Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional Anti Anemia di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung Nurnahari, Naura; Aziz, Syaikhul; Fauziyya, Riri; Nur Auli, Winni; Maulidia Rahayyu, Annisa; Kartika Sari Ramadhani, Untia; Azanti Putri, Refsya; Fajar Fauzi, Muh; Sekarsari Yusuf, Mubarika; Mulyani, Isna
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.236

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi Hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normal. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional Indonesia 2023, prevalensi anemia pada kelompok  usia 15-24 tahun sebesar 15,5%. Anemia bisa dicegah dengan nutrisi yang tepat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengedukasi para remaja mengenai pemanfaatan bahan alam untuk mencegah anemia serta pelatihan pembuatan minuman fungsional untuk mencegah anemia. Kegiatan ini berlangsung di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung dan melibatkan 39 siswa-siswi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi ceramah dan demonstrasi. Penilaian peningkatan pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 butir pertanyaan. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (pre-test p = 0,7485; post-test p = 0,2501), sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (p = 0,0008), dengan rata-rata skor meningkat dari 59,3% menjadi 80,5%.
Phytochemical Constituents and Pharmacological Potential of Justicia gendarussa Burm. f.: A Review Annisa Nofriani; Naura Nurnahari
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i2.2283

Abstract

Justicia gendarussa Burm. f., commonly known as gandarusa, is a medicinal shrub widely distributed in South and Southeast Asia. Traditionally, it has been used for treating rheumatism, headache, asthma, bronchitis, skin infections, and as a male contraceptive. Phytochemical analyses revealed the presence of alkaloids (gendarusin A, gendarusin B), flavonoids (quercetin, kaempferol, apigenin), saponins, tannins, phenolics, terpenoids, and Patentiflorin A, a compound with promising anti-HIV activity. Pharmacological investigations demonstrated its anti-inflammatory, analgesic, antimicrobial, antioxidant, antidiabetic, hepatoprotective, immunomodulatory, anticancer, and contraceptive potentials. This review highlights the phytochemical profile, pharmacological properties, and future prospects of J. gendarussa, emphasizing its potential as a phytopharmaceutical candidate. Further studies are required to standardize extracts, confirm clinical efficacy, and ensure long-term safety.
Studi In Silico Molecular Docking Senyawa Turunan Fenolik dan Terpenoid Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) terhadap Protein 5MMN (pdb_00005mmn) sebagai Inhibitor DNA Gyrase Subunit B Escherichia coli Penyebab Diare Prasetyoningrum, Pinasti; Nainggolan, Yolanda Petra; Dewi, Intan Azkya; Hanifa, Milla; Pramudya, Siti Alifia; Nurnahari, Naura; Auli, Winni Nur
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1217

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa turunan fenolik dan terpenoid dari kunyit putih (Curcuma zedoaria) sebagai inhibitor protein DNA gyrase subunit B (5MMN) dari bakteri Escherichia coli penyebab diare dengan metode in silico molecular docking. Tujuh senyawa bioaktif, yaitu bisdesmethoxycurcumin, curcumadiol, curcumin, curdione, curzerenone, demethoxycurcumin, dan epicurzerenone, dipilih berdasarkan pemenuhan kriteria Lipinski’s Rule of Five yang menunjukkan potensi sebagai calon obat oral. Preparasi target protein dan ligan dilakukan dengan perangkat lunak AutoDockTools, Avogadro, dan BIOVIA Discovery Studio Visualizer, dan validasi metode docking diperoleh nilai RMSD 1,98 Å menunjukkan validitas metode yang digunakan. Akan tetapi, hasil docking menunjukkan bahwa bisdesmethoxycurcumin memiliki afinitas pengikatan terendah terhadap target protein (-6,80 kkal/mol), diikuti curcumadiol, demethoxycurcumin, dan curcumin. Dominan interaksi antara ligan dan protein melibatkan residu asam amino Asn46, Asp73, Glu50, dan Thr165 melalui ikatan hidrogen dan van der Waals, yang berperan utama dalam menstabilkan kompleks ligan-protein. Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa fenolik dan terpenoid dari Curcuma zedoaria berpotensi sebagai inhibitor DNA gyrase subunit B E. coli dan bisa dikembangkan kedepannya menjadi kandidat obat antidiare berbasis bahan alam.
In Silico Molecular Docking Study of Tulsi (Ocimum sanctum L.) Compounds to VEGFR2 (2XIR) as Potential Liver Cancer Angiogenesis Inhibitors Muhammad Zaki Ammar Rahmadi; Kaerani Tri Lestari; Mutia Adfi Pratiwi; Nadya Miranda Atiek; Fadhilla Asara; Naura Nurnahari; Winni Nur Auli
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 22 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v22i2.12990

