Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Metode Pembelajaran PAI Untuk Mengatasi Kejenuhan Belajar Said Hardianza; Fatma Sari; Rusyaid; Rosdiana; Abdul Azis Khoiri
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): VOL 8 N0 1 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi penggunaan metode pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya mengatasi kejenuhan belajar siswa. Kejenuhan belajar belakangan menjadi tantangan serius dalam proses pembelajaran, khususnya pelajaran PAI, terutama ketika metode yang digunakan monoton dan tidak sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian pustaka (literature review) yang dianalisis secara sistematis dari berbagai jurnal ilmiah dan literatur primer dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil studi ini menunjukkan bahwa variasi dan optimalisasi metode pembelajaran seperti diskusi kelompok, simulasi praktik ibadah, pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan kontekstual, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan partisipasi, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Di samping itu, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran menjadi faktor penentu keberhasilan penerapan metode yang efektif dan adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi metode pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa secara psikologis dan pedagogis dapat meminimalkan kejenuhan dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Implikasinya, guru dan institusi pendidikan perlu berinovasi dalam merancang proses pembelajaran PAI yang menyenangkan dan kontekstual.
Metode Pengajaran Nabi Muhammad Saw Dalam Hadist : Study Tentang Pendidikan Karakter di Era Sekarang Husnul Khotimah Fadirubun; Siti Amina Agia; Rusyaid
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v5i2.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dengan menerapkan metode pengajaran Nabi Muhammad SAW dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter berperan sebagai benteng untuk membangun moral, empati, dan tanggung jawab, yang esensial di era modern. Tanpa pendidikan karakter, generasi muda berisiko tumbuh tanpa pemahaman nilai-nilai moral, kurang peduli terhadap orang lain, serta tidak menghargai perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan data terkait metode pengajaran Nabi Muhammad SAW dalam pendidikan karakter. Metode keteladanan (uswatun hasanah) yang beliau ajarkan mencakup integritas, kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab. Pendekatan yang penuh empati, pengajaran bertahap (tadarruj), dialog terbuka, dan pemberian apresiasi atas kebaikan menjadi landasan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral pada peserta didik. Penerapan metode ini dalam pendidikan modern tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang bijak, berempati, dan bertanggung jawab. Dengan meneladani metode pengajaran Nabi Muhammad SAW, pendidikan karakter dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Model Blended learning Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Khatipah; Rusyaid; Mutmainna; Mut’mainna, Tasya
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.210

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the blended learning model in Islamic Religious Education (PAI) at the elementary school level. The research was conducted at SDIT Al Izzah Sorong during the even semester of the 2020–2021 academic year, when face-to-face learning was still restricted due to the COVID-19 pandemic. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving the foundation board, school leaders, teachers, and parents. The findings show that blended learning was applied by combining offline and online instruction with a rotation system in which students were divided into two groups to comply with health protocols. PAI learning was carried out once a week for one lesson hour, covering the stages of planning, implementation, and evaluation in accordance with blended learning principles. Despite its potential to increase student engagement and maintain teacher–student interaction, several challenges emerged. Teachers encountered difficulties in adapting to the new model, developing creative instructional strategies, and supporting students who struggled with the material. Students experienced decreased learning motivation and boredom, while parents faced obstacles such as limited digital literacy, restricted financial resources for internet access or devices, and excessive involvement in completing their children’s assignments. These findings indicate that effective and sustainable blended learning requires enhanced teacher capacity, adequate technological support, and stronger collaboration between schools and parents.
Optimalisasi Peran Tokoh Masyarakat dan Kepala Kampung Dalam Pengabdian Berbasis Edukasi Pariwisata Kampung Malaus: Pengabdian Friska Putri Purwitasari; Syifaul Fauziah; Nur Khozin Wahyu Hidayatullah; Andi Fachry Army Saputra; Muhammad Royhan Al-Kais; Siti Fatimah Azzahra; Nila Amanda Dinilah; Aryadhy; Ahmad Taufik Hidayah; Rusyaid; Ashari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4151

