Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan Regulasi Emosi Terhadap Kecenderungan Perilaku Self Injury Pada Wanita Dewasa Awal Yang Sedang Putus Cinta Fairuz Sabrina; Sitti Murdiana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5413

Abstract

Individu dewasa awal yang sedang mengalami putus cinta akan merasakan kesedihan dan perasaan marah apabila dibandingkan oleh individu yang sedang dalam hubungan stabil sehingga memicu terjadinya perilaku melukai dirinya sendiri (self-injury) dikarenakan ketidakmampuan dalam mengelola emosi dengan baik. Hal tersebut sebagian besar terjadi pada individu wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan perilaku self injury pada wanita dewasa awal yang sedang putus cinta. Subjek pada penelitian ini sebanyak 60  wanita yang berada pada usia dewasa awal yang sedang putus cinta dan melakukan self-injury di Kota Makassar. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental Berdasarkan hasil uji hipotesis  Spearman Rank yang dilakukan menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan self injury pada wanita dewasa awal yang sedang putus cinta di Kota Makassar (p = 0,000 < 0,05). Koefisien korelasi variabel regulasi emosi dan self injury sebesar -0,249  dan tergolong pada kategori lemah. Implikasi pada penelitian ini menjadi bahan evaluasi bagi wanita dewasa awal untuk dapat melampiaskan segala bentuk emosinya kepada hal yang positif dan tidak merugikan dan dapat melihat resiko dan bahaya dalam perilaku self injury.
Pengaruh Self Body Shaming Terhadap Perilaku Makan Pada Remaja Perempuan Di Kota Makassar Farida S; Sitti Murdiana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5421

Abstract

Pada masa remaja terjadi banyak perubahan dramatis, salah satunya adalah perubahan fisik. Remaja perempuan merasa kurang puas dengan tubuhnya terkait dengan meningkatnya jumlah lemak. Mereka beranggapan bahwa memiliki tubuh kurus akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya. Hal ini menjadi tantangan bagi remaja untuk melakukan diet walaupun dengan cara ekstrim yang dapat membahayakan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self body shaming terhadap perilaku makan pada remaja perempuan di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang pernah melakukan self body shaming di Kota Makassar dengan jumlah 213 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu Accidental Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala self body shaming dan skala periaku makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat signifikansi antara self body shaming terhadap perilaku makan pada remaja perempuan di Kota Makassar (p = 0,000) yang berarti hipotesis diterima. Sementara itu, berdasarkan nilai koefisien determinasi (R Square) yaitu sebesar 0,326, dimana artinya pengaruh self body shaming terhadap perilaku makan sebesar 32,6% dan 67,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Implikasi pada penelitian ini menjadi bahan evaluasi terkait mengurangi perilaku yang mengarah pada self body shaming, meningkatnya self body shaming sendiri akan berpengaruh terhadap perilaku makan pada remaja perempuan, serta dapat berkontribusi pada pengembangan gangguan makan seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, atau gangguan makan lainnya.
Pengaruh Muslim Spiritual Attachment terhadap Konflik Perkawinan pada Istri di Kota Makassar Nur Fadillah; Asniar Khumas; Sitti Murdiana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of Muslim spiritual attachment on marital conflict. This research was conducted with quantitative methods through the distribution of the scale with the number of research respondents as many as 125 wives in the city of Makassar. The data collection technique was done by purposive sampling technique. Data were analyzed using logistic regression analysis technique with the help of JASP version 0.14.1.0. The results showed that among the three dimensions of Muslim spiritual attachment, only the secure relationship dimension had a significant effect on marital conflict with a B value of (-0.602). The dimensions of separation protest and the positive dimensions of the model of self have no significant effect on marital conflict. The value of R2 = 0,059 which means that the three dimensions of Muslim spiritual attachment, namely the dimensions of secure relationship, separation protest, and positive model of self together are able to explain the marital conflict variable with conformity of 5.9%.
Perbedaan Penyesuaian Perkawinan Pada Pasangan Suami Istri Yang Melalui Proses Pacaran Dan Ta’aruf Di Kota Makassar Sarah Safira; Sitti Murdiana; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.441

