Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Improvement of the Early, Middle and Final Patrol Check Process From Manual to Digital with the PDCA Method, Fishbone Diagram, and Why-Why Analysis at PT. Automotive Components Company Chairul Alfatory; Bintang Rafly Aryansyah; Mahendra Mahendra; Andhika Danisvara; Yudi Prastyo
International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2026): January : International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmecie.v3i1.386

Abstract

The Checksheet process at PT. Automotive component companies are an important activity to maintain quality consistency in the production of automotive components, especially brackets. However, the inspection method that is still carried out manually causes waste of time, high use of paper, and increased operational costs. This study aims to reduce the cycle time of Patrol Check A-T-A, implement a digital (paperless) recording system, and improve process efficiency through the PDCA (Plan-Do-Check-Act) approach, Fishbone Diagram, and Why-Why Analysis. The results of the identification of the root of the problem show that the absence of a standardized digital system and the lack of management initiatives are the main causes of the long inspection process and high paper consumption. The implementation of E-Checksheet as a digital solution resulted in a significant reduction in cycle time, from 50 minutes to 10 minutes, as well as eliminating paper use by up to 100%. In addition, workflows become simpler, data is easier to monitor, and processes become more efficient. This study concludes that the digitization of Checksheet is able to increase operational effectiveness, reduce waste, and support continuous improvement in the manufacturing environment.
Analisis Pengambilan Keputusan Beli Atau Sewa Mesin Las Dengan Metode LCC, NPV dan BEP di PT. B Syafrian Eko Nugroho; Andriyas Sugiarto; Mochamad Refly Robiansyah; Alvi Octavianto; Yudi Prastyo
Journal of Industrial Engineering Inspiration (JIEI) Vol 1 No 1 (2025): JIEI May 2025
Publisher : Yayasan Inspirasi Bermanfaat Selamanya / Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jiei.v1i1.8

Abstract

Dalam industri manufaktur yang kompetitif, efisiensi operasional menjadi faktor penentu keberhasilan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi finansial antara opsi pembelian dan penyewaan mesin las di Perusahaan XYZ, yang bergerak di bidang manufaktur untuk mendukung industri minyak dan gas. Metode Life Cycle Cost (LCC) , Net Present Value (NPV) , dan Break-Even Point (BEP) digunakan untuk menentukan opsi yang paling ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian mesin las lebih efisien secara finansial dibandingkan penyewaan dalam jangka panjang. Analisis LCC menunjukkan biaya pembelian lebih rendah (Rp 348.725.617) dibandingkan sewa (Rp 1.624.088.971). NPV pembelian juga lebih tinggi (+1,863,106,000) dibandingkan sewa (+589.824.000), dengan BEP pembelian 9,5 bulan. Keputusan pembelian mesin las dinilai tepat dan akan memberikan kontribusi lebih terhadap keuntungan perusahaan.
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI INJECTION MOLDING KOMPONEN OTOMOTIF DI INDUSTRI MANUFACTUR DENGAN METODE SIX SIGMA PT XYZ Ramadhani, Rizky; Muhammad Daffa Ichsan; Ziqhi Nurrahman; Muhammad Bintang Aditya Azzami; Yudi Prastyo
Journal of Industrial Engineering Inspiration (JIEI) Vol 1 No 1 (2025): JIEI May 2025
Publisher : Yayasan Inspirasi Bermanfaat Selamanya / Inspirasi Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66152/jiei.v1i1.18

Abstract

Dalam industri manufaktur otomotif, kualitas produk menjadi faktor krusial yang menentukan daya saing dan kepuasan pelanggan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam pengendalian kualitas adalah Six Sigma, yang berfokus pada reduksi variasi proses dan peningkatan kapabilitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Six Sigma dalam mengendalikan kualitas proses injection molding pada produksi komponen otomotif di PT XYZ, serta mengevaluasi dampaknya terhadap efisiensi produksi dan tingkat cacat produk. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan Six Sigma berhasil mengurangi jumlah produk cacat secara signifikan, dari 4.8% sebelum perbaikan menjadi 2.62% setelah perbaikan, serta meningkatkan nilai perhitungan sigma dari 3.75σ sebelum perbaikan menjadi 3.98σ setelah perbaikan. Perbaikan ini berkontribusi pada peningkatan yield rate, optimalisasi efisiensi produksi, serta pengurangan pemborosan material. Selain itu, implementasi metode ini turut berperan dalam peningkatan kepuasan pelanggan melalui perbaikan mutu produk. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Six Sigma merupakan metode yang efektif dalam pengendalian kualitas proses injection molding, yang tidak hanya meningkatkan mutu produk tetapi juga efisiensi operasional. Dengan menekan variasi proses dan mengoptimalkan kapabilitas produksi, metode ini membantu perusahaan dalam mencapai standar kualitas yang lebih tinggi serta meningkatkan daya saing di industri manufaktur otomotif.
STRATEGI OPTIMALISASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MELALUI PENDEKATAAN ALWAYS BETTER CONTROL (ABC) DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA GUDANG PT XYZ Rizki Saputra; Suhendra; Yudi Prastyo
Journal of Scientech Research and Development Vol 7 No 2 (2025): JSRD, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v7i2.1515

