Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gizi Himung: Pelatihan PMT, Edukasi PHBS, dan Stimulus Balita bagi Kader dan Ibu di Desa Gudang Tengah, Kalimantan Selatan Laily, Nur; Billa, Lisa Salsa; Safitri, Alya; Fauziyah, Mita; Silfiah, Nur
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1881

Abstract

Masalah gizi balita masih menjadi perhatian utama di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil analisis komunitas di RT 01, 02, dan 03 Desa Gudang Tengah, ditemukan kasus gizi kurang dan stunting pada balita. Untuk menanggulangi kondisi tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat “GIZI HIMUNG” yang meliputi pelatihan dan edukasi pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta edukasi permainan untuk melatih stimulus balita. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif, monitoring, serta pre- dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan praktik, perilaku, dan pengetahuan yang signifikan pada peserta program berdasarkan uji statistik. Monitoring dilakukan sebanyak tiga kali selama tiga bulan berturut-turut. Pada pelaksanaannya kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan praktik masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting, serta memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan permasalahan serupa.
Analysis of Human Resources, Infrastructure, Budget, and Procedures on the Implementation Process of the PHBS Program in South Kalimantan Laily, Nur; Putri, Andini Octaviana; Wulandari, Anggun; Rahman, Fauzie; Anggraini, Lia; Jannah, Nidaul; Billa, Lisa Salsa; Maimunah, Siti; Wulandari, Sri; Nuralpisah, Nuralpisah; Alkamaliah, Fitrya Hayati 
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.853

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior Program (PHBS) is a strategic initiative of the Indonesian government aimed at improving the population’s health status through promotive and preventive approaches. In South Kalimantan, its implementation still faces tangible challenges, such as the high incidence of acute respiratory infections (ARI) and dengue hemorrhagic fever (DHF), as well as the low coverage of household PHBS practices. This study aims to evaluate the supporting and inhibiting factors affecting the implementation of PHBS in the region. The study employed a qualitative descriptive method with a purposive sampling technique. Eight informants were involved, consisting of officials from the Provincial Health Office, PHBS coordinators at the district/city level, health center staff from areas with the highest and lowest coverage, and community representatives. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and then analyzed thematically. The results show that PHBS implementation is influenced by the interaction of supporting and inhibiting factors. Supporting factors include the availability of regulations, the commitment of health workers, and community participation. This condition results in the program’s implementation not yet being optimal, despite the existence of a policy framework. Therefore, improvements are needed in human resource capacity based on local needs, more stable funding mechanisms, and updated technical guidelines to ensure that PHBS implementation becomes more adaptive and effective in supporting community health development
WAGAS ANEMIA: Inovasi Berbasis Komunitas & Teknologi untuk Remaja Putri Bebas Anemia di Desa Sungai Durait Hulu: WAGAS ANEMIA: Community-Based Innovation & Technology for Anemia-Free Adolescent Girls in Sungai Durait Hulu Village Putri, Andini Octaviana; Erlyani, Neka; Wulandari, Anggun; Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Anggraini, Lia; Hadiannor, Hadiannor; Agusetiawan, Muhammad Andrian; Navijay, Ahmad; Billa, Lisa Salsa
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1021

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menurunkan fungsi kognitif, produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi reproduksi. Remaja putri rentan terhadap anemia akibat kehilangan zat besi selama menstruasi dan rendahnya pengetahuan tentang pentingnya zat besi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program WAGAS ANEMIA, inovasi berbasis komunitas dan teknologi, dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri di Desa Sungai Durait Hulu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode yang digunakan adalah program pengabdian masyarakat dengan pendekatan interaktif meliputi penyuluhan, video edukasi, diskusi kelompok, serta pendampingan sebaya (peer educator) untuk mendampingi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Sebanyak 49 remaja putri mengikuti kegiatan ini. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta korelasi Spearman untuk variabel demografis usia dan pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan, dari 65,3% menjadi 93,9% kategori baik, dengan nilai Z = -3,455 dan p = 0,001 (p < 0,05). Analisis korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara perubahan pengetahuan dengan usia (ρ = -0,043; p = 0,768) maupun pendidikan (ρ = -0,055; p = 0,701). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penyuluhan lebih ditentukan oleh kualitas materi, metode penyampaian, dan keterlibatan peserta daripada faktor demografis. Program WAGAS ANEMIA efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Strategi edukatif berbasis komunitas dan teknologi, disertai peer educator dan monitoring, menjadi pendekatan yang dapat direplikasi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah pedesaan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Gizi, PHBS, dan Pemanfaatan Rempah Lokal di Desa Rantau Bujur Wulandari, Anggun; Erlyani, Neka; Zwagery, Rika Vira; Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Anggraini, Lia; Putri, Aura Salsabila Yunizar; Arifin, Muhammad; Wibowo, Yoga Putra; Navijay, Ahmad; Billa, Lisa Salsa
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1028

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan multi-intervensi, termasuk edukasi gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita melalui edukasi gizi dan PHBS, demonstrasi memasak Soto Banjar berbasis rempah lokal, serta pembentukan Pokja sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan melibatkan 32 ibu yang memiliki balita stunting dan berisiko stunting. Desain menggunakan one group pre-test and post-test dengan instrumen berisi 10 pertanyaan yang mencakup aspek stunting dan PHBS. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Spearman’s rho. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 93,8% menjadi 96,9% (p=0,002) dengan hubungan signifikan antara usia dan peningkatan pengetahuan (p=0,041), sedangkan pendidikan tidak berhubungan signifikan (p=0,311). Temuan kualitatif menunjukkan seluruh peserta aktif mengikuti demonstrasi masak dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai manfaat gizi rempah lokal dan praktik PHBS seperti cuci tangan dan sanitasi. Pembentukan Pokja Kampung Rempah Bebas Stunting memperkuat keberlanjutan program melalui pendampingan kader dan pemantauan praktik keluarga. Intervensi ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi dan PHBS serta mengoptimalkan pemanfaatan rempah lokal sebagai menu bergizi, meskipun peningkatan pengetahuan kuantitatif dipengaruhi oleh ceiling effect. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku berjalan konsisten.