Abstract

This community service research aims to optimize the role of local leaders and the Village Head in strengthening community-based tourism education in Malaus Village. The initiative responds to the limited tourism literacy among residents and the lack of effective coordination within local leadership in developing the village dam as both an educational and recreational site. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation involving the village head, RT/RW leaders, fish-cage managers, youth groups, and community members as key informants. The findings reveal that local leaders act as social facilitators who successfully mobilize community participation, while the Village Head provides policy legitimacy and structured direction for tourism development. Student involvement serves as a catalyst that enhances practical educational activities, including site cleaning, environmental arrangement, and digital content training for local youth. The results indicate that the success of tourism education is strongly influenced by active local leadership, community social capital, and synergy among village stakeholders.
Analisis Fase-Fase Pendidikan Anak dalam Perspektif Hadist Sunan Abu Dawud No 418 Ahzamy, Faris; Fikamalina, Azkia; Rusyaid
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1473

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan anak dalam Islam memiliki landasan normatif yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad saw., salah satunya hadis Sunan Abu Dawud No. 418 yang memberikan panduan pendidikan shalat dan adab anak secara bertahap. Hadis ini relevan untuk dikaji secara mendalam dalam konteks perkembangan anak dan tantangan pendidikan modern. Tujuan Penelitian: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fase-fase pendidikan anak dalam perspektif hadis Nabi dengan fokus pada pembiasaan shalat pada usia tujuh tahun, pemberian disiplin pada usia sepuluh tahun, serta pemisahan tempat tidur sebagai bentuk pendidikan adab dan karakter. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan naratif-integratif, mengkaji sumber primer berupa hadis dan syarahnya, serta sumber sekunder yang meliputi literatur psikologi perkembangan anak dan kajian pendidikan Islam kontemporer. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tersebut memuat kerangka pendidikan bertahap (tadarruj) yang sejalan dengan teori perkembangan modern, seperti Piaget, Erikson, dan Vygotsky. Hadis ini merepresentasikan tiga fase pendidikan anak yang mencakup dimensi spiritual, moral, sosial, dan kognitif. Implementasi pendidikan shalat dalam konteks modern memerlukan adaptasi dengan tantangan era digital, perubahan pola asuh keluarga, serta prinsip perlindungan anak, sehingga pendekatan disiplin positif, keteladanan, dan dialog edukatif lebih relevan dibandingkan penerapan instruksi secara literal. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara perspektif hadis Nabi, teori psikologi perkembangan, dan konteks pendidikan modern mampu melahirkan model pendidikan Islam yang komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter anak secara holistik
Educational Materials from the Perspective of the Prophet's Hadith Najwa Nur Fatimah; Rusyaid; Munira Wamu; Faris Ahzamy
Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aslim.v2i3.88

Abstract

Islamic education is a comprehensive system that emphasizes the balance between intellectual development, moral cultivation, and spiritual formation. This study explores the educational values (tarbawi) contained in the Prophet Muhammad’s hadith, particularly the narration of Ibn Abbas, as a fundamental guide for shaping character and ethical behavior in learners. Using a qualitative approach through library research, this study analyzes relevant literature on Islamic education, authentic hadith texts, and scholarly interpretations related to educational principles within Islamic teachings. The findings indicate that the hadith teaches essential concepts such as maintaining a strong relationship with Allah, practicing reliance (tawakkul), and understanding divine decree as core foundations of spiritual education. These values remain highly relevant in modern educational contexts, where intellectual achievements often overshadow moral and spiritual dimensions. The integration of tarbawi principles into contemporary education can foster individuals who are not only intellectually capable but also morally grounded, spiritually conscious, and equipped with noble character. This study highlights the importance of embedding Islamic values in educational processes to develop holistic and balanced human beings.
Freedom to Learn in Perspective Al-Quran and Hadith Rusyaid; Darnanengsih; Triyana
Journal of Islamic Education Research Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teaching Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v3i2.253

Abstract

This article explains in a simple way related to the freedom of learning offered by the Minister of Research, Technology, and Higher Education and will relate it to the Al-Quran and Hadith. In this study, the author uses the method of library research or library research by using literature related to the concept of self-study from the perspective of Al-Quran and Hadith. While the research approach used is a qualitative approach with descriptive methods. The study results show that the freedom of learning promoted by Nadiem Makarim has been implemented in Islam for a long time. This result is proven by referring to the Al-Quran and Hadith, which is very clear. There are several verses in the Qur'an and Hadith that explain the freedom of learning; each example of this proof is as stated in the Qur'an Surah Al Baqarah verse 31 and Hadith narrated by Bukhari and Muslim.