Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengujian Mutu yang Terkandung dalam Produk Ikan Lele Asap Rizvi, Fharisa Nabila; Syafridar, Puspita Sri Dewi
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.6-14

Abstract

Ikan lele merupakan ikan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan harga yang relatif murah. Komposisi kandungan gizi ikan lele adalah kandungan protein (17,7%), lemak (4,8%), mineral (1,2%), karbohidrat (0,3%), dan air (76%). Pengasapan melibatkan serangkaian proses kimiawi, termal, difusif, dan biokimia yang berlangsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan statistik, dan publikasi dari lembaga penelitian yang diterbitkan antara tahun, yang dihasilkan pada penelitian ini berkisar antara 8,43, 7.22, dan 8,75. Nilai yang di dapat pada aktivitas air adalah 8,59. kadar abu yang terkandung pada lkan lele asap  berkisar antara 17,92,17,97, dan 18,24. Kadar abu yang terkandung pada ikan patin asap berkisar antara 9.07,10.33, dan 9,47, sama seperti ikan lele asap, perlakuan pada ikan patin asap mendapatkan hasil 9.27. Analisis mendapatkan hasil 13,49%. Kadar lemak yang optimal berkisar antara 13,49-27,53%. Kadar protein yang terkandung pada ikan lele asap berkisar antara 52,94 dan 52,24. Kandungan kadar protein berkisar antara 43,01 dan 42,73, protein yang terkandung pada produk olahan ikan patin asap. Secara umum, kadar protein pada ikan asap berkisar antara 52,94 hingga 43,01%. Pengujian duplo ataupun triplo merupakan salah satu uji pembedaan yang digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil dengan menggunakan sampel pembanding. apat disimpulkan bahwa produk ikan lele asap mengandung kadar air,abu serta protein yang tinggi sedangkan produk patin asap mengandung lemak yang tinggi
Distribusi Ikan Tuna Didaratkan di Pelabuhan Samudera Bungus yang di Suplai ke PT. Lintas Laut Samudera Rizvi, Fharisa Nabila; Ibrahim, Muhammad
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.1-5

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang berlimpah dengan luas lahan akuakultur 28,5.000.000 ha, dapat dijadikan usaha dalam berbagai skala. Dengan luas daerah seperti itu, Indonesia memiliki beraneka ragam jenis kehidupan di laut. Penelitian bertujuan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang industri perikanan serta mendorong peningkatan produksi hasil tangkap ikan tuna secara berkelanjutan. Kegiatan ini tak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga untuk industri perikanan secara keseluruhan, dalam upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2024 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, yang beralamat di Jl. Raya Padang-Painan KM 16, Bungus Barat, kec. Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang meliputi: short  course/mentorial dan Praktek langsung, dan studi literatur melalui penelaahan sumber- sumber tertulis yang relevan. Hasil dari kegiatan ini bahwa ikan tuna yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus dan didistribusikan ke PT. Lintas Laut Samudera (LLS) terdiri dari dua jenis utama, yaitu tuna sirip kuning (Thunnus albacares) dan tuna mata besar (T.obesus). Kedua jenis tuna tersebut ditangkap menggunakan alat tangkap pancing ulur dan pancing tonda yang bersifat selektif dan ramah lingkungan. Alur distribusi ikan tuna dimulai dari pelaporan kedatangan kapal, pengurusan dan pemeriksaan dokumen, pembongkaran ikan, hingga pengangkutan ke PT. LLS untuk dilakukan penimbangan serta pengecekan mutu daging ikan. Proses penanganan ikan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas dan nilai jual tuna