Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat: Efektivitas Reminder Message terhadap Kepatuhan Kunjungan Ibu Balita di Posyandu Tanjung II Haryono, Merda Budi; Fauzi, Sudar; Sumarna, Andri; Emuh, Dadang; Anggraeni, Siti Maryani
Celebes Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): Juny - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v1i2.3025

Abstract

Kesehatan merupakan faktor fundamental dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dilakukan melalui pelayanan posyandu, yang berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Namun, tingkat kunjungan ibu balita ke posyandu masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi akses, pengetahuan, maupun kesadaran. Program Reminder Message dipilih sebagai strategi untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita di Posyandu Tanjung II, Kampung Cirawa, Desa Nyalindung, Kecamatan Sukabumi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan observasi. Data diperoleh dari kader posyandu, pihak puskesmas, dan ibu balita yang menjadi sasaran program. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Reminder Message efektif membantu mengingatkan ibu balita tentang jadwal posyandu dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterbukaan ketua RW, keterlibatan komunitas, dan kerjasama aktif masyarakat. Hambatan yang ditemui antara lain keterbatasan akses dan infrastruktur, jumlah kader yang terbatas, rendahnya pengetahuan sebagian ibu balita tentang kesehatan, serta kondisi lingkungan yang belum optimal. Kesimpulannya, Reminder Message berpotensi meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita ke posyandu apabila diintegrasikan dengan edukasi kesehatan, perbaikan sarana prasarana, dan dukungan lingkungan yang sehat. Sinergi antara puskesmas, kader, tokoh masyarakat, dan komunitas menjadi kunci keberhasilan program ini untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Penyuluhan Pengaruh Sampah di Lingkungan Masyarakat di Desa Nyalindung Kec.Nyalindung Sumarna, Andri; Haryono, Merda Budi; Fauzi, Sudar; Hanapia, Cepi; Laswati, Esi Fitri
Celebes Journal of Community Services Vol. 1 No. 1 (2022): December - May
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v1i1.3026

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di tingkat desa masih menjadi tantangan serius, khususnya di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, yang ditandai dengan rendahnya kesadaran masyarakat, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta lemahnya sistem pengelolaan yang terintegrasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui program penyuluhan berbasis partisipasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap warga desa, aparat desa, dan perwakilan lembaga pendidikan. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa faktor penghambat utama meliputi rendahnya literasi lingkungan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, minimnya pengawasan, dan pengelolaan sampah yang kurang efektif. Adapun faktor pendukung keberhasilan program antara lain dukungan aparat desa, keterlibatan sebagian warga yang antusias, potensi sumber daya lokal, kerja sama dengan sekolah, serta materi penyuluhan yang kontekstual. Penyuluhan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman warga tentang dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mendorong sebagian warga mulai melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri. Kesimpulannya, intervensi edukasi berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi strategi efektif untuk mengubah paradigma dari “membuang” menjadi “mengelola” sampah secara berkelanjutan. Model ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan pendekatan pada konteks sosial-budaya setempat.