Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Teknik Pendederan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta Rizvi, Fharisa Nabila; Uli, Mona
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.35-38

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan nilai gizi yang tinggi sebagai ikan konsumsi. Pelaksanaan kerja praktik ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Teknik pendederan ikan kakap. Kegiatan Kerja Praktik (KP) dilaksanakan pada 5 Januari – 26 Januari 2024 di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan kerja praktik yaitu metode praktek langsung dan metode mentor, pada proses pendederan ikan kakap putih diawali dengan tahapan persiapan wadah budidaya, penebaran benih, pemberian pakan, sampling dan grading, pengelolaan kualitas air (suhu, ph, salinitas), pencegahan hama dan penyakit, serta pengamatan pertumbuhan dan kelulushidupan ikan kakap putih. Di BBIL Pulau Tidung dilakukan di bak fiber sebanyak 4 buah dengan ke dalam 70 cm dan diameter 150 cm. Kemudian penyakit yang sering terjadi pada saat pemeliharaan yaitu black body yang ciri-ciri nya yaitu ikan mulai berubah warna menjadi hitam dan berenang ke permukaan. Suhu yang didapatkan yaitu 28-30 ºC, salinitas 29-33 ppt, dan pH 7,6-8,5.
Teknik Identifikasi Virus Koi Herves Virus pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Fikri, Algi Fari; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.54-59

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan mas di Indonesia tidak terlepas dari beberapa permasalahan, antara lain disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit ikan merupakan faktor pembatas dalam suatu usaha budidaya ikan karena dapat menyebabkan kematian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui teknik identifikasi Virus Koi Herves Virus pada ikan mas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Praktik Magang telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga  Februari 2024 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Metode yang digunakan pada praktek magang ini adalah PCR untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan, serta ditambahkan melalui studi pustaka dari buku-buku, jurnal dan literatur yang mendukung lainnya. Gejala klinis pada ikan mas yang terserang KHV yaitu insang berwarna pucat putih dan produksi lendir berlebih. Hasil deteksi ikan mas pada sampel dari pembudidaya, Padang menunjukkan hasil negatif, sampel pada ikan tidak muncul pada pita (band) yang spesifik dengan KHV 333 bp dan tidak sejajar dengan kontrol positif (+). Koi Herpes Virus (KHV) atau yang dikenal juga dengan Cyprinid Herpes Virus 3 (CyHV-3) adalah jenis virus yang mengifeksi ikan mas dan koi dan dapat menyebabkan kematian massal Infeksi KHV mewabah hampir di semua negara di dunia, termasuk Indonesia
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Ramanda, Reski; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Meliana, Annisa; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.39-47

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas budidaya laut bernilai ekonomis tinggi yang rentan terhadap infeksi bakterial, khususnya dari genus Vibrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan bawal bintang yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Sampel penelitian terdiri dari tiga ekor ikan bawal bintang yang menunjukkan gejala klinis infeksi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan dari organ target (hati, ginjal, dan limpa) menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS). Identifikasi bakteri dilakukan melalui uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, serta identifikasi menggunakan Microbact Kit 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel BB1 terinfeksi Vibrio parahaemolyticus (98,78%) pada organ hati, sedangkan sampel BB2 dan BB3 terinfeksi V.alginolyticus (98,95% dan 97,12%) pada organ ginjal. Tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada organ limpa. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, pergerakan lamban, mata dan tubuh luka, serta pembengkakan organ internal. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa vibriosis merupakan ancaman signifikan dalam budidaya ikan bawal bintang dan memerlukan strategi pengendalian yang komprehensif.
Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee Rahmiza, Nurul; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Meliana, Annisa
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.48-53

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Teknik Pembesaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat Syam, Anandasya Suci Nabila; Meliana, Annisa; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.60-63

