Mildani, Renny
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STRATEGI ADAPTASI TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PESISIR KOTA BANDA ACEH Zaini, Azriel; Mildani, Renny; Syahputra, Ardian
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v10i2.4919

Abstract

Abstrak—Perubahan iklim secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Isuperubahan iklim dunia yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut juga mengancam wilayah Pesisir Kota Banda Aceh.Berdasarkan kajian penelitian yang sudah ada, teridentifikasi bahwa ancaman iklim yang paling besar bagi pesisir KotaMakasar adalah kenaikan muka air laut. Bahaya ini akan berdampak pada berbagai bagian pesisir dengan cara yang berbeda,sehingga pemahaman tentang berbagai konsekuensi, baik dampak primer dan sekunder, adalah penting untuk menemukancara-cara untuk mengurangi kerentanan kepada mereka. Untuk mengantisipasi terkait dampak perubahan iklim sekaligusmengurangi tingkat kerentanan, diperlukan strategi adaptasi untuk mengantisipasi potensi ancaman yang ditimbulkan olehperubahan iklim. Penelitian ini dilakukan dengan merujuk pada pendekatan kerentanan yang terdiri atas beberapa tahap;memeriksa kerentanan, memahami dampak perubahan iklim, dan mengusulkan strategi adaptasi. Pertama, memeriksakerentanan dilakukan dengan menilai dampak perubahan iklim yang terjadi di Kota Banda Aceh menggunakan metode CVI(Coastal Vulnerability Indeks) berdasarkan tiga indikator yaitu paparan, sensitivitas dan kapasitas adaptif. Kedua,memahami dampak perubahan iklim yang dilakukan berdasarkan hasil dari matriks penentuan kelas kerentanan wilayah.Hasil dari kelas kerentanan tersebut berfungsi untuk menentukan strategi tindakan adaptasi yang dipilih.
PERANCANGAN SHELTER EVAKUASI BENCANA BERBASIS PARAMETRIK DI KOTA BANDA ACEH 2025 Sumarto, Donny Arief; Armia, Armia; Zaini, Azriel; Mildani, Renny; Hardian, Rinal; Rizaldi, Fathin
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.4925

Abstract

Kota Banda Aceh merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi diIndonesia, terutama terhadap gempa bumi dan tsunami. Peristiwa bencana besar pada tahun 2004 menjadititik balik dalam upaya penguatan sistem mitigasi bencana, termasuk kebutuhan akan infrastruktur evakuasiyang aman, cepat, dan efisien. Shelter evakuasi bencana merupakan elemen vital dalam sistem ini, namundalam praktiknya masih banyak shelter yang dibangun secara konvensional tanpa pendekatan desainberbasis data dan simulasi risiko.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep perancanganshelter evakuasi berbasis pendekatan parametrik di Kota Banda Aceh. Metode parametrik dalam arsitekturmemungkinkan integrasi berbagai variabel seperti topografi, jarak evakuasi, kepadatan penduduk, waktutempuh, arah aliran massa, dan kondisi iklim lokal ke dalam sistem desain digital yang responsif danadaptif. Pendekatan ini dilakukan melalui tahapan studi literatur, analisis spasial dan data risiko, sertaeksplorasi desain menggunakan software parametrik seperti Grasshopper dan Rhino. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa desain shelter parametrik dapat disesuaikan dengan konteks lokasi secara spesifik danmenghasilkan bentuk yang efisien secara struktural dan fungsional. Shelter yang dirancang mampumenampung populasi target dalam radius waktu evakuasi optimal, memiliki sirkulasi masuk-keluar yangefisien, serta mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan pemilihan material lokal dan sistem ventilasipasif. Pendekatan ini juga memungkinkan replikasi desain dalam berbagai titik rawan secara modular dancepat. Kesimpulannya, metode desain parametrik menawarkan potensi besar dalam pengembangan shelterevakuasi bencana yang tidak hanya tangguh dan adaptif, tetapi juga efektif dalam menjawab kompleksitasperencanaan evakuasi di wilayah rawan seperti Banda Aceh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadikontribusi bagi pengembangan desain arsitektur berbasis mitigasi risiko di masa depan.
PENGARUH ARSITEKTUR TRADISIONAL ACEH PADA BANGUNAN PEMERINTAHAN Mildani, Renny; Hardian, Rinal; Saputra, Adam
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v8i2.4965

