Claim Missing Document
Check
Articles

STATUS ASI EKSKLUSIF DAN KEJADIAN BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UMBULHARJO I: STUDI KORELASIONAL: EXCLUSIVE BREASTFEEDING STATUS AND THE INCIDENT OF STUNTING TODDLERS IN THE WORKING AREA OF UMBULHARJO I HEALTH CENTER: CORRELATIONAL STUDY Eka Oktavianto; Izzati, Shifani Nazah; Timiyatun, Endar; Sunny, Suniarti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada masa balita, masalah stunting dapat menjadi masalah fatal jika tidak diatasi dengan baik. Stunting adalah masalah kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. Tidak hanya sekedar permasalahan tinggi badan yang terhambat, stunting juga berdampak pada kecerdasan anak. Status ASI yang tidak eksklusif diduga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status ASI eksklusif dengan kejadian balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I. Penelitian ini berjenis observasional, menggunakan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan di ruang rekam medis Puskesmas Umbulharjo I. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 116 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 116 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini menggunakan daftar tilik. Data balita didapatkan dari rekam medis. Uji statistik menggukan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 116 balita stunting 39 balita (33,6%) mendapatkan ASI eksklusif dan 77 balita (66,4%) tidak mendapatkan ASI eksklusif. Dari 116 balita tidak stunting 106 balita (91,4%) mendapatkan ASI eksklusif dan 10 balita (8,6%) tidak mendapatkan ASI eksklusif. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif cenderung mengalami stunting yakni sejumlah 77 balita (66,4%) dan yang mendapatkan ASI eksklusif yakni sejumlah 106 balita (91,4%). Hasil uji chi square didapatkan nilai p= 0,000 (nilai <0,05). Kesimpulanya: ada hubungan antara status ASI eksklusif dengan kejadian balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I.   Background: During toddlerhood, stunting can become a fatal problem if it is not addressed properly. Stunting is caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in a child's height being shorter than the age standard. It's not just a problem of stunted height, stunting also has an impact on children's intelligence. Non-exclusive breastfeeding status is thought to be one of the factors that can influence the incidence of stunting. Objective: This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding status and the incidence of stunting in toddlers. Method: Observational research with a case control design was used in this research. This research was conducted in the medical records room. The sampling in this study was total sampling with 116 stunted toddlers as the case group and 116 non-stunted toddlers as the control group. This research instrument used a checklist created by researchers to record stunting and breast milk status. Data on toddlers was obtained from medical records. Statistical tests used the chi square test. Results: The results of this study show that toddlers who do not receive exclusive breastfeeding tend to experience stunting, namely 77 toddlers (66.4%) and those who receive exclusive breastfeeding tend not to be stunted, namely 106 toddlers (91.4%). The results of the chi square test obtained a p value = 0.000 (value <0.05). Conclusion: there is a relationship between exclusive breastfeeding status and the incidence of stunting in toddlers. Health workers are expected to be more active in promoting exclusive breastfeeding to prevent stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS PADA REMAJA JALANAN DI YAYASAN RUMAH IMPIAN YOGYAKARTA: THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE ABOUT THE DANGER OF FREE SEX IN STREET TEENAGERS AT RUMAH IMPIAN FOUNDATION YOGYAKARTA Endar Timiyatun; Rahmiati, Mira; Oktavianto, Eka; Nurhayati, Pipin
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja jalanan rentan berisiko terhadap berbagai permasalahan karena keterbatasan yang dimiliki. Salah satu permasalahannya ialah kesehatan reproduksi, rata-rata remaja jalanan sudah aktif secara seksual sejak dini, memiliki pasangan seksual lebih dari satu, menganggap kekerasan seksual dan seks komersial adalah hal yang biasa. Selain itu, rasa ingin tahu dan mencoba hal-hal baru terutama dikalangan remaja laki-laki yang diimbangi dengan rasa senang, membuktikan cinta dan kasih sayang kepada pasangannya tetapi dengan pengaruh media massa mereka melakukan hal yang mengarah kepada pornografi. Untuk mencegah dampak negatif dan memberikan dasar yang kuat bagi remaja dalam mengambil keputusan, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas kepada remaja sejak usia dini dengan media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas pada remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain pre experimental (one group pre-posttest design) pada desain ini terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian. Teknik Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. kriteria inklusi untuk responden yaitu: remaja yang berusia 14-16 tahun, remaja yang tinggal di jalanan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner pengetahuan mengenai bahaya seks bebas. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p= 0,000 (nilai p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas. Kesimpulannya adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya seks bebas pada remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta.   Street teenagers are vulnerable to various problems because of their limitations. One of the problems is reproductive health. On average, street teenagers are sexually active from an early age, have more than one sexual partner, and consider sexual violence and commercial sex to be normal. Apart from that, curiosity and trying new things, especially among teenage boys, is balanced with a sense of pleasure, proving love and affection for their partners, but with the influence of mass media, they do things that lead to pornography. To prevent negative impacts and provide a strong basis for teenagers in making decisions, it is necessary to provide health education regarding knowledge about the dangers of free sex to teenagers from an early age using animated video media. This research aims to determine the influence of health education on knowledge about the dangers of free sex among street teenagers at the Rumah Impian Yogyakarta Foundation. This research uses a pre-experimental design (one group pre-posttest design). In this design, there is one group used for research. Data analysis techniques used the Wilcoxon test. Inclusion criteria for respondents were: teenagers aged 14-16 years, teenagers living on the streets. The instrument used in the research was a knowledge questionnaire regarding the dangers of casual sex. The results of this study show a p value = 0.000 (p value <0.05), which means that there is an influence of health education on knowledge about the dangers of free sex. The conclusion is that there is an influence of health education on knowledge about the dangers of free sex among street teenagers at the Rumah Impian Yogyakarta Foundation.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PATUH PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA IBU ANAK PRASEKOLAH: CORRELATIONAL STUDY: PENGETAHUAN DAN SIKAP PATUH PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA IBU ANAK PRASEKOLAH: CORRELATIONAL STUDY Eka Oktavianto; Timiyatun , Endar; Sadiyah, Halimatus
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v10i1.153

