Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan di Desa Payaman Husnul Muthoharoh; Eka Sarofah Ningsih
Journal for Quality in Women's Health Vol. 2 No. 1 (2019): Journal for Quality in Women's Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan lainnya. Perilaku ibu dapat dipengaruhi oleh faktor pendorong, salah satunya adalah dukungan yang diberikan oleh keluarga, suami dan orang tua adalah orang terdekat yang dapat mempengaruhi informan untuk tetap menyusui secara eksklusif atau malah memberikan makanan atau minuman tambahan kepada bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Payaman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 orang ibu yang mempunyai bayi berumur 7-12 bulan di Desa Payaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di desa Payaman.
Persepsi Ibu Hamil Tentang Budaya Dan Mitos Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Padangan Kabupaten Bojonegoro Muthoharoh, Husnul
Jurnal Midpro Vol. 7 No. 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v7i2.126

Abstract

Proses kehamilan tidak bisa lepas dari mitos yang berkembang di masyarakat terutama di pulau Jawa yang masih kental dengan budaya Jawa.  Padahal, mitos yang terjadi di masyarakat tidak sepenuhnya sejalan  dengan ilmu pengetahuan yang telah berkembang, bahkan masih banyak mitos tentang kehamilan yang membahayakan keselamatan ibu dan janin.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan dirinya di Puskesmas Padangan Kabupaten Bojonegoro. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sejumlah 47 ibu hamil..          Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil mendapatkan dukungan personal dari suami yakni sebesar 39%. Mayoritas ibu hamil lebih senang jika berdiskusi terkait masalah kehamilannya dengan suami yakni sebesar 74,5 %. Sumber nasihat paling banyak dipercaya oleh ibu hamil adalah dari orang tua yakni sebesar 95,7%.  Dari aspek budaya, ibu hamil di wilayah kerja pukesmas Padangan Bojonegoro masih banyak yang mempercayai mitos mulai dari pantang makan sampai pantang berperilaku. Persepsi ibu hamil tentang mitos juga masih cukup tinggi yakni mitos positif sebesar 59,6%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih banyak ibu hamil yang percaya dengan budaya dan mitos terkait dengan kehamilan. 
Analisis Pengetahuan Ibu Menyusui tentang Cara Menyusui yang Benar Pada Bayi Muthoharoh, Husnul; Sholikha, Siti; Lilik Darwati; Asyaul Wasiah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.678

Abstract

Menyusui merupakan cara yang optimal dalam memberikan nutrisi dan mengasuh bayi dan dengan penambahan makanan pelengkap pada paruh kedua tahun pertama, kebutuhan nutrisi, imunologi, dan psikologi dapat terpenuhi hingga tahun kedua dan tahun berikutnya Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang cara menyusui yang benar di Desa Ngujungrejo Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Desain penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif, dimana pengambilan sampelnya dengan teknik non probability sampling secara konsecutive sampling dengan jumlah sampel 30 orang dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai instrument penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 ibu menyusui 20 orang (66,7%) memiliki pengetahuan cukup, 2 orang (6,6%) memiliki pengetahuan kurang dan 8 orang (26,7%) memiliki pengetahuan baik tentang cara menyusui yang benar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui di Desa Ngujungrejo Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan memiliki pengetahuan cukup dan masih ada yang memiliki pengetahuan kurang Dengan hasil penelitian ini diharapkan ibu menyusui lebih memahami tentang cara menyusui yang benar, sehingga dapat mengurangi puting susu lecet, agar bisa diantisipasi tindakan apa yang harus dilakukan dan bagi tenaga kesehatan terutama bidan untuk menggalakkan penyuluhan tentang cara menyusui yang benar.  
Desiminasi Domba Cross Texel Dan Pembuatan Silase Rumput Gajah Dalam Rangka Pemberdayaan Kelompok Difabel Susanto, Edy; Nur Aliyya, Wenny Ladhunka; Muthoharoh, Husnul; Rosdiana, Silvi Rosiva; Amin, Muhammad Fathul; Fadlilah, Anik; Atma, Alfian Adi; Handayani, Ike Mawarni; Sholikha, Rohmatus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3460

