Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ETNOBOTANI KEANEKARAGAMAN TANAMAN PANGAN SEBAGAI REFERENSI KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT USING BANYUWANGI Susanti, Erni Duwi; Nurchayati, N.; Ardiyansyah, Fuad; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Anam, Khoirul
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3848

Abstract

Etnobotani merupakan interaksi antara masyarakat, lingkungan, dalam pemanfaatan tumbuhan, keanekaragaman tanaman yang dimanfaatkan mampu mengatasi kondisi ketahanan pangan. Jenis penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk mengetahui tanaman pangan sebagai referensi ketahanan pangan masyarakat suku Using di Banyuwangi. Adapun metode yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan wawancara semiterstruktur dengan keterlibatan aktif peneliti dalam kegiatan masyarakat. Penelitian dilakukan di lima kecamatan yaitu kecamatan Glagah, kecamatan Giri, kecamatan Singojuruh, kecamatan Kabat, dan kecamatan Rogojampi. Hasil penelitian yaitu terdapat 40 jenis tanaman pangan yang digunakan masyarakat suku Using. Dari 40 jenis tanaman pangan terdapat 10 jenis tanaman dengan prosentase tertinggi yaitu diperoleh presentase padi 11%, bawang merah 11%, bawang putih 11%, cabai 11%, kelapa 10%, kunyit 8%, ubi jalar 10%, ubi kayu 10%, asam 10%, dan pisang 8%. Tanaman pangan terdiri dari kategori bahan pangan utama, bahan pangan tambahan, rempah-rempah, dan polong-polongan. Tanaman pangan masyarakat suku Using dapat dijadikan daya dukung ketahanan pangan karena mudah ditemukan, dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Upaya konservasi yang dilakukan masyarakat yaitu dengan menanam tanaman pangan di lingkungan pekarangan rumah dan persawahan.
KELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI ZOOPLANKTON DI PERAIRAN PULAU SANTEN BANYUWANGI Sartika, Nanik; Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; Ardiyansyah, Fuad; Meilana, Yuristya Kayumi
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3851

Abstract

Pulau Santen yang menjadi tempat wisata merupakan salah satu bentuk kawasan mangrove yang menjadi rumah bagi banyak organisme hidup. Salah satu organisme yang ada di dalam air yaitu Zooplankton yang berfungsi sebagai konsumen bahan organik di dalam air. Kelimpahan dan pola sebaran zooplankton sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan dan menggambarkan kualitas suatu lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2016 di perairan Pulau Santen Banyuwangi. Identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Shrimp Club Indonesia (SCI) Karangharjo Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yang dilakukan secara sistematis pada area yang telah ditentukan. Hasil penelitian di perairan Pulau Santen Banyuwangi, ditemukan 13 jenis zooplankton yaitu Acartia bifilosa, Tortanus Derjugini, Copepoda naplius, Echinocamptus hiemalis elongates, Polychaeta, Microstella sp., Temaro sp., Brachyura larvae, Oithana sp., Labidocera pavo, Alpheida, Lecane papuana, dan Ostrocoda. Kelimpahan zooplankton tertinggi pada stasiun 1 dimiliki Acartia bifilosa dengan nilai 1277 individu/l, pada stasiun 2 larva Bracyura dengan nilai 480 individu/l, sedangkan kelimpahan ketiga stasiun dimiliki Oithana sp. dengan nilai 797 individu/l. Kelimpahan zooplankton pada setiap stasiun berbeda-beda, diduga karena ketersediaan fitoplankton sebagai makanannya berbeda-beda pula. Pola penyebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi secara keseluruhan dari 13 jenis zooplankton yaitu, hasil yang didapatkan pada penelitian relatif datar secara acak. Pola penyebaran zooplankton di perairan Pulau Santen Banyuwangi didukung oleh pH, kecerahan dan suhu.
DINAMIKA HARIAN PLANKTON DI TELUK PANGPANG BLOK JATI PAPAK TAMAN NASIOAL ALAS PURWO Nasuka, Nurul Alfiyatun; As’ari, Hasyim; Kurniawan, Ridho; Ardiyansyah, Fuad; Nurmasari, Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3852

