Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Identifikasi Keberadaan Mikroplastik pada Insang dan Pencernaan Barbodes binotatus Di Sungai Kalilo Pengantigan Banyuwangi Ardiyansyah, Fuad; Kurnia, Tristi Indah Dwi
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3349

Abstract

Mikroplastik merupakan potongan atau serpihan plastik berukuran kecil <5mm yang berpotensi mengancam kesehatan maupun lingkungan. Keberadaan dari mikroplastik ini sangat berpotensi terakumulasi pada organ ikan utamanya dari jenis Barbodes binotatus yang ditangkap dari perairan sungai Kalilo. Meningkatnya jumlah penduduk berpotensi dalam pencemaran mikroplastik yang kemudian terakumulasi pada organ insang maupun saluran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis mikroplastik yang terakumulasi pada insang dan saluran pencernaa dari ikan Barbodes binotatus yang ditangkap dari sungai Kalilo Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di bulan Agustus-September. Metode yang digunakan bersifat purposif sampling ditujuh titik pengamatan dengan didapatkan 14 individu untuk diambi organ insang maupun saluran pencernaannya. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini didapatkan tiga jenis mikroplastik yaitu fragment, fiber, dan film. Sedangkan pada saluran pencernaan didapatkan empat jenis mikroplastik dari jenis fragment, fiber, granul dan film. Untuk kelimpahan tertinggi didapatkan dari saluran pencernaan yaitu sebesar mikroplastik 7,34 partikel/gr, sedangkan pada organ insang hanya didapatkan kelimpahan 2,47 partikel/gr.
RESPON MORFOLOGIS DAN FISIOLOGIS BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.) DENGAN PAPARAN RETARDANT Wijayanti, Sri; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Ardiyansyah, Fuad; As'ari, Hasyim; Malis, Eko
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3834

Abstract

Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan tanaman hias dengan aroma yang khas dan cukup populer dikalangan masyarakat. Potensi permintaan bunga sedap malam yang tinggi, membuat tanaman bunga sedap malam banyak dibudidayakan pada area lahan terbuka yang luas. Namun pada beberapa tahun terakhir permintaan bunga sedap malam tidak hanya diminati dalam bentuk bunga potong dan tabur melainkan juga dalam bentuk bunga pot. Cara mendapatkan bentuk sebagai bunga hias pot dengan pemberian zat pengatur tumbuh retardant. Penelitian ini mengunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali ulangan 5 perlakuan 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kosentrasi retardant pada respon morfologis hanya berpengaruh nyata pada jumlah kuntum bunga, sedangkan pada respon fisiologis hanya berpengaruh pada pigmen daun. Kosentrasi retardant diberikan hingga 400 ppm masih belum mendapatkan hasil yang optimum.
STUDI ETNOBOTANI KEANEKARAGAMAN TANAMAN PANGAN SEBAGAI REFERENSI KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT USING BANYUWANGI Susanti, Erni Duwi; Nurchayati, N.; Ardiyansyah, Fuad; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Anam, Khoirul
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3848

Abstract

Etnobotani merupakan interaksi antara masyarakat, lingkungan, dalam pemanfaatan tumbuhan, keanekaragaman tanaman yang dimanfaatkan mampu mengatasi kondisi ketahanan pangan. Jenis penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk mengetahui tanaman pangan sebagai referensi ketahanan pangan masyarakat suku Using di Banyuwangi. Adapun metode yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan wawancara semiterstruktur dengan keterlibatan aktif peneliti dalam kegiatan masyarakat. Penelitian dilakukan di lima kecamatan yaitu kecamatan Glagah, kecamatan Giri, kecamatan Singojuruh, kecamatan Kabat, dan kecamatan Rogojampi. Hasil penelitian yaitu terdapat 40 jenis tanaman pangan yang digunakan masyarakat suku Using. Dari 40 jenis tanaman pangan terdapat 10 jenis tanaman dengan prosentase tertinggi yaitu diperoleh presentase padi 11%, bawang merah 11%, bawang putih 11%, cabai 11%, kelapa 10%, kunyit 8%, ubi jalar 10%, ubi kayu 10%, asam 10%, dan pisang 8%. Tanaman pangan terdiri dari kategori bahan pangan utama, bahan pangan tambahan, rempah-rempah, dan polong-polongan. Tanaman pangan masyarakat suku Using dapat dijadikan daya dukung ketahanan pangan karena mudah ditemukan, dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Upaya konservasi yang dilakukan masyarakat yaitu dengan menanam tanaman pangan di lingkungan pekarangan rumah dan persawahan.
KELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI ZOOPLANKTON DI PERAIRAN PULAU SANTEN BANYUWANGI Sartika, Nanik; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; Ardiyansyah, Fuad; Meilana, Yuristya Kayumi
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3851