Abstract

Liver cancer development is highly dependent on angiogenesis, the formation of new blood vessels that supply nutrients and oxygen to cancer cells, facilitating tumor growth and metastasis. Vascular Endothelial Growth Factor Receptor 2 (VEGFR2), a receptor tyrosine kinase, represents a promising anti-angiogenesis therapeutic target. Bioactive compounds from tulsi (Ocimum sanctum L.) possess potential anticancer properties, but their specific mechanisms against VEGFR2 in liver cancer require investigation. This study evaluated the interaction potential of tulsi bioactive compounds against VEGFR2 protein structure (PDB ID: 2XIR) through in silico molecular docking analysis. Drug-likeness evaluation was conducted based on Lipinski's rule of five and ADMET profiling. Molecular docking analysis revealed comparative binding performance between two tulsi compounds against VEGFR2. Cirsimaritin demonstrated significant inhibition potential with free binding energy (∆G) of -9.06 kcal/mol, inhibition constant (Ki) of 226.95 μM, and stabilizing interactions with residues PHE1047, VAL848, LEU840, and CYS1045. The native ligand exhibited superior binding affinity with ∆G of -12.68 kcal/mol and Ki of 508.94 pM, indicating greater therapeutic potential for anti-angiogenic liver cancer treatment. Overall, this study is useful for the development of the potential of tulsi bioactive compounds as angiogenesis inhibitors and alternative natural ingredient-based therapies for liver cancer. Further in vitro and in vivo studies are needed to validate the anticancer activity and mechanism of angiogenesis inhibition by these compounds.
DEMONSTRASI PEMBUATAN JAMU PENAMBAH NAFSU MAKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS V DAN VI SDN GEDUNG HARAPAN, LAMPUNG SELATAN Syaadatun Nadiah; Refsya Azanti Putri; Dewi Damayanti Abdul Karim; Gayatri Simanullang; Mubarika Sekarsari Yusuf; Naura Nurnahari; Nisa Yulianti Suprahman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1987-1991

Abstract

Nafsu makan yang baik sangat penting bagi kesehatan anak usia sekolah dasar karena berpengaruh pada kecukupan gizi, pertumbuhan, dan kecerdasan. Namun, rendahnya nafsu makan masih menjadi masalah yang sering dijumpai dan berisiko menurunkan kualitas kesehatan anak. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Gedung Harapan, Lampung Selatan dilakukan dengan memperkenalkan jamu penambah nafsu makan berbahan alami, yaitu temulawak, lemon, meniran, sereh, dan madu. Kegiatan meliputi optimasi produk, penyusunan materi, serta demonstrasi interaktif bersama siswa kelas 5 dan 6. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa mengenai manfaat jamu (p0,05), sehingga kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan anak dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif sehat dan aman untuk mendukung nafsu makan serta kesehatan mereka
Molecular Docking Study of Pongamia pinnata Phytochemicals as Phosphodiesterase-4 Inhibitors for Atopic Dermatitis Adinda Salsabila; Riska Arini; Tantri Liris Nareswari; Naura Nurnahari
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v15i1.815

