Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

National Resilience and Terrorism Risk Mitigation in Hajj Air Transport Services after the Kualanamu Airport Bomb Threat Incident Agus Purwo Wicaksono; Cynthia Rahmawati
Jurnal Lemhannas RI Vol 13 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v13i4.1240

Abstract

Purpose: This study analyses the application of the National Resilience Concept in mitigating terrorism risks in Hajj air transport services after the Kualanamu Airport bomb threat incident. It focuses on SOP adaptability, inter-agency coordination, cyber-physical protection, regulatory responsiveness, and human-centred security culture. Study Design/Methodology/Approach: This study used a qualitative descriptive design based on documentary analysis and literature-based inquiry. Data were drawn from institutional documents, policy reports, academic publications, and reputable public records related to aviation security, terrorism risk mitigation, Hajj transport governance, airport resilience, and crisis coordination. The data were analysed through thematic coding and interpretative gap analysis. Findings: The findings indicate that the implementation of National Resilience in Hajj aviation security remains partial and uneven. The main gaps concern limited SOP adaptability, fragmented coordination and information sharing, and unresolved regulatory, technological, and human-resource challenges. These gaps may constrain preventive capability, response coordination, and recovery capacity during aviation security incidents. Originality/Value: This article contributes to aviation security and resilience studies by linking National Resilience with Hajj air transport as a high-density and high-symbolism mobility system. It highlights the need for adaptive SOP reform, integrated response coordination, stronger cyber-physical security, risk-based training, and a pilgrim-centred resilience approach.
PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT PERTAMINA DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA Sungkono Sungkono; Agus Purwo Wicaksono; Sri Yanthy Yosepha; Cynthia Rahmawati; Tateng Sukendar; Rini Mukayani; Ario Wendra; Sigit Susantoro; Novita Damayanti
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina dalam pemberdayaan UMKM di lingkungan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), dengan fokus pada pengurangan kendala modal dan fasilitas, peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha, serta penguatan kapasitas manajerial dan konsistensi operasional pelaku UMKM kantin. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci (perwakilan Pertamina, Rektor Unsurya, Kepala LPKIK, narasumber kewirausahaan, dan Wakil Rektor III) serta observasi kondisi infrastruktur dan operasional UMKM di empat lokasi kantin kampus. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest pengetahuan kewirausahaan yang diberikan kepada 15 pelaku UMKM peserta pelatihan manajemen kewirausahaan dalam program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR Pertamina berkontribusi terhadap perbaikan infrastruktur fisik (lantai, atap, sanitasi, pencahayaan, branding) dan dukungan modal sehingga mengurangi hambatan operasional dan meningkatkan kelayakan usaha. Dari sisi kapasitas, rata-rata skor pengetahuan kewirausahaan meningkat dari 62 (pretest) menjadi 84 (posttest), dengan pergeseran peserta kategori rendah menjadi nol dan 80% peserta berada pada kategori tinggi setelah pelatihan, yang mengindikasikan penguatan kemampuan manajerial dan kesiapan mengelola usaha secara lebih profesional. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pelatihan, pendampingan, dan rencana digitalisasi pembayaran (QRIS) dipersepsikan relevan untuk meningkatkan daya tarik konsumen, stabilitas penjualan, dan keberlanjutan usaha. Secara teoritis, hasil ini mendukung integrative theories CSR, teori stakeholder, dan teori manajemen operasional, yang bersama-sama menjelaskan bagaimana program CSR Pertamina menjadi instrumen pemberdayaan UMKM kampus yang responsif terhadap kebutuhan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.