Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pemanfaatan Asam dari Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi l.) Untuk Aktivator Karbon Kulit Jagung Hasil Samping Pirolisis sebagai Adsorben Minyak Jelantah Nabila, Zahratun; Bahri, Syamsul; Maulinda, Leni; Wusnah; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.22659

Abstract

Aktivasi yaitu sebuah langkah dalam produksi karbon aktif, untuk meningkatkan diameter pori dan membuka volume pori yang tercipta selama proses karbonisasi. Senyawa asam biasanya digunakan sebagai aktivator dalam proses aktivasi karbon, meskipun zat-zat ini berbahaya dan tidak ramah terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaktivasi karbon kulit jagung hasil samping pirolisis sebagai adsorben minyak jelantah dengan menggunakan aktivator alami asam belimbing wuluh. Ekstrak belimbing wuluh dengan konsentrasi yang bervariasi (20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%) dan rasio karbon aktif 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, dan 1/6 variabel tersebut digunakan untuk mengaktivasi karbon aktif kulit jagung hasil samping pirolisis. Sampel diuji untuk mengetahui kadar zat terbang, kadar air, kadar abu, analisis GC-MS, dan penggunaan adsorben pada minyak jelantah. Karbon aktif terbaik ditemukan pada konsentrasi 100%, dengan kadar air 3,051, kadar abu 3,333, dan zat terbang 5,841. Selain lebih ramah lingkungan dibandingkan aktivator kimiawi lainnya, aktivator belimbing wuluh mengandung senyawa hidrogen klorida 3,05%, asam format 1,14%, dan asam asetat 0,77% yang dapat membantu aktivasi karbon aktif, seperti yang ditunjukkan oleh analisis GC-MS terhadap aktivator tersebut. Selain itu, kadar FFA dapat diturunkan dari 1,367% menjadi 0,541% dengan menggunakan karbon aktif yang terbuat dari kulit jagung dengan aktivator belimbing wuluh.
Edible Coating Berbasis Pektin Pisang Cavendish (Musa Acuminata Cavendish) dan Plasticizer Sorbitol untuk Memperpanjang Masa Simpan Stroberi (Fragaria x Ananassa) Alvira Rosa; wusnah; Rizka Nurlaila; Iqbal Kamar; Suryati; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23487

Abstract

Stroberi merupakan buah yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat kandungan air tinggi dan struktur kulit yang tipis, penggunaan edible coating untuk mempertahankan kesegaran buah stroberi merupakan salah satu metode yang yang dibuat dengan bahan pelapis yang dapat dimakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan pektin pisang:sorbitol terhadap karakteristik stroberi selama masa penyimpanan. Edible coating diformulasikan dengan pektin 4% dan sorbitol 3%, kemudian diaplikasikan dengan perbandingan yang ditetapkan.Parameter yang dianalisis meliputi susut bobot, vitamin C, seta uji organoleptic terhadap warna, bentuk dan kontaminasi jamur menggunakan metode Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating secara signifikan meningkatkan stabilitas fisik dan kimiawi stroberi. Perbandingan pektin:sorbitol (90:10) % menghasilkan hasil terbaik dengan susut bobot 0,75% dan vitamin C 0,08 % pada hari ke-12 penyimpanan dibandingkan dengan kontrol yaitu 0,92 % dan 0,04%. Efektivitas coating didukung oleh kemampuan pektin membentuk struktur pelindung dan sorbitol dalam meningkatkan fleksibilitas, namun kadar sorbitol yang berlebih dapat menyebabkan porositas lapisan yang menurunkan efektivitas perlindungan.
Formulasi Sediaan Sabun Transparan dari Minyak Zaitun (Olive Oil) dengan Penambahan Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) Sebagai Antibakteri Nia; Zulnazri; Fikri Hasfita; Wusnah; Leni Maulinda
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sabun padat transparan berbasis minyak zaitun dengan penambahan minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) sebagai antibakteri alami, serta menganalisis pengaruh variasi perbandingan minyak dan sukrosa terhadap karakteristik sabun. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan lima variasi rasio minyak zaitun terhadap minyak atsiri (10:1, 20:3, 30:5, 40:7, 50:9) dan empat variasi konsentrasi sukrosa (5 g, 10 g, 15 g, 20 g). Parameter uji meliputi pH, kadar udara, tinggi dan stabilitas busa, kadar asam lemak bebas, basa bebas, bilangan penyabunan, uji organoleptik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi minyak atsiri dan sukrosa mempengaruhi karakteristik sabun, baik dari segi kejernihan, kualitas fisik, maupun efektivitas antibakterinya. Formula terbaik diperoleh pada perbandingan minyak zaitun:kenanga 30:5 dengan penambahan sukrosa 15 g yang menghasilkan sabun dengan pH optimal, busa stabil, kadar udara sesuai, serta daya hambat antibakteri yang efektif. Penelitian ini menunjukkan potensi sabun alami dengan bahan aktif nabati sebagai alternatif produk higienis yang ramah kulit dan lingkungan.
Pengaruh Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Terhadap Kualitas Sabun Padat Transparan Berbahan Dasar Virgin Coconut Oil Septina Br Siregar, Rika; Wusnah; Wiza Ulfa Fibarzi; Raudhatul Ulfa; Fikri Hasfita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23983

