Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Gen Alpha melalui Peningkatan Pengetahuan tentang Kosmetik dan Self-Made Kosmetik dari Bahan Alam Ilmi, Primayanti Nurul; Farkhani, Aulia; Syarifah, Andiri Niza
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3535

Abstract

Prevalensi penggunaan kosmetik di Indonesia meningkat drastis. Berdasarkan data dari BPOM pada tahun 2023 terdapat 181 item sebanyak 1,2 juta lembar kosmetik yang mengandung bahan berbahaya/terlarang. Tingginya risiko generasi alpha terpapar penggunaan kosmetik berbahaya sejalan dengan karakteristik generasi yang mengutamakan penampilan guna meningkatkan kepercayaan diri. Kejadian ini berkaitan erat dengan bidang pharmacovigilance. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan tentang bahaya penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan (2) Meningkatkan kesehatan dengan kegiatan penggunaan kosmetik yang bertanggung jawab. Metode yang pada pengabdian ini menggunakan seminar dan workshop bertemakan kosmetik dan kosmetik alami. Hasil pengabdian menunjukan bahwa 91% siswa sangat setuju bahwa seminar dan workshop bermanfaat. Sebesar 78,57% sangat setuju bahwa keterampilan identifikasi kosmetik berbahaya merea meningkat, dan sebanyak 83,94% merasa dapat memilih kosmetik yang aman secara mandiri.
EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI ECO-ENZYME UNTUK PRODUK KESEHATAN BAGI MASYARAKAT RAWA KOPI-DEPOK Rahmi, Eldiza Puji; Revina, Rika; Farkhani, Aulia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26792

Abstract

Waste from the production process in the community around Rawa Kopi, Depok, is one of the problems in their environment that requires further processing. Eco-enzyme is a potential organic waste processing technology and can be an effort to achieve the 12th SDGs goal regarding sustainable production and consumption patterns. This technology involves a fermentation process of organic waste combined with brown sugar/molasses and air in a certain ratio. The eco-enzyme liquid produced is an active ingredient that can be used for various purposes. This community service activity aims to provide outreach and education in utilizing waste, especially organic waste, which can be processed into eco-enzymes for the community around Rawa Kopi, Depok. The activity began with giving a pretest, then socialization about eco-enzymes through lectures and interactive discussions. Evaluation is carried out on the process, including attendance, enthusiasm/enthusiasm, participants' responses to training activities, and post-test material education. The results of the activity will provide knowledge to utilize organic waste around us into eco enzymes, which can then be further utilized into materials such as fertilizer, disinfectant, hand sanitizer and others. Community knowledge and understanding in utilizing organic waste around us into eco enzymes can increase after the activity. The results of the activity were able to provide knowledge about degenerative diseases and the use of Indonesian medicinal plants for degenerative diseases. Community knowledge and understanding of degenerative diseases and recognizing and utilizing plant medicines can increase significantly (p<0.001) after the activity up to 77.57%. ABSTRAK; ABSTRAK Limbah dari proses produksi pada UMKM masyarakat sekitar Rawa Kopi, Depok, menjadi salah satu permasalahandi lingkungan mereka yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Eco-enzyme adalah salah satu teknologipengolahan sampah organik yang potensial dan dapat menjadi salah satu upaya mencapai tujuan SDGs ke-12terkait pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Teknologi ini melibatkan proses fermentasi sampah organikyang dikombinasikan dengan gula merah/molase dan air dengan perbandingan tertentu. Cairan eco-enzim yangdihasilkan merupakan bahan aktif yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi dalam memanfaatkan limbah terutama limbahorganik yang dapat diolah menjadi eco-enzyme bagi masyarakat sekitar Rawa Kopi, Depok. Kegiatan dimulaidengan pemberian pretest, selanjutnya sosialisasi mengenai eco-enzyme melalui ceramah dan diskusi interaktif.Evaluasi dilakukan terhadap proses yang meliputi kehadiran, semangat/antusiasme, dan respon/tanggapan pesertaterhadap kegiatan pelatihan, serta posttest materi edukasi. Hasil kegiatan diharapkan mampu memberikanpengetahuan untuk memanfaatkan sampah organik di sekitar kita menjadi eco enzyme yang selanjutnya dapatdimanfaatkan lebih jauh menjadi bahan-bahan seperti pupuk, desinfektan, hand sanitizer dan lain-lain.Pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik di sekitar kita menjadi eco enzymebisa meningkat setelah kegiatan. Hasil kegiatan mampu memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan limbahorganik sebagai eco-enzyme untuk produk kesehatan. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat meningkat secarasignifikan (p<0,001) setelah kegiatan hingga 77,57%.
Formulation, Characterization, and Total Phenolic Content of Moringa (Moringa oleifera L.) Leaf Extract Sunscreen Cream with Triethanolamine Base Comparison Mahdiyyah, Ade Abiyyatun; Farkhani, Aulia; Esadini, Ayu Rana; Pratama, Deri Putra; Cahyadi, Salwa Nisrina; Rifkia, Via
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 15, NUMBER 2, JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa (Moringa oleifera L.) leaves contain secondary metabolites such as flavonoids, phenols, tannins, saponins, and alkaloids. The phenolic and flavonoid compounds show strong antioxidant activity that can neutralize free radicals and protect the skin from oxidative damage. Despite its known photoprotective potential, the use of Moringa leaf extract in stable sunscreen cream formulations is still limited. Moreover, the influence of extract and emulsifier (triethanolamine) concentrations on the cream’s physical properties and their relation to total phenolic content has not been well studied. This study aimed to develop and evaluate Moringa leaf extract-based sunscreen creams with extract concentrations of 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%, and triethanolamine concentrations of 1% and 1.5%. Eight formulas were prepared and evaluated for organoleptic characteristics, spreadability, homogeneity, pH, viscosity, phase separation, and emulsion type. The total phenolic content was also determined using the Folin–Ciocalteu method. Results showed that increasing the concentration of extract and triethanolamine significantly affected the pH, spreadability, and viscosity of the cream (p < 0.05), while all remained within acceptable ranges for topical preparations. The total phenolic content increased proportionally with extract concentration, with Formula 8 (2.5% extract) showing the highest phenolic content of 25.12 mg GAE/g. These findings indicate that Moringa leaf extract has strong potential as a natural antioxidant and photoprotective agent for sunscreen cream formulations.
Edukasi Dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Kelurahan Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Anggarany, Ariska Deffy; Rabani, Alya Layyina; Elzuhria A, Nadia; Kaffah, Nur Silmi; Ningrum, Anggita Cahya; Pratama, Deri Putra; Manurungi, Anggita Virginia Naulina; Syafad, Aisyah Malika; Farkhani, Aulia; Muti, Annisa Farida; Esadini, Ayu Rana; Pradana, Dhigna Luthfiyani Citra; Andini, Putri
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5396

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Kepulauan Seribu, terutama di wilayah Pulau Panggang. Inisiatif pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan perspektif masyarakat tentang pencegahan stunting dengan menggunakan sesi edukasi dan demonstrasi menggunakan bahan pangan lokal. Teknik yang digunakan meliputi sesi edukasi dan lokakarya yang menarik dengan fokus pada pembuatan makanan bergizi, seperti nugget kelor dan tuna, yang kaya nutrisi. Program ini melibatkan 23 ibu dengan anak kecil, yang menjadi fokus inisiatif, dan menilai pengetahuan serta pandangan mereka melalui tes yang dilakukan sebelum dan sesudah program. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan meningkat dari 95,7% menjadi 100%, masuk dalam kategori baik, sementara sikap meningkat dari 91,4% menjadi 95,7%, juga masuk dalam kategori baik. Meskipun perubahannya tidak signifikan secara statistik, upaya ini memberikan nilai tambah bagi kesadaran dan partisipasi masyarakat. Memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti daun kelor berpotensi berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga dan membantu mencegah stunting secara berkelanjutan.