3). Sedangkan pada parameter diameter batang umur 2, 3, 4 dan 5 mst serta parameter umur berbunga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Interaksi perlakuan beberapa varietas dan pemberian POC daun kelor menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS SISTEM HIDROPONIK DAN SUMBER NUTRISI YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa) Silitonga, Yusnita Wahyuni; Harahap, Samsinar -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.15747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) dengan beberapa sistem hidroponik dan penambahan nutrisi dari sumber hara yang berbeda. Penelitian  dilakukan di kebun percobaan dalam rumah kasa. Fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, yang berada pada ketinggian + 450 m pdl. Penelitian ini dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, Faktor 1= jenis hidroponik dan Faktor 2 = komposisi nutrisi.Berdasarkan penelitian dilapangan diperoleh hasil, ada pengaruh sistem hidroponik dan sumber nutrisi yang berbeda terhadap tinggi tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB Mix+Air Kolam ikan lele ikan lele ikan lele  dengan tinggi rata-rata yaitu 15,66 cm. Kemudian, ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap jumlah daun. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 15,44 helai daun.Serta ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap berat tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H2K3 dengan perlakuan model hidroponik wick dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 18,29 gram.
UJI EFEKTIFITAS DOSIS POC LIMBAH BUAH-BUAHAN DAN PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Harahap, Samsinar; Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19072

Abstract

ABSTRAK Mentimun merupakan salah satu tanaman sayuran yang bergizi tinggi dan memiliki sumber mineral dan vitamin yang baik. Kebutuhan sayuran ini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan berdampak buruk bagi kondisi lahan pertanian dan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis poc buah-buahan dan pemangkasan yang efektif terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan pada bulan Maret-April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor POC limbah buah-buahan (B) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor pemangkasan (P) yang terdiri dari 4 taraf. Perlakuan pemberian POC limbah buah-buahan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, panjang buah dan berat buah per sampel dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 50 ml/plot (B1). Pada perlakuan pemangkasan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, panjang buah, jumlah buah per sampel dan berat buah per sampel. Interaksi perlakuan POC limbah buah-buahan dan pemangkasan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, panjang buah dan berat buah per sampel dengan kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan B1P0. Kata Kunci : POC Limbah Buah-buahan, Pemangkasan, Mentimun
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucuimis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN POC LIMBAH UDANG DAN PUPUK TSP Nasution, Fery Endang; Harahap, Samsinar -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.15359

Abstract

ABSTRAKMentimun merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar bagi masyarakat. Kebutuhan buah mentimun cenderung terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai gizi. Saat ini banyak petani mentimun mengalami penurunan hasil yang disebabkan oleh kurang maksimalnya dalam proses budidaya, mulai dari proses olah tanah, pemupukan dan perawatan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucuimis sativus L.) terhadap pemberian POC limbah udang dan pupuk TSP. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, dari bulan September-Nopember 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yang diteliti yaitu faktor pemberian POC limbah udang (L) terdiri dari 4 taraf dan faktor pemberian pupuk TSP (T) yang terdiri dari 3 taraf. Berdasarkan hasil analisis secara statistik perlakuan pemberian POC limbah udang menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 3, 4 dan 5 mst, jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot dan berat buah per plot dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 250 ml/plot (L3). Sedangkan jumlah daun umur 2, 3, 4 dan 5 mst serta panjang buah menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Untuk perlakuan pemberian pupuk TSP menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Begitu juga dengan interaksi perlakuan pemberian POC limbah udang dan pupuk TSP juga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. 
KEGIATAN PEMBUMBUNAN DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANGKOTORAN LEMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMANWORTEL (Daucus carota L) DI DESA GUNUNG TUA PANYABUNGAN Erti Kumala Indah; Ritonga, Eka Nurwani; Siregar, Elda Sari; Harahap, Samsinar
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPI January
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/cwkc5j57

Abstract

The purpose of this community service is as a community training activity on how to hill up and provide cow dung fertilizer for the growth and production of carrot plants (Daucus carotaL). This community service was carried out in Gunung Tua Panyabungan village in collaboration with lecturers from the Muhammadiyah University of South Tapanuli. This activity involved the Dos Niroha Gunung Tua Panyabungan Farmers Group. Carrot planting is a community service carried out using the method of surveying the location of rice fields in the Gunung Tua Panyabungan village area. By providing seeds to be planted and earthing up, the land is processed first. The provision of cow dung manure is processed first. Community service through extension plays a very important role in maintaining environmental sustainability by providing manure. Farmers realize that providing manure can reduce chemical use and is environmentally friendly. This training can improve the welfare of farmers and help the local economy.