Abstract

Program menuju Indonesia Inklusif 2030” harus segera diwujudkan melalui lingkup terkecil yaitu kelompok penyandang disabilitas di desa-desa dan direplikasi secara nasional. Peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam membuat pilot project, salah satunya bagi kelompok penyandang disabilitas di desa Tlogoagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam beternak domba dan pembuatan pakan silase. Metode kegiatan meliputi : sosialisasi dan koordinasi, penyuluhan, pelatihan, serta monitoring dan pendampingan hasil sosialisasi kegiatan persilangan domba Texel. Hasil dari kegiatan pelatihan pembuatan silase dan manajemen berternak domba memberikan hasil yang baik bagi kelompok penyandang disabilitas. Hasil penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 33,3%. Pelatihan dapat menghasilkan kompetensi keterampilan pada anggota penyandang disabilitas walaupun masih sangat rendah karena keterbatasan fisik dan mental yang dimiliki. Pemberian peralatan, pembuatan pakan domba berbasis silase juga disambut dengan senang hati dengan ditunjukkan adanya komitmen untuk terus melanjutkan usaha beternak domba sebagai ladang kerja dan kemandirian.
Melasma dan Penggunaan Kontrasepsi Oral Jangka Panjang: Suatu Studi Kohort Retrospektif Berbasis Komunitas Susila, Ida; Ningsih, Eka Sarofah; Muthoharoh, Husnul; Ummah, Kholifatul
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3140

Abstract

Background: Melasma is a common skin disorder often influenced by hormonal factors such as estrogen and progesterone. Combined oral contraceptives (COCs), which contain both hormones, are widely used in Indonesia and may contribute to melasma, especially among long-term users. Objective:  This study aimed to examine the association between prolonged COC use and melasma among women in Lamongan Regency, Indonesia. Methods: Using a retrospective cohort design, 20 reproductive-aged women were selected through purposive sampling. Data were collected via structured interviews and clinical observation, and analyzed using the Chi-square test. Results: Results showed that 55% of participants developed melasma, with a significant association between COC use duration and melasma occurrence (p = 0.024). Women who used combined oral contraceptives for ≥3 years showed a trend toward higher odds of developing melasma compared to those who used COCs for <3 years (OR = 8.0; p= 0.024. Conclusion: These findings underscore the need for integrating dermatological considerations into contraceptive counseling, particularly in primary healthcare facilities.
Correlation Between Birth Weight and Exclusive Breastfeeding with Stunting in Children Aged 6–24 Months Husnul Muthoharoh; Siti Sholikha; Kustini Kustini; Asyaul Wasiah; Lilik Darwati; Dellamitha Arifiah Muslim
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i1.1726

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional issue in Indonesia, particularly among children under the age of two. Two crucial factors influencing stunting status are birth weight and exclusive breastfeeding. This study aims to determine the correlation between birth weight, exclusive breastfeeding, and stunting in children aged 6–24 months. This study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 120 children aged 6–24 months and their mothers were selected using purposive sampling at Deket Community Health Center Lamongan. Data were collected through interviews using structured questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis was conducted using chi-square tests and logistic regression. The analysis revealed a significant association between birth weight and stunting (p = 0.003), and a significant association between exclusive breastfeeding and stunting (p = 0.001). Children with low birth weight (<2500 grams) had a 3.1 times higher risk of stunting, while children who were not exclusively breastfed had a 2.7 times higher risk of stunting compared to those who were exclusively breastfeed. Although the study provides valuable insights, its cross-sectional nature limits causal interpretation, and recall bias may have affected the accuracy of reported breastfeeding practices. Despite these limitations, the findings underscore the need for strengthened prenatal and breastfeeding interventions to prevent stunting. Birth weight and exclusive breastfeeding are significantly associated with stunting in children aged 6–24 months. Promotive and preventive interventions through pregnancy monitoring and breastfeeding education are crucial efforts in preventing stunting.
Analysis of the Relationship Between Parenting Patterns and Supplementary Feeding on Stunting Incidence in Gedungboyountung Village Siti Sholikha; Husnul Muthoharoh; Dellamitha Arifiah Muslim; Hibatun Mubarokah El Fitri
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i2.1749

Abstract

Stunting is a persistent public health problem in Indonesia, particularly in rural communities, and is influenced by caregiving practices and dietary patterns. This study aimed to analyze the association between parenting practices, supplementary feeding (PMT), and the incidence of stunting among children aged 6–59 months in Gedungboyountung Village. A cross-sectional analytic design was conducted from June to August 2025 with 60 respondents selected through purposive sampling. Parenting and feeding practices were assessed using structured questionnaires, while stunting was determined based on height-for-age z-scores. Data were analyzed using the Chi-square test. The findings showed that 8.3% (5 children) were stunted. A significant association was observed between parenting practices and stunting (p = 0.028), indicating that children raised with poor parenting were more likely to be stunted. Supplementary feeding was also significantly associated with stunting (p = 0.014), with inappropriate or low-quality feeding practices increasing the risk of growth faltering. These results suggest that stunting in rural areas is strongly linked to behavioral and caregiving factors, especially the adequacy of food provision and the quality of parenting.  Strengthening community-based health education programs to improve parenting skills and ensure appropriate supplementary feeding may serve as effective strategies to reduce stunting prevalence. Further studies with larger sample sizes and longitudinal approaches are recommended to confirm these findings and to explore additional determinants such as socioeconomic conditions, maternal education, and sanitation.
Effectiveness of the Lactation Buddy Intervention Based on WhatsApp Group on the Success of Exclusive Breastfeeding Husnul Muthoharoh; Siti Sholikha; Kustini Kustini; Risma Syahadatut Dinuriyah; Hibatun Mubarokah El Fitri
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i2.1751

