Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK FOMO TERHADAP KESEHATAN MENTAL GEN Z Zacky Ni’ma Hilya, Moh; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1798-1802

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak di kalangan Generasi Z akibat keterikatan mereka dengan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak FOMO terhadap kesehatan mental Generasi Z, dengan fokus pada kecemasan sosial, stres, depresi, gangguan tidur, dan menurunnya produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dari media digital membuat Generasi Z lebih rentan mengalami kecemasan dan perasaan tidak berharga. Selain itu, kebiasaan begadang untuk terus memantau aktivitas di media sosial mengganggu pola tidur, menurunkan konsentrasi, serta menghambat produktivitas dalam studi dan pekerjaan. Oleh karena itu, penting bagi Generasi Z untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak, meningkatkan self-esteem, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial, kesehatan mental, dan produktivitas agar terhindar dari dampak negatif FOMO.
MEMBACA KEKERASAN SEKSUAL DI BALIK SERAGAM SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR DALAM PERSPEKTIF HABITUS DAN KEKUASAAN SIMBOLIK Amalia, Amalia; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2548-2555

Abstract

Kekerasan seksual di institusi pendidikan merupakan persoalan sosial yang kompleks, sering kali tersembunyi di balik struktur formal dan simbol-simbol otoritas seperti seragam, jabatan, dan budaya disiplin. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui telaah literatur dengan menggunakan perspektif sosiologi kritis Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus dan kekuasaan simbolik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan lembaga, serta teori-teori sosiologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan seksual di lingkungan sekolah tidak hanya merupakan tindakan individual, melainkan bagian dari konstruksi sosial yang dibentuk oleh habitus institusional dan relasi kuasa simbolik. Guru atau staf pendidik yang memiliki modal simbolik sering kali memanfaatkan posisinya untuk melakukan dominasi, sementara siswa berada dalam posisi yang sulit untuk melawan karena terbentuknya habitus kepatuhan dan budaya bungkam. Kajian ini menegaskan pentingnya membongkar mekanisme sosial dan simbolik yang memungkinkan kekerasan seksual terus terjadi dalam sistem pendidikan, serta perlunya pendekatan struktural dalam merumuskan upaya pencegahan.
ANALISIS PERILAKU SELF-INJURY PADA MAHASISWA AKIBAT KURANGNYA DUKUNGAN SOSIAL YANG MEMICU DEPRESI Sahara Agustin, Alifa; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1452-1457

Abstract

Penelitian ini membahas self-injury pada mahasiswa yang dipicu oleh kurangnya dukungan sosial, serta peran kelembagaan sosial dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini menggunakan  metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan. Berdasarkan kajian literatur, mahasiswa yang memiliki dukungan sosial yang rendah lebih rentan mengalami tekanan emosional yang memicu depresi karena adanya perasaan terisolasi sehingga mengalami stres emosional yang berlebihan, serta sulit untuk mengendalikan tekanan akademik dan personal, yang dalam beberapa kasus dapat memicu potensi bunuh diri. Lembaga sosial seperti keluarga dan institusi pendidikan sangat penting untuk memberikan dukungan psikologis dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Kesimpulannya, dengan meningkatkan dukungan sosial dan peran kelembagaan sosial dalam kehidupan mahasiswa, risiko self-injury dapat berkurang dan kesejahteraan mental mahasiswa semakin meningkat
KETIDAKSESUAIAN PENDIDIKAN DAN LAPANGAN KERJA BAGI LULUSAN PERGURUAN TINGGI Raihan, Marsya; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1385-1389

Abstract

Ketidaksesuaian antara pendidikan dan dunia kerja menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran terdidik. Banyak lulusan perguruan tinggi menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka akibat ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan dalam pendidikan formal dan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian tersebut serta dampaknya terhadap meningkatnya jumlah pengangguran terdidik. Selain itu, penelitian ini juga membahas strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi kesenjangan tersebut agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lulusan perguruan tinggi yang mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, serta didukung oleh sumber sekunder seperti laporan penelitian, artikel media, dan data dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian kurikulum, kurangnya pelatihan praktis, serta ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kesempatan kerja memperburuk permasalahan ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi yang melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, seperti peningkatan kualitas pelatihan kerja, program pemagangan, serta penguatan bimbingan karir. Dengan penerapan strategi yang tepat, diharapkan lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja dan dapat memanfaatkan pendidikan mereka secara optimal.
REVOLUSI MENTAL DAN PEMBENTUKAN KARAKTER PELAJAR MASA DEPAN Hasan, Tholhah; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter sebagai bentuk konkret dari implementasi revolusi mental dalam membentuk generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan tangguh secara moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa revolusi mental dalam dunia pendidikan menekankan transformasi nilai, sikap, dan perilaku peserta didik melalui penguatan karakter berbasis nilai-nilai seperti integritas, gotong royong, dan etos kerja. Tantangan utama dalam implementasinya meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya partisipasi orang tua, serta kurangnya inovasi pembelajaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, strategi implementasi yang efektif mencakup integrasi nilai karakter ke dalam semua aspek kegiatan sekolah, penguatan peran guru sebagai teladan, dan kerja sama aktif dengan keluarga serta masyarakat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antar elemen pendidikan menjadi kunci keberhasilan revolusi mental dalam membentuk pelajar yang berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
FENOMENA VICTIM BLAMING DALAM KASUS PELECEHAN: KEBIASAAN BURUK YANG TERUS DINORMALISASI Nur Azizah, Sarah; Nur Alia, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2361-2368

Abstract

Victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih menjadi permasalahan yang terus terjadi di Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika korban justru disalahkan atas tindakan yang mereka alami, baik karena pakaian, perilaku, atau situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih dinormalisasi oleh masyarakat, serta faktor-faktor yang memperkuatnya, seperti seksisme, patriarki, dan kurangnya edukasi seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, didukung oleh analisis wacana dari berbagai kasus yang terjadi di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa victim blaming tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mengakar serta kurangnya pemahaman tentang pelecehan seksual. Namun, media sosial juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi alat untuk melawan victim blaming. Oleh karena itu, edukasi mengenai pelecehan seksual dan bahaya victim blaming perlu diperluas agar korban mendapatkan dukungan yang layak dan pelak.