Abstract

Kemampuan penyesuaian perkawinan diperlukan untuk mencapai keberhasilan rumah tangga yang dapat dipengaruhi oleh proses pemilihan pasangan yang dilalui individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penyesuaian perkawinan antara pasangan suami istri yang menikah melalui proses pacaran dan ta’aruf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang berusia 20-40 tahun, usia pernikahan 1-5 tahun, pernikahan merupakan pernikahan pertama dan monogami, serta menjalani proses pacaran atau ta’aruf sebelum menikah yang berjumlah 120 partisipan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok suami, tidak terdapat perbedaan antara penyesuaian perkawinan suami terhadap istri yang menikah melalui proses pacaran (mean=117,933) dan ta’aruf (mean=123,300) dengan p=0,549 (p>0,05). Sedangkan pada kelompok istri, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang menikah melalui proses pacaran (mean=112,167) dan ta’aruf (mean=121,467) dengan p=0,016 (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat memberi pengetahuan bagi individu pentingnya proses pemilihan pasangan sebelum menikah dan bagi suami istri agar mampu memerhatikan aspek-aspek untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan terutama pasangan yang baru menikah.
Gambaran Strategi Coping pada Ibu Bekerja dalam Mendampingi Anak Belajar Daring Fatimah; Sitti Murdiana; Andi Nasrawati Hamid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i3.1499

Abstract

Masa pandemi covid-19 membuat banyak perubahan termasuk dalam sistem pendidikan. Tidak hanya para pelajar, ibu sebagai pemeran utama dalam mendampingi anak juga dipaksa untuk beradaptasi dalam sistem baru tersebut. Khususnya pada ibu bekerja, tugas yang diperoleh menjadi semakin banyak karena harus mendampingi anak belajar daring. Sejumlah data menunjukkan bahwa tingkat stres pada ibu bekerja lebih tinggi daripada ibu yang tidak bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi coping yang dilakukan ibu bekerja saat mengalami stres dalam mendampingi anak belajar daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui proses wawancara kepada dua responden yang merupakan ibu bekerja dan mendampingi anak belajar daring serta tiga significant others. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak stres yang diperoleh ibu saat melakukan pendampingan pembelajaran daring dapat dilihat dari dampak emosional, fisik dan kognisi. Strategi coping yang paling sering dilakukan ibu bekerja saat mengalami stres karena pembelajaran daring adalah dengan emotional focus coping. Ibu bekerja juga sesekali menampilkan mekanisme pertahanan diri dalam mendampingi anak belajar daring.
Kecenderungan Stockholm Syndrome pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Berpacaran di Kota Makassar Nurul Khairaat; Sitti Murdiana; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i3.1510

Abstract

In several cases of dating violence, some of woman who are victims choose persist and even feel that they are a stronger attachment to their partner. This phenomenon is known as the Stockholm Syndrome. Graham, Rawlings, Ihms, Latimer, Foliano, Thompson, and Hacker (1995) explained that Stockholm Syndrome is a psychological paradox condition that creates a strong bond between victims and perpetrators of violence. This study aims to find out what situations support the emergence of Stockholm Syndrome in women victims of violence in dating who choose to survive. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection was done by interview and documentation. The research participants were six people, namely two subjects. The data were analyzed using a theory driven thematic analysis technique which refers to the theory of Graham, et al. Based on the results of the study, it was found that women victims of violence in dating experienced four situations that gave rise to stockholm syndrome in themselves, namely physical and psychological threats, small kindnesses given by their partners, isolation of victims from the outside world, and the inability of the victim to escape from the relationship.The results of this study can be used as a reference for formulating an intervention program for women who cannot leave a relationship full of violence.
Efektivitas Tayangan Humor Dalam Menurunkan Stres Pada Masa Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkoba Di Rutan Makassar Agni Imaniah Rahmah; Sitti Murdiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 5: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i5.2199

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of humor in reducing stress during the rehabilitation period for drug abusers in the Makassar Detention Center. This research is using experimental method. Participants in this study were 18 drug abusers undergoing rehabilitation at the Makassar Detention Center and divided into 2 groups, 9 experimental groups and 9 control groups. The experimental design in this study was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The data analysis technique used the Wilcoxon signed-rank test. The analysis test showed a significant result of p = 0.012 (p <0.05) which indicated that there was a significant difference between the experimental group and the control group. The results of hypothesis testing in this study stated that giving treatment in the form of humor shows was effective in reducing stress for drug abusers undergoing rehabilitation at the Makassar Detention Center
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa Yang Memiliki Orang Tua Bercerai Di Kota Makassar Rahma Fany; Sitti Murdiana; Muh. Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2383

