Mahdiyyah, Ade Abiyyatun
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulation, Characterization, and Total Phenolic Content of Moringa (Moringa oleifera L.) Leaf Extract Sunscreen Cream with Triethanolamine Base Comparison Mahdiyyah, Ade Abiyyatun; Farkhani, Aulia; Esadini, Ayu Rana; Pratama, Deri Putra; Cahyadi, Salwa Nisrina; Rifkia, Via
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 15, NUMBER 2, JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa (Moringa oleifera L.) leaves contain secondary metabolites such as flavonoids, phenols, tannins, saponins, and alkaloids. The phenolic and flavonoid compounds show strong antioxidant activity that can neutralize free radicals and protect the skin from oxidative damage. Despite its known photoprotective potential, the use of Moringa leaf extract in stable sunscreen cream formulations is still limited. Moreover, the influence of extract and emulsifier (triethanolamine) concentrations on the cream’s physical properties and their relation to total phenolic content has not been well studied. This study aimed to develop and evaluate Moringa leaf extract-based sunscreen creams with extract concentrations of 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%, and triethanolamine concentrations of 1% and 1.5%. Eight formulas were prepared and evaluated for organoleptic characteristics, spreadability, homogeneity, pH, viscosity, phase separation, and emulsion type. The total phenolic content was also determined using the Folin–Ciocalteu method. Results showed that increasing the concentration of extract and triethanolamine significantly affected the pH, spreadability, and viscosity of the cream (p < 0.05), while all remained within acceptable ranges for topical preparations. The total phenolic content increased proportionally with extract concentration, with Formula 8 (2.5% extract) showing the highest phenolic content of 25.12 mg GAE/g. These findings indicate that Moringa leaf extract has strong potential as a natural antioxidant and photoprotective agent for sunscreen cream formulations.
EDUKASI PEMBUATAN SNACK NUTRASETIKA DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SEGALAMIDER KOTA BANDAR LAMPUNG Mahdiyyah, Ade Abiyyatun; Arta, Alfa Frista; Megawati, Selvi; Thursina, Cut Syarifa; Nurkhalika, Rachmi; Feladita, Niken; Wulandari, Shinta
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 02 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no02.a10888

Abstract

  Daun kelor (Moringa oleifera L.) kaya metabolit sekunder seperti flavonoid, antosianin, tanin, alkaloid, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, dan antibakteri. Potensi ini menjadikan daun kelor sebagai bahan unggul untuk produk nutrasetika, termasuk inovasi snack sehat yang bergizi, aman, dan memiliki efek terapi. Mitra Mangga Dua, komunitas ibu rumah tangga di Kelurahan Segalamider, Kota Bandar Lampung, masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai pemanfaatan daun kelor dan pengolahan pangan fungsional. Pengembangan snack sehat berbahan daun kelor dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan bergizi sekaligus mendukung tujuan SDGs ke-3 dan SDGs ke-8. Produk ini juga berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah ekonomi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi pembuatan snack sehat daun kelor kepada komunitas Mangga Dua. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, mencakup penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30,00% yang meningkat menjadi 96,66% pada post-test. Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0.004 (p < 0.05), menandakan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomis