Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kesiapan Karir Siswa Pesantren Al-Muslimun Melalui Media Visual untuk Pendampingan Perencanaan Isra Qamal, Qanitatul; Marlisa, Dewi Fitria; Wardani, Lusyana Eka; Maula, Rahmatun
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24831

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan target perencanaan karir siswa kelas XII di Pesantren Al-Muslimun Aceh Utara serta untuk mengetahui efektivitas pendampingan dalam meningkatkan kesiapan karir siswa. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pemberian kuesioner pre-test dan post-test, ceramah, diskusi, serta aktivitas pembuatan pohon impian sebagai media visual perencanaan karir. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Pesantren Al-Muslimun dengan jumlah 76 responden. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat pemahaman perencanaan karir pada level sedang dan mengalami berbagai kekhawatiran seperti biaya pendidikan dan manajemen waktu. Pendampingan yang diberikan berhasil meningkatkan kesadaran dan kesiapan siswa dalam merencanakan karir secara mandiri dan terarah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pendampingan karir sebagai bagian integral dalam pendidikan pesantren untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Kata kunci: Perencanaan Karir, Kesiapan Karir, Pendampingan Karir, Pohon Impian.
Analisis Dampak Lingkungan dengan Pendekatan DPSIR Akibat Pola Penggunaan Lahan (Studi Kasus: Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan) Maula, Rahmatun; Dewi Fitria Marlisa; Iqbal Kamaruddin; Qanitatul Isra Qamal
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantaeng Regency is experiencing increasing environmental pressure driven by population growth and land-use changes that reduce natural infiltration capacity. These conditions heighten flood potential and increase infrastructure vulnerability, particularly in urban and lowland areas. This study aims to analyze the environmental conditions of Bantaeng Regency using the DPSIR (Driving Force–Pressure–State–Impact–Response) framework. The DPSIR method was applied through the analysis of population growth, land-use patterns, rainfall intensity, infiltration areas, and spatial flood vulnerability. The results show that population continues to increase, infiltration areas cover approximately 15,421.96 hectares, and rainfall peaks in February and reaches its lowest level in October at (1,094.70 and 2.5) mm, respectively. Areas categorized as having low, medium, and high flood vulnerability cover (1,6425; 5,564; and 17,108) hectares, particularly in regions experiencing intensive and urban land conversion. In addition, road infrastructure is exposed to low, medium, and high flood vulnerability along (4.97; 9.35; and 52.31) km, while residential areas and public facilities also show increasing risks of inundation-related damage. These findings highlight the need for adaptive and sustainable environmental management strategies, including improved drainage capacity, construction of retention ponds, expansion of infiltration zones, and strengthening of Green Open Space.
Integrasi Kebijakan Nasional dan Perencanaan Wilayah dalam Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidenreng Rappang: Analisis Kesenjangan Kapasitas Sarana dan Pengembangan 3R/WtE Maula, Rahmatun; Qanitatul Isra Qamal; Iqbal Kamaruddin; AR Fuad Hasanuddin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan timbulan sampah dan keterbatasan kapasitas layanan menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu isu strategis dalam pembangunan wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Sistem yang masih didominasi pola kumpul–angkut–buang perlu diarahkan menuju pengurangan di sumber, pemanfaatan kembali, dan pemrosesan yang lebih ramah lingkungan agar sejalan dengan agenda nasional dan prinsip ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem pengelolaan sampah Kabupaten Sidenreng Rappang terhadap target nasional pengurangan 30% dan penanganan 70%, sekaligus merumuskan arah pengembangan 3R dan waste-to-energy (WtE) dalam kerangka perencanaan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah tahun 2024 