Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prima Eksakta

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROBA PADA SAMPEL MINUMAN YOGHURT DRINK DI ALUN-ALUN SITUBONDO Rahman, Ahmad Taufikur; Elhany, Nurul Avidhah; Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu
PRIMA EKSAKTA Vol 2 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v2i2.6763

Abstract

Food is everything that comes from biological sources and water, both processed and unprocessed, which is intended as food or drink for human consumption. In addition to being nutritious, food must also be free from hazardous materials in the form of chemical contaminants, pathogenic microbes and other materials. Microbes can contaminate food through water, dust, air, soil, food processing equipment and secretions from the intestines of humans or animals. Yoghurt is the result of milk fermentation with the help of lactic acid bacteria. This product is widely found in the community because of the benefits and nutrients contained in it. To find out the microbial content, both beneficial and not, microbiological tests must be carried out on yogurt drink samples that are sold freely in the community. Bacterial isolation is carried out by the pour cup method on MRSA media. Bacterial isolation is carried out by diluting the yogurt sample to a dilution of 10-6. The sample was then poured 1 ml into a Petri dish containing MRSA media. Then incubation was carried out for 48 hours at a temperature of 360C. The results of bacterial isolation were then counted and identified by observing the morphology of bacterial colonies that grew on MRSA media then continued with the gram staining test and observation of microscopic characteristics using a microscope. In addition, motility and biochemical tests of bacteria were also carried out (catalase test, citrate test, nitrate test, H2S test, MR test, VP test, starch hydrolysis test, Urea test and He test). The results of microbial identification in yogurt drink samples in Situbondo square are Streptococcus thermophilus and Lactobacillus sp. Both of these bacteria are lactic acid bacteria that play a role in the fermentation process and are not pathogenic to humans.
Keanekaragaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Jawa Timur Kasih, Nurul Alifia; Fajar, M. Thoifur Ibnu; Rani, Dewi Eka Prawita
PRIMA EKSAKTA Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v1i1.4052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan bagaimana cara masyarakat dalam pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanaman obat yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo Jawa Timur sebanyak 41 jenis. Jenis tanaman obat yang paling sering dimanfaatkan yaitu beluntas, jahe dan sirih. Cara pengolahan tanaman obat yang dilakukan oleh mayarakat Desa Sumberkolak, yaitu direbus, ditumbuk, diteteskan, dioleskan, diseduh, direndam, dan ditempelkan, dan dikonsumsi langsung. Masyarakat Desa Sumberkolak banyak memanfaatkan tanaman obat dengan cara direbus. Bagian tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu daun sebanyak 50%, buah sebanyak 3%, bunga sebanyak 2%, rimpang sebanyak 16%, batang sebanyak 5%, dan umbi sebanyak 2%.
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN CRUSTACEA DI KAWASAN VEGETASI MANGROVE KAMPUNG BLEKOK SITUBONDO Fatriya, Ifoniaytul; Avidhah Elhany, Nurul; Ibnu Fajar, Muhammad Thoifur
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i1.8013

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, khususnya sebagai habitat berbagai jenis Crustacea yang berkontribusi dalam daur ulang nutrisi dan keberlanjutan ekosistem. Kampung Blekok, Kabupaten Situbondo, merupakan kawasan ekowisata dan konservasi mangrove yang berpotensi mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan kelimpahan jenis Crustacea serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi distribusinya di kawasan vegetasi mangrove Kampung Blekok Situbondo. Penelitian ini dilakukan pada tiga stasiun pengamatan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan perhitungan kelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Crustacea terdiri atas satu ordo dan tiga famili yang diwakili oleh empat spesies, yaitu Episesarma versicolor, Uca annulipes, Uca demani, dan Austruca triangularis. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada stasiun I dan III masing-masing sebesar 1,294 dan 1,316 yang tergolong kategori sedang, sedangkan stasiun II menunjukkan nilai H’ sebesar 0,649 yang tergolong kategori rendah. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada spesies Episesarma versicolor sebesar 42%, diikuti Uca demani sebesar 22%, Uca annulipes sebesar 20%, dan kelimpahan terendah pada Austruca triangularis sebesar 15%. Variasi keanekaragaman dan kelimpahan Crustacea dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas manusia di kawasan ekowisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove Kampung Blekok secara berkelanjutan