Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK PUSPA (Schiima wallichii) DANKECAMBAH BROKOLI iv (Brassica olerasea) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Ajeng Diantini; Maya Febriyanti; Melisa Intan Barliana; Rizky Abdulah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.433 KB) | DOI: 10.33751/jf.v3i1.171

Abstract

Puspa (Schiima wallichii) diketahui memiliki aktivitas antikanker melalui mekanismemenginduksi apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7, sedangkan kecambah brokoli(Brassica olerasea) dilaporkan dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker kandung kemihdan prostat secara in vitro. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sitotoksisitas kombinasiekstrak puspa (EP) dan ekstrak kecambah brokoli (EKB) terhadap sel kanker payudaraMCF-7. EP memberikan nilai IC5060,76 g/ml, sedangkan EKB tidak memberikan persentasi inhibisi lebih besar dari 50% pada rentang konsentrasi uji. Sitotoksisitas kombinasi EP-EKB dengan perbandingan IC50 1:2 memiliki nilai Indeks Kombinasi 0,9 menunjukkan bahwa kombinasi EP-EKB memberikan efek sinergisme.Kata kunci :puspa, kecambah brokoli, sinergisme, MCF-7
Aktivitas Antioksidan Dan Sitotoksik Serta Penetapan Kadar Senyawa Fenol Total Ekstrak Daun, Bunga, Dan Rimpang Kecombrang (Etlingera elatior) Herni Kusriani; Anas Subarnas; Ajeng Diantini; Yoppi Iskandar; Shinta Marpaung; Mega Juliana; Fransiska Silalahi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.363 KB)

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap larva udang dari ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang, serta menetapkan kadar senyawa fenol totalnya. Sampel daun, bunga, dan rimpang kecombrang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam dalam suhu ruangan. Ekstrak yang didapat selanjutnya dievaporasi pada suhu 50 0C sehingga menghasilkan ekstrak kental. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH), dan uji sitotoksik menggunakan metode BSLT (Brine Scrimp Lethality Test). Penetapan kadar fenol total dengan standar asam galat menggunakan reagen Folin Ciocalteu yang diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 765 nm. Aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang ditunjukkan oleh nilai IC50 masing-masing 52,05; 457,54; dan 310,69 ppm. Aktivitas sitotosik yang dinyatakan dalam nilai LC50 dari ketiga bahan tersebut berturut-turut adalah 859,039; 418,022; dan 1261,202 ppm. Kadar senyawa fenol total ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang dihitung sebagai asam galat ekuivalen berturut-turut sebesar 0,339% ± 0,006; 0,144% ± 0,024; dan 0,074% ± 0,018. Ekstrak daun kecombrang menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik dan kadar fenol total paling tinggi dibandingkan ekstrak bunga dan rimpang kecombrang. Ekstrak daun dan bunga kecombrang menunjukkan potensi sebagai agen antikanker karena menunjukkan nilai LC50  1000 ppm.
ETLINGERA GENUS: PHYTOCHEMICAL SCREENING AND ANTICANCER ACTIVITY Wahyuni Wahyuni; Ajeng Diantini; Mohammad Ghozali; Sahidin Sahidin
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 7 No 3 (2021): Supplementary Issue (The 4th National Pharmacy Conference 2021 Universitas Halu O
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v7i3.6120

Abstract

Etlingera is one of the plant genera from the Zingiberaceae family and is widely distributed in Asia to the Pacific Islands, with various species ranging from 150 to 200 species. The Etlingera are commonly used as spices, vegetables, and traditional medicines. Many pharmacological activities have been reported from this genus, including antioxidants, antibacterials, cholesterol-lowering, anticancer, and others. The phytochemical content of Etlingera reported are phenolics, diarylheptanoids, flavonoids, steroids, alkaloids, and terpenoids. Eight species from Etlingera, namely Etlingera elatior, E. pavieana, E. brevilabrum, E. pyramidosphaera, E. megalocheilos, E. coccinea, E. fimbriobracteata, and E. corneri are reported provided anticancer activity. This review article aims to review the phytochemical screening from Etlingera genus, and its anticancer activity.
In-Vitro Anticancer Activity of Chemical Constituents from Etlingera alba Poulsen against Triple Negative Breast Cancer and in silico Approaches towards Matrix metalloproteinase-1 Inhibition W. Wahyuni; Ajeng Diantini; Mohammad Ghozali; Anas Subarnas; Euis Julaeha; Riezki Amalia; Adryan Fristiohady; Andini Sundowo; Sofa Fajriah; Yuni Elsa Hadisaputri; Raden Maya Febrianti; Fauzia Azzahra; Agung W.M. Yodha; I. Sahidin
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2022): IJOST: VOLUME 7, ISSUE 2, September 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v7i2.50547

Abstract

Etlingera alba (EA) is one of the endemic plants grown in Sulawesi. We determined the cytotoxic and anti-metastatic activity of isolates obtained from EA rhizome extract. IC50 value for 1,7-diphenyl-6-heptene-3-one, sitostenone, sinapyl alcohol diacetate, and sinapyl alcohol acetate were 134.59; 170 ; 128.11; and 161.96 μg/mL, respectively. The compounds also had anti-migration activity. 200-μg/mL Sitostenon exhibited the lowest migration rate (3.32%). The free bond energies of sitostenon, 1,7-diphenyl-6-heptene-3-one, sinapyl alcohol acetate, and sinapyl alcohol diacetate were -11.81; -8.25; -6.64; and -6.28 kcal/mol, respectively. All compounds were more effective in stabilizing the Matrix metalloproteinase 1 complex. Isolation from EA rhizomes have the potential to be developed as anti-metastatic for Triple-Negative Breast Cancer.
REVIEW ARTICLE : AKTIVITAS SITOKTOSIK MANGGU LEWEUNG (Garcinia celebica L.) PADA BERRBAGAI LINI SEL KANKER Komang Suma Triyasa; Ajeng Diantini; Melisa Intan Barliana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.143

Abstract

ABSTRAKKanker merupakan penyakit yang mengancam jiwa yang sangat serius bagi semua manusia. Menurut data GLOBOCAN 2018 kasus populasi kanker masih meningkat menjadi 18,1 juta dan 9,6 juta dan kematian dan hampir dari setengah populasi terjadi di Asia. Ekstrak, fraksi hingga isolat Garcinia Celebica (manggis hutan) dilaporkan mempunyai aktivitas sitoktosik yang dapat menghambat pertumbuhan dalam berbagai sel kanker diantaranya MCF-7 (kanker payudara), A549 (kanker paru),  Hela (kanker servik),  KB (karsinoma epidermoid), B16F10 (melanoma), DBTRG (glioma).
AKTIVITAS IMUNOSTIMULATOR EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. POULSEN TERHADAP KADAR CD8 MODEL IN VIVO: IMMUNOSTIMULATORY ACTIVITY OF Etlingera rubroloba A.D. POULSEN FRUIT ETHANOL EXTRACT AGAINST CD8 LEVELS IN VIVO MODEL Muhammad Ilyas Y.; Ajeng Diantini; Mohammad Ghozali; I Sahidin; Wa Ode Nurfinti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.284

Abstract

Pendekatan kemotaksonomi genus Etlingera memungkinkan Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek imunostimulator ekstrak etanol buah E. rubroloba A.D. Poulsen dengan parameter kadar CD8 (Cluster of differentiation) pada tikus jantan galur wistar. Hewan uji tikus sebanyak dua puluh empat ekor dibagi dalam enam kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), kontrol positif (ekstrak meniran komersil®), perlakuan ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral  dan pada hari kedelapan masing-masing kelompok diinfeksi bakteri Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial. Kadar CD8 diukur dengan metode ELISA dan data dianalisis dengan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan perlakuan dosis ekstrak etanol buah E. rubroloba A.D. Poulsen memiliki efek imunostimulator berdasarkan kadar CD8 yang berbeda signifikan dengan kontrol pelarut (p<0,05), sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alamiah.