mencapai 132,30 ton/hari, pengurangan masih di bawah 20%, sampah terkelola baru mendekati 75%, dan cakupan pelayanan sekitar 67,9%, sehingga beberapa indikator kinerja belum memenuhi target, terutama pada pengurangan, kapasitas dan kualitas TPA, serta kesiapan infrastruktur pendukung WtE. Pendekatan yang digunakan menegaskan urgensi penguatan 3R di hulu, modernisasi TPA Patommo, penataan layanan berbasis zonasi, serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan agar transformasi sistem persampahan dapat berjalan berkelanjutan. Temuan ini memberikan dasar perencanaan yang operasional bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan kebijakan nasional persampahan dengan strategi pengelolaan di tingkat kabupaten yang lebih efektif dan adaptif.
Analisis Spasial Zonasi Kerentanan Longsor pada  Ruas Jalan Nasional Banda Aceh –  Aceh Jaya T. Muharrizal Fadhli; Rahmatun Maula; Abdul Jalil; Tika Hapsari; Tarmizi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Nasional Lintas Banda Aceh - Aceh Jaya merupakan penghubung utama ibukota Provinsi Aceh dengan kabupaten dibagian barat Aceh. Jalan sepanjang 246 km merupakan produk pasca Tsunami 2004 oleh USAID yang melintasi wilayah pegunungan Paro, Kulu, dan Geurutee. Peneliti mencatat telah terjadi 29 kali bencana longsor selama periode tahun 2020-2025. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan zona kerentanan tinggi longsor di sepanjang ruas jalan sehingga kedepannya mampu membangun sistem rapid evaluation terhadap wilayah dengan kondisi kerentanan tinggi. Metode Analytical Hierarchy Process memiliki keunggulan terutama pada kajian tanah longsor karena mampu mengklasifikasikan zona kerawanan longsor secara rinci. Parameter utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu parameter litologi, kemiringan lereng, relief relatif, tutupan lahan, kebasahan tanah dan curah hujan. Berdasarkan hasil analisis terdapat 10 zona yang memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor. Model ini divalidasi melalui pendekatan berbasis kejadian aktual yaitu 29 titik kejadian longsor periode tahun 2020-2025. Berdasarkan rasio titik longsor, 10 titik longsor (34,5%) berada pada zona kerentanan tinggi dan 15 titik (51,7%) berada pada zona kerentanan sedang. Pola distribusi kejadian longsor tersebut mengindikasikan tingkat akurasi model yang diperoleh dapat dikategorikan sebagai kualitas model baik.
Mechanical Properties and Microstructural Characterization of Paper Produced from Rice Straw–Waste Paper Pulp Blends via Ethanol Organosolv Process Aisyah Protonia Tanjung; Nadya Yunisa Fahmi; Dewi Fitria Marlisa; Maisarah; Lusyana Eka Wardani; Misbul Hadi; Rahmatun Maula
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of lignocellulosic agricultural waste as an alternative raw material for paper production offers a sustainable approach to reducing dependence on wood-based pulp. This study investigated the mechanical properties and microstructural characteristics of paper produced from blends of rice straw organosolv pulp and recycled waste paper pulp at a 1:1 ratio using 15 wt% polyvinyl acetate (PVAc) as binder. Sixteen paper samples were prepared under various ethanol concentrations (15–60 wt%) and cooking times (60–120 min). Mechanical characterization included tensile strength, elongation of break, and Young’s modulus, while surface morphology was analyzed using Scanning Electron Microscopy (SEM). The tensile strength ranged from 2.06 to 4.22 MPa, elongation of break from 6.00 to 16.06%, and Young’s modulus from 0.155 to 0.529 MPa. All samples satisfied the minimum tensile strength requirement of SNI 14-6519-2001. SEM observations revealed that higher tensile strength was associated with denser and more homogeneous fiber networks with fewer voids and surface defects. The optimum tensile strength was achieved at 30 wt% ethanol and 60 min cooking time, indicating favorable fiber bonding and structural integrity.
EVALUASI KERENTANAN PERKOTAAN-DAS: PEMODELAN SPASIAL RISIKO BANJIR TERINTEGRASI DI KABUPATEN BANTAENG Maula, Rahmatun; Qamal, Qanitatul Isra; Kamaruddin, Iqbal
Jurnal Spasial Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v13i2.11669

