Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA MODEL ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN TAMAN KOTA KABUPATEN BANYUWANGI Nunuk Nurchayati; Fuad Ardiyansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 4 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.446 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v4i02.1626

Abstract

Penelitianfanalisaf model arsitektur inik dilakukan di taman kota Kabupaten iBanyuwangi, tepatnya di taman kota Sayu Wiwit, Sritanjung dan Blambangan. Tujuannya untuk mengetahuig model-model arsitekturfpohonbyangi ditanamj di kawasan taman kota, sehingga kedepannya dapan melakukan prediksi tanaman yang tepat untuk kebutuhan paru-paru kota. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati pola percabangan pohon dan mendeskripsikannya ke dalam golongan model arsitekturnya. Arsitektur dari pertumbuhan tanaman adalah gambaran morfologi pada suatu fase4tertentu5darigrangkaian gpertumbuhan upohon. Arsitektektur pohon memiliki sifat yang dinamis, karena setiap tumbuhanh akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Model arsitektur pohon dapat digunakan sebagai data tambahan dalam membedakan antar jenis pohon. Hasil dari proses penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 spesies pohon yang digunakan sebagai peneduh. Semua jenis yang ditemukan tersebut tergabung dalam 13 Famili. Masing-masing tanaman menunjukkan model arsitektur troll, aubreville, corner, raux, massart, rauh, campagnat, kwan koriba.
KELIMPAHAN RELATIF DAN SIMILARITAS KELAS GASTROPODA WILAYAH ESTUARI MANGROVE KECAMATAN MUNCAR BANYUWANGI FIYA MAGHFIROH; FUAD ARDIYANSYAH; HASYIM AS'ARI
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2493

Abstract

Wilayah estuari mangrove mrupakan sebuah kawasan ekosistem yang khas dan berdekatan dengan hutan mangrove sehingga memiliki karakteristik air payau dan daratan berlumpur. Terbatasnya informasi mengenai kelimpahan dan similaritas Gastropoda yang ada diwilayah estuari mangrove di kecamatan Muncar Banyuwangi, mendorong peneliti untuk melakukan pendahuluan penelitian dengan Tujuan yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan kelas Gastropoda di wilayah estuari mangrove kecamatan Muncar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 juli-27 juli 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan membuat 3 stasiun yang berukuran 10×10 m2, dalam plot tersebut didalamnya terdapat 5 sub plot yang berukuran 1×1 m2. Berdasarkan pengamatan di ketiga stasiun pada wilayah estuari mangrove Kawang ditemukan 9 jenis spesies Gastropoda yang menunjukkan kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada spesies Melanoides Requeti, Cerithidea cingulata, Nerita Balteata dan Nerita planospira. Berdasarkan pengamatan di ketiga stasiun pada wilayah estuari mangrove Kili-kili ditemukan 10 jenis spesies Gastropoda yang menunjukkan kelimpahan spesies tertinggi terdapat pada spesies Sphaerassiminea miniata,Nerita planospira, Cerithidea cingulata, Nerita undata. Berdasarkan kesamaan (similaritas) pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 berkisar antara 70-90%. Kesamaan (similaritas) mangrove Kili-kili stasiun 1,stasiun 2 dan stasiun 3 berkisar antara 30-50%.
Keanekaragaman Jenis dan Similaritas Gastropoda Mangrove Pada TN Baluran dan TN Alas Purwo Fuad Ardiyansyah; Lina Susanti; Hendri Budiawan
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i1.8576

Abstract

Keanekaragaman hayati memiliki manfaat baik secara ekologi, ekonomi, dan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan salah satunya gastropoda mangrove. Diketahui TN Alas Purwo dan TN Baluran sama-sama memili vegetasi mangrove yang masih alami, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenai bagaimana keanekaragaman jenis gastropoda dan juga indeks similaritas kedua Taman Nasional tersebut terkait keberdaaan dan kesamaan jenis gastropoda. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunkan purposive sampling dengan teknik pengambilan gasris transek menggunakan plot berukuran 2´2m2. Hasil penelitian didapatkan Keanekaragaman jenis pada Blok Jati Papak TN Alas Purwo terdapat 19 spesies, sedangkan pada Pantai Bama TN Baluran terdapat 21 spesies. Indeks similaritas pada kedua Taman Nasional tersebut dikatagorikan tinggi di stasiun 1 dan 3 (85%); stasiun 2 dan 3 (82%) TN Alas Purwo dan katagori tinggi di stasiun 2 dan 3 (72%) TN Baluran dan sangat tinggi pada stasiun 1 dan 2 (97%) TN Alas Purwo; sangat tinggi di pada stasiun 1 dan 2 (98%); stasiun 1 dan 3 (95%) TN Baluran.
KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN KAWASAN MANGROVE PULAU SANTEN BANYUWANGI Riatul Fila; N. Nurchayati; Fuad Ardiyansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 2 No 01 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.797 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v2i01.373