Abstract

Salah satu wujud kebudayaan tradisional Indonesia, dapat dilihat pada Arsitektur Tradisional Aceh. Arsitektur Tradisional Aceh merupakan cerminan dari budaya, pola hidup, dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat Aceh, sehingga bentukan arsitektur tradisionalnya dapat terlihat pada “Rumoh Aceh” (Hoesin, 1970). Rumoh Aceh merupakan wujud ekspresi keyakinan terhadap Tuhan dan adaptasi terhadap lingkungan. Menurut Mirsa (2013), unsur-unsur pada Rumah Tradisional Aceh terlihat pada bentuk rumah panggung yang ditopang oleh tiang-tiang yangdiatur sejajar, orientasi menghadap Utara dan Selatan, sehingga rumah membujur dari Timur ke Barat, menggunakan ornamen/ukiran yang menempel pada bangunan, dominan menggunakan material kayu serta menggunakan teknologi tradisional dalam membangun struktur dan konstruksinya.Seiring perkembangan zaman, pada masa sekarang dimana tuntutan akan kebutuhan, pola hidup, serta seluruh aspek kehidupannya manusia secara tidak langsung akan berdampak terhadap bentukan Arsitektur Tradisional yang mulai meninggalkan ciri keadaerahannya. Pengaruh modernisasi serta globalisasi akibatdari kemajuan teknologi bangunan, membawa perubahan dalam masyarakat dari keadaan tradisional menuju kearah modern. Hampir setiap bangunan dalam kurun waktu tertentu akan mengalami perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung. Awalnya Arsitektur Tradisional dibangun menyesuaikan dengan norma, adat, budaya, kondisi alam dan material bangunan setempat. Dengan kemajuan teknologi bangunan, ditemukannya material- material baru dan pengerjaan struktur dan konstruksi yang lebih mudah membuat bentukan Arsitektur Tradisionaldisesuiakan dengan perubahan yang terjadi akibat kemajuan teknologi bangunan. Dalam upaya Arsitektur Tradisional tidak tersingkirkan oleh modernisasi maka Arsitektur Regionalisme muncul untuk menyatukan antara arsitektur yang lama dengan arsitektur yang baru.Konsep regionalisme berkembang sekitar tahun 1960 (Jenks, 1977), sebagai salah satu perkembangan arsitektur post-modern yang mempunyai perhatian besar pada ciri kedaerahan. Ciri kedaerahan yang dimaksud berkaitan erat dengan budaya setempat, iklim, dan teknologi pada saatnya (Ozkan, 1985). Gagasan regionalisme merupakan peleburan antara yang lama dan yang baru (Curtis,1985). Sedangkan gagasan postmodern dalam arsitektur berusaha menghadirkan yang lama dalam bentuk universal (Jenks, 1977). Menurut Curtis (1985), Regionalisme diharapkandapat menghasilkan bangunan yang bersifat abadi, melebur atau menyatu antara yang lama dan yang baru, antara regional dan universal. Arsitektur tradisional mempunyai lingkup regional sedangkan arsitektur modern mempunyai lingkup universal. Dengan demikian yang menjadi ciri utama regionalism adalah menyatukan arsitektur Tradisional dan Arsitektur Modern.Kecenderungan memakai kembali unsur desain arsitektur tradisional yang kemudian menjadi inspirasi desain arsitektur modern sebagai usaha untuk bertindak lebih baik terhadap lingkungan. Usaha ini mendukung untuk menciptakan suatu desain yang baik di Indonesia, hal ini umumnya diterapkan pada rancangan bangunankantor pemerintah, yang merupakan salah satu usaha untuk mengangkat ciri khas setiap daerah dari segi karya arsitektur. Prijotomo (1998) menyatakan bahwa suatu karya arsitektur dapat dirasakan dan dilihat sebagai karya yang bercorak lokal atau Indonesia bila karya ini mampu untuk berikut : (1) Membangkitkan perasaan dan suasana ke-Indonesiaan lewat rasa dan suasana lingkungan visual dan (2) Menampilkan  unsur  dan komponen  arsitektural  yang  nampak  pada corak kedaerahannya, tetapi tidak hadir sebagai tempelan atau tambahan saja.
DESAIN ADAPTIF HUNIAN PASCA BENCANA BERBASIS ARSITEKTUR VERNAKULAR DI ACEH TAHUN 2021 Sumarto, Donny Arief; Armia, Armia; Mildani, Renny; Hardian, Rinal; Safrizan, Safrizan
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v7i2.4921