Abstract

Pulau Santen yang menjadi tempat wisata merupakan salah satu bentuk kawasan mangrove yang menjadi rumah bagi banyak organisme hidup. Salah satu organisme yang ada di dalam air yaitu Zooplankton yang berfungsi sebagai konsumen bahan organik di dalam air. Kelimpahan dan pola sebaran zooplankton sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan dan menggambarkan kualitas suatu lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2016 di perairan Pulau Santen Banyuwangi. Identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Shrimp Club Indonesia (SCI) Karangharjo Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yang dilakukan secara sistematis pada area yang telah ditentukan. Hasil penelitian di perairan Pulau Santen Banyuwangi, ditemukan 13 jenis zooplankton yaitu Acartia bifilosa, Tortanus Derjugini, Copepoda naplius, Echinocamptus hiemalis elongates, Polychaeta, Microstella sp., Temaro sp., Brachyura larvae, Oithana sp., Labidocera pavo, Alpheida, Lecane papuana, dan Ostrocoda. Kelimpahan zooplankton tertinggi pada stasiun 1 dimiliki Acartia bifilosa dengan nilai 1277 individu/l, pada stasiun 2 larva Bracyura dengan nilai 480 individu/l, sedangkan kelimpahan ketiga stasiun dimiliki Oithana sp. dengan nilai 797 individu/l. Kelimpahan zooplankton pada setiap stasiun berbeda-beda, diduga karena ketersediaan fitoplankton sebagai makanannya berbeda-beda pula. Pola penyebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi secara keseluruhan dari 13 jenis zooplankton yaitu, hasil yang didapatkan pada penelitian relatif datar secara acak. Pola penyebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi didukung oleh pH, kecerahan dan suhu.
DINAMIKA HARIAN PLANKTON DI TELUK PANGPANG BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIOAL ALAS PURWO Nasuka, Nurul Alfiyatun; As’ari, Hasyim; Kurniawan, Ridho; Ardiyansyah, Fuad; Nurmasari, Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3852

Abstract

National Park Alas purwo is one the conservation areas have a fairly extensive mangrove forest and one of them is the area Bay Pangpang Blok Jati Papak. Mangrove forest have many functions that many marine organisms that occupy the regions one of the region one of which is plankton. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. This study aims to determine the abundance and dynamics of plankton daily in at Bay Pangpang Block Jati Papak Nasional Park Alas Purwo. This study was conducted in May-June, 2016. The method used in this research is purposive sampling to determine the point where the (station), and sampling performed every 2 hours over a period of 24 hours. Abiotic parameters include measurements temperature, pH and light penetration. The research found that 13 spec Nitzchia sp, Oedogonium sp, Vaucheria sp, Eretmocaris, Dracia moluska, Amfipod, Micracia, Glaucothoe peroni, Candacia truncata, Candacia curta, Subbeucalamus crassus, Candacia bradi dan Undinula vulgaris. The highest abundanc species of phytoplankton that Nitzchia sp, while the highest abundance of zooplankton that is Candacia truncata species. The highest dynamics of plankton occurs at the time of sampling 07.00 dean in the number of species found are 7 to fotoplankton species and 16 species of zooplankton.
Iktiofauna Sungai Perkotaan Kalilo Pengantigan Banyuwangi Ardiyansyah, Fuad; Tristi Indah Dwi Kurnia; Siti Rohmawati
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.9936

Abstract

Sungai Kalilo merupakan aliran sungai perkotaan dimana kualitas airnya mengalami mengalami tekanan akibat aktivitas manusia. Sampai saat ini belum pernah dilakukan kajian tentang iktiofauna pada aliran sungai Kalilo Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji komposisi ikan air tawar di sungai Kalilo Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di bulan Juli 2023 dengan menentukan tujuh titik sampling pengamatan. Metode yang digunakan menggunakan purposive sampling dengan memilih sampel secara sengaja berdasarkan karakteristik tertentu. Didapatkan tiga spesies dengan jumlah total 35 individu. Tiga spesies tersebut diantaranya Barbodes binotatus, Rasbora lateristriata, dan Oxyeleotris urophthalmus. Jumlah individu terbanyak didapatkan dari jenis Barbodes binotatus 31 individu (88%), sedangkan jumlah individu paling sedikit dari spesies Rasbora lateristriata 3 inividu (3%) dan Oxyeleotris urophthalmus 1 individu (3%). Di tinjau dari status IUCN (International Union for Conservation of Nature) tiga spesies tersebut dikelompokkan menjadi tiga kriteria LC, VU, DD. Least Concern (LC) dari spesies Barbodes binotatus, Rentan Vulnerable (VU) dari spesies Rasbora lateristriata, kurang informasi Data Deficient (DD) dari spesies Oxyeleotris urophthalmus.
Identifikasi Kekerabatan Berdasarkan Karakter Sisik pada Wader Bintik (Barbodes binotatus) dan Wader Pari (Rasbora argyrotaenia) As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad; Arini, Vhita Syukrya
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i1.15014

