Articles
PENDIDIKAN KESEHATAN SEKS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI : SEX HEALTH EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF ADOLESCENT GIRLS
Endar Timiyatun;
Siti Aisyah Humairah;
Eka Oktavianto
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.141 KB)
Latar Belakang: Pada saat ini seks bebas adalah salah satu masalah yang melanda remaja di Indonesia. Hal ini terjadi karena pergaulan bebas, pengaruh media, keadaan lingkungan masyarakat, tidak berpegang teguh pada agama dan kurangnya perhatian orang tua. Pentingnya pendidikan seks pada remaja merupakan salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh para remaja saat ini. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman didapatkan hasil bahwa santriwati belum pernah menerima pendidikan kesehatan tentang seks bebas. Tujuan: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan seks terhadap tingkat pengetahuan remaja putri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu pre eksperiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah santriwati Aliyah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri kelas III sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara total sampling yaitu maka sampel pada penelitian ini sebanyak 49 orang karena salah satu responden tidak hadir. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan seks pada remaja di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan seks pada remaja putri di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri Berbah Sleman. Background: At this time free sex is one of the problems that hit teenagers in Indonesia. This happens because of promiscuity, the influence of the media, the state of the community environment, not adhering to religion and lack of parental attention. The importance of sex education in adolescents is one solution in dealing with the problems experienced by teenagers today. Based on a preliminary study conducted by researchers at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman, it was found that female students had never received health education about free sex. Objective: To know the effect of sex health education on the level of knowledge of adolescent girls at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman. Methods: The research used is a pre eksperiment with a research design of One Group Pretest Posttest. The population used in this study was 50 students of Aliyah Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putri in class III. Sampling in this study by means of total sampling, namely the sample in this study as many as 49 people because one of respondent is not present. This research instrument uses a questionnaire. Data analysis using Wilcoxon test. Result: The results of the analysis showed that there were differences in the level of knowledge before and after being given sex health education to adolescents at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman with a p value of 0.000 <0.05. Conclusion: There is a significant effect on the level of knowledge before and after being given sex health education to adolescent girls at the Ibnul Qoyyim Putri Berbah Islamic Boarding School, Sleman.
Pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah
Eka Oktavianto;
Sri Nur Hartiningsih;
Nadya Wuri Dewastuti;
Endar Timiyatun
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.245 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v7i1.138
Abstrak Latar Belakang: Pengasuh adalah penentu utama perkembangan anak. Interaksi dan hubungan dengan pengasuh akan memberikan efek yang kuat pada pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi anak-anak. Interaksi berkualitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Namun, tidak setiap pengasuh mampu merespons secara tepat kebutuhan anak-anak mereka. Memberikan pelatihan bermain bagi pengasuh adalah salah satu solusi yang dibutuhkan. Tujuan: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah. Metode: Penelitian ini adalah pra-eksperimental dan menggunakan satu kelompok pre-pos tes tanpa kelompok kontrol. Sembilan belas pasang pengasuh dan anak-anak pra sekolah direkrut dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan lembar observasi PICCOLO (Parenting Interaction with Children: Checklist of Observation Linked to Outcome). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terjadi peningkatan skor kualitas interaksi sebelum dan sesudah pelatihan diberikan. Nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 24,95 dan setelah pelatihan bermain adalah 36,74 (pada postest 1) dan 36,89 (pada postest 2). Terjadi kenaikan rata-rata skor kualitas interaksi sebesar 11,79 (pada postest 1), dan 11,94 (pada postest 2). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05) Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah (nilai p < 0,05).
Hubungan Keikutsertaan Vaksinasi Covid-19 dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan Ibu Hamil
Dian Nur Adkhana Sari;
Diyan Nur Hidayah;
Endar Timiyatun;
Suryati Suryati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 4 (2023): November 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v5i4.1781
Kasus Covid-19 pertama di Indonesia terjadi pada 2 Maret 2020, yang diduga tertular dari orang asing yang berkunjung ke Indonesia. Covid-19 telah menjangkit seluruh penduduk dunia termasuk wanita hamil. Ibu hamil merupakan kelompok rentan, karena perubahan sistem kekebalan tubuh pada ibu hamil berhubungan dengan gejala infeksi COVID-19. Salah satu pencegahan Covid-19 bagi ibu hamil adalah dengan pemberian vaksin covid-19, serta pemerintah juga menerapkan sistem protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keikutsertaan vaksinasi Covid-19 dengan kepatuhan protokol kesehatan pada ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Populasinya seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan. Sampel sebanyak 40 responden yang didapatkan dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepatuhan protokol kesehatan yang sudah dilakukan uji validitas, menggunakan analisis uji Chie-Square. Sebagian besar pada ibu hamil sudah mengikuti vaksin covid yaitu sebanyak 32 responden (64,0%). Kepatuhan Protokol Kesehatan perilaku baik yaitu sebanyak 29 responden (58,0%). Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara keikutsertaan vaksinasi covid-19 dengan kepatuhan protokol kesehatan dengan nilai Asymptotic Significance (2-sided) 0,000 (0,05).
