Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Konsentrasi Ekstrak Daun Puring dengan Variabilitas Parameter Bioaktivitas Haryanto Haryanto; Ainun Jariyah; Norita Norita; Nia Agustina; Rarah Maulidya Putri; Hastata Hastata; Naylha Salsabila Hs; Naylha Musdalifa Rabbani; Hanabila Putri; Husnul Khatimah; Najwa Nur Sahdrina
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2025): November: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i6.1937

Abstract

The puring plant (Codiaeum variegatum), which has been known as an ornamental plant, apparently has significant therapeutic potential, supported by the presence of secondary metabolites such as flavonoids, tannins, saponins and alkaloids. Various modern studies report the biological activity of croton leaves, including anti-cholesterol, anti-hyperglycemia, antibacterial effects, and their use in biosurfactant formulations. However, studies on how varying extract concentrations influence bioactivity parameters quantitatively are still limited, especially in the context of dose-response relationships involving many biological parameters in one series of research. Therefore, this research was conducted to evaluate eight bioactivity parameters, namely PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, and ANA at croton leaf extract concentrations of 1%, 2%, and 4%. This research uses a laboratory experimental approach by extracting croton leaves through a maceration method using ethanol, then formulated in three concentration levels. Each parameter was analyzed quantitatively to observe the pattern of changes in biological response to variations in the dose administered. The results showed that most of the PSM, SSSP, DSSP, SL, and PSL parameters showed an optimum response at a concentration of 2%, which indicates that there is a most effective dose point before a decrease in activity occurs at the highest concentration. In contrast, several parameters such as RO, SM, and ANA showed a more fluctuating response, even the ANA parameter gave the highest value at a concentration of 4%, indicating that certain activities require higher compound levels to be achieved. In general, the response pattern found was not linear, but instead formed an optimum curve typical of the bioactivity of plant extracts. These findings confirm that determining dosage is very important in the use of croton leaf extract, both for pharmacological purposes and for the formulation of natural ingredient-based products.
Uji Antidepresan terhadap Perilaku Tikus Putih Menggunakan Metode Forced Swimming Test Haryanto Haryanto; Nur Alam Rahayu; Husnul Khaerani; Hasry Awlia Haryanto Gite; Nur Rezky Amalia; Irul Fatika; Gita Rahayu
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sedatif dari beberapa sediaan obat psikotropika dan bahan herbal menggunakan metode Forced Swimming Test (FST) pada hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini melibatkan enam kelompok perlakuan yaitu: Estazolam (1 mg), Na CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, ekstrak daun jambu bol, Alprazolam(1 mg), Zolpidem (10 mg), dan Valeriana officinalis. Setiap kelompok terdiri dari dua ekor tikus yang diberi perlakuan secara oral dan diamati selama 30 menit di dalam wadah berisi air untuk mencatat durasi swimming dan floating dalam satuan detik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan memberikan efek yang bervariasi terhadap aktivitas motorik tikus. Kelompok yang diberi Alprazolammenunjukkan rata-rata waktu floating tertinggi yaitu 1.194,05 detik, mengindikasikan adanya efek sedatif yang dominan. Namun, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal, dan uji homogenitas menyatakan data tidak homogen. Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan baik pada variabel swimming  maupun floating . Ketidaksignifikanan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidaktepatan dosis, perbedaan individu hewan uji, serta rute pemberian obat yang kurang efektif.
Uji Aktivitas Antipiretik Antara Obat Sintetis dan Bahan Alam (Daun Kelor dan Daun Nona) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Haryanto Haryanto; Nur Widya Lestari; Desvita Maharani; Nur Antasasyah Putri; Andi Latifa Aulia; Fitri Ramadani; Ramadhani Hajir
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2814

Abstract

Demam merupakan respon fisiologis tubuh terhadap infeksi atau peradangan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Obat antipiretik sintetis, seperti paracetamol, natrium diklofenak, dan ibuprofen, terbukti efektif menurunkan suhu tubuh, tetapi penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas antipiretik sintetis dengan bahan alam berupa infusa daun kelor (Moringa oleifera) 10% dan daun nona (Annona reticulata) 5% pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi demam menggunakan suspensi ragi kering 20%. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group dengan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol (NaCMC), daun kelor 10%, daun nona 5%, ibuprofen, natrium diklofenak, dan paracetamol. Suhu tubuh diukur sebelum induksi, setelah induksi, serta satu jam setelah pemberian perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan paracetamol memberikan penurunan suhu tertinggi (5,0 °C; 12,89%), diikuti natrium diklofenak (4,8 °C; 12,40%) dan ibuprofen (2,4 °C; 6,22%). Infusa daun kelor dan daun nona menurunkan suhu masing-masing 1,7 °C (4,42%) dan 2,0 °C (5,19%), sedangkan kontrol hanya 1,5 °C (3,90%). Disimpulkan bahwa paracetamol dan natrium diklofenak lebih efektif dibandingkan ibuprofen maupun bahan alam.
Potensi Antidiabetes Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Inkubasi Terhadap Aktivitas Modulasi Glukosa in Vitro Haryanto Haryanto; Novi Ulfaidah
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2937

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi antidiabetes ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) secara in vitro dengan memantau modulasi kadar glukosa. Ekstrak diuji pada tiga konsentrasi (15%, 30%, 60%) dan tiga waktu inkubasi (10, 20, 30 menit) menggunakan metode spektrofotometri dengan reagen DNS. Daun salam dipilih berdasarkan penggunaan etnobotani yang didukung oleh kandungan fitokimia, seperti flavonoid, yang berperan menghambat -glukosidase. Hasil pengujian menunjukkan adanya potensi antidiabetes yang signifikan, terutama pada waktu 20 menit. Pada menit ini, teramati hubungan dosis-respons yang jelas, di mana konsentrasi 60% memberikan aktivitas terkuat (nilai perhitungan terendah: 2,508). Namun, terdapat inkonsistensi data pada waktu pengamatan 10 dan 30 menit, serta fluktuasi tinggi pada kelompok kontrol, yang mengindikasikan perlunya optimasi metode eksperimental. Secara keseluruhan, ekstrak daun salam berpotensi sebagai agen antidiabetes, namun validasi metode lebih lanjut dan replikasi penelitian sangat disarankan. Penelitian lanjutan harus fokus pada isolasi senyawa aktif dan pengujian in vivo.
Metabolomic Profiling of Kenitu Leaves (Chrysophyllum cainito L.) A Blind Screening Approach Haryanto Haryanto; Noval Pratama; Nadya Fachira; Nur Aulia A; A. Febi Aulia Mahrud; Nur Annisa Ramadani; Hikmar Hairunnisa; Nurul Azisa As Zahrah; Meilani Fanny Fadilah
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i4.2940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari efek dari ekstrak daun kenitu (Chrysophyllum cainito L.) terhadap aktivitas neurofarmakologi dengan perhitungan persen efek dari PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengamatan dilakukan untuk menilai persentase aktivitas yang dihasilkan setiap konsentrasi sampel, kemudian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif untuk menentukan pola respons dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kenitu memberikan respons yang bervariasi pada setiap konsentrasi. Empat persen efek (SSSP, SL, RO, dan PSL) menunjukkan aktivitas tertinggi pada konsentrasi 2%, sedangkan tiga persen efek yang lainnya (PSM, DSSP, dan SM) mengalami penurunan aktivitas seiring peningkatan konsentrasi. Menariknya, sampel ANA menunjukkan pola dosis positif dengan aktivitas tertinggi sebesar 66,66% pada konsentrasi 4%. Secara keseluruhan, efektivitas ekstrak daun kenitu bergantung pada tingkat konsentrasinya. Konsentrasi 2% menjadi titik optimal bagi sebagian besar efek neurofarmakologi, sementara konsentrasi 4% paling efektif hanya untuk ANA. Hasil ini menegaskan pentingnya pengujian multikonsentrasi dalam menentukan dosis efektif bahan alam untuk aplikasi biologis serta pengujian lebih lanjut.
Uji Aktivitas Farmakologis Ekstrak Daun Awar-awar (Ficus Septica) Terhadap Hewan Uji Mencit (Mus Musculus) Haryanto Haryanto; A. Audia Yunasti; Besse Ramadhani; Arisya Roudhina; Elma Fanilam Putri; Sri Ratna Angreni; Ananda Miskiyah M; Fira Yulianti; Nia Ramadhani; Muhammad Khairul Rasyid Aufa Nabil
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i4.2945

Abstract

Daun awar-awar (Ficus septica) merupakan tanaman obat tradisional Indonesia yang telah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti peradangan, infeksi, dan gangguan kulit. Efektivitas biologis tanaman ini sangat dipengaruhi oleh metode perlakuan dan konsentrasi bahan, karena senyawa bioaktif yang dikandungnya-antara lain flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan steroid-bersifat sensitif terhadap kondisi ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis perlakuan dan tingkat konsentrasi terhadap efektivitas biologis daun awar-awar serta mengidentifikasi perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik menggunakan delapan jenis perlakuan (PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA) pada tiga tingkat konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Setiap perlakuan diuji untuk menilai pengaruhnya terhadap parameter efektivitas biologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi variasi signifikan antarperlakuan dan antar konsentrasi. Perlakuan SL memberikan respons tertinggi sebesar 66,26% pada konsentrasi 4%, yang menunjukkan efektivitas terbaik dalam mengekstraksi dan mengaktifkan senyawa bioaktif daun awar-awar. Sebaliknya, perlakuan ANA menghasilkan nilai terendah, yaitu 3,70% pada konsentrasi 4%, dengan pola penurunan efektivitas seiring peningkatan konsentrasi. Pola hasil menunjukkan bahwa hubungan antara konsentrasi dan efektivitas tidak selalu linier, mengindikasikan adanya fenomena kejenuhan atau interaksi kompleks antar senyawa aktif.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) Terhadap Parameter Kuantitatif Neurofarmakologi Haryanto Haryanto; Dinda Rahmadani Darwis; Novi Ulfaidah; Zahra Hairana Rori; Sukma Saputri Dini; Nur Salsabila; Raihan Rusyidi Ramli; Siti Suhrah; Syifa Az Zahra; Nita Nurwahida
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i4.2979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun bungur (Lagerstroemia speciosa L.) terhadap berbagai parameter neurofarmakologi kuantitatif guna menentukan konsentrasi optimum yang memberikan efektivitas tertinggi. Daun bungur diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti asam korosolat, tanin, flavonoid, dan komponen fenolik yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antidiabetes, dan anti-inflamasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium menggunakan rancangan posttest-only design, di mana ekstrak etanol daun bungur diuji pada tiga konsentrasi (1%, 2%, dan 4%) terhadap delapan parameter, yaitu PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi respons antarparameter dan antar konsentrasi. Parameter SL menunjukkan nilai tertinggi sebesar 60% pada konsentrasi 2%, sedangkan RO menurun drastis hingga 0% pada konsentrasi 4%. Beberapa parameter seperti DSSP dan SM memperlihatkan peningkatan linear terhadap dosis, sementara PSL dan ANA menampilkan pola fluktuatif dengan efektivitas tertinggi pada konsentrasi 2%. Pola ini mengindikasikan bahwa hubungan dosis-respon ekstrak daun bungur bersifat nonlinier, di mana peningkatan dosis tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas biologis. Fenomena penurunan aktivitas pada konsentrasi tinggi diduga berkaitan dengan presipitasi senyawa aktif, perubahan konformasi metabolit, atau efek antagonisme antar komponen fitokimia. Dengan demikian, konsentrasi 2% dapat diidentifikasi sebagai titik optimum bagi sebagian besar parameter bioaktivitas.
Eksplorasi Sifat Analgesik Minyak Sereh Wangi: Bukti In Vivo pada Model Hewan Laboratorium Dhini Andriani; Haryanto Haryanto
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v1i4.609