Abstract

Plankton merupakan suatu organisme yang hidup dengan cara mengapung di permukaan air mengikuti gelombang. Plankton sendiri memiliki kekurangan dalam kemampuan untuk berenang, sehingga gerakannya mengikuti gelombang. Plankton diklompokkan menjadi dua yaitu phytoplanktons dan zooplanktons. Fitoplankton memiliki fungsi penting di perairan. Fungsi mereka tidak hanya sebagai produsen utama tetapi mereka juga sebagai kontrol kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan keanekaragaman mangrove vegetasi fitoplankton yang ada di Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April hingga Agustus 2016. Sampel diambil dengan menggunakan metode pusposive sampling, dengan membagi area menjadi 3 stasiun. Stasiun 1 terletak di dekat penduduk sipil, stasiun 2 terletak di tengah perairan, dan stasiun 3 di dekat area hutan bakau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 Gen fitoplankton, Chlorella, Eulena, Amphora, Oscillatoria, dan Nitzschia. Chlorella termasuk dalam Chlorophyceace classis, Euglena di Euglenidae, Oscillatoria di Chyanophyceae, Amphora dan Nitzschia di Bacillariophyceae. Keragaman ini didominasi oleh keberadaan Chlorella yang menentukan dalam kekayaan indec 64000 ind / L. Genus Nitzschia dan Amphora ditemukan di setidaknya 160 ind / L. Keragaman fitoplankton sangat dipengaruhi oleh pengukuran lingkungan, seperti suhu air, Ph, salinitas, intensitas cahaya, dan DO. Kata kunci: Keanekaragaman, Fitoplankton, mangrove, Pulau Santen
KEANEKARAGAMAN SPESIES KELAS GASTROPODA PADA HUTAN MANGROVE PANTAI BAMA TAMAN NASIONAL BALURAN Hendri Budiawan; Fuad Ardiyansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.609 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v3i2.948

Abstract

Kawasan Mangrove Pantai Bama adalah salah satu kawasan yang menjadi area konservasi Taman Nasional Baluran. Terbatasnya informasi mengenai Keanekaragaman Gastropoda di Hutan Mangrove Pantai Bama Taman Nasional Baluran tepatnya di area mangrove Kelor-Manting hal ini yang mendorong peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman Gastropoda di daerah tersebut. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi Gastropoda yang ada di Hutan Mangrove Pantai Bama Taman Nasional Baluran. Penelitian dilakukan pada tanggal 10 Maret-9 April 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dibagi menjadi 3 stasiun dengan jarak tiap stasiun 200 m dan dengan luas tiap stasiun 450 m2. Setiap stasiun dibagi menjadi 3 garis transek jarak tiap garis transek 30 m, dalam satu garis transek terdapat 10 plot berukutan 2 × 2 m2. Berdasarkan pengamatan di 3 stasiun diperoleh Gastropoda 16 famili dengan 20 genus dan 21 spesies. Keanekaragaman (Hˊ) Gastropoda pada tiap stasiun 2.7589-2.8384 yang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai keanekaragaman sedang. Dominansi (C) gastropoda pada setiap stasiun 0.0653-0.0743 yang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai indeks Dominansi rendah.
STUDI ETNOBOTANI DAN UPAYA KONSERVASI TANAMAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL PERAWATAN WANITA DI SUKU USING KABUPATEN BANYUWANGI Norma Nur Azizah; Fuad Ardiyansyah; N. Nurchayati
JURNAL BIOSENSE Vol 2 No 02 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.67 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v2i02.962

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanaman-tanaman obat yang digunakan Sebagai Pengobatan Tradisional Perawatan Wanita di Suku Using Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah responden yaitu 390 orang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan teknik survei lapangan dan wawancara dari narasumber yang berprofesi sebagai pembuat jamu, dukun bayi dan masyarakat suku Using. Data yang diambil meliputi data keanekaragaman tanaman obat. Bagian tanaman obat, sumber perolehan tanaman obat dan data tingkat pengetahuan masyarakat suku Using terhadap penggunaan tanaman obat sebagai perawatan wanita.Hasil penelitian yang didapat dari responden masyarakat Suku Using di Kabupaten Banyuwangi terdapat 25 spesies tanaman obat dari 10 famili yang digunakan sebagai pengobatan tradisional perawatan wanita. Famili Zingiberaceae merupakan famili yang paling banyak digunakan. Bagian-bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan pengobatan perawatan wanita yaitu daun, rimpang, umbi, biji dan bunga. Masyarakat suku Using memperoleh tanaman obat dari kebun.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS RUMPUT (POACEAE) DI SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN Fajar Tri Anggara; Fuad Ardiyansyah; Agus Sufajari; N. Nurchayati
JURNAL BIOSENSE Vol 3 No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.196 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v3i1.966