Abstract

Flooding is a recurring hydrometeorological disaster in watershed areas characterized by diverse physical environmental conditions, including Bantaeng Regency, South Sulawesi, Indonesia. Variations in topography from upstream to downstream areas, slope gradient, soil type, geological conditions, rainfall, and land use patterns significantly influence flood vulnerability and risk. This study aims to spatially model integrated flood vulnerability and risk based on physical environmental and watershed characteristics in Bantaeng Regency. The research employs a Geographic Information System (GIS)-based approach using weighted overlay analysis of key physical parameters, including rainfall, slope, soil type, geology, elevation, and land use. Flood hazard and vulnerability were analyzed separately and subsequently integrated to produce flood risk maps. The results indicate that high to very high flood risk zones are predominantly concentrated in lowland and downstream watershed areas, particularly in regions with gentle slopes, fine-textured soils, and intensive built-up land use. Furthermore, the spatial analysis reveals that several road networks and public facilities are located within high-risk flood zones, potentially disrupting socio-economic activities. This study contributes to the development of integrated GIS-based flood risk modeling and provides essential insights to support regional planning, watershed management, and flood mitigation strategies at the local scale.
E EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UPAYA MEMBANGUN BUDAYA PRAKTIKUM AMAN DI LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI Fitria Marlisa, Dewi; Hadi, Misbul; Maula, Rahmatun; Faisal; Isra Qamal, Qanitatul; Eka Wardani, Lusyana; Protonia Tanjung, Aisyah
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.429

Abstract

Penerapan K3 di laboratorium perguruan tinggi sering kali terkendala oleh rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait kepatuhan penggunaan APD demi menumbuhkan budaya kerja aman di Laboratorium Sains dan Teknologi Konstruksi Jurusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan edukatif komprehensif yang terstruktur ke dalam empat tahapan utama, meliputi tahap persiapan melalui observasi awal, sosialisasi interaktif mengenai bahaya spesifik laboratorium, simulasi atau demonstrasi praktis tata cara penggunaan kelengkapan APD standar, serta evaluasi program menggunakan mekanisme kuesioner. Hasil evaluasi data pre-test dan post-test terhadap responden menunjukkan peningkatan signifikan, di mana tingkat pemahaman mahasiswa mengenai identifikasi dan fungsi perlindungan diri mencapai 96% setelah intervensi diberikan. Edukasi berbasis demonstrasi praktis ini terbukti efektif mengubah persepsi risiko mahasiswa menuju perilaku selamat (safe action) di lingkungan laboratorium konstruksi.
Pemulihan Air Bersih Pascabanjir melalui Sumur Bor Manual dan Desinfeksi Air Menggunakan Aquapress Rahmatun Maula; Qanitatul Isra Qamal; Dina Meitriana; Dewi Fitria Marlisa; AR Fuad Hasanuddin; Abdul Razak Nawaf; Lusyana Eka Wardani
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27257

Abstract

Banjir bandang yang melanda Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, telah merusak infrastruktur dasar dan mencemari sumber air bersih masyarakat sehingga meningkatkan risiko penyakit berbasis air. Program pengabdian ini bertujuan memulihkan ketersediaan air bersih sekaligus memperkuat kemandirian warga melalui penyediaan sumur bor manual dan penerapan desinfeksi air menggunakan tablet effervescent Aquapress. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan berbasis komunitas (community based action research) dengan pendekatan kualitatif, di mana peneliti dan warga bekerja kolaboratif mengidentifikasi masalah air bersih, merencanakan solusi, melaksanakan tindakan teknis dan edukatif, serta melakukan refleksi bersama terhadap hasil yang dicapai. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan diskusi kelompok terfokus yang terintegrasi dengan proses pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya sumber air tanah yang lebih terlindungi dari kontaminasi permukaan, meningkatnya penerimaan dan kemampuan warga dalam menerapkan prosedur desinfeksi air secara mandiri, serta perubahan positif pada cara pandang dan praktik pengelolaan air bersih di tingkat rumah tangga. Secara keseluruhan, program ini menghadirkan model intervensi terpadu pascabencana yang menggabungkan solusi teknis dan pemberdayaan sosial berbasis komunitas, sehingga berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan, pengurangan kerentanan terhadap krisis air, dan penguatan kapasitas adaptif Desa Kapa dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.