Abstract

National Park Alas purwo is one the conservation areas have a fairly extensive mangrove forest and one of them is the area Bay Pangpang Blok Jati Papak. Mangrove forest have many functions that many marine organisms that occupy the regions one of the region one of which is plankton. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. Plankton are organisms that are generally relatively small size and its movement depends on the direction of water flow. This study aims to determine the abundance and dynamics of plankton daily in at Bay Pangpang Block Jati Papak Nasional Park Alas Purwo. This study was conducted in May-June, 2016. The method used in this research is purposive sampling to determine the point where the (station), and sampling performed every 2 hours over a period of 24 hours. Abiotic parameters include measurements temperature, pH and light penetration. The research found that 13 spec Nitzchia sp, Oedogonium sp, Vaucheria sp, Eretmocaris, Dracia moluska, Amfipod, Micracia, Glaucothoe peroni, Candacia truncata, Candacia curta, Subbeucalamus crassus, Candacia bradi dan Undinula vulgaris. The highest abundanc species of phytoplankton that Nitzchia sp, while the highest abundance of zooplankton that is Candacia truncata species. The highest dynamics of plankton occurs at the time of sampling 07.00 dean in the number of species found are 7 to fotoplankton species and 16 species of zooplankton.
Iktiofauna Sungai Perkotaan Kalilo Pengantigan Banyuwangi Ardiyansyah, Fuad; Tristi Indah Dwi Kurnia; Siti Rohmawati
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.9936

Abstract

Sungai Kalilo merupakan aliran sungai perkotaan dimana kualitas airnya mengalami mengalami tekanan akibat aktivitas manusia. Sampai saat ini belum pernah dilakukan kajian tentang iktiofauna pada aliran sungai Kalilo Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji komposisi ikan air tawar di sungai Kalilo Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di bulan Juli 2023 dengan menentukan tujuh titik sampling pengamatan. Metode yang digunakan menggunakan purposive sampling dengan memilih sampel secara sengaja berdasarkan karakteristik tertentu. Didapatkan tiga spesies dengan jumlah total 35 individu. Tiga spesies tersebut diantaranya Barbodes binotatus, Rasbora lateristriata, dan Oxyeleotris urophthalmus. Jumlah individu terbanyak didapatkan dari jenis Barbodes binotatus 31 individu (88%), sedangkan jumlah individu paling sedikit dari spesies Rasbora lateristriata 3 inividu (3%) dan Oxyeleotris urophthalmus 1 individu (3%). Di tinjau dari status IUCN (International Union for Conservation of Nature) tiga spesies tersebut dikelompokkan menjadi tiga kriteria LC, VU, DD. Least Concern (LC) dari spesies Barbodes binotatus, Rentan Vulnerable (VU) dari spesies Rasbora lateristriata, kurang informasi Data Deficient (DD) dari spesies Oxyeleotris urophthalmus.
Identifikasi Kekerabatan Berdasarkan Karakter Sisik pada Wader Bintik (Barbodes binotatus) dan Wader Pari (Rasbora argyrotaenia) As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad; Arini, Vhita Syukrya
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i1.15014

Abstract

Indonesia memiliki perairan air tawar yang luas, mencapai 141.690 hektar. Hal tersebut mendukung keanekaragaman spesies ikan air tawar yang sangat tinggi, dengan 1.700 spesies telah ditemukan, dimana 1.258 spesies tercatat dalam database FishBase dan 442 spesies lainnya belum teridentifikasi dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekerabatan pada ikan wader bintik (B. binotatus) dan wader pari (R. argyrotaenia) melalui karakteristik sisik ikan secara makroskopik dan mikroskopik. Pengamatan makroskopik dilakukan langsung pada permukaan tubuh ikan, sedangkan pengamatan mikroskopik dilakukan untuk menentukan tipe sisik, bentuk sisik pada bagian ventral, dorsal, dan caudal, serta perbedaan ruas antar-circuli. Prosedur penelitian mencakup pembuatan preparat sisik pada masing-masing bagian tubuh ikan, pengamatan di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x, dan dilakukan pemfotoan dengan plastik milimeter blok, dan pengukuran ruas antar-circuli menggunakan aplikasi ImageJ versi 13.0.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisik B. binotatus berwarna perak atau keemasan dengan bintik pada pangkal ekor sebagai ciri khas. Sisik B. binotatus pada sisi bagian dorsal, ventral, dan caudal menunjukkan bentuk sisik membulat (oblonga), dan dijumpai Lateral Line Canal pada sisi caudal. Sisik R. argyrotaenia berwarna perak atau keabu-abuan dengan kilauan metalik dan garis horizontal berwarna keunguan, bagian dorsal, ventral, dan caudal dari R. argyrotaenia memiliki fokus dengan bentuk sisik bulat di bagian dorsal, lonjong di bagian ventral, dan persegi di bagian caudal. Rata-rata jarak antar-circuli pada B. binotatus adalah 22,96 μm, dan R. argyrotaenia adalah 29,89 μm. Kesimpulan penelitian identifikasi kekerabatan berdasarkan karakteristik sisik ikan B. binotatus dan R. argyrotaenia menunjukkan kekerabatan yang jauh. Berdasarkan kajian tersebut informasi yang didaptkan penting dalam kajian morfometrik dan meristik, serta membantu dalam pengidentifikasian dan pengklasifikasian jenis ikan.
An Automatic Monitoring System for Dragon Fruit Using Convolutional Neural Networks (CNN) and Internet of Things (IoT) Mulyadi, Adi; Ardiyansyah, Fuad; Fathul Hadi, Charis
Indonesian Journal of Computing, Engineering, and Design (IJoCED) Vol. 6 No. 1 (2024): IJoCED
Publisher : Faculty of Engineering and Technology, Sampoerna University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35806/ijoced.v6i1.391