Abstract

Aceh merupakan wilayah yang rawan bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Tragedi tsunami tahun2004 mengubah paradigma perencanaan permukiman di daerah pesisir Aceh. Meskipun berbagai lembagatelah membangun ribuan unit hunian pasca bencana, banyak dari hunian tersebut tidak mempertimbangkanaspek sosial budaya dan iklim lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsipprinsiparsitektur vernakular Aceh dapat diadopsi dalam desain hunian pasca bencana yang adaptif danberkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi kasus di dua wilayahterdampak tsunami. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasilmenunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti rumah panggung, penggunaan material lokal, sistem ventilasisilang, dan orientasi bangunan tradisional terbukti efektif dan relevan untuk diterapkan. Integrasi elemenelemenvernakular ini dapat meningkatkan ketahanan hunian serta keberterimaan sosial oleh masyarakatlokal.
TOWER PARKING SEBAGAI USULAN DESAIN PARKIR DI JALAN KARTINI GAMPONG PEUNAYONG, KUTA ALAM, BANDA ACEH Mildani, Renny; Aziz, Raziana Che; Qadrunnada, Annisa; Farliansyah, Farliansyah
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v11i1.4954

Abstract

Jalan Kartini di Gampong Peunayong merupakan kawasan perdagangan yang padat di Kota Banda Aceh, namun memiliki keterbatasan lahan parkir yang menyebabkan kemacetan, terganggunya sirkulasi, dan menurunnya nilai estetika kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan solusi parkir vertikal melalui desain Tower Parking sebagai jawaban atas permasalahan keterbatasan lahan parkir di area tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tower Parking mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit secara vertikal, meningkatkan keteraturan, efisiensi sirkulasi, dan kenyamanan pengguna. Sistem otomatis dalam Tower Parking juga menjadikan proses parkir lebih praktis dan tertata. Lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Tower Parking adalah area kosong di sisi kanan Jalan Kartini yang strategis dan tidak mengganggu aktivitas pasar. Dengan implementasi Tower Parking, diharapkan dapat mengatasi permasalahan parkir serta meningkatkan kualitas tata ruang kawasan perdagangan tersebut. .
PERANCANGAN KAWASAN WATERFRONT YANG BERKELANJUTAN DI DESA PESISIR LHOKNGA 2022 Sumarto, Donny Arief; Armia, Armia; Mildani, Renny; Hardian, Rinal; Iswanda, Iswanda
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v8i2.4922

Abstract

Desa Pesisir Lhoknga yang terletak di Kabupaten Aceh Besar merupakan wilayah dengan potensi sumberdaya alam yang tinggi, terutama pada sektor kelautan dan pariwisata bahari. Namun, kawasan inimenghadapi tantangan besar seperti abrasi pantai, degradasi lingkungan, keterbatasan infrastruktur publik,serta minimnya upaya mitigasi terhadap risiko bencana alam, khususnya tsunami. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang kawasan waterfront yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek ekologis, sosial,ekonomi, dan budaya lokal. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengankombinasi metode observasi lapangan, wawancara partisipatif, studi literatur, dan analisis spasial-zonasi.Hasil analisis menunjukkan pentingnya pembagian zona fungsional berdasarkan karakteristik ekologi danaktivitas masyarakat, yang terdiri dari zona konservasi (restorasi vegetasi pantai dan mangrove), zonaekonomi produktif (pusat perikanan dan UMKM pesisir), serta zona edukatif-rekreatif (taman interaktif,jalur evakuasi, dan ruang publik terbuka). Rancangan kawasan ini menerapkan prinsip-prinsip greeninfrastructure, seperti drainase berwawasan lingkungan, penggunaan material lokal ramah lingkungan, sertastrategi mitigasi risiko bencana berbasis komunitas. Melalui pendekatan desain partisipatif dan prinsipkeberlanjutan, perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir Lhoknga,memperkuat identitas kawasan, dan menjadi prototipe pengembangan waterfront pesisir yang adaptifterhadap perubahan iklim dan tantangan lingkungan masa depan.
REVITALISASI REX PEUNAYONG SEBAGAI OBJEK WISATA KULINER LEGENDARIS DI KOTA BANDA ACEH Mildani, Renny; Armia, Armia; Henika, Yuli
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v10i2.4955

Abstract

Rex Peunayong merupakan salah satu objek wisata kuliner legendaris di Kota Banda Aceh yang memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang tinggi. Namun, pascarevitalisasi pada tahun 2008, kawasan ini mengalami penurunan dalam aspek fisik, sosial, dan ekonomi yang berdampak pada menurunnya minat pengunjung serta keterikatan masyarakat terhadap tempat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting Rex Peunayong, mengidentifikasi akar permasalahan, serta merumuskan strategi revitalisasi berbasis nilai budaya, fungsi ruang, dan keterlibatan multi pihak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain bangunan yang kurang fungsional, lemahnya pengawasan dan koordinasi, serta rendahnya kepedulian masyarakat menjadi faktor utama penyebab degradasi kawasan. Strategi revitalisasi yang diusulkan meliputi redesain kawasan yang kontekstual, penguatan regulasi dan pengawasan, serta pelibatan aktif komunitas dalam pengelolaan kawasan. Revitalisasi yang tepat diharapkan mampu menghidupkan kembali Rex Peunayong sebagai ikon kuliner yang representatif dan berdaya saing tinggi di Banda Aceh. 
PENERAPAN PRINSIP MODULAR DESIGN UNTUK HUNIAN TERJANGKAU DI PERKOTAAN BANDA ACEH 2023 Sumarto, Donny Arief; Armia, Armia; Zaini, Azriel; Mildani, Renny; Hardian, Rinal; Mercuri, Popi
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v9i2.4923

Abstract

Ketersediaan hunian terjangkau di kawasan perkotaan Banda Aceh menjadi isu krusial seiringmeningkatnya urbanisasi, keterbatasan lahan, dan tingginya biaya konstruksi konvensional. Pendekatanmodular design atau desain modular menawarkan solusi strategis untuk mempercepat pembangunan,menekan biaya, serta menyediakan hunian yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penerapan prinsip modular design dalam kontekspembangunan hunian terjangkau di Banda Aceh, dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dangeografis lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studiliteratur, observasi lapangan, serta wawancara dengan pemangku kepentingan, termasuk perencana kota,arsitek, pengembang, dan warga. Penelitian ini juga dilengkapi dengan studi komparatif terhadap beberapaproyek hunian modular di kota lain yang memiliki karakteristik serupa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan modular design mampu menurunkan biaya konstruksi hingga 20–30% dan mempercepatwaktu pembangunan hingga setengah dari metode konvensional. Sistem ini juga memungkinkanpengembangan bertahap dan penyesuaian desain terhadap budaya lokal Aceh, seperti penggunaan bentukatap tradisional dan orientasi bangunan yang merespon iklim tropis. Meskipun demikian, beberapatantangan seperti keterbatasan industri prefabrikasi lokal, regulasi yang belum mendukung, dan persepsimasyarakat terhadap hunian modular perlu diatasi melalui pendekatan lintas sektor dan kebijakan insentif.Studi ini menyimpulkan bahwa modular design memiliki potensi besar dalam menyediakan hunianterjangkau yang efisien dan berkelanjutan di Banda Aceh, terutama jika diintegrasikan dengan kebijakanpemerintah dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah perlunya dukungankebijakan, penyediaan infrastruktur produksi modular, serta edukasi publik terhadap manfaat desainmodular dalam konteks hunian urban.
UPAYA KONSERVASI SITUS WARISAN BUDAYA: STUDI KOMPARATIF DALAM PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PELESTARIAN BENTENG INDRAPATRA, ACEH BESAR Mildani, Renny; Sumarto, Doni Arief; Mashar, T Razi
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v9i2.4956