Abstract

Latar belakang: Tingkat kasus penularan Covid-19 sangatlah tinggi dan berakibat adanya pandemi. Pengetahuan dan sikap patuh dalam penerapan protokol kesehtan Covid-19 diduga sangat berkaitan dengan kejadian tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan sikap patuh penerapan protokol kesehatan Covid-19. Metode: Penelitian ini berjenis non-experimental dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitianya adalah ibu anak prasekolah di PAUD Litle Care STIKes Surya Global Yogyakarta. Jumlah populasinya sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Uji statistik korelasi yang digunakan adalah uji Kendall’s Tau. Hasil: tingkat pengetahuan ibu tentang protokol kesehatan mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 30 responden (75.0%) dan sikap patuh ibu mayoritas dalam kategori baik yakni sebanyak 32 responden (80.0%). Hasil uji statistic Kendall tau didapatkan nilai koefisien korelasi = 0,735 dan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap patuh penerapan protokol kesehatan pada ibu dari anak prasekolah.
Pelatihan bermain pada ibu meningkatkan kelekatan anak Oktavianto, Eka; Karimah, Karimah; Timiyatun, Endar; Badi'ah, Atik
MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i3.3630

Abstract

Latar Belakang: Masalah kelekatan antara ibu dan anak masih terjadi pada saat ini. Praktik pengasuhan memainkan peranan penting terjadinya masalah kelekatan ini. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah, ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuknya. Permasalahan kelekatan ini perlu untuk diatasi. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pelatihan bermain pada ibu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anakMetode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimantal dengan menggunakan desain one-grup pre-test & post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Uji statistik menggunakan wilcoxon test. Instrumen yang digunakan adalah Attachment Q-Set (AQS).Hasil: Terdapat peningkatan skor kelekatan sebelum dan sesudah pelatihan bermain pada ibu. Skor rata-rata sebelum pelatihan bermain sebesar 111.83, sesudah pelatihan bermain (post-test 1) sebesar 137.44 (mean difference = 25.61) dan pada post-test 2 sebesar 140.05 (mean difference = 28.22). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0.050).Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anak.
EFEKTIFITAS TERAPI MENDONGENG TERHADAP KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI: EFFECTIVENESS OF STORYTELLING THERAPY ON ANXIETY IN PRESCHOOL AGE CHILDREN UNDERGOING HOSPITALIZATION Eka Oktavianto; Finky Yunita Pratiwi; Endar Timiyatun
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan banyak dialami oleh anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Kecemasan yang terjadi pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi membuat anak menjadi tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan serta menimbulkan gangguan psikologis. Perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi dan mengurangi kecemasan pada anak salah satunya secara non-farmakologis dengan menggunakan terapi mendongeng. Tujuan: Mengetahui efektifitas terapi mendongeng terhadap kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Nur Hidayah Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia prasekolah 3-6 tahun yang menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak. Peneliti menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 16 sampel. Intervensi yang diberikan adalah terapi mendongeng dengan menunjukan video youtube kisah Nussa dan Rara episode “Rara sakit”. Terapi ini diberikan sebanyak satu kali dengan durasi video selama 4 menit 40 detik pada saat anak tidak rewel atau tidak kesakitan. Sebelum dan sesudah pemberian intervensi dilakukan pre dan postest. Instrumen yag digunakan adalah kuesioner kecemasan yakni Deppression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Hasil: Rata-rata skor kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi sebelum diberikan terapi mendongeng adalah 16,37. Setelah diberikan terapi mendongeng berubah menjadi 12,31. Terjadi penurunan skor kecemasan sebesar 4.06. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,001 (nilai p<0,05). Kesimpulan: Terapi mendongeng efektif menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Nur Hidayah Yogyakarta.