Abstract

Plant diseases and pests have led to a decline in the quality of dragon fruit produced in Banyuwangi regency, Indonesia. Infections in dragon fruit cause rot, and farmers struggle to identify the pests responsible. To address this problem, this work proposed two concepts for the classification and monitoring systems of dragon fruit. The classification was done by processing some images of dragon fruits captured by DLSR camera and utilizes a convolutional neural network with three layers for training and testing. The monitoring system is based on the Internet of Things to tracks the status of ripe, raw, and rotten fruits. The application of the dragon fruit classification system to ripe, rotten, and raw fruits has yielded results that increase fold accuracy by 0.976, 0.981, and 0.986, respectively, with 200 training data in each of the three training and testing phases. There is a decrease of 0.024, 0.019, and 0.014 in fold loss accuracy. Meanwhile, the monitoring system's platform integrates the classification of dragon fruit to monitor the condition of ripe, raw, and rotting fruit in real time. With the implementation of the classification and monitoring system, farmers will be better equipped to predict when dragon fruit will ripen and prevent the spread of rot to other fruits.
Komposisi dan Keanekaragaman Vegetasi Pekarangan di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Nurchayati, Nunuk; Ardiyansyah, Fuad; Zulfiya, Irdhayana
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan struktur vegetasi pada lahan pekarangan di Desa Dadapan Kecamatan Kabat, Kebupaten Banyuwangi. Lokasi pengambilan sampel adalah lima titik yang terletak pada area pekarangan di pusat desa, pinggiran desa, dan dekat lahan pertanian). Penelitian dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan komposisi vegetasi memiliki keanekaragaman taksonomi yang cukup baik, yaitu terdiri dari 425 individu, 30 spesies, 29 genus, dan 24 famili. Analisis INP menunjukkan setiap strata vegetasi didominasi oleh tanaman produktif untuk rumah tangga, yaitu tanaman pangan dan obat. Indeks keanekaragaman kategori tinggi (3,08) sehingga terlihat adanya variasi jenis yang besar. Indeks kesamaan jenis tinggi (0,91) sehingga menandakan distribusi individu antar spesies seimbang. Indeks kekayaan jenis sedang (4,79) sehingga menandakan masih memungkinkan untuk dilakukan peningkatan jumlah spesies. Kondisi vegetasi di lahan pekarangan Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi masih cukup stabil, seimbang dan mendukung fungsi ekologis, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan pada skala rumah tangga.
Ecological Structure, Diversity, and Utilisation Potential of Understory Vegetation in Sumber Arum Biodiversity Area, Banyuwangi Nurchayati, Nunuk; As’ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad; Dwi Daqsy, Irqami Rachma
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2026.014.01.06

Abstract

This study aimed to examine the ecological aspects and potential utilisation of understory vegetation in the biodiversity area of Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi. The study was conducted using purposive sampling at five stations, which were further divided into 30 sub-stations in the areas of agroforestry, biodiversity park, home garden, riparian hillshade, and polyculture fields. Diversity data were analysed using the Shannon-Wiener index, while potential utilisation data were obtained through interviews with the local community and literature studies. The results showed that the understory vegetation comprised 30.818 individuals, 110 species, 104 genera, and 56 families. The highest abundance was found in home gardens, agroforestry, and riparian hillshades. The highest diversity and species richness were found in the polyculture field (H’: 3.04; R: 5.42) and home garden (H’: 2.92; R: 7.93). Understory vegetation was dominated by the grass Oplismenus compositum (27.4),  fern Diplazium esculentum (18.3), herb Soleirolia soleirolli (11.4) and Colocasia sp. (10.5), low shrubs Rubus fraxinifolius (7.4), shrubs Clidemia hirta (6.1), and liana Mikania micrantha (2.1). This vegetation has the potential to be used as food, medicine, spices, aromatics, ornamental plants, ground cover, and craft materials. Overall, it can be concluded that the understory vegetation found in the Sumber Arum Biodiversity Area in Songgon, Banyuwangi, has ecological and socioeconomic potential for the community.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DI KAWASAN KAMPUNG KEANEKARAGAMAN HAYATI DESA SUMBERARUM KECAMATAN SONGGON, BANYUWANGI Hasyim As’ari; N. Nurchayati; Fuad Ardiyansyah; Irqami Rachma Dwi Dagsy; Muhammad Muizul Hanani; Wawan Kuswanto; Rizky Abdan Nasyuddin; Mohammad Mukhlisin
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan komposisi vegetasi di Kampung Keanekaragaman Hayati (Kampung Kehati) Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Analisis dilakukan pada empat kategori tegakan yaitu pohon, tiang, pancang, dan semai melalui 30 sub stasiun dan lima plot pada setiap sub stasiun. Parameter yang diamati meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), kekayaan jenis (R), serta Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori pohon terdiri dari 50 spesies, tiang 22 spesies, pancang 56 spesies, dan semai 34 spesies. Keanekaragaman kategori pohon, tiang, dan pancang berada pada kategori sedang, sementara semai berada pada kategori rendah akibat dominansi Coffea canephora yang mencapai lebih dari 95% dari total individu. INP tertinggi pada semua kategori didominasi oleh Coffea canephora, Swietenia mahagoni, dan Hibiscus tiliaceus yang memiliki peranan penting dalam penyusunan struktur vegetasi. Secara spasial, wilayah taman kehati dan dekat sungai memiliki kekayaan jenis lebih tinggi dibandingkan wilayah perbatasan PT yang menunjukkan kondisi vegetasi rendah. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan spesies lokal memerlukan perhatian konservasi lebih lanjut untuk menjaga keberlanjutan ekologis dan hidrologis Kampung Kehati Sumberarum.
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS TROMBOSIT METODE PRP-PC DAN APHERESIS DI UTD PMI KOTA SURABAYA Zainul Arifin; Hasyim As'ari; Fuad Ardiyansyah
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7481

Abstract

Transfusi trombosit merupakan terapi penting bagi pasien dengan trombositopenia dan gangguan hematologi. Kualitas trombosit konsentrat dipengaruhi oleh metode produksi, yaitu Platelet Rich Plasma–Platelet Concentrate (PRP-PC) dan Apheresis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kualitas trombosit berdasarkan jumlah trombosit, pH, dan residu leukosit. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di UTD PMI Kota Surabaya pada Desember 2025. Sampel terdiri atas 10 unit PRP-PC dan 10 unit trombosit Apheresis, dengan pengujian masing-masing dilakukan tiga kali. Analisis data meliputi uji Shapiro–Wilk, Independent-Sample t-test, dan Mann–Whitney U test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan seluruh produk memenuhi standar mutu nasional sesuai Permenkes RI Nomor 91 Tahun 2015. Rata-rata jumlah trombosit pada PRP-PC sebesar 7,86×10¹⁰/unit dan Apheresis 30,75×10¹⁰/unit; residu leukosit masing-masing 0,04×10⁹/unit dan 0,01×10⁹/unit; serta pH 6,68 dan 7,06. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada seluruh parameter mutu (p < 0,05). Disimpulkan bahwa metode Apheresis menghasilkan trombosit dengan kualitas lebih unggul dibandingkan PRP-PC dari aspek jumlah trombosit, kemurnian produk, dan kestabilan pH, sehingga lebih direkomendasikan untuk kebutuhan transfusi klinis.