Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA MASSA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Liberty Barokah; Dewi Zolekhah
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.01, JUNI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i01.329

Abstract

Liberty Barokah 1) Dewi Zolekhah 2) 1), 2) Prodi Kebidanan (D-3) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani YogyakartaE-mail: aleafeda12@gmail.comABSTRAKPerkawinan usia anak sering menimbulkan dampak buruk terhadap status kesehatan, pendidikan, ekonomi, keamanan anak perempuan, dan bagi masyarakat. Pengetahuan sangat penting untuk dijadikan sebagai pemahaman remaja putri untuk dapat menjaga dan merawat kesehatan reproduksinya. Keterpaparan seseorang kepada informasi dapat merubah pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dimiliki seseorang. Semakin banyak sumber informasi yang didapatkan maka semakin banyak pengetahuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan media massa dengan tingkat pengetahuan dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMK Ma’arif Ponjong Gunung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampel dengan jumlah sampel sebanyak 54. Analilis data univariat menggunakan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa media massa yang paling banyak digunakan adalah internet yaitu sebanyak 54 (100%), tingkat pengetahuan siswa tentang dampak psikologis sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 39 (72,2%), tingkat pengetahuan tentang dampak biologis dalam kategori sedang sebanyak 30 (55,56%), dan tingkat pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 26 (48,14%). Hasil analisis data didapatkan  nilai p (0,033 < 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media massa dengan tingkat pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi. Siswa dapat memanfaatkan media massa untuk banyak mencari informasi yang positif khususnya kesehatan reproduksi.Kata Kunci : Media Massa, Pengetahuan, Kesehatan ReproduksiRELATIONSHIP OF THE USE OF MASS MEDIA WITH THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF EARLY MARRIAGE IMPACT ON REPRODUCTIVE HEALTHABSTRACTTeen  marriage Often has a negative impact on the status of health, education, economy, security of girls, and for the community. Knowledge is very important to be used as an understanding of young women to be able to maintain and care for their reproductive health.  A person's exposure to information can change a person's knowledge, attitudes, and behavior. The more sources of information obtained, the more knowledge they have.  The purpose of this research was to determine the correlation between the use of mass media and the level of knowledge of the impact of early marriage on reproductive health in SMK Ma'arif Ponjong Gunung Kidul. This research is an analytical survey with a cross sectional approach. Sampling uses a total sample technique with a total sample of 54 respondents. Univariate data analysis using percentage and bivariate analysis using Chi Square test. Research results showed that the most used mass media is the internet as much 54 (100%), the level of students' knowledge about the psychological impact was mostly in the good category as much as 39 (72.2%), the level of knowledge about biological impacts in the medium category was 30 (55.56%), and the level of knowledge about the impact of early marriage on reproductive health mostly in the good category as many as 26 (48.14%). The results of data analysis obtained p value (0.041 <0.05) means that there is a significant relationship between the use of mass media and the level of knowledge about the impact of early marriage on reproductive health. Students can use mass media to find a lot of positive information, especially reproductive health. Keyword : Mass Media, Knowledge, Reproductive Health
Pengaruh Continuity of Care Terhadap Persalinan: The Effect of Continuity of Care on Childbirth Liberty Barokah; Silvia Ari Agustina; Dewi Zolekhah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.442 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2102

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan, persalinan nifas, dan neonatus pada umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, tetapi kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus yang semula fisiologis berkembang menjadi keadaan patologis dan dapat mengancam jiwa ibu serta bayi. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal, ibu hamil sampai dengan nifas membutuhkan pendampingan secara terus menerus. Pelayanan kebidananan secara COC (Continuity of Care) merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan antara seorang klien dan bidan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Continuity of Care terhadap kesehatan ibu bersalin di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan pendampingan secara berkesinambungan dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 208 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 104 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney. Hasil: Dari total responden 240 ibu bersalin, diketahui bahwa sebagian besar umur ibu adalah 20-35 tahun (74,6%), terdapat 46 (19,2%) ibu melahirkan dengan SC, dan 77 (32,1%) ibu mengalami komplikasi dan tanda bahaya persalinan. Komplikasi dan tanda bahaya yang terbanyak adalah KPD (Ketuban Pecah dini yaitu 37 ibu bersalin (15,4%). Hasil uji beda didapatkan nilai p=0,029. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ho ditolak, ada perbedaan yang signifikan antara komplikasi persalinan antara kelompok yang diberi asuhan berkesinambungan dengan yang tidak diberikan asuhan berkesinambunganPenelitian ini menyimpulkan bahwa Continuity of care terbukti berpengaruh terhadap kesehatan ibu bersalin, dengan resiko saat bersalin bisa di minimalkan karena jika ada kelainan sudah bisa terdeteksi dari awal sebelum persalinan.