SEDENTARY LIFESTYLE DAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19
Endar Timiyatun Oktavianto;
Supriyadin, Eka Oktavianto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 1 (2023): Nursing Science Journal (NSJ)
Publisher : STIKES Pemkab Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53510/nsj.v4i1.167
Latar belakang: Kondisi pandemi covid-19 berdampak pada aktifitas remaja, dimana banyak remaja yang mengalami sedentary lifestyle. Selain itu, permasalahan emosional juga banyak dialami oleh remaja pada saat pandemi. Diduga terdapat hubungan antara sedentary lifestyle dengan kecerdasan emosional pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sedentary lifestyle dengan kecerdasan emosional pada remaja selama masa pandemi Covid-19. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA N I Imogiri Yogyakarta yang terdaftar aktif sebagai siswa/siswi, dengan jumlah 118 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner aktivitas sedentary remaja dan kuesioner kecerdasan emosional. Analisis data mengunakan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian: Mayoritas remaja mengalami sedentary lifestyle dalam kategori yang tinggi yaitu sebanyak 77 orang (65,3%). Mayoritas remaja memliki kecerdasan emosional dalam kategori rendah yaitu sebanyak 82 orang (69,5%). Remaja yang memiliki sedentary lifestyle yang tinggi akan cederung untuk memiliki kecerdasan emosional yang rendah yaitu sebanyak 73 orang (61,8%). Hasil uji korelasi mengunakan uji Kendall tau didapatkan nilai r = 0,734 dengan nilai p value = 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan kecerdasan emosional pada remaja selama masa pandemi Covid-19.
Pelatihan Bermain Pada Pengasuh Meningkatkan Parenting Self-Efficacy
Eka Oktavianto;
Tri Wahyu Intan Lesmana;
Endar Timiyatun;
Atik Badi'ah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v6i1.294
Masih banyak pengasuh yang masih belum optimal dalam melakukan pengasuhan anaknya. Parenting self-efficacy yang dimiliki pengasuh menentukan kualitas pengasuhan. Masih banyak pengasuh yang merasa tidak mampu untuk merawat anaknya dengan baik. Hal tersebut perlu untuk diatasi. Salah satunya dengan melakukan pelatihan bermain pada pengasuh. Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain pada pengasuh terhadap parenting self-efficacy. Penelitian ini berjenis pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yakni 19 pengasuh. Uji analisis menggunakan paired sample t-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner parenting self-efficacy yang dimodifikasi dari Tools to Measure Parenting Sef-Efficacy (TOPSE). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan skor parenting self-efficacy antara sebelum dan sesudah pelatihan. Nilai rata-rata parenting self-efficacy sebelum pelatihan adalah 239,26 dan setelah pelatihan (post-test 1) menjadi 288,53 (perbedaan rata-rata sebesar 49,27) dan pada post-test 2 menjadi 399,16 (perbedaan rata-rata 159,90). Hasil uji komparasi antara sebelum dan sesudah pelatihan bermain didapatkan nilai p=0,000 (nilai p< 0,05). Kesimpulanya adalah pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan parenting self-efficacy.
