Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PROFIL KONDISI FISIK ATLET JUNIOR TAEKWONDO PUSLATKOT KEDIRI TAHUN 2016 DALAM MENGHADAPI PEKAN OLAHRAGA PROVINSI (PORPROV) JAWA TIMUR TAHUN 2017 HANIEF, YULINGGA NANDA; PUSPODARI, PUSPODARI; LUSIANTI, SEPTYANING; APRILIYANTO, ANDRIYAS
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.045 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet junior taekwondo puslatkot Kediri tahun 2016 dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPRov) Jawa Timur tahun 2017. Jenis penelitian adalah non eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode survey dan teknik tes. Subyek penelitian adalah semua atlet Taekwondo kategori junior baik putra maupun putri yang tergabung dalam Pusat Latihan Kota (PUSLATKOT) Kediri yang berjumlah 15 atlet. Instrumen kondisi fisik yang digunakan adalah tes: leg dynamometer, vertical jump, sit and reach, lari 30 meter, tes Balke, flexometer, dan sit up. Data yang diperoleh tiap- tiap item tes merupakan data kasar dan diubah menjadi nilai t-skor dengan rumus t-skor kemudian data dimaknai, yaitu dengan mengkategorikan data.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan profil kondisi fisik atlet junior Taekwondo Puslatkot Kediri tahun 2016 adalah terdapat 0 atlet (0%) dalam kategori baik sekali, 5 atlet (33,33%) dalam kategori baik, 6 atlet (40%) dalam kategori cukup, 2 atlet (13,33%) dalam kategori kurang, dan 2 atlet (13,33%) dalam kategori kurang sekali.
TINGKAT KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT PSHT DI PADEPOKAN PSHT KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2019 Moh. Nur Kholis; Puspodari Puspodari
Bravo's : Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v7i4.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui tingkat kondisi fisik atlet pencak silat PSHT di padepokan PSHT Kabupaten Nganjuk, 2). Sebagai pedoman pelatih untuk membuat program latihan untuk menuju prestasi yang lebih baik. Target khusus dalam penelitian ini adalah memberikan informasi bagaimana tingkat kondisi fisik atlet pencak silat di padepokan PSHT kabupaten Nganjuk tahun 2019.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua atlet yang tergabung dalam padepokan PSHT Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 24 atlet. Teknik sampling yang digunakan adalah  purposive sampling . Instrument pengumpulan data berupa tes dan pengukuran tingkat kondisi fisik atlet pencak silat di padepokan PSHT Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan tes kekuatan, kecepatan, kelentukan dan kelincahan. Teknik analisis data dengan menggunakan presentase. Hasil analisis data tentang tingkat kondisi fisik atlet menunjukkan bahwa kekuatan (strength) 62,5 % dalam kategori baik, 25% cukup, 12,5% kurang. Kecepatan (speed) 4,2% dalam kategori baik sekali, 54,1% baik, 16,7% cukup. Kelincahan (agility) 68,3% baik, 29,2% cukup dn 12,5% kurang. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kondisi fisik atlet pencak silat PSHT di Padepokan PSHT kabupaten nganjuk relevansi dengan prasyarat menunjukkan rata-rata dalam keadaan baik.Kata kunci: Kondisi Fisik, Pencak Silat
Hypertension Awareness Reciprocal Assistance Through SENSI (Senam Lansia) In Elderly With Healthy Lifestyle Puspodari; Nur Ahmad Muharram; Dhedhy Yuliawan; Septyaning Lusianti; Reo Prasetiyo Herpandika; Rendhitya Prima Putra; Weda; Slamet Junaidi; Adinda Aprilia Agasa
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v3i1.1794