Abstract

Atopic dermatitis is a chronic inflammatory skin disease characterized by recurrent itching, eczematous lesions, and associated with significant impairment in quality of life. Current therapies for AD, including corticosteroids and calcineurin inhibitors, are often associated with adverse effects, highlighting the need for safer alternatives. Pongamia pinnata is widely used in traditional medicine and has demonstrated anti-inflammatory and antioxidant properties. Therefore, this study aimed to explore the potential of P. pinnata phytochemicals as phosphodiesterase-4 inhibitors for atopic dermatitis through molecular docking analysis. Molecular docking analysis was conducted against phosphodiesterase-4 to evaluate their binding affinities and key amino acid residues compared to the native ligand and roflumilast as the reference drug. Subsequently, Lipinski’s Rule of Five was applied to assess the oral drug-likeness properties of the selected compounds. Karanjachromene exhibited the highest binding affinity toward PDE4 (ΔG = −8.17 kcal/mol), exceeding both the reference drug roflumilast (ΔG = −6.47 kcal/mol) and the native ligand (ΔG = −7.81 kcal/mol). Interaction analysis demonstrated that karanjachromene shared several key amino acid residues with the native ligand, indicating similar binding interactions with phosphodiesterase-4. In addition, karanjachromene fulfilled Lipinski’s Rule of Five and favorable ADMET properties, suggesting oral administration potential. However, further in vitro and in vivo evaluations are required to validate its pharmacokinetics, bioavailability, and pharmacological activity against phosphodiesterase-4.
Pemberdayaan Sekolah Berwawasan Lingkungan melalui Edukasi Kosmetika Alami dan Penanaman Tanaman Obat di SMA Negeri 1 Pagar Dewa Isna Mulyani; Gayatri Simanullang; Naura Nurnahari; Muh. Fajar Fauzi; Reny Haryani
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.568

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pemberdayaan Sekolah Berwawasan Lingkungan melalui Edukasi Kosmetika Alami dan Penanaman Tanaman Obat di SMA Negeri 1 Pagar Dewa” telah terlaksana melalui tiga tahap. Tahap awal meliputi koordinasi dengan pihak sekolah dan survei lokasi penanaman. Tahap kedua, pelaksanaan edukasi mengenai kosmetika aman untuk remaja dan workshop pemanfaatan bahan alam sebagai dasar pembuatan kosmetika alami. Tahap ketiga adalah penanaman tumbuhan obat yang berpotensi digunakan sebagai bahan kosmetika. Edukasi diberikan melalui sesi penyuluhan interaktif yang diikuti oleh guru dan siswa, dengan materi seputar bahaya bahan kimia, cara membaca label kemasan, pemilihan kosmetik sesuai jenis kulit dan usia dan potensi tanaman obat lokal produk kosmetik ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga difasilitasi praktik sederhana pembuatan produk berbasis bahan alam, seperti masker dan facial wash, sehingga siswa memperoleh keterampilan aplikatif yang dapat langsung diterapkan. Pada tahap berikutnya, kegiatan akan difokuskan pada penanaman dua puluh delapan jenis tanaman obat di lingkungan sekolah, di antaranya lidah buaya, kunyit, jahe, dan bunga telang. Penanaman ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi berkelanjutan, tetapi juga memperkuat konsep sekolah berwawasan lingkungan. Setelah itu, tim akan melakukan pendampingan dalam pengelolaan kebun tanaman obat. Dengan demikian, program pengabdian ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian dan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Potensi Teh Herbal sebagai Penghambat α-Amilase dan α-Glukosidase dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Literatur Annisa Nofriani; Naura Nurnahari; Mubarika Sekarsari Yusuf
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i3.2284

