Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analysis of Students’ Errors in Solving Differential Problems Based on Castolan Theory Holisin, Iis; Shoffa, Shoffan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.829

Abstract

Materi diferensial banyak digunakan sebagai prasyarat pada materi lain dan mata kuliah lain. Namun tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Oleh karena itu tujuan penelitian deskriptif kualitatif ini adalah mendeskripsikan kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah diferensial berdasarkan teori Castolan. Teori Castolan meliputi kesalahan konsep, kesalahan prosedur, dan kesalahan teknik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa peserta mata kuliah matematika dasar. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara dengan instrumen pendukung berupa tiga soal tes masalah deferensial dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa berdasarkan teori Castolan sebagian besar mahasiswa melakukan kesalahan strategi dan kesalahan hitung dan sebagian kecil melakukan kesalahan konsep. Kesalahan konsep terjadi saat mahasiswa salah menentukan rumus. Kesalahan strategi terjadi saat mahasiswa salah menggunakan rumus, tidak mampu menyelesaikan sampai bentuk yang sederhana serta ada data yang hilang. Sedangkan kesalahan hitung sebagian besar karena salah menulis atau menghitung. Adapun penyebab terjadinya kesalan tersebut karena kurang memahami konsep, belum terbiasa menyelesaikan soal yang membutuhkan memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta kurang teliti Dengan mengetahui kesalahan serta penyebabnya dapat menumbuhkembangkan kreativitas dosen untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi mahasiswa. Differential material is widely used as a prerequisite for other materials and other courses. But not a few students who find it difficult to learn it. Therefore, the purpose of this qualitative descriptive research is to describe students’ mistakes in solving differential problems based on the Castor theory. Castor’s theory includes conceptual errors, procedural errors, and technical errors. The research was conducted on students participating in basic mathematics courses. Data was collected by test and interview methods. The supporting instruments used were three differential problem tests and an interview guide. The student answers were then analyzed to see which represented the most errors. Test the validity of the data using technical triangulation. Data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found that most students made procedural and technical errors, and a few made conceptual errors. Conceptual errors occur when students incorrectly determine the formula. Strategy errors occur when students use the wrong formula, are unable to complete a simple form, and there is missing data. While the technical errors are mostly due to wrong writing or counting. The cause of this errors is because they do not understand the concept, are not used to solving problems that require high-level thinking skills and are not thorough.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISIWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA ALAT PERAGA DAN POWER POINT INTERAKTIF Bawamenewi, Masabaru; Holisin , Iis; Putri, Vivien Harianika
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 1 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v1i2.62

Abstract

Penelilitian berlatarbelakang Rendah Pengetahuan Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Sistem Pencernaan Manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan berbantuan media alat peraga dan Power Point Interaktif. Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas V SD Negeri 077786 Tuhembaruzo Kecamata Bawolato Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar peserta didik adalah 70 sesuai dengan KKM pelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran yang dilaksanakan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PHYTAGORAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY Nadiyah Ulfa; Iis Holisin; Sandha Soemantri
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini yakni peserta didik kelas VIII-E SMP Muhammadiyah 2 Surabaya sebanyak 27 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, angket kuesioner, tes, dan validasi. Data analisis dengan menggunkana teknik persentase. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya penerapan pembelajaran diskusi sehingga menyebabkan kurangnya berpikir kritis peserta didik. Hal ini berdampak pada 85% peserta didik yang belum mencapai nilai rerata. Data dalam penelitian ini adalah hasil kemampuan berpikir kritis, aktivitas peserta didik, dan respon peserta didik. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta didik yang tuntas meningkat dari 37% menjadi 85%. Nilai rata-rata meningkat dari 68, 33 menjadi 83,51, aktivitas peserta didik termasuk kategori baik menjadi dari 77% menjadi 96%, respon peserta didik terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika SIswa SMP Dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender Sisca Sulistianingtiyas; Iis Holisin; Endang Suprapti
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24069

Abstract

This descriptive research with a qualitative approach aims to describe the level of mathematical literacy of junior high school students in solving mathematics problems in terms of gender differences. The research subjects consisted of six students with high, medium and low categories. The data collection techniques used were tests, interviews, and documentation. Triangulation techniques were used to analyze the results of written tests and interviews. The results showed that gender has an effect on solving math problems. Male students with low ability tended to give short answers without detailed explanations, while male students with medium and high ability were able to explain the solution steps better. Female students with low ability had difficulty in writing formulas and solution steps, while female students with medium and high ability could explain and write the solution method clearly. The difference in problem solving methods between male and female students can be seen in fulfilling the indicators of mathematical literacy based on Polya. Male students were able to mention four indicators of mathematical literacy compared to female students who were able to mention three indicators of the four indicators, but female students tended to be better at communicating the explanation of the problem solving. The difference in mathematical literacy of male students is equal to that of female students, with the difference lying in the ways and stages of solving the problems given.