Pelatihan Penanganan Nyeri Dismenorea dengan Aromaterapi Lemon dan Murattal Al-Quran pada Remaja di Dusun Guyangan Wonolelo Pleret Bantul: Training for Dysmenorrhore Pain Management with Lemon Aromatherapy and Murattal Al-Quran for Adolescents in Guyangan Wonolelo Village Pleret Bantul Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Suniarti Sunny
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah dalam kesehatan reproduksi remaja adalah dismenorea. Dismenorea dapat menyebabkan aktivitas mereka disekolah terganggu dan tidak jarang mereka tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi islami dengan menggunakan terapi murattal dan aromaterapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan menerapkan terapi nonfarmakologi murattal surat Ar-Rahman dan aromaterapi lemon untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan prinsip community-based research. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi murattal surat Ar-Rahman dan aromaterapi lemon (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea skala ringan-sedang di Dusun Guyangan Wonolelo. Jumlah pesertanya sebanya 20 remaja. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, PPT dan aromaterapi lemon. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan postest. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “cukup” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 4,35 menjadi 1,65. Kesimpulanya adalah kegiatan pengabdian yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan remaja dalam menangani nyeri dismenorea.   Abstract: One of the problems in adolescent reproductive health is dysmenorrhoea. Dysmenorrhea can cause their activities at school to be disrupted and it is not uncommon for them to miss school. This problem needs to be addressed so that it does not disrupt teenagers' activities. One of the actions is to introduce Islamic non-pharmacological therapy using murattal therapy and aromatherapy. The aim of this activity was to introduce and apply the non-pharmacological therapy of Murattal Surat Ar-Rahman and lemon aromatherapy to treat dysmenorrhoea. This community service activity was carried out using community-based research principles. The service activities carried out were by providing counseling and practicing directly (lecture, discussion, demonstration & re-demonstration methods). The targets of this service activity were teenagers who experience mild-moderate dysmenorrhoea. The number of participants was 20 teenagers. The evaluation results showed an increase in the knowledge category from initially the majority in the "sufficient" category to the "good" category. Apart from that, when put into practice there was a decrease in the average dysmenorrhoea pain score from 4.35 to 1.65. The conclusion was that the service activities carried out are effective in increasing teenagers' knowledge and abilities in dealing with dysmenorrhoea pain.
UPAYA PENURUNAN KECEMASAN DENGAN TERAPI MUROTTAL PADA IBU PRIMIPARA Endar Timiyatun; Eka Oktavianto; Andri Setyorini; Dian Nur Adkhanasari; Yeni Isnaeni; Pipin Nurhayati
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.386

Abstract

Menjadi ibu untuk pertama kalinya membuat perubahan besar pada peran dan kondisi psikologis saat mejalani periode postpartum. Kecemasan pada ibu primipara seringkali diabaikan karena kurangnya pengetahuan, kesadaran akan dampak dari kecemasan yang dialaminya yang nantinya akan menjadi beban psikologis bagi ibu primipara. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pada masa nifas banyak yang mengalami kecemasan baik pada level ringan, sedang dan berat. Kecemasan pada ibu primipara perlu diwaspadai apabila kecemasan itu berlanjut akan menjadi depresi pada ibu post partum yang bisa berdampak bagi bayi ataupun keluarganya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menurunkan tingkat kecemasan pada ibu primipara dengan metode terapi Murottal. Metode pengabdian ini menerapkan metode pendampingan terapi murottal surah Ar Rahman, untuk menurunkan kecemasan pada ibu primipara. Terapi murottal ini dilaksanakan selama 1 jam murottal surat Ar Rahman dengan menggunakan head set sehingga ibu lebih fokus dalam mendengarkan. Lokasi pengabdian ini berada diarea posyandu Melati dengan jumlah peserta sebanyak 1 6 ibu primipara, untuk waktu pelaksanaan bulan Februaru sampai Maret 2023. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada ibu primipara dengan terapi murottal Al Quran surah AR Rahman.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN SKRINING RESIKO LUKA KAKI PADA PASIEN DIABETES Andri Setyorini; Sri Nur Hartiningsih; Endar Timiyatun; Nanda Putri Sabrianti
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.421

