Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TANTANGAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR: TANTANGAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Hardiyanti Hatibu; Andi Dewi Riang Tati; Amir Pada
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36545

Abstract

Pembelajaran IPS berbasis kontekstual menuntut kemampuan guru untuk mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa, namun implementasinya di Sekolah Dasar masih menghadapi beragam kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran IPS berbasis kontekstual, mengidentifikasi faktor penyebab munculnya hambatan tersebut, serta merumuskan rekomendasi strategis berdasarkan sintesis literatur nasional dan internasional periode 2018–2025. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap sepuluh artikel nasional terakreditasi SINTA dan tujuh publikasi internasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam menghubungkan konsep IPS dengan konteks kehidupan siswa, minimnya ketersediaan sumber belajar kontekstual, serta hambatan struktural berupa tingginya beban administrasi, keterbatasan waktu pembelajaran, dan belum optimalnya dukungan kelembagaan. Faktor-faktor tersebut terutama dipengaruhi oleh kurangnya pelatihan berbasis praktik, terbatasnya perangkat ajar berbasis lingkungan, serta belum kuatnya kebijakan sekolah dalam mendukung inovasi pembelajaran. Literatur merekomendasikan penguatan pelatihan CTL, pengembangan media dan modul berbasis potensi lokal, serta peningkatan dukungan institusional sebagai langkah strategis untuk memperbaiki implementasi pembelajaran IPS berbasis kontekstual. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa keberhasilan CTL menuntut peningkatan kapasitas guru, kesediaan sumber belajar kontekstual, serta dukungan struktural yang berkelanjutan dari satuan pendidikan
Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran IPS SD pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Hardiyanti Hatibu; Unga Utami
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.73443

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan AI dalam pembelajaran IPS SD pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Makassar serta mengidentifikasi implikasi pedagogisnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan data kualitatif. Sampel penelitian berjumlah 115 mahasiswa PGSD yang dipilih melalui purposive sampling dengan pertanyaan skrining awal terkait pengalaman penggunaan AI. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert berisi 18 pernyataan dan satu pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan seluruh indikator pemanfaatan AI berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,80-3,18 yang menunjukkan bahwa pemanfaatan AI masih berada pada tahap adopsi awal. AI dinilai membantu memahami konsep IPS dan mudah digunakan, tetapi pemanfaatannya masih terbatas pada fungsi dasar dan belum mencapai integrasi pedagogis yang mendalam. Hasil kualitatif menunjukkan manfaat AI lebih dominan pada aspek kognitif dibandingkan motivasional dan interaktif. Penelitian menyimpulkan bahwa pemanfaatan AI masih bersifat fungsional sehingga diperlukan penguatan literasi AI dan kompetensi pedagogi digital.
Implementasi Modul Muatan Lokal Dalam Pembelajaran Bagi Mahasiswa PGSD A Muh Ali; Hardiyanti Hatibu; Sayidiman Sayidiman; Hardianto Rahman; Rahmat Darmawan
Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/jihapenmas.v3i1.1481

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan modul muatan lokal dalam pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Modul muatan lokal disusun untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap kearifan lokal dan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan lingkungan peserta didik sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penerapan modul dalam kegiatan perkuliahan, diskusi terarah, dan refleksi pembelajaran mahasiswa. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa PGSD yang dipersiapkan sebagai calon guru sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi modul muatan lokal membantu mahasiswa memahami konsep muatan lokal secara lebih konkret, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kearifan lokal dalam pembelajaran, serta menumbuhkan kesiapan mahasiswa dalam merancang pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa PGSD, khususnya dalam mengintegrasikan muatan lokal ke dalam proses pembelajaran
Penguatan Nilai Tanggung Jawab Sosial Siswa melalui Kampanye Visual Anti Pemborosan Makanan di Madrasah Ibtidaiyah Kota Makassar A Muh Ali; Hardiyanti Hatibu; Andika Marsuki; Latri Aras; Ratu Azizah Putri
Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : STIE Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/jihapenmas.v2i2.1474

Abstract

Pemborosan makanan di lingkungan sekolah dasar merupakan persoalan sosial yang berkaitan dengan rendahnya kesadaran siswa terhadap nilai tanggung jawab sosial. Isu ini menjadi semakin relevan seiring dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik sekaligus mendorong perilaku konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab. Madrasah Ibtidaiyah sebagai satuan pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini melalui pembelajaran kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat nilai tanggung jawab sosial siswa melalui kampanye visual anti pemborosan makanan di Madrasah Ibtidaiyah Al Abrar. Metode yang digunakan berupa pendampingan mahasiswa asistensi mengajar dalam merancang dan mengimplementasikan kampanye visual berbasis media sosial Instagram, yang meliputi pembuatan video edukatif dan pesan persuasif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan kampanye, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya perilaku konsumsi bertanggung jawab serta tumbuhnya kesadaran untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis melalui pengurangan pemborosan makanan di lingkungan sekolah. Kampanye visual berbasis media sosial terbukti efektif sebagai media edukasi sosial dalam pembelajaran IPS serta berkontribusi pada penguatan karakter tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan siswa Madrasah Ibtidaiyah.
PKM Pelatihan Penerapan Strategi Question Student Have bagi Guru-Guru Sekolah Dasar SDI Perumnas 1 Makassar Rosdiah Salam; Muhammad Faisal; Hardiyanti Hatibu; Abdul Malik Ramli; Amir Pada
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.516

Abstract

Pemahaman guru sekolah dasar mengenai strategi pembelajaran interaktif dan berpusat pada siswa masih terbatas, sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar cenderung rendah. Kondisi ini menuntut adanya upaya untuk memperkenalkan strategi pembelajaran yang inovatif agar kualitas pengajaran meningkat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dan manfaat strategi Question Student Have dalam pembelajaran, (2) melatih guru dalam menerapkan strategi tersebut secara efektif di kelas, (3) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dalam penerapannya serta merumuskan solusi, dan (4) mendorong guru menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif serta berpusat pada siswa guna meningkatkan hasil belajar. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap strategi QSH, kemampuan merancang pembelajaran berbasis pertanyaan siswa, serta keterampilan membimbing siswa mengajukan pertanyaan dan menggunakannya sebagai dasar diskusi kelas. Guru merasa terbantu dengan penyediaan modul, lembar kerja, rubrik penilaian, dan pertanyaan pemantik, sehingga lebih percaya diri dalam mengimplementasikan QSH. Selain itu, siswa mulai menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam pembelajaran. Namun, kendala masih dijumpai berupa keterbatasan waktu, variasi kemampuan teknologi, dan resistensi sebagian kecil guru terhadap perubahan metode.Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan strategi QSH, serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih interaktif, reflektif, dan berpusat pada siswa.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SD IT UNGGULAN MAWADDAH MAKASSAR Ria Adriana Amir; Hardianto Rahman; Hardiyanti Hatibu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.16594

Abstract

This study was motivated by the low Higher Order Thinking Skills (HOTS) of students. Therefore, an innovative learning model is needed to improve students' HOTS, one of which is the Problem Based Learning (PBL) model that emphasizes contextual problem-solving activities. This study aimed to: (1) determine the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model in developing the Higher Order Thinking Skills (HOTS) of fifth-grade students at SD IT Unggulan Mawaddah Makassar; (2) determine students' HOTS before and after the implementation of the PBL model; and (3) examine the effect of the PBL model on students' HOTS. This research employed a Pre-Experimental Design using the One Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of all fifth-grade students of SD IT Unggulan Mawaddah Makassar. The sampling technique used was saturated sampling, involving 20 students as research participants. The research instruments were observation sheets and tests. Data obtained from the pretest, treatment, and posttest were analyzed using descriptive and inferential statistics with Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 25. The results showed that students' HOTS increased from the pretest category of sufficient to the posttest category of good. Thus, it can be concluded that the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model had a positive and significant effect on improving the Higher Order Thinking Skills (HOTS) of fifth-grade students at SD IT Unggulan Mawaddah Makassar.