Abstract

Hypertension is the number one cause of death in the world every year. Hypertension is one of the common cardiovasycular diseases and the most common in the community. Hypertension is called the “silent killer” because it often comes without symptoms. Elderly people are at risk of developing hypertension because as they get older, blood pressure tend to increase. Therefore, there is a need for knowlwdge for the elderly to maintain a healthy lifestyle and do elderly exercise to prevent hypertension. This reciprocal assistance on hypertension awareness throught SENSI (Senam Lansia) is expected to improve health and maintain the health of the elderly in the Bangsongan Health Center. The achievement target in this activity is to increase the knowlwdge of the elderly about how to prevent hypertension and to do elderly exercise regulary either independently or together. After mentoring, the elderly know how to prevent hypertension and are enthusiastic about participating in the elderly gymnastics program as aroutine activity. The elderly who participated in the mentoring felt enthusiastic about participating in gymnastics and would do gymnastics as a routine physical activity at home.
Survey of Interest and Talent in Participating in Aerobic Gymnastics on the Nusantara Aerobic Gymnastics Team in 2021 Arum Dwi Masruroh; Puspodari Puspodari; Reo Prasetiyo Herpandika
Physical Education and Sports: Studies and Research Vol. 1 No. 1 (2022): Physical Education and Sports: Studies and Research
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.437 KB) | DOI: 10.56003/pessr.v1i1.94

Abstract

Background: The background of this research is based on the results of the researchers' observations, namely the Nusantara aerobics gymnastics team that has not been able to recruit new members from other majors and the uneven development of aerobic gymnastics talent possessed by members. Objectives: This study aimed to determine the level of interest and talent in aerobics among members of the Nusantara Aerobics Gymnastics Team in 2021. Methods: This study used a quantitative descriptive approach with a survey method. The subjects in this study were members of the Nusantara Aerobics Gymnastics Team, which consisted of 30 members. The sampling technique used is total sampling because the number of members is relatively small. The data collection technique used an instrument in the form of a questionnaire for interest data and a potential talent test in a sports search. The data analysis technique is in the form of a percentage using Microsoft Excel 2016 and SPSS v.23 software for windows. Results: Based on the study results and the results of the analysis, it can be seen that the level of interest in participating in aerobic exercise on the Aerobic Gymnastics Team is included in the very high category with a percentage score range of 90% - 100%. While the aerobic gymnastics talent possessed by members of the Aerobics Gymnastics Team can be seen in the results, namely, five members are classified as potential with a percentage of 16.7%, nine members are quite potential with a percentage of 30%, 13 members are classified as less potential with a percentage 43.3%, and three members are classified as not potential with a percentage of 10%. Conclusion: In conclusion, the interest of the Nusantara Aerobics gymnastics team members is very high, but they are less talented.
Survei Tingkat Kemampuan Power dan Kekuatan Otot Tungkai pada Atlet SSB Putra Perseta 88 Tahun 2020 Deden Fransiska Rendi Putra; Puspodari Puspodari; Mokhamad Firdaus
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.789 KB) | DOI: 10.26740/ijok.v1n1.p42-46

Abstract

Latar Belakang: Unsur power otot tungkai dan kekuatan otot tungkai termasuk komponen kondisi fisik yang mendasar dalam cabang olahraga sepakbola.Metode: Jenis penelitian ini merupakan non eksperimen dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini merupakan 20 orang atlet SSB Putra Perseta88. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa tes vertical jump untuk mengetahui power otot tungkai dan tes back and leg dynamometer untuk mengetahui kekuatan otot tungkai.Hasil: Data terkait tingkat kemampuan power otot tungkai relevansinya dengan prasyarat menunjukkan bahwa pada atlet SSB Putra Perseta88 yaitu 5% dengan kategori baik, 20% dengan kategori baik, 50% di kategori sedang, 10% di kategori kurang dan 15% di kategori kurang sekali. Kemudian pada kekuatan otot tungkai yaitu 15% di kategori baik sekali, 15% di kategori baik, 45%, di kategori sedang, 20% di kategori kurang dan 5% di kategori kurang sekali.Kesimpulan: Rata-rata kemampuan power tungkai sedang.
Survey Tingkat VO2Maks Pada Atlet Taekwondo Puslatkot Kota Kediri Tahun 2020 Muhammad Akhlufni Azizil Hasili; Puspodari Puspodari; Nur Ahmad Muharram
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.411 KB) | DOI: 10.26740/ijok.v1n1.p66-69