Abstract

Ulkus diabetik menjadi kondisi yang sering dikhawatirkan oleh pasien Diabetes dan merupakan kondisi yang dapat menyebabkan perubahan kualitas hidup pada pasien Diabetes. Maka dari itu perlu dilakukan penatalaksanaan yang komprehensif untuk mencegah terjadinya ulkus diabetik. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya luka diabetik adalah dengan senam kaki diabetes dan skrining Ipswich Touch Test (IpTT) untuk deteksi dini gangguan sensasi pada kaki. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pasien diabetes dalam melakukan pencegahan dan skrining resiko luka kaki pada pasien diabetes. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi, yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap I: Pelatihan tentang senam kaki diabetik ; tahap II: Pelatihan Ipswich Touch Test (IpTT); dan tahap III: Pemberdayaan dan pendampingan senam kaki diabetes sebanyak 4 kali setiap pekan selama 4 pekan. Mitra pada pengabdian ini adalah pasien diabetes di wilayah desa Wonolelo kecamatan Pleret Kabupaten Bantul yang berjumlah 15 orang. Hasil yang dicapai yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan senam kaki diabetik sebesar 80%, serta perbaikan sensasi pada kaki dari sebelumnya 20% menjadi 93%. Kesimpulan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan pasien diabetes dalam melakukan pencegahan dan skrining resiko luka kaki dengan senam kaki dan Ipswich Touch Test (IpTT).
Dietary Habit is Associated With Dysmenorrhea Among Adolescent Neti Sundari; Dian Nur Adkhana Sari; Endar Timiyatun; Viantika Kusumasari
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.471

Abstract

Dysmenorrhea is pain during menstruation which is felt in the lower abdomen and back. The high incidence of dysmenorrhea in adolescents still does not get enough concern, even though it can cause a person to become weak, pale, reduce concentration, disturb daily activities, having a negative impact on quality of life. One of the factors that can cause dysmenorrhea is poor dietary habit. This study aims to analyze the correlation between dietary habit and dysmenorrhea in female adolescents. This type of research is quantitative, the number of samples are 262 respondents and the sampling technique was accidental sampling. Testing data using the Chi Square analysis test. From the results of the Chi Square analysis test, it was found that the value of p = 0.005 with a correlation value of 0.011, the study showed that there is a correlation between dietary habit with dysmenorrhea in female adolescent.
Pendidikan Kesehatan dengan Media Video dan Booklet Berpengaruh terhadap Sikap dan Praktik Kader dalam Penyuluhan Pencegahan Hartiningsih, Sri Nur; Timiyatun, Endar; Nurhayati, Pipin
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3572

Abstract

Prevalensi pengidap HIV/AIDS terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahuan 2023 prevalensi diperkirakan 39,9 juta pengidap HIV, dengan jumlah kasus baru 1,3 juta setiap tahunnya. Pemerintah menggalakkan program edukasi demi mencegah penularan HIV. Program edukasi ini agar lebih menarik minat dari peserta edukasi perlunya pengembangan media Pendidikan kesehatan. Media Pendidikan kesehatan memberikan manfaat lebih mudah dalam menyapikan pesan kesehatan, karena membuat peserta edukasi tidak bosan. Media video dianggap lebih menarik karena menampilkan suara, gambar dan tulisan bergerak. Media booklet juga media yang menarik karena menampilkan warna dan tulisan yang menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan booklet terhadap sikap dan praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV/AIDS. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimen dengan pendekatan rancangan one group Pretest Post-Test  Design. Populasi penelitian ini berjumlah 26 kader, mengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Instrument yang digunakan tensi meter dan lembar kuesioner sikap dengan hasil uji validitas dan relibilitas dengan hasil 0,860 dan ceklist praktik kader,  dengan menggunakan uji analisis parametik yaitu uji paired t-test. Hasil: Setelah diberikan Pendidikan kesehatan dengan media video dan booklet dapat meningkatkan skpr sikap sebesar 13,26 dengan nilai  p value, praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV dalam meningkatkan skor sebesar 47, 03 dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan booklet terhadap penceghan HIV/AIDS.