Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Permainan Make A Match Terhadap Kemampuan Literasi Awal Anak Kelompok B TK Negeri 02 Keruak Diyan Hastika; Abdul Kadir Jaelani; Aulia Dwi Amalina Wahab
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3999

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis permainan Make A Match untuk meningkatkan literasi awal anak kelompok B di TK Negeri 02 Keruak. Penelitian ini dilakukan di TK Negeri 02 Keruak. Subjek pada penelitian ini adalah 15 peserta didik pada kelompok B. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain control group pretest post-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis permainan Make A Match untuk meningkatkan literasi awal anak kelompok B. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi (sig. 2-tailed) sebesar 0,001, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Make A Match terdapat pengaruh untuk meningkatkan literasi awal anak kelompok B di TK Negeri 02 Keruak Tahun ajaran 2024/2025.
Penerimaan Anak Usia Dini terhadap Inklusi Sosial di PAUD Lenterahati Mataram NTB Atha Dara Radeisyah; Aulia Dira Sahrani; Aola Saptini; Auliatul Jinan; Aulia Dwi Amalina Wahab
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4340

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan anak usia dini terhadap inklusi sosial dalam pembelajaran di PAUD Lenterahati Islamic Boarding School Mataram, NTB. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya pendidikan inklusif dalam membentuk karakter toleran, empatik, dan menghargai keberagaman sejak dini. Penelitian menggunakan metode campuran (mix methods) dengan desain Convergent Parallel, melibatkan observasi, wawancara, dan kuesioner kepada guru, orang tua, dan anak. Hasil kuantitatif menunjukkan penerimaan anak terhadap inklusi sosial tergolong tinggi (rata-rata 89–91%), dengan aspek terbaik pada sikap tidak diskriminatif (95%) dan interaksi sosial positif, sementara aspek berbagi dan rasa ingin tahu terhadap perbedaan masih perlu diperkuat (83%). Guru menunjukkan peran sangat kuat (98–99%) melalui penerapan prinsip Universal Design for Learning (UDL) dan bimbingan individual, sedangkan lingkungan belajar dinilai sangat inklusif (100%). Temuan kualitatif dari wawancara menegaskan adanya peningkatan kemampuan sosial dan komunikasi anak, serta perlunya dukungan tambahan berupa tim terapis dan sosialisasi bagi orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik inklusi di PAUD Lenterahati telah berjalan efektif dan dapat menjadi model pembelajaran inklusif berbasis nilai Islam di Mataram.
Sosialisasi Pemanfaatan Nursery Rhymes Untuk Mengajarkan Nilai Sosial Dan Moral Bagi Anak Usia Dini Di Kota Mataram Aulia Dwi Amalina Wahab; I Made Suwasa Astawa; Filsa Era Sativa; Baiq Nada Buahana; Efan Yudha Winata
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1985

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemanfaatan Nursery Rhymes berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran nilai sosial dan moral pada anak usia dini di Kota Mataram. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui metode yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, simulasi, dan pendampingan kepada 20 guru PAUD di kota Mataram, dengan fokus pada penggunaan Nursery Rhymes serta pemahaman tahapan perkembangan anak sesuai Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) Permendikbud. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Nursery Rhymes efektif memperkuat keterampilan bahasa, literasi, serta menanamkan nilai sosial, moral, dan emosional seperti kerja sama, toleransi, sopan santun, dan tanggung jawab. Optimalisasi pembelajaran dapat dilakukan melalui rutinitas bernyanyi, pelibatan gerakan, dan diskusi pesan moral. Tantangan pelafalan bahasa Inggris diatasi dengan strategi listening and repeating serta pemanfaatan media digital dengan penutur asli. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis guru, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mendukung perkembangan holistik anak usia dini.
Pengaruh Media e-Flipbook dengan Pendampingan Orang Tua terhadap Perkembangan Bahasa Anak Kelompok B di TK Islam Darul Yaqin Kecamatan Kediri Haeva Nasiun; Fahruddin; Muslihatun Maulidian; Aulia Dwi Amalina Wahab
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1878

Abstract

Early childhood is a golden age that plays a crucial role in determining the development of children’s basic abilities, particularly language skills, which are essential for communication and social interaction. This study aimed to examine the effect of e-flipbook media accompanied by parental involvement on the language development of Group B children at TK Islam Darul Yaqin, Kediri District. This study employed a quantitative approach with an experimental research method using a one-group pretest–posttest design. The population of this study consisted of all children enrolled at TK Islam Darul Yaqin, totaling 37 children. The sampling technique used was purposive sampling, in which all 18 children in Group B were selected as the research sample. Data were collected through observation and documentation. Data analysis was conducted by first performing a normality test as a prerequisite for analysis, followed by hypothesis testing using a paired sample t-test with the assistance of IBM SPSS version 31 for Windows. The results showed that the average language development score before treatment (pretest) was 45.89, which fell into the category of Beginning to Develop (BD). After the implementation of the e-flipbook media accompanied by parental involvement, the posttest results indicated an increase in the average language development score to 93.89, which was categorized as Very Well Developed (VWD). The hypothesis testing results showed a significance value (2-tailed) of 0.01, which was lower than 0.05; therefore, the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. Thus, it can be concluded that the use of e-flipbook media accompanied by parental involvement has a significant effect on the language development of Group B children at TK Islam Darul Yaqin, Kediri District.
Implementasi Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam Pengembangan Kompetensi Sosial dan Profesional Calon Guru PAUD Baiq Melinda Apriliani; I Wayan Karta; Aulia Dwi Amalina Wahab
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1900

