Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Portofolio Optimal dan Pengelompokan Perusahaan Berdasarkan Pengaruh Komoditas Dunia Berry Yuliandra; Alizar Hasan; Rahmad Rezeki
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 16 No. 1 (2017): The Improved JOSI is Published in May 2017
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.674 KB) | DOI: 10.25077/josi.v16.n1.p50-57.2017

Abstract

The awarding of investment grade to Indonesian Stock Exchange marked an excellent development in the national capital market. This could be the key to attracting foreign investors that will further integrate the Indonesia capital market with international markets. Increasingly integrated capital market will also be more vulnerable to international issues such as the volatility of global stock indices as well as the volatility of world commodity prices (crude oil, CPO, gold etc.) as indicated by IHSG response to these issues. To minimize risk and maximize the return are the main goal of investment. Both of these two objectives can be achieved through stocks diversification and the portfolio development. Optimal portfolio requires the right stocks diversification. Therefore, investor needs to have information about which stocks are affected and unaffected by world commodity prices prior to diversifying. The goal of this research is to examine the way to form optimal portfolio from the group of companies listed in Indonesian Stock Exchange and affected by world commodity prices. Augmented Dickey Fuller (ADF) method used for stationary test of time series data and residual regression models. Regression Analysis conducted for co-integration test between commodity prices and IHSG. Error Correction Model used for correcting short-term errors. Optimal portfolio formed with Single Index Model and Treynor Index used to measure the optimal portfolio performance. Result of the study showed that gold, crude oil, platinum, rubber, corn, cotton, and Arabica coffee are the global commodities that can be used to predict the direction of IHSG movement.
PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN E-COMMERCE : STUDI PELANGGAN JAKARTA Rahmad Rezeki
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 10, No 3, (2018): OE November 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.v10.3.2018.007

Abstract

This study aims to measure the level of service quality and design of services quality improvement for e-commerce B to C (Business to Customer) and C to C (Customer to Customer) based on the perception of Jakarta customers. This research was conducted on Lazada and Blibli customers for B to C and Tokopedia and Bukalapak for C to C in Jakarta. The method used is eservqual method with 8 dimensions that is fulfillment, reliability, responsiveness, information, customer service, security, website design and empathy. Importance Performance Analysis (IPA) and Quality Function Deployment (QFD) methods for drafting proposals for improving service quality. The results of this study found that there is a gap in each dimension that is fulfillment: -0.55, reliability: -0.54, responsiveness: -0.76, information: -0.58, customer service: -0.75 , security: -0.60, website design: 0.47 and empathy: -0.68. The IPA results show that there are 24 quality attributes that must be corrected immediately with a proposed improvement plan that is the management of website content, procedures for updating and installing website content, information on the website integrated with order handling processes, customer service management, customer complaint service procedures, standards customer communication, integrated order handling management, optimization and efficiency of order handling processes, return procedures, customer data management, security of transaction processing and customer service media development. .
MENINGKATKAN MINAT AKAN KONSUMSI BUAH PARE YANG RASA PAHIT MENJADI MAKANAN CEMILAN YANG GURIH Asmara Sari Nasution; Masdania Zurairah; Abdul Azis Syari; Rahmad Rezeki; Zaharuddin Zaharuddin
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.562 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v9i2.172

Abstract

Pengabdian masyarakat adalah salah satu kegiatan yang sangat diharapkan untuk dapat terlaksana dengan baik, sebab dapat meningkatkan dan menambah ilmu pengetahuan serta keterampilan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini kita akan mengolah buah pare yang rasanya pahit menjadi cemilan di rumah Tahfiz Kalifah Aulia. Buah pare yang segar dicuci terlebih dahulu lalu dipotong potong dimana buah pare tersebut terlebih dahulu dibuang bijinya. Selanjutnya buah pare yang dipotong potong tersebut ditiriskan untuk diolah. Adapun bahan bumbu yang digunakan seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, jahe, garam. Bahan ini digilng halus. Selanjutnya kita cairkan tepung dengan menggunakan santan kelapa serta ditambah telur, lalu bahan ini kita aduk dan campurannya dibuat merata. Selanjutnya bahan tepung serta bumbu dicampur. Proses tahap selanjutnya dilakukan proses penggorengan dengan memasukkan minyak goreng ke dalam kuali, selanjutnya buah pare dicampur dengan bahan bumbu, siap untuk digoreng. Setelah warnanya berubah coklat siap untuk diangkat, yang menunjukkan hasil gorengan telah matang. Diperoleh rasa renyah buah pare goreng dengan santan kelapa sebagai pelarut tepungnya sebesar 80% dan pelarut air untuk pelarut tepungnya rasa gurihnya diperoleh 60%.
PENENTUAN STANDAR KADAR DIGLISERIDA DALAM PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN METODE QUALITY LOSS FUNCTION DI PT X Masdania Zurairah; Edy Syahputra Saragih; Rahmad Rezeki; Misdawati Misdawati
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.255 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.184

