Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK FOMO TERHADAP KESEHATAN MENTAL GEN Z Zacky Ni’ma Hilya, Moh; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1798-1802

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak di kalangan Generasi Z akibat keterikatan mereka dengan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak FOMO terhadap kesehatan mental Generasi Z, dengan fokus pada kecemasan sosial, stres, depresi, gangguan tidur, dan menurunnya produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dari media digital membuat Generasi Z lebih rentan mengalami kecemasan dan perasaan tidak berharga. Selain itu, kebiasaan begadang untuk terus memantau aktivitas di media sosial mengganggu pola tidur, menurunkan konsentrasi, serta menghambat produktivitas dalam studi dan pekerjaan. Oleh karena itu, penting bagi Generasi Z untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak, meningkatkan self-esteem, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial, kesehatan mental, dan produktivitas agar terhindar dari dampak negatif FOMO.
MEMBACA KEKERASAN SEKSUAL DI BALIK SERAGAM SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR DALAM PERSPEKTIF HABITUS DAN KEKUASAAN SIMBOLIK Amalia, Amalia; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2548-2555

Abstract

Kekerasan seksual di institusi pendidikan merupakan persoalan sosial yang kompleks, sering kali tersembunyi di balik struktur formal dan simbol-simbol otoritas seperti seragam, jabatan, dan budaya disiplin. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui telaah literatur dengan menggunakan perspektif sosiologi kritis Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus dan kekuasaan simbolik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan lembaga, serta teori-teori sosiologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan seksual di lingkungan sekolah tidak hanya merupakan tindakan individual, melainkan bagian dari konstruksi sosial yang dibentuk oleh habitus institusional dan relasi kuasa simbolik. Guru atau staf pendidik yang memiliki modal simbolik sering kali memanfaatkan posisinya untuk melakukan dominasi, sementara siswa berada dalam posisi yang sulit untuk melawan karena terbentuknya habitus kepatuhan dan budaya bungkam. Kajian ini menegaskan pentingnya membongkar mekanisme sosial dan simbolik yang memungkinkan kekerasan seksual terus terjadi dalam sistem pendidikan, serta perlunya pendekatan struktural dalam merumuskan upaya pencegahan.
FENOMENA VICTIM BLAMING DALAM KASUS PELECEHAN: KEBIASAAN BURUK YANG TERUS DINORMALISASI Nur Azizah, Sarah; Nur Alia, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2361-2368

Abstract

Victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih menjadi permasalahan yang terus terjadi di Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika korban justru disalahkan atas tindakan yang mereka alami, baik karena pakaian, perilaku, atau situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih dinormalisasi oleh masyarakat, serta faktor-faktor yang memperkuatnya, seperti seksisme, patriarki, dan kurangnya edukasi seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, didukung oleh analisis wacana dari berbagai kasus yang terjadi di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa victim blaming tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mengakar serta kurangnya pemahaman tentang pelecehan seksual. Namun, media sosial juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi alat untuk melawan victim blaming. Oleh karena itu, edukasi mengenai pelecehan seksual dan bahaya victim blaming perlu diperluas agar korban mendapatkan dukungan yang layak dan pelak.