Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Silase dan Hay Sebagai Solusi Kelangkaan Pakan Saat Musim Kemarau di Desa Slorok Kecamatan Garum, Kabuapten Blitar Fauzi, Moh. Mimbar; Khopsoh, Binti; Afrilia, Tika Fitria Wulan; Lestariningsih, Lestariningsih; Sulaksono, Anang Catur; Khasanah, Ulfa Niswatul; Anifiatiningrum, Anifiatiningrum; Winurdana8, Alfan Setya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2786

Abstract

Desa Slorok merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan garum Kabupaten Blitar. Pemerintah desa Slorok pada tahun anggaran 2024 telah melaksanakan program ketahanan pangan berupa program bantuan induk kambing bunting kepada masyarakat desa, dengan harapan induk akan beranak yang kemudian induk dengan anak yang sudah lepas sapih secara bergilir akan dipelihara Masyarakat yang belum mendapatkan bantuan kambing. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian ini adalah terbagi dalam 3 tahapan. Tahapan yang pertama yakni pra kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari survey, wawancara dan koordinasi dengan mitra. Tahapan yang kedua yakni pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan hay dan silase yang dikemas dalam forum diskusi. Pada saat kegiatan akan dilaksanakan peserta diberikan kuesioner untuk disi sebagai acuan pelaksana dalam menentukan Langkah untuk proses pembinana. Hasil data yang diperoleh saat kegiatan akan dianalis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Setelah kegiatan berlangsung akan dilakukan monitoring secara berkelanjutan sebagai pendampingan peternak. Pelatihan dimulai dengan persiapan Lokasi pelatihan dan beberpa perangkat pendukung sepertihalnya alat dan bahan. Selanjutnya dilakukan pemaparan materi terkait silase dan didalmya ada forum diskusi dengan peternak. Acara terakir adalah praktik lapang pembuatan silase.
Pelatihan Pembuatan Urea Molasses Block (UMB) pada Kelompok Ternak ''Satria Kelud Perkasa" Desa Gadungan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Anifiatiningrum; Andaruisworo, Sapta; Yuniati, Erna; Solikin, Nur; Tanjungsari, Ardina; Fauzi, Moh. Mimbar; Rohman, Alfan Nur; Ariana, Melati; Reymonita, Ocha Meylda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i1.27496

Abstract

The availability of quality feed for ruminant livestock remains a major challenge for smallholder farmers, especially during the dry season when forage resources become limited. One practical solution is the utilization of Urea Molasses Block (UMB) as a low-cost supplementary feed that is easy to produce and capable of improving feed intake and digestibility. This community service program aimed to enhance the knowledge and technical skills of members of the “Satria Kelud Perkasa” Livestock Group in Gadungan Village, Wates District, Kediri Regency through training on the production of UMB using locally available ingredients. The training was conducted using lectures, demonstrations, and hands-on practice. Program effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure participants’ knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the functions, composition, and production techniques of UMB. Participants successfully completed all stages of production—including weighing ingredients, mixing, molding, and drying—and produced UMB blocks with good physical quality that were readily accepted by livestock. The activity also strengthened the group’s independence in providing supplementary feed, thereby improving feed efficiency and the potential productivity of their ruminants. This program demonstrates that a participatory approach combined with simple technology transfer is highly effective in improving farmers’ skills and encouraging the adoption of innovations. It is expected that the livestock group will continue producing UMB independently and apply it sustainably in their ruminant feed management.