Sinaga, Rika Nailuvar
Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Medan

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SUPLEMENTASI BUBUK DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN DAN ERITROSIT PADA TIKUS YANG DIBERI LATIHAN FISIK BERAT Sinaga, Rika Nailuvar; Sinaga, Fajar Apollo; Ramadhani Pratiwi; Ginting, Alin Anggreni; Marpaung, Deni Rahman
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 9 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v9i2.69928

Abstract

Selama berolahraga berbagai perubahan fisiologis terjadi di dalam tubuh termasuk parameter darah. Intensitas latihan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Latihan intensitas berat dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dan eritrosit yang dikenal sebagai anemia olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian larutan bubuk daun kelor (Moringa oleifera) mempengaruhi kadar eritrosit dan hemoglobin selama latihan intensitas berat. Subjek penelitian menggunakan tikus yang dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol, kelompok kontrol negatif, kelompok yang menerima latihan fisik berat dan larutan bubuk daun kelor dengan dosis 100mg/kgBB, 200mg/kgBB dan 400mg/kgBB. Tikus diberikan latihan fisik berat tiga kali seminggu selama tiga puluh hari, dengan setiap sesi berlangsung selama lima puluh menit. Tikus diberikan larutan bubuk daun kelor 30 menit sebelum berenang. Setelah 30 hari semua tikus akan melakukan latihan fisik berat dan kemudian kadar hemoglobin dan eritrositnya akan diukur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian larutan bubuk daun kelor dapat meningkatkan kadar eritrosit dan hemoglobin. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa daun kelor membantu mengatasi anemia akibat aktivitas fisik yang berat. Kata Kunci: Daun Kelor, Latihan Fisik Berat, Hemoglobin, Eritrosit
HUBUNGAN GAYA HIDUP “NONGKRONG”, AKTIVITAS SEDENTARY DAN KONSUMSI MINUMAN MANIS DENGAN STATUS GIZI Ramadani Pratiwi; Sinaga, Rika Nailuvar
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 9 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v9i2.70409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup nongkrong, aktivitas sedentary, dan konsumsi minuman manis dengan status gizi pada mahasiswa IKOR FIK UNIMED. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa IKOR FIK UNIMED angkatan 2023 yang terdiri dari 4 kelas yaitu  berjumlah 114 orang. Metode pengambilan sampel dengan teknik total sampling atau seluruh mahasiswa dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan gaya hidup nongkrong, aktivitas sedentary dan konsumsi minuman manis dengan status gizi pada mahasiswa. Kata kunci: Nongkrong, Aktivitas Sedentary, Minuman Manis, Status Gizi, Mahasiswa
The Effect Of Acute Jamu Kunyit Asam After Strenuous Physical Exercise On Creatine Kinase Levels Sinaga, Fajar Apollo; Nailuvar Sinaga, Rika; Ginting, Mandike
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i3.169

Abstract

Strenuous physical exercise can trigger muscle damage causing an increase in creatine kinase levels. One of the strategies to prevent muscle damage is to consume antioxidants and anti-inflammatory. Jamu Kunyit Asam is known to have antioxidant and anti-inflammatory activity. The aim of this study was to determine the effect of acutely giving Jamu Kunyit Asam on creatine kinase levels after strenuous physical exercise. The research sample used 20 trained males. The sample was divided into two groups (Experiment = 10; Placebo = 10). The pre-test was done by checking creatine kinase levels before engaging in strenuous physical exercise. After doing strenuous physical exercise by running on a treadmill with an intensity of 90-100% for 30 minutes, the experimental group was given 250 ml of Jamu Kunyit Asam every day for 3 days, while the control group was given a placebo drink. Creatine kinase levels were measured immediately, 24 hours, 48 hours, and 72 hours after strenuous physical exercise. The results showed that CK levels decreased significantly 24 hours, 48 hours and 72 hours after strenuous physical exercise in the Jamu Kunyit Asam group compared to the placebo group (p<0.05). The conclusion of this study is that giving Jamu Kunyit Asam acutely after doing strenuous physical exercise can reduce creatine kinase levels in trained male athletes. Acute Jamu Kunyit Asam supplementation in this study can help reduce muscle damage due to strenuous physical exercise through nutritional interventions.