Abstract

Indonesia memiliki perairan air tawar yang luas, mencapai 141.690 hektar. Hal tersebut mendukung keanekaragaman spesies ikan air tawar yang sangat tinggi, dengan 1.700 spesies telah ditemukan, dimana 1.258 spesies tercatat dalam database FishBase dan 442 spesies lainnya belum teridentifikasi dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekerabatan pada ikan wader bintik (B. binotatus) dan wader pari (R. argyrotaenia) melalui karakteristik sisik ikan secara makroskopik dan mikroskopik. Pengamatan makroskopik dilakukan langsung pada permukaan tubuh ikan, sedangkan pengamatan mikroskopik dilakukan untuk menentukan tipe sisik, bentuk sisik pada bagian ventral, dorsal, dan caudal, serta perbedaan ruas antar-circuli. Prosedur penelitian mencakup pembuatan preparat sisik pada masing-masing bagian tubuh ikan, pengamatan di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x, dan dilakukan pemfotoan dengan plastik milimeter blok, dan pengukuran ruas antar-circuli menggunakan aplikasi ImageJ versi 13.0.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisik B. binotatus berwarna perak atau keemasan dengan bintik pada pangkal ekor sebagai ciri khas. Sisik B. binotatus pada sisi bagian dorsal, ventral, dan caudal menunjukkan bentuk sisik membulat (oblonga), dan dijumpai Lateral Line Canal pada sisi caudal. Sisik R. argyrotaenia berwarna perak atau keabu-abuan dengan kilauan metalik dan garis horizontal berwarna keunguan, bagian dorsal, ventral, dan caudal dari R. argyrotaenia memiliki fokus dengan bentuk sisik bulat di bagian dorsal, lonjong di bagian ventral, dan persegi di bagian caudal. Rata-rata jarak antar-circuli pada B. binotatus adalah 22,96 μm, dan R. argyrotaenia adalah 29,89 μm. Kesimpulan penelitian identifikasi kekerabatan berdasarkan karakteristik sisik ikan B. binotatus dan R. argyrotaenia menunjukkan kekerabatan yang jauh. Berdasarkan kajian tersebut informasi yang didaptkan penting dalam kajian morfometrik dan meristik, serta membantu dalam pengidentifikasian dan pengklasifikasian jenis ikan.
An Automatic Monitoring System for Dragon Fruit Using Convolutional Neural Networks (CNN) and Internet of Things (IoT) Mulyadi, Adi; Ardiyansyah, Fuad; Fathul Hadi, Charis
Indonesian Journal of Computing, Engineering, and Design (IJoCED) Vol. 6 No. 1 (2024): IJoCED
Publisher : Faculty of Engineering and Technology, Sampoerna University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35806/ijoced.v6i1.391

Abstract

Plant diseases and pests have led to a decline in the quality of dragon fruit produced in Banyuwangi regency, Indonesia. Infections in dragon fruit cause rot, and farmers struggle to identify the pests responsible. To address this problem, this work proposed two concepts for the classification and monitoring systems of dragon fruit. The classification was done by processing some images of dragon fruits captured by DLSR camera and utilizes a convolutional neural network with three layers for training and testing. The monitoring system is based on the Internet of Things to tracks the status of ripe, raw, and rotten fruits. The application of the dragon fruit classification system to ripe, rotten, and raw fruits has yielded results that increase fold accuracy by 0.976, 0.981, and 0.986, respectively, with 200 training data in each of the three training and testing phases. There is a decrease of 0.024, 0.019, and 0.014 in fold loss accuracy. Meanwhile, the monitoring system's platform integrates the classification of dragon fruit to monitor the condition of ripe, raw, and rotting fruit in real time. With the implementation of the classification and monitoring system, farmers will be better equipped to predict when dragon fruit will ripen and prevent the spread of rot to other fruits.
Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi Pekarangan di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Nurchayati, Nunuk; Ardiyansyah, Fuad; Zulfiya, Irdhayana
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan struktur vegetasi pada lahan pekarangan di Desa Dadapan Kecamatan Kabat, Kebupaten Banyuwangi. Lokasi pengambilan sampel adalah lima titik yang terletak pada area pekarangan di pusat desa, pinggiran desa, dan dekat lahan pertanian). Penelitian dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan komposisi vegetasi memiliki keanekaragaman taksonomi yang cukup baik, yaitu terdiri dari 425 individu, 30 spesies, 29 genus, dan 24 famili. Analisis INP menunjukkan setiap strata vegetasi didominasi oleh tanaman produktif untuk rumah tangga, yaitu tanaman pangan dan obat. Indeks keanekaragaman kategori tinggi (3,08) sehingga terlihat adanya variasi jenis yang besar. Indeks kesamaan jenis tinggi (0,91) sehingga menandakan distribusi individu antar spesies seimbang. Indeks kekayaan jenis sedang (4,79) sehingga menandakan masih memungkinkan untuk dilakukan peningkatan jumlah spesies. Kondisi vegetasi di lahan pekarangan Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi masih cukup stabil, seimbang dan mendukung fungsi ekologis, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan pada skala rumah tangga.