Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Phytochemical Study and Antioxidant Activity of Anti-Aging Cream from Three Rote Plants Muntasir Muntasir; Cahyani Purnasari; Nurul Fatmawati Pua Upa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3450

Abstract

This study examines the antioxidant potential of three plants used by the people of Rote Ndao in skin care, namely Puteh Wood (Alstonia scholaris), Kesambi (Schleichera oleosa), and Moringa (Moringa oleifera). The background of the study was based on skin aging triggered by oxidative stress due to free radicals. The research objectives were to identify active phytochemical compounds, formulate the three extracts into creams, and analyze their potential synergism and antioxidant activity in a descriptive-exploratory manner. Extraction using 70% ethanol was carried out by maceration method, while phytochemical identification was applied by color reaction and precipitation tests for alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, and steroids. Vanishing cream-based cream formulation was successfully made with good physical characteristics, namely homogeneous, pH 6.8, and spreadability of 5.7 cm. Qualitative antioxidant activity test using DPPH method showed a rapid change of DPPH purple color to pale yellow in mixed extracts and creams, indicating stronger antioxidant activity than single extracts. The results indicate the presence of potential antioxidant compounds in all three plants and an indication of synergistic effects between extracts that may come from the interaction of different classes of phytochemical compounds. These findings provide an important basis for more in-depth quantitative studies in the development of natural ingredient-based antioxidant products. Keywords: Anti-aging, Phytochemical, Cream, Polyherbal, Synergism, Qualitative, Rote Ndao, DPHH
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Program Studi Pendidikan Dokter FKKH Universitas Nusa Cendana Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Deif Tunggal; Syahrir Syahrir; Insani Fitrahulil Jannah; Audrey Gracelia Riwu; Maria Laurenci Fany Permata Kale; Nurul Fatmawati Pua Upa; Cahyani Purnasari; Mathias Nathaniel Kolobani
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2433

Abstract

Abstrak: Henti jantung merupakan kasus kegawatdaruratan medis dimana jantung berhenti berfungsi secara medadak sehingga menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh hingga dapat menimbulkan kematian jika tidak ditangani segera. Tindakan bantuan hidup dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk memulihkan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti jantung. Pelatihan BHD pada tenaga kependidikan yang merupakan kelompok non-medis di lingkungan program studi Pendidikan dokter FKKH Universitas Nusa Cendana bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pegawai dalam melakukan pertolongan pertama serta meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam kondisi kegawatdaruratan kejadian henti jantung terutama di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada 20 tenaga kependidikan dengan menggabungkan teori, diskusi interaktif, serta praktik simulasi. Hasil dari pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan diukur dari nilai post-test yang jauh lebih baik dibandingkan nilai pre-test. Selain itu, didapatkan peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri dari peserta dalam melakukan tindakan BHD pada kasus henti jantung. Kesimpulannya, kegiatan pelatihan BHD bagi tenaga kependidikan di lingkungan program studi Pendidikan Dokter, FKKH Universitas Nusa Cendana terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan.
EDUKASI HERBAL: SOLUSI MINUMAN SEHAT UNTUK MENCEGAH BATUK DAN PILEK PADA ANAK DI DESA NUSAEN, FATULEU TENGAH, KABUPATEN KUPANG Muntasir Muntasir; Muhajirin Dean; Mathias Nathaniel Kolobani; Cahyani Purnasari; RR. Listyawati Nurina; Nurul Fatmawati Pua Upa; Tadeus Andrea Lada Regaletha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42692

Abstract

Kesehatan adalah aspek penting dalam kehidupan, terutama di daerah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Batuk dan pilek merupakan penyakit umum yang sering menyerang anak-anak, khususnya balita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Nunsaen mengenai penggunaan tanaman obat sebagai pencegahan batuk dan pilek melalui edukasi praktis. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi pembuatan minuman herbal, uji organoleptik produk, dan diskusi interaktif dengan 30 peserta dari berbagai latar belakang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan; sebelum pelatihan, hanya 25% peserta yang mengetahui manfaat tanaman herbal, sedangkan setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 100%. Selain itu, semua peserta menyatakan akan merekomendasikan penggunaan minuman herbal untuk pencegahan batuk dan pilek pada anak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi mengenai tanaman obat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang alternatif pengobatan alami dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk kesehatan yang lebih baik.
Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh terhadap Profil Senyawa Kurkumin pada Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) di Desa Nunsaen Kabupaten Kupang Pricilia Rilyn Restifanny Marolly; Muntasir Muntasir; Nurul Fatmawati Pua Upa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40336

Abstract

Kunyit (Curcuma longa L.) mengandung kurkumin sebagai senyawa bioaktif utama dengan berbagai aktivitas farmakologis. Kandungan kurkumin dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya ketiggian tempat tumbuh. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh ketinggian tanam terhadap profil senyawa kurkumin dan menentukan zona ketinggian yang menghasilkan kandungan kurkumin optimal pada rimpang kunyit. Desain penelitian observasional komparatif dengan pendekatan survei lapangan. Sampel adalah rimpang kunyit zona rendah (540,14 mdpl), zona menengah (689,53 mdpl) dan zona tinggi (871,19 mdpl). Metode analisis yang digunakan adalah TLC dan HPLC dengan detektor UV pada panjang gelombang 425 nm. Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan Tukey HSD. Hasil TLC diperoleh nilai Rf berkisar antara 0,88-0,94 mendekati standar (0,94). Hasil HPLC menunjukkan kandungan kurkumin tertinggi di zona tinggi (32,62 mg/g), zona menengah (21,84 mg/g) dan zona rendah (19,35 mg/g). Hasil uji One-Way ANOVA menemukan perbedaan signifikan. Uji Tukey HSD menemukan perbedaan signifikan antara zona tinggi dan zona rendah serta menengah, sedangkan zona rendah dan menengah tidak signifikan. Variasi ketinggian tempat tumbuh terbukti berpengaruh signifikan terhadap profil senyawa kurkumin pada rimpang kunyit di Desa Nunsaen, Kabupaten Kupang, di mana semakin tinggi lokasi penanaman, kadar kurkumin yang dihasilkan cenderung meningkat. Di antara tiga zona yang diteliti, zona tinggi (871,19 mdpl) terbukti menghasilkan kadar kurkumin paling tinggi dan optimal. Dataran tinggi di Desa Nunsaen direkomendasikan sebagai lokasi budidaya strategis untuk menghasilkan kunyit dengan kualitas bioaktif terbaik.