Abstract

This study aims to describe the implementation of the School Field Introduction Program (Program Pengenalan Lapangan Persekolahan/PLP) in developing the social and professional competencies of prospective Early Childhood Education (PAUD) teachers. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design and was conducted at three partner PAUD institutions, namely TK Al-Banna, TK DWP Dikpora Ampenan, and TK Nurul Iman Sekarbela. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis process involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of PLP included observation activities, teaching assistance, and guided teaching practice. The program contributed to the development of students’ social competencies, as reflected in their communication skills, collaboration, empathy, and adaptability within the school environment. In addition, PLP also played a significant role in enhancing students’ professional competencies, particularly in mastering learning materials, planning and implementing instruction, classroom management, and understanding child development assessment. Based on the findings, it can be concluded that the School Field Introduction Program (PLP) plays an important role in preparing university students to become prospective PAUD teachers with strong social and professional competencies.  
Pengaruh Penggunaan Media Papan Warna terhadap Kemampuan Mengklasifikasikan Warna bagi Anak Kelompok A di RA Darussalam Ellisan; Abdul Kadir Jaelani; Aulia Dwi Amalina Wahab
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2534

Abstract

The ability to classify colors is one of the cognitive skills that should be developed in early childhood. However, learning activities at RA Darussalam still rely on conventional media, which provide limited opportunities for children to actively classify colors through meaningful learning experiences. This study aims to determine the effect of using color board media on the ability to classify colors in Group A children at RA Darussalam. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a one-group pre-test post-test design. The research subjects were all 20 children in Group A at RA Darussalam. Data were collected through observation and tests using observation sheet instruments. Data analysis was conducted using the normality test and the paired sample t-test. The results showed that the use of color board media significantly improved children's ability to classify colors, as indicated by an increase in the mean score from 49.7 in the pre-test to 73.3 in the post-test. The normality test indicated that both pre-test and post-test data were normally distributed, with significance values of 0.200 (> 0.05). Furthermore, the paired sample t-test showed a significance value (Sig. 2-tailed) of less than 0.05, indicating that H₀ was rejected and Hₐ was accepted. The findings also revealed that the use of color board media increased children's activeness, enthusiasm, and understanding of color concepts through concrete and enjoyable learning activities.
Pengaruh Tayangan Animasi Riko The Series Terhadap Kemampuan Menyimak Anak Kelompok B di TKN 12 Jonggat Baiq Kautsar Zohratul Alya; Muhammad Tahir; Aulia Dwi Amalina Wahab
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1765

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan salah satu aspek perkembangan bahasa yang penting dikembangkan pada anak usia dini. Berdasarkan hasil observasi di TKN 12 Jonggat, kemampuan menyimak anak kelompok B masih tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya perhatian saat pembelajaran, kesulitan memahami isi cerita, belum mampu menjawab pertanyaan sesuai isi cerita, serta belum optimal dalam mengingat dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tayangan animasi Riko The Series terhadap kemampuan menyimak anak kelompok B di TKN 12 Jonggat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui rancangan One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis Paired Sample t-Test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menyimak anak meningkat dari 36,50 pada saat pretest menjadi 68,21 pada saat posttest. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, tayangan animasi Riko The Series berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menyimak anak kelompok B di TKN 12 Jonggat.
Mapping The Implementation of The Ethnoscience Approach In Early Childhood Education To Improve Children's Science Skills In Mataram City Filsa Sativa; Baik Nilawati Astini; Ika Rachmayani; Aulia Dwi Amalina Wahab; Baiq Nada Buahana
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v6i1.1987

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the ethnoscience approach in early childhood education and to identify teachers' competence in applying it. A descriptive quantitative method was employed, complemented by Focus Group Discussions (FGDs) to validate the data and research findings. A total of 161 early childhood education teachers in Mataram City were selected through purposive sampling. Data were collected using observations, questionnaires, in-depth interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of ethnoscience varied across districts. Ampenan and Mataram achieved a good category (72%) by integrating local culture through project-based and experimental learning activities. Meanwhile, Selaparang (70%), Cakranegara (70%), Sekarbela (69%), and Sandubaya (68%) were classified as fairly good due to teachers' limited understanding, insufficient training, and the continued use of conventional teaching methods with minimal integration of local culture. Overall, the implementation of ethnoscience was reasonably effective; however, further professional development, mentoring, and the development of instructional media and learning models are needed to ensure more equitable and effective implementation.