Manfaat Mendengarkan Terapi Murottal Al – Qur’an Untuk Menurunkan Stress Pada Lansia Penderita Hipertensi di Posyandu Lansia Melati Kasihan Bantul Yogyakarta
Nurhayati, Pipin;
Risa Arroyyani;
Maryani;
Endar Timiyatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/judimas.v2i2.281
Penurunan fungsi organ atau degenerative sel mengakibatkan terjadinya komplikasi yang dialami oleh lansia. Beberapa penyakit yang diderita lansia mayoritas yaitu hipertensi dan hal tersebut memicu terjadinya stress yang dialami oleh lansia. Apabbila stress tersebut tidak segera teratasi maka akan menimbulkan berbagai penyakit penyertas seperti stroke, gagal ginjal hingga penurunan kesadaran. Hal tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan yaitu dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan mendengarkan terapi murottal Al -Quran yang mampu meningkatkan hormone endorphin menjadikan daya rileksasi. Laporan pengabdian design yang digunakan yatu studi kasus bertujuan membuktikan terapi murottal dalam menurunkan tingkat stress lansia hipertensi. Analisa data yaitu metode pengamatan. Hasil pengabdian dilakukan dapat membuktikan mendengarkan terapi murottal Al -Quran mengalami perubahan yaitu sebelum mendengarkan murottal sebanyak 23 orang mengalami stress berat dan setelah mendengarkan murottal sebanyak 14 orang mengalami stress ringan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA PUTRI DI SD NEGERI KAUMAN DAN SD NEGERI PUNGKURAN PLERET BANTUL YOGYAKARTA
Endar Timiyatun;
I Made Moh. Yanuar Saifudin;
Ibna Dzakia Rahmayanti;
Eka Oktavianto
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 2 No. 1, Februari 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anxiety is a nonspecific symptom that is often found and often is a normal emotion. Teenagers who experience puberty will be more depressed, worried, anxious, angry, and crying just because of very little incitement. The aim of this studi was to determine the relationship of knowledge of premenstrual syndrome (PMS) with anxiety levels in adolescent girls. This study used quantitative research methods, the number of samples as many as 30 people who have experienced menstruation and who have experienced premenstrual syndrome total sampling technique. Testing data uses kendall’s know. This study was conducted in Kauman State Elementary School and Pungkuran Pleret State Elementary School in Yogyakarta totaling 30 respondents, the majority of them were 12 years old with 15 respondents (50.0%) and had never received information, as many as 16 respondents (53.3%), and the majority less knowledgeable respondents as many as 15 respondents (53.3%), and experienced severe anxiety as many as 12 respondents (40.0%). Respondents who experienced less knowledge and experienced severe anxiety were 12 respondents (75%). From the result of Kendall's analysis test, it is found that the value of p = 0,000 with a correlation value of 0.800 which means that Ha is accepted and H0 is rejected. There is a relationship between premenstrual syndrome (PMS) knowledge and anxiety levels in adolescent girls.
Memahamkan Remaja Putri Tentang Dismenorea serta Penanganannya Secara Nonfarmakologis: Understanding Adolescent Girls About Dysmenorrhea and Its Nonpharmacological Treatment
Eka Oktavianto;
Endar Timiyatun;
Sri Nur Hartiningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Permasalahan nyeri haid atau dismenorea banyak dialami oleh para remaja putri. Sifat dan tingkat rasa nyeri dismenorea bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakannya adalah dengan melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai dismenorea dan penanganan nyeri dismenore secara nonfarmakologi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja putri yang mengalami dismenore mengenai terapi nonfarmakologi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja dalam mengatasi nyeri dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Tindakan pengabdian yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah tanya jawab. Media pengabdian yang digunakan adalah buku modul. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja putri di Dukuh Wijilan, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. Jumlah peserta sebanyak 17 remaja. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik”. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, semua remaja (100%) memiliki pengetahuan dalam kategori “baik”. Hasil uji komparasi pengetahuan sebelum dan sesudah dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulannya adalah kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan modul efektif meningkatkan pengetahuan remaja. Abstract: The problem of menstrual pain or dysmenorrhea is experienced by many young women. The nature and level of dysmenorrhea pain varies, ranging from mild to severe which can interfere with daily activities. These problems need to be addressed so that they do not disrupt adolescent activities, especially activities while studying. One of the actions is to carry out health education activities for teenagers regarding dysmenorrhea and non-pharmacological treatment of dysmenorrhea pain. The purpose of this activity is to provide health education to young women who experience dysmenorrhea regarding non-pharmacological therapy as an effort to increase adolescents' knowledge in dealing with dysmenorrhoea pain. The community-based research concept was applied in the execution of this community service project. The health education was delivered via a question-and-answer lecture format as part of the act of service. A module book was used as media in this activity. The target of this activity was young women in Wijilan Hamlet, Wijimulyo, Nanggulan, Kulonprogo. The number of participants was 17 teenagers. Evaluation method using pre and posttest. The evaluation results show an increase in the category of knowledge from the initial majority category of "less" to the category of "good". After the community service activities were carried out, all youth (100%) had knowledge in the "good" category. The results of the comparative test of knowledge before and after using the Wilcoxon test obtained a value of p = 0.000 (p value <0.05). The conclusion is that community service activities by conducting health education using modules effective to increasing adolescent knowledge.