Abstract

Latar Belakang: Taekwondo merupakan cabang olahraga bela diri dari Korea. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui tingkat VOâ‚‚Maks atlet Pusat Latihan Kota (Puslatkot) Kota Kediri tahun 2020, membantu pelatih untuk membuat program latihan untuk meningkatkan VOâ‚‚Maks atletnya, sebagai bahan evaluasi untuk menuju prestasi yang lebih baik.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Non eksperimen merupakan jenis penelitian ini. Penelitian ini memiliki subjek atlet taekwondo yang tergabung dalam Pemusatan Atlet Kota (PUSLATKOT) Kota Kediri tahun 2020 dengan jumlah  12 atlet. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes Multistage Fitness Test (MFT) karena mudah dan murah.Hasil: Teknik analisis data dengan menggunakan persentase. Setelah analisis data tentang VOâ‚‚Maks dapat diketahui nilai VOâ‚‚Maks serta  relevansinya dengan prasyarat menunjukkan bahwa pada atlet taekwondo Puslatkot Kota Kediri 41,67% dalam kategori sedang, 33,3% dalam kategori baik, 16,67% dalam kategori kurang dan 8,33% dalam kategori kurang sekaKesimpulan: Rata-rata  Atlet taekwondo Kota Kediri memiliki kemampuan VO2 Maks dengan kategori sedang
Level 1 Regional Trainer Training as an Effort to Increase the Competence of Taekwondo Coach’s in East Java Slamet Junaidi; Puspodari; Dhedhy Yuliawan; Moh. Nur Kholis; M. Akbar Husein Allsabah; Sugito; Weda; M. Yanuar Rizki; M. Khoirul Akbar
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2599

Abstract

Coaching for beginner sportsmen is ussualy carried out by coaches who have basic level training knowledge, of course, their training abilities are very limited. The best coaches who have competence usually train senior athletes. It is truly ironic that even at a critical and sensitive age for the development of physical abilities, beginber sportsmen are handled by inadequate coaches. Actually training at the level of beginner athletes requires knowledgeable and skilled trainers so they can teach the right movements and provide examples of the right skill. Coaches who deal with athletes at a basic level should understand the pattern of growth and development of novice athletes. One way that must be done is to make improvements by building and implementing a long term athlete development system that allows coaching athletes from an early age by providing training that is appropriate to their lever of growth and development. Efforts to improve the competence of basic level taekwondo trainers through Level 1 Regional trainer training activities seek to encourage the need for reconstruction of coaching and achievement programs that do not only rely on the athlete’s side, but are also accompanied by the coach’s role and strategy in designing training programs for athletes effectively and on target. The purpose of this community service activity is to provide program output, namely the creation of quality coaches who have good competence and skills to coach athletes. Effort to improve the competence of basic level taekwondo trainers through the level 1 regional trainers training activities are expected to continue to become programs or agendas in academic forums that become spearheads for athlete achievement to transform the skills and competency needs of trainers
The Relationship with Self-efficacy and Motivation Athletes Achievement in Football School (SSB) Posba Basongan Ficki Qoirul Idzam; Puspodari; Weda
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 1 No. 03 (2023): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2023/ns.v1i03.55

Abstract

Football is not only physical but also mental. Lack of mentality in young players will emerge with self-efficacy and good motivation to achieve an achievement. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and motivation on the achievements of Posba Bangsongan Kediri athletes. This study used a quantitative approach with a sample of 30 athletes using a total sampling technique. This data analysis technique uses a formula, namely product moment correlation. The results of the study show that 1) there is a positive and significant relationship between self-efficacy and athlete achievement. Evidenced by the sig (2-tailed) value of 0.019 > 0.05, which means that there is a relationship between self-efficacy and athlete achievement. 2) there is a positive and significant relationship between motivation and athlete achievement. It is proved that the sig (2-tailed) value is 0.13 > 0.05 which means there is a relationship between motivation and athlete achievement. 3) there is a positive and significant relationship between self-efficacy and motivation on athlete achievement. Evidenced by the value 1 seen from the correlation coefficient, the magnitude of the correlation coefficient with the basis that is if the value is close to 1 or -1 there is a relationship if it is close to 0 there is a weak relationship, meaning that self-efficacy and motivation with achievement have a very strong relationship
Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Sebagai Alternatif peluang Bisnis di Kabupaten Trenggalek Tahun 2023 Puspodari; Wasis Himawanto; Atrup; Zidan Rizaki
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v1i2.441