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder with a steadily increasing global prevalence. Regulating blood glucose levels, particularly postprandial glucose, represents a critical strategy for the prevention and management of this disease. The inhibition of $\alpha$-amylase and $\alpha$-glucosidase activities is well-documented to delay carbohydrate digestion and subsequent glucose absorption. In recent years, herbal teas have gained significant attention as natural sources of bioactive compounds with potential antidiabetic properties. This literature review aims to evaluate the potential of various herbal teas, derived from both Camellia sinensis and non-Camellia sinensis species, in inhibiting $\alpha$-amylase and $\alpha$-glucosidase activities, based on in vitro studies published between 2016 and 2026. Relevant literature was gathered through systematic searches across PubMed and Google Scholar databases and further screened according to predefined inclusion criteria. A total of 26 articles were analyzed to evaluate enzyme inhibitory activities, the responsible bioactive compounds, and their reported mechanisms of action. The findings indicate that white and green teas exhibit potent $\alpha$-glucosidase inhibitory activity, primarily attributed to their catechin content, such as epigallocatechin gallate (EGCG) and epicatechin gallate (ECG). Furthermore, black, oolong, and dark teas, along with various polyherbal formulations, also demonstrated significant enzyme inhibition. Generally, polyphenols and other phenolic compounds serve as the primary constituents contributing to this biological activity. These findings suggest that herbal teas have the potential to be developed as an adjuvant therapy in the management of type 2 diabetes mellitus, although further in vivo studies and clinical trials remain essential to confirm their efficacy and safety.
Studi In Silico Senyawa Erythroxylum laurifolium sebagai Inhibitor α-Glukosidase untuk Terapi Diabetes Tipe 2 Aina Syifa Insanikamilia; Aunur Ramadhani; Nabila Trilia Azzahra; Popy Kurnia; Ervina Dayanti; Naura Nurnahari; Winni Nur Auli
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.26701

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dengan efek samping yang minimal. Salah satu target terapi potensial adalah enzim α-glukosidase, yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa. Dalam studi ini, tujuh senyawa dari Erythroxylum laurifolium dievaluasi menggunakan pendekatan in silico untuk menilai potensinya sebagai inhibitor α-glukosidase. Hasil evaluasi menunjukan bahwa meskipun sebagian besar senyawa tidak memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, efektivitasnya tetap terjamin karena aksi lokal di lumen usus. Senyawa prosianidin B1 memiliki nilai energi bebas Gibbs (ΔG) sebesar –6,93 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 8,30 µM, diikuti oleh prosianidin B2 dengan ΔG –5,74 kkal/mol dan konstanta inhibisi 61,90 µM. Afzelin, yang memenuhi tiga dari empat kriteria RO5, menunjukkan ΔG sebesar –5,14 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 169,65 µM. Berdasarkan afinitas pengikatan dan potensi farmakologis, prosianidin B1, prosianidin B2, dan afzelin adalah kandidat kuat sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya melalui studi in vitro dan in vivo.
Propolis bioactive compounds as potential topical agents for atopic dermatitis: an in silico pharmacokinetic screening and molecular docking study Naura Nurnahari; Adinda Salsabila; Tantri Liris Nareswari; Inggit Ariana Herawati; Riska Arini; Melati Utami; Theresia Sarah; Yasinda Oktariza; Annisaa Siti Zulaicha
Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo Vol 13 No 2 (2025): Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.api.2025.13.2.17894

Abstract

Background: Atopic dermatitis (AD) is a common chronic inflammatory skin disease. Current treatments, including corticosteroids and calcineurin inhibitors, are effective but limited by long-term adverse effects. Propolis possesses antimicrobial, anti-inflammatory, antioxidant, and immunomodulatory properties. This study evaluated propolis bioactive compounds as topical therapeutic candidates for AD using molecular docking analysis. Methods: Bioactive compounds from propolis were screened for pharmacokinetic and ADMET properties relevant to topical application. Molecular docking was performed against key protein targets implicated in AD pathogenesis to evaluate binding affinities and interaction profiles versus reference ligands. Results: A total of 31 compounds fulfilled the pharmacokinetic and toxicity criteria for topical use. Tschimgin showed the strongest affinity toward secretory phospholipase A₂ (ΔG = −8.00 kcal/mol; Ki = 1.37 µM) and favorable binding to FK506-binding protein 12 (ΔG = −7.88 kcal/mol; Ki = 1.68 µM), suggesting multitarget potential. Suberosin showed the highest affinity toward PDE4 (ΔG = −6.86 kcal/mol; Ki = 9.35 µM), exceeding the reference drug roflumilast (ΔG = −6.47 kcal/mol; Ki = 18.06 µM). Conclusion: These findings suggest propolis contains bioactive compounds relevant to multiple AD-associated targets. Tschimgin and suberosin may serve as lead compounds for developing safer topical therapies, pending further in vitro and in vivo validation.