Sinaga, Rika Nailuvar
Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Medan

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Effect Of Acute Jamu Kunyit Asam After Strenuous Physical Exercise On Creatine Kinase Levels Sinaga, Fajar Apollo; Nailuvar Sinaga, Rika; Ginting, Mandike
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i3.169

Abstract

Strenuous physical exercise can trigger muscle damage causing an increase in creatine kinase levels. One of the strategies to prevent muscle damage is to consume antioxidants and anti-inflammatory. Jamu Kunyit Asam is known to have antioxidant and anti-inflammatory activity. The aim of this study was to determine the effect of acutely giving Jamu Kunyit Asam on creatine kinase levels after strenuous physical exercise. The research sample used 20 trained males. The sample was divided into two groups (Experiment = 10; Placebo = 10). The pre-test was done by checking creatine kinase levels before engaging in strenuous physical exercise. After doing strenuous physical exercise by running on a treadmill with an intensity of 90-100% for 30 minutes, the experimental group was given 250 ml of Jamu Kunyit Asam every day for 3 days, while the control group was given a placebo drink. Creatine kinase levels were measured immediately, 24 hours, 48 hours, and 72 hours after strenuous physical exercise. The results showed that CK levels decreased significantly 24 hours, 48 hours and 72 hours after strenuous physical exercise in the Jamu Kunyit Asam group compared to the placebo group (p<0.05). The conclusion of this study is that giving Jamu Kunyit Asam acutely after doing strenuous physical exercise can reduce creatine kinase levels in trained male athletes. Acute Jamu Kunyit Asam supplementation in this study can help reduce muscle damage due to strenuous physical exercise through nutritional interventions.
POTENSI MINYAK ATSIRI CENGKEH DALAM SEDIAAN TOPIKAL UNTUK MENANGANI NYERI PASCA-LATIHAN Sinaga, Fajar Apollo; Sinaga, Rika Nailuvar; Siregar, Tiur Malasari; Muliawan Firdaus
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/q25tgp88

Abstract

Nyeri otot tertunda (Delayed-Onset Muscle Soreness/DOMS) merupakan keluhan umum pasca aktivitas fisik intensif yang dapat mengganggu performa dan siklus latihan. Pendekatan topikal dengan bahan alam seperti minyak atsiri cengkeh (Syzygium aromaticum L.) menawarkan alternatif analgesik yang potensial dengan risiko efek samping sistemik minimal. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas sediaan topikal krim minyak atsiri cengkeh dalam menurunkan intensitas nyeri DOMS yang diukur dengan Visual Analog Scale (VAS). Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu dengan pretest-posttest control group design. Sebanyak 30 atlet pemula dibagi secara acak menjadi tiga kelompok: (1) kelompok intervensi (krim minyak atsiri cengkeh 10%), (2) kelompok kontrol positif (krim diklofenak 1%), dan (3) kelompok kontrol plasebo (basis krim). DOMS diinduksi dengan protokol lari menurun (downhill running) di treadmill (-10%, 30 menit, 70% denyut nadi maksimal). Intensitas nyeri diukur menggunakan VAS (0–10 cm) pada baseline, 24, 48, dan 72 jam pasca-latihan. Data dianalisis dengan ANOVA dua arah pengukuran berulang (Repeated Measures ANOVA) dan uji post-hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam skor VAS antar kelompok dan antar waktu pengukuran (p < 0,01). Skor VAS memuncak pada 48 jam pasca-latihan di semua kelompok. Kelompok plasebo menunjukkan skor tertinggi (7,2 ± 1,1), sedangkan kelompok minyak atsiri cengkeh (4,7 ± 0,9) dan kelompok diklofenak (4,5 ± 0,8) menunjukkan skor yang secara signifikan lebih rendah (p < 0,01). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok minyak atsiri cengkeh dan kelompok diklofenak pada semua titik pengukuran (p > 0,05). Kesimpulan penelitian adalah sediaan topikal krim minyak atsiri cengkeh 10% efektif menurunkan intensitas nyeri DOMS yang setara dengan diklofenak topikal 1% dan secara signifikan lebih efektif dibandingkan plasebo. Minyak atsiri cengkeh berpotensi sebagai alternatif fitofarmaka topikal yang aman dan efektif untuk penanganan nyeri pasca-latihan. Kata kunci: Krim minyak atsiri cengkeh, DOMS, nyeri otot, analgesik topikal, Visual Analog Scale (VAS)