Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Lampuhyang

Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Berbasis Lingkungan terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Muliastrini, Ni Ketut Erna
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti model Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Bebandem. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA diukur dengan menggunakan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan: 1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Berbasis Lingkungan terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SD Ni Ketut Erna Muliastrini
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing dengan siswa yang mengikuti model Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Gugus I Kecamatan Bebandem. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA diukur dengan menggunakan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan: 1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inquiri terbimbing berbasis lingkungan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.
Pembelajaran Era Disrupsi Menuju Era Society 5.0 (Telaah Perspektif Pendidikan Dasar) Ni Nyoman Lisna Handayani; Ni Ketut Erna Muliastrini; Putu Bayu Ariska Putra Gotama; Ni Made Karnitawati
LAMPUHYANG Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 dikenal juga dengan istilah era disruptif. Kehadiran eraini menimbulkan manfaat dan juga dampak terhadap tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan.Untuk mengurangi dampak negatif dan sekaligus mengotimalkan manfaatnya, parailmuwan di dunia yang dipelopori oleh ilmuwan Jepang, menawarkan konsep masyarakat5.0. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis esensi pembelajaran di era disruptif menujumasyarakat 5.0 dalam perspektif pendidikan dasar. Pendekatan dilakukan melalui telaahterhadap sejumah bahan pustaka, dokumen kebijakan pendidikan nasional, publikasi hasilpenelitian dan pendapat para tokoh dunia, yang mengkaji konsep perkembangan revolusiindustri tahap awal sampai dengan revolusi industry 4.0, sampai munculnya gagasanmembangun masyarakat 5.0. Hasil studi menunjukkan, perlunya meningkatkan peranteknologi dalam revolusi industry 4.0 untuk membangun tatanan kehidupan manusia yanglebih sejahtera dan beradab, sebagaimana ditunjukkan dalam model masyarakat 5.0. Secarakhusus untuk masyarakat Indonesia, perlu menyesuaikan pola pembelajaran yang relevan,agar siap memasuki era revolusi industry 4.0 dan masyarakat 5.0. Dalam perspektifpendidikan dasar, kebijakan reformasi pendidikan dalam delapan standard nasionalpendidikan perlu mendapat penguatan dalam implementasinya. Perlu dibangun paradigmabaru manajemen pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan kecerdasan buatan,untuk mendukung terselenggaranya system pembelajaran di era revolusi industry 4.0.
Eliminasi Radikalisme Berbasis Adat (Pengembangan Model Alternatif Deteksi Dini Anarkisme Berlegitimasi Agama di Provinsi Bali) Ni Nyoman Lisna Handayani; Ni Ketut Erna Muliastrini
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.257

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah: dihasilkannya model pencegahan perilaku radikal dan tindakan terorisme di wilayah Bali, dengan basis keunggulan nilai nilai budaya dan lembaga lokal di masing-masing desa adat yang ada di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan tipe “front-ended prototyfe studies” dengan mengedepankan kritik sosial-budaya dan rekonstruksi generalisasi radikalisme. Data dalam penelitian ini akan dikumpulkan dengan: pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, pedoman studi dokumen, fokus groups discussion, dan interrater validity. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, modalitas sosial dan budaya yang dimiliki oleh desa adat tersebut terdiri atas: lembaga-lembaga sosial keagamaan, seperti sekehe santi, teruna teruni, pecalang, hulu apad, tegak desa, sekehe jegog, sekehe gong, sekehe jojor dan baris, sekehe ebat, sekehe gaguruitan, sekehe angklung, dan organisas-organisasi sosial lainnya. Kedua, secara sosiologis, potensi kekuatan yang dimiliki oleh setiap desa adat yang menjadi lokasi penelitian ini, terpolarisasi ke dalam 5 kelompok aspek, yaitu: aspek keagamaan, aspek sosial, aspek budaya, aspek ekonomi, dan aspek politik. Ketiga, responden sebagian besar berpendirian dan menjustifikasi agama bisa menjadi modal kultural dalam coraknya agama menjadi basis budaya dan tradisi. Keempat, desa adat biasanya mengembangkan model penyelesaian konflik yang terjadi umumnya dapat diselesaikan secara damai oleh lembaga penyelesaian konflik, baik di tingkat keluarga maupun di tingkat masyarakat.
Pengaruh Model Inquiri Terhadap Literasi Sains Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sdn 4 Sangsit Ni Ketut Erna Muliastrini; Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh implementasi model inquiri terhadap literasi sains dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 4 Sangsit. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah semua siswa V SD 4 Sangsit yang terdiri dari 40 siswa. Sebanyak 40 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data literasi Sains dikumpulkan dengan kuesioner dan hasil belajar IPA menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (Multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, literasi sains antara siswa yang mengikuti model inquiri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kedua, prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model inquiri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Ketiga, secara simultan literasi sains dan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model inquiri secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Pengaruh Pendekatan Starter Eksperimen (PSE) terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar IPA Siswa SD Ni Ketut Erna Muliastrini
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.336

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pendekatan starter eksperimen dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Mengacu pada permasalahan yang telah dirumuskan, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V pada Gugus I SD Negeri di Kecamatan Abang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan MANOVA, dapat diambil simpulan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pendekatan starter eksperimen dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran langsung.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Koopratif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SD Ni Ketut Erna Muliastrini; Ni Nyoman Lisna Handayani
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.345

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan buku siswa kelas IV SD dengan model pembelajaran Group Investigation yang valid, praktis dan efektif meningkatkan literasi sains siswa. Semua data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) validitas perangkat dikategorikan valid dengan nilai validitas buku siswa 3,17 dan RPP 3,52, (2) kepraktisan perangkat dikategorikan sangat praktis, dengan nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran sebesar 3,43, rata-rata respon guru 3,71 dan respon siswa 3,54 , (3) perangkat pembelajaran berada pada kategori efektif, dengan rata-rata nilai tes literasi sains 79,54 dan ketuntasan 88,24%.
Keragaman Peserta Didik dan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Muliastrini, Ni Ketut Erna; Yanik Yasmini, Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i1.375

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menekankan beberapa aspek di antaranya proses pembelajaran perlu memperhatikan keragaman peserta didik, proses pembelajaran berpusat pada peserta didik, sistem pembelajaran mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, dan proporsi asesmen formatif lebih banyak dari pada asesmen sumatif. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis keragaman peserta didik beserta relevansi proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan dalam IKM. Subjek dalam penelitian ini yaitu 31 peserta didik kelas 2A SD Insan Mandiri Amlapura. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes tertulis. Instrumennya meliputi pedoman wawancara, catatan observasi, tes tertulis untuk meninjau kesiapan belajar, angket minat, dan angket gaya belajar. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasilnya, kelas 2A didominasi peserta didik yang memiliki gaya belajar audiotori, kemampuan peserta didik belum menguasai materi prasyarat sebesar 35,29%, kelompok yang sudah siap belajar sebesar 47,06%, dan mahir sebesar 17,65%. Minat peserta didik sebagian besar adalah olahraga. Berkaitan dengan kesesuaian proses pembelajaran terhadap IKM diketahui proses pembelajaran yang dilaksanakan belum mengarah pada pembelajaran berdiferensiasi, terkadang pembelajaran masih berpusat pada guru, dan asesmennya belum teridentifikasi adanya pemberian umpan balik kepada peserta didik. Melalui hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk merancang dan mengaplikasikan pembelajaran yang lebih sesuai terhadap keragaman peserta didik.