Alvira, Ditha
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital Simatupang, Rudolf; Daud, Parlan S.; Alvira, Ditha; Sukmayadi, Dodi; Puspitasari, Tuti
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.47947

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan peran mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Pendekatan dalam penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, yang melibatkan pembacaan literatur dari berbagai sumber termasuk laporan, buku, artikel, dan jurnal dengan menggunakan pendakatan kualitatif dan deduktif. Hasil penelitian ini adalah mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatan kualitas pendidikan di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang. Peran mereka terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari menjadi motor penggerak transformasi digital di lingkungan kampus, pelopor dalam penyebaran literasi informasi yang kritis dan bertanggung jawab, pengembang berbagai inovasi teknologi pendidikan, hingga menjadi mitra aktif lembaga pendidikan dalam proses evaluasi dan pengambilan kebijakan. Lebih dari itu, mahasiswa juga hadir sebagai aktor perubahan sosial yang memanfaatkan pendidikan digital untuk memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan pemberdayaan masyarakat luas.
Pendidikan Agama Islam sebagai Sarana Pencegahan Radikalisme di Kalangan Mahasiswa Alvira, Ditha; Azizi, Muhammad Alfi; Lutfiani, Naili Fauziah; Lamsir, Seno; Agustina, Rika Hasmayanti
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48784

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan agama Islam sebagai sarana pencegahan radikalisme di kalangan mahasiswa. Pendekatan penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, dengan membaca, memahami, dan mengelompokkan informasi berdasarkan tema utama yang mendukung pembahasan dari berbagai sumber termasuk buku, jurnal, dan artikel. Hasil penelitian ini adalah Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan strategis dalam mencegah radikalisme di kalangan mahasiswa melalui penanaman nilai moderasi, toleransi, dan keterbukaan. Namun, implementasi PAI dalam mencegah radikalisme masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pelatihan bagi dosen, keterbatasan materi ajar, resistensi mahasiswa terhadap pendekatan moderat, serta lemahnya dukungan institusional dan kolaborasi lintas pihak. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan strategi penguatan pendidikan karakter, inovasi metode pembelajaran, keterlibatan keluarga dan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi guna memperkuat penyebaran ajaran Islam yang inklusif dan damai.
Juridical Issues of Copyright on Generative AI Artworks and the Redefinition of Legal Subjects Nurphi, Meiria; Nurheti, Nurheti; Alvira, Ditha
SocioSphere: Interdisciplinary Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 1 (2026): SocioSphere: Interdisciplinary Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the copyright ownership status of generative AI artworks under Law No. 28 of 2014 on Copyright and the urgency of redefining legal subjects in Indonesia. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, this study finds that Indonesia's copyright regime, which adheres to the principle of human authorship, creates a legal vacuum for works autonomously generated by artificial intelligence. This research examines three legal protection scenarios: works as public domain, user ownership, and the concept of computer-aided works. The analysis results indicate that granting independent legal subject status to AI (electronic personhood) is not yet urgent and risks disrupting the doctrine of civil liability. As a solution, the study recommends an approach of attributing rights to humans with dominant creative contributions or the formation of more adaptive sui generis regulations.