Abstract

Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat untuk dipelihara. Permintaan ikan koi untuk kebutuhan para penggemar ikan hias semakin meningkat dari tahun ketahun, seiring dengan permintaan pasar. Tujuan dilaksanakan praktek ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera barat. Praktek ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari s.d. 10 Februari 2024 di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan praktek inivadalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi. Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek langsung yaitu melibatkan diri secara langsung dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan teknik pembesaran ikan koi. Kegiatan pembesaran ikan koi dilakukan di kolam semi beton selama 21 hari menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak ikan 2,05 cm, pertumbuhan bobot mutlak ikan adalah 3,43 g, laju pertumbuhan spesifik ikan 1%, FCR ikan yaitu 1,6, serta tingkat kelulushidupan ikan 100%.
Inovasi Agroekoteknologi Dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian Di Indonesia: Tinjauan Literatur Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.13-16

Abstract

Pertanian  Indonesia  menghadapi  tantangan  besar  dalam  meningkatkan  produktivitas  dan ketahanan  pangan,  terutama  akibat pertumbuhan populasi, perubahan  iklim  global,  keterbatasan  lahan,  serta  degradasi  kualitas  tanah.  Agroteknologi hadir  sebagaisalah satu solusi strategis yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi  pertanian.  Artikel  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  peran  inovasi  agroteknologi  dalam  mendukung  ketahanan  pangan nasional, dengan fokus pada pemuliaan tanaman, mekanisasi pertanian, penggunaan pupuk hayati dan biopestisida, serta penerapan digitalisasi dalam sektor pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan  data  resmi   pemerintah.   Hasil   penelitian   menunjukkan  bahwa   inovasi   agroteknologi  berkontribusi   signifikan   dalam meningkatkan  hasil  panen  padi,  jagung,  dan  kelapa  sawit,  serta  mendukung  efisiensi  penggunaan  sumber  daya.  Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses petani kecil terhadap teknologi, biaya investasi yang tinggi,serta perlunya dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten. Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan agroteknologi dalam mendukung produktivitas pertanian di Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan petani. Rekomendasi  penelitian  ini  adalah  perlunya  program  penyuluhan  dan  transfer  teknologi  yang  lebih  masif  agar  inovasi agroteknologi dapat diterapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia
Peran Agroteknologi dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian: Tinjauan Literatur Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.1.17-20

Abstract

Agroteknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern. Kemajuan teknologi yang begitu cepat, diharapkan agroteknologi dapat menjadi jawaban utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan statistik, dan publikasi dari lembaga penelitian yang diterbitkan antara tahun  hingga Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai studi antara tahun 2019–2024 yang membahas dampak agroteknologi terhadap hasil pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem irigasi presisi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%, sementara penggunaan varietas unggul hasil rekayasa genetik dapat meningkatkan hasil panen serta ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) memungkinkan pengelolaan lahan yang lebih efisien dan berbasis data. Namun, tantangan utama dalam implementasi teknologi ini adalah keterbatasan akses petani terhadap teknologi, biaya investasi yang tinggi, serta kurangnya literasi digital di kalangan petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, insentif finansial, serta pelatihan bagi petani untuk memastikan adopsi teknologi secara luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, agroteknologi dapat menjadi solusi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Walaupun teknologi pertanian memberikan banyak keuntungan, rintangan dalam pelaksanaannya masih cukup signifikan. Beberapa faktor utama yang menghalangi petani untuk menggunakan teknologi tersebut termasuk kurangnya pemahaman dan pelatihan, minimnya akses terhadap sumber dana, serta perlunya peningkatan dalam dukungan kebijakan
Strategi Komunikasi Pemasaran Segmen SME dalam Meningkatkan Penyaluran Pembiayaan di Bank Syariah Indonesia Area Pekanbaru Asri, Fasyati; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Management Concern Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamac.3.1.31-35

