Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Kandungan Nitrogen (N) dan Fosfor (P) Pada Sedimen Mangrove Di Taman Hutan Raya Bali Harifah, Zahwa Aulia Nurul; Gede Surya Indrawan; I Putu Yogi Darmendra
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 5: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i5.8876

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan nitrogen (N), kandungan fosfor (P), kerapatan jenis, serta keanekaragaman mangrove di Taman Hutan Raya Bali. Pada penelitian terdapat 3 stasiun dan masing-masing terdapat 3 plot di setiap stasiun. Mengunakan metode purposive sampling pada tiap stasiun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan ditemukan sebanyak 4 jenis yaitu: Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Sonneratia alba dengan jumlah spesies yang paling banyak yaitu Soneratia alba dengan jumlah 210 individu dan jumlah yang paling sedikit ialah Bruguiera gymnorrhiza dengan jumlah 23 individu. Nilai kadar kandungan nitrogen terbesar berada pada stasiun I plot ke-3 sebesar 0,39% dan nilai kadar kandungan nitrogen terkecil berada pada pada stasiun III plot ke-3 sebesar 0,03%. Serta nilai kadar kandungan fosfor terbesar berada pada stasiun I plot ke-1 sebesar 81,08 ppm dan nilai kadar kandungan fosfor terkecil berada pada pada Stasiun II plot ke-2 sebesar 4,51 ppm. Nilai kerapatan mangrove termasuk kriteria sangat rapat dengan nilai antara 3133- 5067 (pohon/ha). dengan nilai keanekaragaman sebesar 0,86 dengan kategori keanekaragaman rendah, keseragaman 0,77 dengak kategori keseragaman tinggi, dan dominansi 0,74 yang menandakan terdapat dominansi. Parameter lingkungan rata rata seperti suhu sekitar 29,55℃, sedangkan nilai rata rata dari salinitas adalah 30,06 ppt dan pH rata-rata adalah 5,98.
Asosiasi Gastropoda dengan Padang Lamun di Pantai Geger, Nusa Dua, Bali Sidik, Awalul Rizal Rohman; Indrawan, Gede Surya; Atmaja, Putu Satya Pratama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i3.2916

Abstract

The Nusa Dua coast is an area that has a diverse ecosystem, ranging from coral reefs, mangrove forests and seagrass beds. Seagrass beds themselves play an important role in marine ecosystems and are used as shelter, foraging areas and spawning grounds for animals that live in seagrass habitats, one of which is gastropods. Gastropods have an important role in aquatic ecosystems, namely helping in the process of mechanical decomposition of organic material through their feeding activity, which will then be used by seagrass plants to carry out photosynthesis to support the growth of seagrass. The aim of this research is to analyze the community structure of Gastropods and to analyze the association between Gastropods and seagrass in the waters of Geger Beach, Nusa Dua, Bali. Samples were taken from 3 stations, station 1 was in a location next to a rocky road, station 2 was in a location where there were many fishing boats, and station 3 was in a location where there were no fishing boats. In the waters of Geger Beach, 5 types of seagrass species were found consisting of Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halophilla ovalis, and Syringodium isoetifolium. At Geger Beach, 25 families, 76 species and 276 individuals were obtained of gastropods, with a diversity (H') value of 2.10, uniformity (E) of 0.59, and dominance (D) of 0.19. These results indicate that the Gastropod structure at Geger Beach is in a stable condition. The association between Gastropods and seagrass beds is dominated by associations with a very low category, which has an association value of <0.22 for 295 species. This is thought to be due to the low number of species appearing and the existence of competition between the two species at the observation location.
Estimasi Kandungan Karbon Pada Sedimen di Hutan Mangrove Karangsewu, Bali Dzaki Adilla Razaan; Gede Surya Indrawan; I Dewa Nyoman Nurweda Putra
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i5.3277

Abstract

Ekosistem mangrove mampu mereduksi CO2 melalui mekanisme sekuestrasi, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global. Hutan mangrove di Karangsewu adalah bagian dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai fungsi sebagai habitat flora dan fauna, perlindungan bencana tsunami, serta tempat serapan karbon dalam mencegah pemanasan global. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengestimasi nilai kandungan karbon pada sedimen serta menganalisis variasi secara vertikal persentase karbon organik yang tersimpan dalam sedimen di hutan mangrove Karangsewu, Bali. Kandungan karbon dari sedimen hingga kedalaman 1 m dianalisis dengan metode LOI (loss on ignition). Estimasi nilai simpanan karbon sedimen mangrove di Karangsewu, Taman Nasional Bali Barat adalah sebesar 900,48 ton/ha. Nilai kandungan karbon organik terendah berada di zona paling depan pada kedalaman 0-25 cm yaitu bernilai 4,6%. Sedangkan, nilai tertinggi berada di zona paling belakang di kedalaman 75-100 cm dengan nilai 6,1%. Dari hasil yang diperoleh konsentrasi karbon organik akan semakin meningkat seiring bertambahnya kedalaman.