Abstract

Pain is a physiological response to tissue damage that can reduce quality of life if not treated properly. This study aims to evaluate the analgesic activity of Plant extract in mice (Mus musculus) as a laboratory animal model. Analgesic tests were carried out using the writhing test method to assess the peripheral analgesic effect and the hot plate test to assess the central analgesic effect. Mice were divided into several treatment groups that received Plant  extract at different doses, as well as positive and negative controls. The results showed that administration of Plant  extract significantly reduced the number of abdominal contractions in the writhing test and increased the latency time in the hot plate test compared to the negative control group (p < 0.05). The highest analgesic effect was found at the highest dose, and the results approached the effectiveness of the positive control.    
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Haryanto; Dzakiyyah Azizah Auliya Alja; Sysca Adzzariaat Zalza; Ana Munsir; Murni Selviana; Alifiah Isnaeni Tahir; Siti Nur Hadra
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.
Penentuan Nilai LC₅₀ Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) Menggunakan Metode BSLT sebagai Dasar Klasifikasi Toksisitas terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Haryanto; Mychellianien Arkam Runa Bombing; Nurica; Nia Ramadhani Putri Syahyuti; Afni Nurul Aliyah; Fachria Ardila Baharuddin; Nurul Amalia
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ ekstrak etanol 70% daun trembesi ( Samanea saman ) serta mengklasifikasikan tingkat toksisitasnya menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Uji toksisitas dilakukan terhadap larva Artemia salina sebagai organisme uji dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Perhitungan menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 100,46 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai tersebut termasuk dalam kategori toksik sedang (moderatelytoxic). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun trembesi memiliki aktivitas biologi yang signifikan terhadap organisme uji. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif, namun tetap memerlukan kajian lebih lanjut terkait keamanan dan aplikasinya.
Co-Authors A. Alya Passalowongi A. Audia Yunasti A. Audia Yunasti A. Febi Aulia Mahrud A. Mutiara Annisa Idris Tana Abdul Rohim Saputra Adelia Rois Adinda Maharani Afandi Afandi Afni Nurul Aliyah Agung Nur Aqdi Ahmad Fauzan Pratama Ahmad Ramadhan Aidil Adhar Ainun Jariah Ainun Jariyah Alifiah Isnaeni Tahir Alya Nurul Pertiwi Alya Salsabila Alya Syahrani Amri Alwi Ana Munsir Ananda Miskiyah M Andi Alisa Alsa Andi Budirohmi Andi Farahdiba Aswat Andi Latifa Aulia Andi Nur Athifah Andi Tenriani Awaliyah Andi Ulfah Magefirah Rasyid Andi Ulfah Magfirah Rasyid Andri Anugrah Pratama Anggun Aldiansa Anindya Rizke Handayani Anshari Masri Aqila, Jihan Arini Arianti Arisya Roudhina Arisya Roudhina Arsy Amalia Asri Asrianti Asrianti Aulya Nurul Imama R Ayu Ayu Ayuni Fitria Ramadhani Azzahra Ramadani Besse Ramadhani Besse Ramadhani Desvita Maharani Dhini Andriani Dhiva Rabiatul Maulia Dian Fadillah Dian Indra Aulia Dinda Rahmadani Darwis Dzakiyyah Azizah Auliya Alja Elma Fanilam Putri Elma Fanilam Putri Fachria Ardila Baharuddin Febi Febrianti Febriyanti Aswinda felisa Fira Yulianti Fitrah Amalia Fitri Adindasari Fitri Ramadani Fitrinaya Fitrinaya Fityatun Usman Gita Rahayu Hadira Hanabila Putri Hardianti Hardianti HARIANTI Harianti Hasry Awlia Haryanto Gite Hastata Hastata Hikmar Hairunnisa Hikmar Hairunnisa Hilda Kadir Husnul Hatima Husnul Khaerani Husnul Khatimah Ilmi Nurashilah Ince Moh. Raffi Zaky Irul Fatika Izzah, Aqila Nurul Maretta Kartika Ayu Ridwan Masnaeni Thamrin Masyhuri Muhaimin Mawar Sahid Meilani Fanny Fadilah Muftiha Arrahmah Muh Aidil Pitrah Muh. Rizman Naim Muh. Yusuf Al-Habib Rachman Muhammad Chairul Anam Muhammad Guntur Muhammad Halim Ramadhan Muhammad Khairul Rasyid Aufa Nabil Muhammad Taufiq Duppa Murni Selviana Musfirah Musfirah Mychellianien Arkam Runa Bombing Nabila Ayu Pratiwi Nadia Azzahra Nadya Fachira Nafila Buna Nahla Aulia Azis Najwa Nur Sahdrina Najwa Nur Sandrina Nasifa kayla putri Nayla Musdalifah Rabbani Naylha Musdalifa Rabbani Naylha Salsabila Hs Nia Agustina Nia Ramadhani Nia Ramadhani Putri Syahyuti Niska Helendika Al Asyahra Nita Nurwahida Norita Norita Norita Noval Pratama Novi Ulfaidah Novi Ulfaidah Nur Ahya Alsabianti Nur Alam Rahayu Nur Amalinda Nur Annisa Ramadani Nur Antasasyah Putri Nur Aqila Novi Dwiyanti Nur Aulia A Nur Aulia A Nur Azizah Khairani Nur Fadila Rustam Nur Halisah Nur Isra Fadilla Nur Khadijah Anasyah Nur Rezky Amalia Nur Rizky Aulia Fitri Nur Sahra Nur Salsabila Nur Salsabila Nur Widya Lestari Nuralifah Fauziyyah Hasdi Nurfadilah Nurfadilah Nurfadillah Nurfadillah Nurica Nurul Amalia Nurul Ayuni Abni Nurul Azisa As Zahrah Nurul Fazilawati Ode Nurul Hafifah Nurul Izzatul Jannah Nurul Nisai Putri Indah Ramadhani Rahasia Rahasia Rahma Atikah Ashara Rahmadani Rahmadani Raihan Rusyidi Ramli Ramadani Ramadani Ramadhani Hajir Rana Muthia Najwa Rarah Maulidya Putri Rarah Maulidya Putri Ratri Pramudita Resky Aulifiyah Haswari.B Resti Resti Rifdah Rifdah Rini Ariyanti Ririn Arianti Risma Asmiranti Rismawati Kalean Risya Nida Kaffyiah Sereang Salsabila Febrianti Sahar Salsabila Ramadhani Sari Anggraini Amir Sisma Efendi Siti Nur Hadra Siti Suhrah Sri Ratna Angreni Sri Ratna Dewi Angraeni Sri Widyastuti Sry Rahmatia Rauf Suci Aulia Rahmadani Suci Ramadhani Sukma Saputri Dini Sukma Saputri Dini Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulfiana Sulfiana Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafruddin Syafruddin Syifa Az Zahra Syifa Azzahra Sysca Adzzariaat Zalza Ummu Aidah Wildanah Muthia Yuniarsyah Yuniarsyah Yuyun Sri Wahyuni Zahra Hairana Rori Zahra Hairana Rori Zakiah Thahir ZUL KIFLI, ZUL Zulkifli Halid