Abstract

Exclusive breastfeeding is the most effective nutritional intervention to prevent stunting. However, Lamongan Regency still records low exclusive breastfeeding coverage. This study aimed to analyze the effectiveness of the Lactation Buddy intervention through WhatsApp Group in supporting exclusive breastfeeding practice. This research employed a quasi-experimental design with a non-randomized control group pretest-posttest. The study was conducted in Deket Kulon Village, Deket Sub-district, Lamongan Regency, involving 60 mothers with infants aged 0–6 months who were recruited using purposive sampling and divided into intervention (n=30) and control (n=30) groups. The intervention group received three-month assistance through WhatsApp Group facilitated by health workers and lactation counselors, while the control group obtained standard care. Data were collected using structured questionnaires, interviews, and observations. Results indicated significant improvement in the intervention group: the average knowledge score increased from 65.3 to 85.7 (p<0.001), positive attitudes toward breastfeeding rose from 60% to 80% (p=0.002), and correct breastfeeding practices improved from 53.3% to 83.3% (p<0.001). Furthermore, exclusive breastfeeding success was achieved by 83.3% of mothers in the intervention group compared to 56.7% in the control group (p=0.01). The findings confirm that the Lactation Buddy intervention via WhatsApp Group is effective in improving maternal knowledge, attitudes, practices, and exclusive breastfeeding success, and may serve as a scalable strategy to support stunting prevention in Deket Kulon Village, Deket Sub-district, Lamongan Regency.
Upaya Mengurangi Stres pada Ibu Hamil Trimester III dengan melakukan Senam Hamil di Polindes Desa Karangagung Glagah Tahun 2022 Khusnul Nikmah; Husnul Muthoharoh; Maya Cholidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.402

Abstract

Kecemasan merupakan suatu kondisi psikologis yang tidak nyaman dengan rasa gelisah yang disertai dengan peningkatan perubahan fisiologis. Peningkatan kimiawi dan kadar hormon yang ditimbulkan oleh rasa cemas tersebut akan bersirkulasi dalam tubuh dan menembus plasenta hingga mencapai janin. Kecemasan merupakan perasaan yang dapat muncul pada setiap orang, baik itu anak-anak, remaja maupun dewasa, begitu juga dengan ibu hamil trimester III yang sedang menunggu kelahiran, tidak menutup kemungkinan mengalami kecemasan. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah mengurangi stress pada trimester III dengan melakukan senam hamil di Polindes Desa Karangagung Glagah. Solusi yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan tentang beberapa jenis relaksasi yang diterapkan dalam senam hamil yaitu relaksasi otot dan relaksasi pernapasan dengan sasaran ibu hamil yang ada di Polindes Desa Karangagung Glagah. Evaluasi yang dilakukan adalah memberikan Kuesioner dengan pertanyaan - pertanyaan tentang senam hamil mulai dari manfaat senam hamil, kapan ibu hamil boleh melakukan senam hamil dan gerakan apasaja yang harus dilakukan oleh ibu hamil. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah senam hamil efektif dalam mengurangi kecemasan ibu hamil Trimester III di Polindes Desa Karangagung Glagah.
Sosialisasi Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Desa Dradah Anik Fadlilah; Edy Susanto; Wahyuni Wahyuni; Husnul Muthoharoh; Ida Susila
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.424

Abstract

Pencegahan stunting pada ibu hamil masih terus menjadi prioritas bagi pemerintah. Pasalnya, mencegah stunting pada anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan. Anak yang mengalami masalah pertumbuhan sejak di dalam kandungan akan berisiko mengalami stunting pada saat balita kelak. Sehingga butuh upaya pencegahan sebelum bayi lahir. Tujuan dalam pelaksanaan kegiatan ini salah satunya adalah untuk mensosialisasikan pencegahan stunting pada ibu hamil de Desa Dradah dalam usaha zero stunting di Kabupaten Lamongan, dengan mengunakan metode pertemuan kelas ibu hamil secara rutin, diharapkan bertemu secara langsung dan praktek peserta lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan. Peserta sejumlah 15 ibu hamil dengan metode ceramah dan lembar balik kelas ibu hamil tentang pentingnya pencegahan stunting pada ibu hamil.