Abstract

Rumput merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh dan hidup hampir di seluruh daerah terbuka atau terlindung baik di daerah tropis maupun sub tropis. Pada savana Bekol Keberadaan rumput saat ini tervinsasi oleh A. nilotica. Lokasi penelitian dilakukan di savana Bekol Taman Nasional Baluran. Waktu penelitian pada tanggal 12 Maret-16 Maret 2020. Metode untuk pencuplikan data struktur vegetasi Poaceae menggunakan metode purposive sampling dengan membagi wilayah menjadi tiga stasiun. hasil penelitian. Pada penelitian yang dilakukan di savana Bekol Taman Nasional Baluran didapatkan hasil 7 spesies Poaceae yaitu: Brachiaria reptans, Sclerachne punctata, Paspalum conjugatum, Polytrias amoura, Dichanthium caricosum, Themeda arguens, Rottboellia exaltata. Kemudian terdiri dari 7 genus yaitu: Brachiara, Paspalum, Polytrias, Dichanthium Willem, Themeda Forssk, Rottboellia. Pada ketiga stasiun penelitian di savana Bekol memiliki keanekaragaman yang sama yaitu sama-sama sedang Poaceae nya. Dengan rata-rata keseluruhan sebesar 1,68. Sclerachne punctata menduduki urutan teratas dengan INP diatas 80%. Ini berarti Sclerachne punctata mempunyai tingkat pengguasaan tertinggi. Jenis spesies yang mempunyai nilai indeks penting (INP) tertinggi dapat digunakan untuk menentukan penamaan bentuk struktur komunitas. Dengan demikian struktur komunitas savana Bekol Taman Nasional Baluran dapat diberi nama dengan vegetasi Sclerachne punctata. Karena spesies Sclerachne punctata paling mendominasi dari seluruh stasiun penelitian.
KEANEKARAGAMAN KELAS BIVALVIA DI HUTAN MANGROVE PANTAI BAMA TAMAN NASIONAL BALURAN Syaiful Bahri; Tristi Indah Dwi Kurnia; Fuad Ardiyansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 3 No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.197 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v3i1.967

Abstract

Bivalvia (kerang-kerangan) adalah biota yang biasa hidup menetap di dalam substrat dasar perairan. Bivalvia memiliki nilai penting di dalam ekosistem air laut. Secara ekologis Bivalvia dikategorikan sebagai biota penting penyusun suatu ekosistem karena Bivalvia bersifat filter fideer sehingga Bivalvia mampu menyaring bahan-bahan organik yang ada di dalam perairan Penelitian dilakukan di Hutan Mangrove Pantai Bama Taman Nasional Baluran pada bulan Maret-September 2020 dengan metode Purposive sampling dan tehnik Pengambilan sampel dibagi menjadi 3 stasiun dengan jarak tiap stasiun 200 m dan dengan luas tiap stasiun 450 m2. Setiap stasiun dibagi menjadi 3 garis transek jarak tiap garis transek 30 m, dalam satu garis transek terdapat 10 plot berukutan 2 × 2 m2.. Dari hasil penelitian didapatkan peroleh 8 Famili 9 Genus dan 9 Spesies, diantanya yaitu: Famili Arcidae, Mactridae, Mytilidae, Veneroidae, Placunidae, Ostreidae, Tellinidae dan Pinnidae. Adapun 9 Genus yang ditemukan diantaranya: Anadara, Barbatia, Spisula, Modiolus, Periglypta, Placuna, Saccostrea, Tellina dan Pinna, sedangkan 9 Spesies yang di temukan yaitu: Anadara granosa, Barbatia Barbata, Spisula solida, Modiolus barbatus, Periglypta poerpera, Placuna Placenta, Saccostrea cucullata, Tellina timorensis, Pinna Nobilis.Total keseluruhan Bivalvia Mangrove yang diperoleh yaitu 628 individu, indek keanekaragaman di seluruh stasiun mempunyai rata-rata Hˊ= 1,66 dengan katagori sedang, sedangkan indeks dominansi di semua Stasiun mempunyai rata-rata C= 0,22. Maka indeks dominansi di katagorikan rendah,
INVENTARISASI SERANGAN HAMA KUTU PUTIH (Mealybug) PADA TANAMAN SINGKONG DI KECAMATAN ROGOJAMPI DAN SINGOJURUH Syofi Atusholihah; Setiarina Diah Etika Maharatih; Ardiyansyah Fuad
JURNAL BIOSENSE Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.842 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v3i2.1156