Abstract

Perusahaan PT X menghasilkan biodiesel yang berasal dari bahan baku minyak kelapa sawit. Proses untuk mendapatkan biodiesel melalui tahapan proses pemurnian, transesterifikasi dan kemudian menghasilkan produk metil ester atau biodiesel. Hasil biodiesel yang diperoleh merupakan reaksi antara (minyak nabati) dengan senyawa kimia methanol dengan bantan katalis. Perusahaan PT X dalam hal ini menetapkan standar bahan baku salah satu adalah kadar digliserida maksimum 0,2%. Data kadar digliserida perusahaan PT X menunjukkan kadarnya diatas 0,2 %, dengan jumlah produk yang outspec sangat banyak sehingga hal ini menunjukkan adanya sistem produksi yang bermasalah. Kerugian kualitas atau Quality Loss Function, ini disebabkan kerusakan dalam tahap proses pembuatannya, yang akan mengalami kerugian berupa material, waktu, dan energi. Hasil perhitungan quality loss function untuk produk yang mengalami kerusakan sebanyak 22816 ton.
Analisa Penerapan Program Keselamatan Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Pendekatan Fault Tree Analysis Di PT Hasil Sembako Cipta Lucky Andayansyah; Masdania Zurairah; Rahmad Rezeki
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 4 No 1 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.345 KB) | DOI: 10.36655/sprocket.v4i1.758

Abstract

Hasil Sembako Cipta dalam pengoperasiannya tidak luput dari masalah- masalah yang dihadapi seperti adanya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan dampak negatif industri terhadap lingkungan sekitarnya, maka Pencapaian produktivitas yang optimal memerlukan tingkat keselamatan manusia sebagai faktor produksi. Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan proyek pendukung yang sangat penting dalam kegiatan produksi. Program keselamatan kerja terdiri dari beberapa unsur program dan pendukungnya. Dalam hal ini penulis berangkat dari menurut International Labour Organization (ILO). Dalam studi ini, kami mengukur T-score untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Ini adalah pengukuran frekuensi yang menunjukkan jumlah kecelakaan yang terjadi per 1 juta jam kerja selama periode berjalan.. Tingkat keparahan menunjukkan jumlah hari hilang terkait kecelakaan per 1.000.000 jam kerja dari "jam kerja" karyawan. Nilai T selamat merupakan indeks yang bertujuan untuk membandingkan hasil tingkat pengurangan kecelakaan yang dicapai dalam pekerjaan. Dari pelaksanaan program kesehatan kerja pada PT. HSC bisa dikatakan telah terlaksana cukup baik. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2019-2021 adalah 10, 7, 3 kali kecelakaan. Dengan tingkat frekuensi dari tahun 2019-2021 adalah 44,3; 39,9; 13,5. tingkat keparahan yang terjadi pada tahun 2019-2021 adalah 1.552,4; 395,2; 94,6. Nilai T Selamat tahun 2020 diketahui –304,75 dan pada tahun 2021 sebesar –1.968. Semakin menurunnya tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dari tahun ketahunnya maka akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Multi Item dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Multi Item di PT. Global Mulia Nusantara Dimas Prayogi; Nabila Yudisha; Rahmad Rezeki
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 6 No 2 (2022): G-Tech, Vol. 6 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.814 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v6i2.1680

Abstract

Persediaan bahan baku adalah bagian penting dalam pembuatan suatu produk. Berkurangnya stok bahan mentah menyebabkan lambatnya proses pembuatan suatu produk pada perusahaan, begitu juga sebaliknya, berlebihnya stok bahan mentah menyebabkan tingginya beban penyimpanan dan beban lain dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku yang di lakukan oleh PT. Global Mulia Nusantara. Jenis dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sumber informasi dalam penelitian ini memanfaatkan sumber informasi sekunder yang didapat langsung dari perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi EOQ pada organisasi menghasilkan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan teknik yang telah diterapkan oleh organisasi, sehingga terdapat adanya perbedaan pengeluaran total beban untuk bahan mentah sebesar 68%.
PROSES PRODUKSI GLISERIN SEBAGAI BAHAN PENOLONG DENGAN KLASIFIKASI ABC DAN MIN MAX STOCK DI PT. X Yuliana Miranda Syafrizal; Masdania Zurairah; Rahmad Rezeki
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Main problem why companies keep raw material in quantities is as a safety stock, in chase of delay in delivery from supplier so the process of production process does not stop. Inventory control of auxiliary raw materials aims to achieve optimal efficiency and efectiveness in the supply of raw materials so that there is no excess and shortage of inventory stock. So this study aims to determine whether the amount of stock the raw materials in PT. PHPO KIM - II has been efficient when compared with the result of calculation by using MRP Method. This study will be done on four supporting raw materials that used for the glycerine manufacturing process are; HCl, Ca(OH)2, Filter Aid, NaOH.
Perancangan kemasan produk berstandarisasi nasional di UMKM tempe Nabila Yudisha; Indra Gunawan; Rahmad Rezeki; Rizkha Rida; Fiza Lubis
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v2i1.60