Abstract

Bank Syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan bunga. Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank Tanpa Bunga, adalah Lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas strategi pemasaran berbasis relasi, edukasi, dan digital yang diterapkan oleh BSI KC PekanbaruHarapan Raya, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, mengevaluasi dampaknya terhadap kepercayaan, loyalitas, dan peningkatan jumlah nasabah, serta memberikan rekomendasi    strategis    guna    mengoptimalkan    pemasaran    dan meningkatkan  daya  saing  bank. Pendekatan  kualitatif  dengan  metode fenomenologi  dengan  data sekunder  mencakup  dokumen  bank  dan literatur  terkait.  Analisis  data  dilakukan  dengan  langkah-langkah reduksi,  pengelompokan  tema,  dan  interpretasi  untuk  memahami  makna  pengalaman responden dan mengaitkan temuan dengan teori pemasaran syariah. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran BSI KC Pekanbaru Harapan Raya efektif dalam menarik nasabah dengan pendekatan personal, edukasi keuangan syariah, media digital, dan kemitraan komunitas lokal. Faktor pendukung utama mencakup peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah, regulasi pemerintah, dan  inovasi  digital.  Namun,  tantangan  seperti  kurangnya  pemahaman  masyarakat,  keterbatasan jaringan layanan, dan persaingan dengan bank konvensional tetap ada, meskipun pemasaran relasional berperan penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah
Kajian Pendapatan Nelayan Pukat Pantai Purus Kota Padang terhadap Peningkatan Ekonomi Keluarga Syafridar, Puspita Sri Dewi; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.15-21

Abstract

Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang mata pencariannya sebagian besar bersumber dari aktivitas menangkap ikan dan mengumpulkan hasil laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan nelayan pukat tepi serta kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi keluarga di Pantai Purus, Kota Padang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei melalui wawancara dan kuesioner terhadap 20 nelayan pukat tepi yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Variabel bebas yang dianalisis mencakup status kepemilikan alat tangkap, panjang alat pukat, frekuensi melaut, jumlah ABK, dan biaya operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi secara simultan signifikan pada taraf kepercayaan 95%, dengan R² = 0,698 yang berarti 69,8% variasi pendapatan nelayan dapat dijelaskan oleh variabel bebas, sedangkan 30,2% dipengaruhi faktor lain di luar model. Secara parsial, panjang alat pukat (t = 3,469; sig = 0,004), frekuensi melaut (t = -2,565; sig = 0,022), dan  jumlah ABK (t = -4,236; sig = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan. Sebaliknya, status kepemilikan (sig > 0,05) dan biaya operasional (t = -2,645; sig = 0,397) tidak berpengaruh signifikan
Analisa Pendapatan Rumah Tangga Nelayan Pukat Tepi Pantai Purus Kota Padang terhadap Pengembangan Wisata Pantai Sapriana, Nola; Uzra, Murhenna; Desmiati, Ira; Aisyah, Siti; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Water Resources Management Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.3.1.22-31

Abstract

Indonesia merupakan negara dan juga kawasan yang memiliki potensi produksi ikan yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain secara global dengan sumberdaya ikan yang melimpah yang tersebar di seluruh perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan, struktur biaya operasional, serta dampak pengembangan wisata Pantai Purus terhadap kesejahteraan nelayan pukat tepi di Kelurahan Purus, Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 20 responden nelayan. Analisis yang digunakan meliputi perhitungan pendapatan bersih, analisis efisiensi usaha menggunakan rasio R/C (Revenue-Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan kotor nelayan sebesar Rp1.300.000 per bulan dengan biaya operasional rata-rata Rp700.000, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh hanya sekitar Rp725.000 per bulan. Nilai rata-rata R/C sebesar 2,03, menandakan bahwa setiap pengeluaran Rp1 menghasilkan Rp2,03 pendapatan dan usaha masih tergolong efisien secara ekonomi. Namun demikian, sebagian besar nelayan masih menghadapi keterbatasan modal dan tingginya fluktuasi hasil tangkapan. Pengembangan wisata pantai memberikan dampak positif berupa peluang tambahan pendapatan, diversifikasi usaha, dan perluasan jaringan ekonomi nelayan, tetapi juga menimbulkan dampak negatif seperti meningkatnya biaya operasional, penyempitan ruang tangkap, serta pencemaran lingkungan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan terpadu antara sektor perikanan dan pariwisata agar manfaat ekonomi wisata dapat berkelanjutan tanpa mengurangi ruang hidup dan aktivitas nelayan tradisional