Abstract

Senam aerobik merupakan aktivitas fisik yang populer dan diminati berbagai kalangan. Hal ini terbukti dari banyaknya sanggar-sanggar senam yang relative banyak pada masyarakat. Selain alasan kebugaran, senam aerobik menjadi olahraga pilihan masyarakat karena memiliki nilai kemudahan, keindahan, kemanfaatan, dan kemurahan. Senam aerobik sangat populer disemua kalangan khususnya kalangan wanita bahkan lansia. Untuk menguasai senam aerobic, seharusnya seseorang instruktur senam memiliki kemampuan fisik dan kemampuan dalam menguasai materi pendukung senam aerobik. Materi senam aerobik tersebut diantaranya materi tentang membuat koreografi yang sesuai dengan tujuan, menghitung tempo musik dan lain-lain. Selain itu seorang instruktur senam aerobik seharusnya mampu membaca situasi dan mampu memberikan materi sesuai dengan kebutuhan member/anggotanya. Pengguna jasa instruktur aerobik adalah pengguna bisnis usaha, penggunaan jasa senam aerobik berdasarkan  kepercayaan dari mulut kemulut. Oleh karena itu seorang instruktur  harus memperhatikan bagaimana berperilaku, berkomunikasi, dapat menjaga hubungan baik antara lain dengan sesama instruktur dan juga dengan membernya. Intrukstur senam merupakan salah satu bentuk softskill masyarakat yang dapat menjadi peluang bisnis elit bagi pelakunya.  Berkaitan dengan banyaknya potensi instruktur senam aerobik di Trenggalek terbukti dari banyaknya keterlibatan member-member senam di sanggar senam maka tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan “Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Sebagai Alternatif Peluang Bisnis Di Kabupaten trenggalek Tahun 2023”.  Kegiatan ini dapat memberikan kontribusi penting bagi peminat senam aerobik, karena dapam memberikan kemampuan kerja yang baik, kemampuan berkomunikasi, interasi dan kemampuan dalam menarik konsumen. Antusias peserta dalam kegiatan ini juga terlihat sangat baik dapat dilihat dari keaktifan peserta saat kegiatan berlangsung.
Meningkatkan Keterampilan Gerak Lokomotor Melalui Permainan Kasti Pada Siswa Kelas V SDN Wonorejo 1 Kediri Tito Raka Nanda Amirunni’am; Puspodari; Reo Prasetiyo Herpandika
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 4 No. 3 (2023): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v4i3.450

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kecakapan gerak dasar lokomotor peserta didik pada mata pelajaran PJOK melalui penerapan model permainan tradisional bola kasti. Metode yang digunakan yaitu model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Riset ini dijalankan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan setiap siklus. Subjek penelitian ini melibatkan 30 orang siswa kelas V, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Akhir dari studi ini membuktikan bahwsanya melalui permainan tradisional bola kasti dapat meningkatkan keterampilan gerak lokomotor siswa dari hasil Pra-penelitian hanya 3 peserta didik yang tuntas atau hanya 10 persen dan yang tidak tuntas berjumlah 27 dalam presentase 90%, maka diadakan siklus I dengan hasil 43% atau 13 orang siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dan siklus II terdapat peningkatan yang signifikan yaitu 90% siswa yang sudah mencapai hasil optimal dalam ketrampilan gerak lokomotornya. Selain itu, peningkatan hasil belajar siswa juga telah meningkat dengan adanya modifikasi permainan bola kasti yang dirasa siswa permainan ini sangat menyenangkan sehingga minat siswa dalam pelajaran PJOK semakin baik dan performa siswa juga meningkat.