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku berperan penting dalam menjaga kelancaran produksi dan efisiensi biaya pada perusahaan manufaktur. PT XYZ masih mengalami permasalahan persediaan berupa kelebihan dan kekurangan stok akibat belum optimalnya penentuan prioritas bahan baku dan jumlah pemesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku melalui penerapan metode Always Better Control (ABC) dan Economic Order Quantity (EOQ). Metode ABC mengklasifikasikan 11 jenis bahan baku dan menghasilkan 4 bahan baku kategori A sebagai prioritas pengendalian. Selanjutnya, metode EOQ diterapkan pada bahan baku kategori A untuk menentukan jumlah dan frekuensi pemesanan yang paling ekonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer dan sekunder yang bersumber dari sistem Enterprise Resource Planning (ERP) perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu menurunkan Total Inventory Cost (TIC) sebesar 32,1% atau Rp8.113.618 dibandingkan dengan metode perusahaan sebelumnya, sehingga pengendalian persediaan menjadi lebih efisien dan terkontrol.
PDCA-Based Improvement of Packing Systems to Reduce Double Handling and Downtime in Material Handling Operations Medi Humaedi; Amalina Putri Salsabila; Ridwan Setiawan; Ade Omar Hidayat; Yudi Prastyo
International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2026): July: International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering.
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmecie.v3i3.415

Abstract

An inefficient packing system can result in excessive material handling activities, increased downtime, and higher occupational safety risks. One of the major issues identified in manufacturing operations is double handling, which represents a non-value-added activity that negatively affects operational efficiency. This study aims to improve the packing system by reducing double handling activities, minimizing downtime, and enhancing workplace safety through the implementation of the Plan–Do–Check–Act (PDCA) methodology. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation of material handling activities in the production area. Root cause analysis was conducted using a Fishbone Diagram integrated within the PDCA framework to identify the factors contributing to inefficiencies in the existing packing system. Improvement actions included direct pallet utilization, workplace layout optimization, and the addition of towing equipment to facilitate material movement. The results demonstrated significant improvements, with handling activities reduced by 66.7%, handling time reduced by 86.7%, and downtime reduced by 75%. Furthermore, occupational safety risks decreased substantially due to the reduction of manual handling activities. Process capacity also improved, as indicated by the increase in handling frequency from 32 to 240 times per shift. The findings confirm that integrating PDCA with material handling optimization effectively improves operational efficiency, reduces waste, and enhances workplace safety. This study provides practical insights for manufacturing companies seeking to develop more efficient and sustainable packing systems.
Co-Authors Adam Maulana Irfan Ade Omar Hidayat Ade Setiawan Adhi Danar Dono AGUS SETIAWAN Agus Yoga Nafasa Aji Wijayanto Aldi Allaudin alfian, Edi Alvi Octavianto Alya Intan S. Amalina Putri Salsabila Anas Nurrahman Andhika Danisvara Andi Nugroho Andriyas Sugiarto Anggit Nur Fauzy Anugrah Ramadhani Hidayah Warman Arul, Arul Aulia Deswita Bintang Dermawan Bintang Rafly Aryansyah Chairul Alfatory Dava Septiawan Devito Syachputra Dhimas Ramdhanni Dimas Alam Firmansyah Dimas Hardiansyah Dionisius Tegar Cahyadi Faiz El Farisi Fajar Jumadil Fadillah Feriyansah Feriyansah Ferry Budi Firmansyah Hafid Yuhafidin Hanif Zulfi Fauzan Hilmi Rabbani Ferdi Hilmy Fauzi Hilmy Fauzy Intan Mutiara I. Irvan Firdaus Jimmy Alfaruqi Ramadan Juliansyah, Eko Lalang Dintara Lastri Sulastri Lintang Putri Yuansyah Mahendra Mahendra MD. Rafifallah Medi Humaedi Mochamad Refly Robiansyah Mualim soleh Muhamad Annur Muhammad Adha Zidane Syahputra Andry Muhammad Bintang Aditya Azzami Muhammad Daffa Ichsan Muhammad Naufal Herdian Muhammad Zidan Inprasepta Muslihun Muslihun Nandana Malik Prayata Naufal Fadli Efendi Nauval Fakhri Ardiansyah Rafli Alfariz Hadiansyah Ramadan, Gilang Ramadhani, Rizky Reyhandi Reza Aurora S Ridwan Setiawan Riska Anggun Sucianingrum Rizki Saputra Rizky Ramdani Miftahul Fadilah Shofiyaturrahmah Shofiyaturrahmah Sikus Wanda Silwa A. Suhendra Syafrian Eko Nugroho Syahrul Mubarok Taufiq Siamuddin Tio Ramadan Triana Ambarwati WIJAYANTO WIJAYANTO Yuni Anggita Putri Zharfan R. Ziqhi Nurrahman