Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan dan Validasi Teoretis Model PJBL–STEAM–IC untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir dan Kesadaran Lingkungan Siswa di Sekolah Pesisir Srilesnawati Lalusu; Elya Nusantari; Frida Maryati Yusuf; Abubakar Sidik Katili; Hartono Mamu; Muhammad Rifai Katili; Masra Latjompoh
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 6 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i6.14704

Abstract

Coastal science learning in Pagimana, Central Sulawesi, has not adequately connected local environmental problems with students’ thinking development and environmental awareness. This study aimed to develop and examine the expert validity of the PjBL-STEAM-IC model, in which IC denotes Innovation and Creativity, for SOLO-based thinking skills and environmental awareness in coastal schools. Using an adapted Borg and Gall research and development procedure, this article reports the needs analysis, hypothetical model design, development of instructional materials and research instruments, expert validation, and Product Revision I. Three validators evaluated the model and its supporting products; their ratings were analysed using Aiken’s V, and their written recommendations were examined descriptively. The developed model comprises six phases linking coastal environmental problems, STEAM-IC project activities, SOLO-based reasoning, and four dimensions of environmental awareness: knowledge, attitude, behaviour, and skills. All validated components were classified as very valid, with Aiken’s V coefficients ranging from 0.902 to 0.961. Expert feedback led to clearer operational syntax, stronger theoretical mapping, more explicit STEAM-IC integration, improved alignment with SOLO-based thinking and environmental awareness, and refinement of the student response questionnaire. The model and its supporting products were therefore considered sufficiently valid to proceed to subsequent classroom field testing.
Perbandingan Metode K-Means dan K-Medoids Dengan Validitas Davies-Bouldin Indeks, Dunn Indeks dan Indeks Connectivity Pada Pengelompokkan Masyarakat Penerima Bantuan Langsung Tunai Nur Ain Kilo; Muhammad Rifai Katili; Isran K Hasan
Research in the Mathematical and Natural Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): November 2024-April 2025
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55657/rmns.v4i1.190

Abstract

This study discusses the comparison between the K-Means and K-Medoids methods in grouping direct cash assistance (BLT) recipients, with an assessment using three validity indices: Davies-Bouldin Index (DBI), Dunn Index, and Connectivity Index. The main objective of this study is to determine the most effective clustering method for grouping BLT recipient data by considering the quality of the resulting clustering. In the experiment, the K-Means method with three clusters produced, namely: Cluster 1 with 10 family head members, Cluster 2 with 101 family head members, and Cluster 3 with 118 family head members. In contrast, the K-Medoids method also with three clusters, namely: Cluster 1 with 67 family head members, Cluster 2 with 59 family head members, and Cluster 3 with 103 family head members. Based on the evaluation using the Davies-Bouldin Index and Connectivity Index, the K-Means method showed better performance than K-Medoids. The DBI value for the K-Means method is 1,307, while the Connectivity Index value is 40,079, which shows that the K-Means clustering results are more effective in producing separate and quality clusters in the context of grouping BLT recipient communities.
Penjadwalan Mata Pelajaran Menggunakan Metode Integer Linear Programming di SMA Negeri 1 Tilango Fitria Djafar; Muhammad Rifai Katili; Salmun K Nasib; Nurwan Nurwan; Djihad Wungguli; Armayani Arsal
Research in the Mathematical and Natural Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): November 2024-April 2025
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55657/rmns.v4i1.200

Abstract

Penjadwalan mata pelajaran secara optimal sangat penting untuk memastikan kelancaran kegiatan belajar dan mengajar. Di SMA Negeri 1 Tilango, penjadwalan yang dilakukan secara manual oleh pihak kurikulum cenderung memakan waktu yang cukup lama, sehingga sering terjadi bentrok antar mata pelajaran pada waktu yang bersamaan. Proses penjadwalan manual ini cukup sulit karena harus memenuhi semua aturan dan kebijakan sekolah yang berlaku. Untuk mengatasi tantangan tersebut, digunakan metode integer linear programming (ILP) yang dapat membantu menyusun jadwal mata pelajaran secara lebih efisien dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan jadwal mata pelajaran yang ideal dengan meminimalkan total bobot pelajaran, hari, dan waktu menggunakan metode ILP. Penyusunan jadwal diselesaikan dengan bantuan software Lingo 18.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal yang dihasilkan dengan metode ILP lebih optimal dibandingkan dengan penjadwalan manual, karena mampu memenuhi semua batasan dan kendala yang telah ditentukan oleh sekolah..
Analisis Kepuasan Pengguna Dalam Pemanfaatan Sistem Informasi GoMT Menggunakan Model Eucs Di Dinas Kominfo Kota Gorontalo Muhammad Rifai Katili; Muchlis Polin; Anisa Fadilah Lakepo
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 3: NOVEMBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v4i3.776

Abstract

Aplikasi GoMT (Gorontalo Masyarakat Terpadu) merupakan salah satu aplikasi yang di buat oleh Dinas Kominfo Kota Gorontalo untuk memenuhi kebutuhan administrasi  masyatakat ditingkat kelurahan, dalam penerapan aplikasi ini masih terdapat error. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kepuasan pengguna dalam pemanfaatan sistem informasi GoMT menggunakan model EUCS. Variabel pada model EUCS yaitu Content (Isi), Accuracy (Keakuratan), Format (Bentuk), Timeliness (Ketepatan Waktu), dan Ease Of Use (Kemudahan Pengguna). Hasil penelitian ini menunjukan kepuasan pengguna aplikasi GoMT yang didapatkan dari masing-masing variabel perhitungan tingkat capaian responden pada aplikasi GoMT ada pada nilai rata-rata 79% yang artinya tingkat kepuasan pengguna masuk pada katerogi cukup. Maka penelitian menunjukan kinerja sistem aplikasi GoMt sudah cukup. Berdasarkan lima hipotesis yang telah diuji, mendapatkan hasil 2 hipotesis lainnya menyatakan pengaruh insignifikan Accuracy (Keakuratan) dan Timeliness (Ketepatan Waktu) dan 3 hipotesis menyatakan pengaruh signifikan yaitu Content (Isi), Ease of Use (Kemudahan Pengguna) dan Format (Bentuk). Walaupun demikian pembuat sistem perlu meningkatkan lagi kualitas sistem informasi GoMT.