Abstract

Usaha Kecil Menengah (UMKM) di Desa Rengas Pulau mengalami kendala pada saat bermitra dengan perusahaan yang akan memasok produk tempe miliknya. Adapun penyebab dari kendala tersebut adalah masalah pengemasan produk yang belum terstandarisasi nasional, yaitu belum terdaftar BPOM, belum memiliki hak paten, dan kemasan yang kurang menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, peneliti melakukan pengabdian masyarakat pada UMKM tersebut untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas kemasan produk dengan memberikan pelatihan terkait hal tersebut. Untuk perbaikan berkelanjutan, peneliti menyarankan pemilik UMKM untuk memasarkan produknya via Online melalui media sosial terkini. Ini merupakan salah satu langkah untuk mencapai usaha yang mengadaptasi Industri 4.0.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sepatu Kulit dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) Muhammad Fahri Azmi; Nabila Yudisha; Rahmad Rezeki
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol 3 No 3 (2023): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : LPPM IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v3i3.4967

Abstract

Raw material inventory control is a company policy that dappat control the inventory of raw materials with a balanced. Because raw material inventory is one of the factors in the production process, a shortage of raw materials will result in production delays, and conversely an excess of raw materials will result in increased storage costs and other costs. The purpose of this study was to determine and analyze the control of raw material inventories applied by MSMEs Chaniago Jaya. The type of research used is quantitative. Data sources in this study were obtained directly from the company. And the method used is MRP, the results showed that the application of the MRP method on the company lower cost when compared with the method that has been applied by the company, where the MRP method obtained a value of Rp 7,360,696 while the company Method obtained a value of Rp 11,427,675 with a difference of Rp 4,066,979. Keywords : Demand, raw material inventory, leather shoes manufacturing
Analisis Kehilangan Minyak (Oil Losses) Pada Proses Pengolahan CPO (Crude Palm Oil) Di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun ADOLINA Damanik, Rahmat Indrajaya; Zurairah, Masdania; Rezeki, Rahmad; Refiza, Refiza
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i1.141

Abstract

AbstractThis study intends to evaluate the degree of oil losses in CPO processing at the "x" business unit of the PTPN IV palm oil mill. You may examine the amount of oil loss that takes place as well as the causes of the oil loss using the seven tools technique. In order to ensure that CPO production consistently results in the best goods and preserves the quality of CPO, the PTPN IV "x" factory constantly works to ensure that oil losses that do occur are always within the company's norm threshold. As can be seen from the daily losses data, which indicates that the degree of oil loss is still beyond the company's norm threshold, the research findings indicate that oil loss throughout the CPO processing process is still quite high. The histogram shows that the Boiled Water and Final Drab stations experienced the highest average oil loss, with deviations from the average of 0.24% and 0.03%, respectively. The pressure is outside the control limits in the 20th data on the control chart at the Ampas station, with a UCL of 4.86% and an LCL of 3.07%. Oil losses are a result of four factors: machinery, human resources, raw materials, and methods. Starting with the most important, the causes of oil losses are human resources, followed by raw materials, machines, and processes. Keywords:Oil losses, Crude Palm Oil, Seven tools.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar tingkat kehilangan minyak (oil losses) pada pengolahan CPO dipabrik kelapa sawit PTPN IV unit usaha “x”. Dengan metode seven tools dapat menganalisis seberapa besar tingkat kehilangan minyak yang terjadi serta dapat menganalisis faktor penyebab dari kehilangan minyak tersebut. Dalam proses produksinya pabrik PTPN IV “x” selalu berusaha agar kehilangan minyak yang terjadi selalu dibawa batas ambang norma perusahaan agar  produksi CPO selalu menghasilkan produk yang terbaik dan menjaga kualitas mutu CPO. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehilangan minyak pada saat proses pengolahan CPO masi sangat tinggi, hal tersebut dapat dilihat dari data losses harian yang menunujukan bahwa tingkat kehilangan minyak masi berada diatas batas ambang norma perusahaan. Dengan histogram dapat diketahui rata-rata kehilangan minyak paling tinggi terjadi pada stasiun Air rebusan dan Drab akhir dengan selisih terhadap norma 0,24% dan 0,03 %. Pada peta kendali distasiun Ampas pressan berada diluar batas pengendalian pada data ke 20 sebesar 4,93 % dengan UCL 4,86 % dan LCL 3,07 %. Faktor penyebab kehilangn oil losses terdapat 4 faktor yaitu Mesin, SDM, Bahan Baku dan Metode. Penyebab kehilangan oil losses mulai dari yang paling dominan adalah SDM, bahan baku, mesin dan terakhir metode. Kata Kunci:                                      Kehilangan minyak, Minyak sawit mentah, Tujuh alat.