Abstract

Situs warisan budaya Benteng Indrapatra yang terletak di wilayah pesisir Aceh Besar, Indonesia, merupakan peninggalan dari masa pengaruh Hindu. Kondisi benteng yang semakin menurun berdampak negatif terhadap upaya pelestariannya. Ketiadaan strategi perawatan, kelalaian yang berkelanjutan, serta minimnya upaya pelestarian dari instansi pemerintah terkait mengakibatkan tidak adanya inisiatif pelestarian yang signifikan terhadap benteng ini. Artikel ini berupaya merumuskan inisiatif pelestarian yang tepat guna menjamin keberlanjutan benteng. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi komparatif terhadap inisiatif pelestarian situs budaya lokal di Candi Borobudur dan Benteng Rotterdam. Data primer dan sekunder dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memberikan rekomendasi inisiatif pelestarian Benteng Indrapatra yang dapat diimplementasikan secara praktis melalui aspek fisik (tangible) dan non-fisik (intangible). Inisiatif fisik meliputi rekonstruksi struktur dan elemen benteng yang rusak menggunakan material serupa, disertai dengan strategi pemeliharaan yang memadai. Sementara itu, inisiatif non-fisik meliputi pertunjukan seni, festival tahunan, serta penyediaan pemandu wisata.  
REINTERPRETASI ARSITEKTUR TRADISIONAL DALAM DESAIN MUSEUM BUDAYA LOKAL ACEH 2024 Sumarto, Donny Arief; Armia, Armia; Zaini, Azriel; Mildani, Renny; Hardian, Rinal; Farliansyah, Farliansyah
JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Ubudiyah Indonesia University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jics.v10i2.4924

Abstract

Arsitektur tradisional merupakan representasi konkret dari nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta cara hidupmasyarakat lokal yang telah teruji oleh waktu. Di Aceh, Rumoh Aceh sebagai rumah adat tidak hanyamemiliki nilai estetika, tetapi juga simbolisme dan filosofi mendalam yang merefleksikan identitasmasyarakat Aceh. Dalam konteks perancangan museum budaya lokal, penting untuk menghadirkanbangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pameran, tetapi juga menjadi simbol representasibudaya daerah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep reinterpretasi arsitektur tradisional Acehdalam rancangan museum budaya lokal yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Metodeyang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, observasi lapangan, analisiselemen arsitektur tradisional, serta eksplorasi desain konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwaelemen-elemen arsitektur tradisional seperti struktur panggung, bentuk atap limas, orientasi ruang, materiallokal, serta ornamen ukiran dapat diadaptasi secara kreatif dalam desain modern. Reinterpretasi dilakukanbukan melalui duplikasi bentuk semata, tetapi melalui transformasi makna dan fungsi yangmempertimbangkan aspek keberlanjutan, iklim tropis, teknologi konstruksi, dan kebutuhan ruang museumkontemporer. Penerapan reinterpretasi ini mampu menciptakan museum yang tidak hanya fungsional danestetis, tetapi juga komunikatif secara kultural. Museum menjadi media edukatif yang tidak hanyamenampilkan artefak budaya, tetapi juga menampilkan arsitektur itu sendiri sebagai bagian dari narasibudaya. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi arsitek, perancang kebijakan, danpemangku budaya dalam merancang bangunan publik yang menghargai dan menghidupkan kembali nilainilaiarsitektur lokal.