Abstract

Mahasiswa yang berada dalam tahap perkembangan remaja akhir dan dewasa awal. Berbagai macam permasalahan dan kondisi sulit ditahap perkambangan ini (Santrock, 1995). Dalam mengahadapi kondisi sulit terdapat individu yang mampu beradataptasi secara positif dan ada yang tidak mampu beradaptasi. Individu yang mampu mengatasi keadaan sulit merupakan individu yang resiliensi. Salah satu faktor yang mendukung individu untuk dapat berdaptasi terhadap perubahan situasi adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Self efficacy terhadap Resiliensi pada Mahasiswa yang memiliki Orang Tua Bercerai di Kota Makassar. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memiliki orang tua bercerai di Kota Makassar sebanyak 373 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan uji hipotesis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 yang berarti bahwa ada peran self efficacy terhadap Resiliensi. Sedangkan, nilai R square sebesar 0,178 yang berarti bahwa terdapat 17,8% pengaruh self efficacy terhadap resiliensi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi resiliensi, sebaliknya semakin rendah self efficacy maka semakin rendah pula resiliensi. Implikasi penelitian ini diharapkan kepada seluruh mahasiswa untuk meningkatkan self efficacy dalam diri agar bisa menjadi individu yang resiliens.
Efektivitas Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Terhadap Penurunan Kecemasan Covid-19 Pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Andi Fitrah Mutmainnah; Sitti Murdiana; Harlina Hamid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2386

Abstract

Mahasiswa dalam kesehariannya mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitasnya karena dihadapkan dengan kondisi pandemi covid-19. Pada situasi saat ini mahasiswa mengalami kecemasan ketika mengerjakan aktivitasnya. Gejala kecemasan yang dialami mahasiswa yaitu gelisah, takut tertular virus, waspada berlebihan dan kesulitan berkonsentrasi dalam menjalankan aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kecemasan mahasiswa melalui intervensi mendengarkan murottal al-qur’an. Subjek penelitian berjumlah 7 orang yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang memiliki tingkat kecemasan cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan ­desain eksperimen the one-group pretest-posttest. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecemasan covid-19 yang disusun berdasarkan aspek dari Calhoun dan Acocella. Data dianalisis menggunakan statistik nonparametrik uji Wilcoxon signed rank test dengan cara membandingkan nilai rata-rata sebelum dan setelah intervensi mendengarkan murottal al-qur’an diberikan kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan secara signifikan (p=0.018) dengan nilai pretest (50,86) dan posttest (46,14), sehingga intervensi mendengarkan murottal al-qur’an yang diberikan efektif untuk menurunkan kecemasan covid-19 yang dialami oleh mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah intervensi mendengarkan murottal al-qur’an dapat dijadikan sebagai salah satu metode untuk menurunkan kecemasan covid-19 pada individu, khususnya bagi mahasiswa yang mengalami kecemasan akibat covid-19.
Peningkatan Harga Diri Untuk Mengurangi Shyness Pada Siswa Ahmad Ridfah; M Ahkam Alwi; Sitti Murdiana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2247

Abstract

Fenomena shyness sering menghambat siswa dalam berinteraksi sosial dan mempengaruhi performa akademik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri guna mengurangi tingkat shyness siswa di MAN 1 Polman. Metode pelaksanaan mencakup psikoedukasi, permainan interaktif, dan refleksi. Kegiatan ini diikuti oleh 10 siswa dengan tingkat shyness yang tergolong sedang. Pada tahap awal, dilakukan pre-test menggunakan skala shyness untuk mengukur tingkat shyness awal, diikuti dengan kegiatan intervensi yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan harga diri. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor shyness dari rata-rata 72,6 pada pre-test menjadi 64,2 pada post-test, menunjukkan efektivitas intervensi dengan penurunan median dari 69,0 menjadi 63,5. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai W = 47, p < 0,05 dengan efek besar 0,709, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari peningkatan harga diri terhadap penurunan tingkat shyness. Observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas dan peningkatan rasa percaya diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan harga diri melalui pendekatan psikoedukatif dan permainan dapat membantu mengurangi shyness secara signifikan. Disarankan agar sekolah mengadopsi program serupa secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan konselor untuk menjaga hasil positif ini. Enhancing Self-Esteem to Reduce Shyness Among Students  Shyness often hinders students from engaging in social interactions and affects their academic performance. This study aims to enhance self-esteem to reduce shyness levels among students at MAN 1 Polman. The implementation method includes psychoeducation, interactive games, and reflection. This program involved 10 students with moderate shyness levels. Initially, a pre-test using a shyness scale was conducted to measure the baseline level of shyness, followed by a specifically designed intervention to boost self-esteem. Results showed a decrease in shyness scores from an average of 72.6 in the pre-test to 64.2 in the post-test, indicating the intervention's effectiveness, with a median reduction from 69.0 to 63.5. The Wilcoxon test yielded W = 47, p < 0.05, with a large effect size of 0.709, suggesting a significant impact of self-esteem enhancement on reducing shyness levels. Observations highlighted an increase in student engagement in classroom activities and improved self-confidence. This study concludes that self-esteem enhancement through psychoeducational and game-based approaches can significantly help reduce shyness. It is recommended that schools adopt similar programs on an ongoing basis with support from teachers and counselors to maintain these positive outcomes.