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PRIMIPARA: THE EFFECT OF MUROTTAL THERAPY ON REDUCING ANXIETY IN PRIMIPARA
Endar Timiyatun;
Eka Oktavianto;
Sunny, Suniarti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanda-tanda kecemasan primipara sering diabaikan karena kurangnya kesadaran akan dampak di masa depan bagi ibu, suami, dan anggota keluarga lainnya yang akan menjadi beban psikologis bagi primipara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al Quran terhadap penuruan kecemasan pada primipara. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan dalam suatu kelompok (one group pre-post test design without control).Analisis data yang digunakan adalah uji paired t test. Teknik pengambilan sampel menggunakan acidental sampling, dengan jumlah 16 responden. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuisioner HARS. Sebelum pemberian terapi dilakukan pre-test lalu diberikan terapi murottal Al Quran selama 20menit, kemudian dilakukan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al Quran. Nilai rata-rata sebelum pemberian terapi murottal Al Quran. Nilai rat-rata sebelum pemberian terapi murottal AL Quran 27,37 setelah pemberian terapi murottal Al Quran nilai rata-rata menjadi 8,87. Nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) sehingga ada pengaruh pemberian terapi murottal Al Quran terhadap penuruna kecemasan pada ibu primipara. Kesimpulannya adalah ada pengaruh pemberian terapi murottal Al Quran terhadap kecemasan pada ibu primipara (nilai p<0,05) Signs of anxiety in primiparas are often ignored because awareness will have an impact on the future for mothers, husbands and other family members which will be a psychological burden for primiparas. This study aims to determine the effect of Al-Quran murottal therapy in reducing anxiety in primiparous mothers. This research is pre-experimental research with a group approach (one group pre-post test design without control). The data analysis used was the paired t test. The sampling technique used incidental sampling, with a total of 16 respondents. Pain intensity was measured using the HARS questionnaire. Before administering the therapy, a pre-test was carried out, then Al-Quran murottal therapy was given for 20 minutes, then a post-test was carried out. The results of the study showed that there was a decrease in anxiety before and after being given murottal Al-Quran therapy. Average value before giving Al Quran murottal therapy. The average value before being given Al Quran murottal therapy was 27.37. After being given Al Quran murottal therapy the average value was 8.87. The p value = 0.000 (p value <0.05) so there is an effect of providing Al-Quran murottal therapy on reducing anxiety in primiparous mothers. The conclusion is that there is an effect of providing Al-Quran murottal therapy on anxiety in primiparous mothers (p value<0.05)
EFEKTIFITAS TERAPI MUROTTAL SURAT AR-RAHMAN TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA: EFFECTIVENESS OF SURAT AR-RAHMAN'S MUROTTAL THERAPY TO REDUCE DYSMENORHORE PAIN
Eka Oktavianto;
Timiyatun, Endar;
Sunny, Suniarty;
Zuyyina Lutfah, Fitria
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Nyeri haid (dismenorea) banyak dialami oleh remja putri. Nyeri yang dirasakan sering menganggu aktivitas sehari-hari pada remaja tersebut. Perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi dan mengurangi nyeri dismenorea salah satunya secara non-farmakologis dengan menggunakan terapi murottal. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian terapi murottal surat Ar-Rahman terhadap penurunan skor nyeri dismenorea. Metode: Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-posttest design. Responden pada penelitian ini yaitu siswi yang usia 13-15 tahun di SMP BIAS Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMP BIAS Yogyakarta yang mengalami dismenorea. Jumlah populasi tidak diketahui. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 siswi yang sedang mengalami dismenorea hari pertama, kedua, atau ketiga dengan skor nyeri pada rentang 1-7. Nyeri berat dengan skor 8-10 tidak dijadikan sebagai responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2023. Intervensi yang dilakukan adalah terapi murotal surat Ar-Rahman selama 15 menit. Sebelum dan sesudah pemberian intervensi dilakukan pre dan postest. Instrumen yag digunakan adalah Numeric Rating Scale. Hasil: Rata-rata skor nyeri dismenorea pada siswi SMP BIAS Yogyakarta sebelum diberikan terapi murottal adalah 4,35. Rata-rata skor nyeri dismenorea setelah diberikan terapi menurun menjadi sebesar 1.65. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 2.70 setelah diberikan terapi murottal. Hasil uji wicoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Kesimpulan: Terapi murottal Surat Ar-Rahman efektif menurunkan skor nyeri dismenorea pada siswi SMP BIAS Yogyakarta.