Abstract

Kutu putih Phenacoccus manihoti Matile-Fererro (Hemiptera: Pseudo-coccidae) merupakan hama yang paling banyak menimbulkan kerusakan pada pertanaman singkong. Kabupaten Banyuwangi khususnya di Kecamatan Rogojampi dan Singojuruh belum pernah dilaporkan mengenai jenis-jenis hama kutu putih yang menyerang pertanaman singkong, hal ini disebabkan karna belum adanya laporan petani tentang pengurangan produksi akibat hama kutu putih dan juga petani belum menyadari akan dampat serangan hama kutu putih pada tanaman singkong. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian dilakukan selama dua bulan yaitu pada bulan Mei sampai Juni 2018 di Kecamatan Singonjuruh dan Rogojampi di kebun warga sekitar. Analisis data meliputi keanekaragaman spesies, penentuan kerusakan mutlak, dan kelimpahan jenis. Hasil menunjukan ditemukan spesies Paracoccus marginatus dan Ferrisia virgata. keanekaragaman spesies di Kecamatan Rogojampi Hˊ= 0.725 dengan kategori rendah, sedangkan pada Kecamatan Singojuruh memiliki total indeks keanekaragaman Hˊ = 0,022 kategori rendah. Kelimpahan jenis kutu putih di Kecamatan Rogojampi dan Singojuruh didominasi oleh jenis Paracoccus marginatus dengan nilai kelimpahan 1.956 individu di Rogojampi dan 2.390 individu di Singojuruh. Kerusakan mutlak yang disebabkan oleh serangan kutu putih yang ditemukan di Kecamatan Rogojampi pada jenis Paracoccus marginatus adalah 0,602 dan pada jenis Ferrisia virgate yaitu 0,771. Total kerusakan mutlak tanaman singkong yang ada di kecamatan Rogojampi adalah 1,373% angka tersebut menunjukkan kerusakan sedang pada tanaman singkong. Untuk diwilayah kecamatan singojuruh menunjukkn total kerusakan mutlak tanaman singkong yaitu berjumlah 1,281 angka tersebut menunjukkan kerusakan sedang pada tanaman singkong.
Hubungan Kepadatan Nerita undata dengan Tipologi Mangrove di Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Sujatmiko Arif Rafi; Ridho Rosyid; Fuad Ardiansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.822 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v3i2.1158

Abstract

Gastropoda Nerita undata merupakan salah satu spesies yang memiliki ingsang dan operculum dari famili neritidea, gastropoda ini merupakan gastropoda umum yang ditemukan di vegetasi hutan mangrove Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo, gastropoda ini hidup berkelompok dengan membebentuk koloni sebagai komunitas yang mendiami hutan mangrove dengan populasi yang beragam dan berada dalam jumlah besaran dan kondisi yang berbeda pula. Mangrove dapat mengakumulasikan material organik yang terbawa oleh aliran air, sehingga terjadi adanya sedimentasi yang kemudian oleh gastropoda untuk tempat mencari makan, dan habitat tempat tinggal. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Untuk mengetahui kepadatan Nerita undata pada hutan mangrove Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo; (2)Untuk mengetahui indeks nilai penting hutan mangrove di Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo; (3)Untuk mengetahui keterkaitan kerapatan mangrove dengan kepadatan Nerita undata pada hutan mangrove Resort Kucur Taman Nasional Alas Purwo.Metode yang digunakan dalam pengambilan data vegetasi mangrove yaitu dengan metode transek plot, pada tiap transek masing-masing dibuat plot dengan ukuran 20m×20m untuk pohon, kemudian didalam plot tersebut dibuat plot yag lebih kecil berukuran 10m×10m untuk tregakan pancang, dan didalam plot ini dibuat lagi plot berukuran 5m×5m untuk ukuran tiang. Hubungan kepadatan Nerita undata di vegetasi hutan mangrove resort kucur taman nasional alas purwo menununjukan bahwa hubungan antara kerapatan vegetasi mangrove dengan kepadatan Nerita undata menunjukan dengan nilai R2 =1. Hal ini menujnukan bahwa kenaikan kerapatan jenis mangrove diikuti oleh tingginya kepadatan Nerita undata sehingga kerapatan vegetasi mangrove seperti jenis mangrove Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata juga berpengaruh terhadap keberadaanya.