Abstract

Sabun transparan dibuat sebagai produk perawatan kulit yang aman dengan memanfaatkan VCO sebagai sumber asam laurat dan ekstrak bunga telang digunakan sebagai pewarna alami dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi VCO (15-30 mL) dan ekstrak bunga telang (0-9 mL) terhadap sifat organoleptic, pH, kadar air, asam lemak bebas, alkali bebas, stabilitas busa, serta aktivitas antibakteri sabun padat transparan. Ekstrak bunga telang diperoleh melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sedangkan sabun transparan dibuat dengan metode panas (saponifikasi NaOH dan VCO pada suhu 70°C). Hasil uji ANOVA, variasi VCO dan ekstrak bunga telang berpengaruh signifikan terhadap warna sebesar p = 0,002 dan transparansi sebesar p = 0,040, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap aroma sebesar p = 0,916 dan tekstur sebesar p = 0,641, formula terbaik organoleptik dari segi warna pada formula 15 mL VCO dan 9 mL ekstrak bunga telang, roma pada formula 20 mL VCO dan 6 mL ekstrak bunga telang, tekstur pada formula 30 mL VCO dan 0 mL ekstrak bunga telang, transparansi pada formula 25 mL VCO dan 9 mL ekstrak bunga telang, kadar air terendah dengan nilai 10,42% pada 30 mL VCO dan 0 mL ekstrak bunga telang, pH dengan nilai rentang 9,2 – 9,6, serta stabilitas busa tertinggi dengan nilai 88,31% pada formula 30 mL VCO dan 0 mL ekstrak bunga telang. Formula dengan 15 mL VCO dan 9 mL ekstrak bunga telang menghasilkan kadar asam lemak bebas serta alkali bebas terendah. Namun, hasil uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus tidak menunjukkan zona hambat signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga telang mampu meningkatkan kualitas fisik sabun transparan, meskipun aktivitas antibakterinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Pembuatan Kitosan dari Limbah Kulit Udang serta Pemanfaatannya sebagai Adsorben Kolesterol pada Lemak Kambing Ulfa, Raudhatul; Zubaidah Sirait, Siti; Insani, Annisya; Wusnah; Suryati; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26443

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer alami hasil deasetilasi kitin yang memiliki potensi besar sebagai adsorben karena adanya gugus amina dan hidroksil aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis kitosan dari limbah kulit udang serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi NaOH dan suhu deasetilasi terhadap karakteristik kitosan, serta aplikasinya dalam menurunkan kadar kolesterol pada lemak kambing. Proses sintesis kitosan dilakukan melalui tahapan demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi menggunakan larutan NaOH dengan variasi konsentrasi. Karakteristik kitosan yang dijelaskan meliputi kadar udara, kelarutan, derajat deasetilasi, dan gugus fungsi menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH berpengaruh terhadap peningkatan derajat deasetilasi kitosan, dengan nilai tertinggi sebesar 74,17% pada konsentrasi NaOH 55%. Kitosan yang dihasilkan memiliki kadar air rendah sebesar 0,01–0,09% dan kelarutan dalam asam asetat 1% sebesar 73,00–83,00%, yang persyaratan memenuhi mutu kitosan berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi khas kitosan, yaitu gugus OH dan NH, serta penurunan intensitas gugus tengah yang menandakan keberhasilan proses deasetilasi. Aplikasi kitosan sebagai adsorben menunjukkan kemampuan yang baik dalam menurunkan kadar kolesterol pada lemak kambing dengan efisiensi penurunan mencapai 82,6%. Dengan demikian, kitosan dari limbah kulit udang berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alami untuk meningkatkan kualitas lemak hewani.