Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERANCANGAN MESIN PENGADUK PAKAN TERNAK SAPI kurniawan, randy; Lesmanah, Unung; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilatar belakangi oleh tuntutan pengadukan pakan ternak yang efisiensi dan efektif dalam pengadukan pakan ternak sapi, penulis membuat ?Perancangan Mesin Pengaduk Pakan Ternak Sapi? yang berfungsi untuk memproses pengadukan dengan waktu yang relatif lebih cepat, dan menghemat tenaga, dengan hasil yang lebih merata. Bahan pakan yang digunakan adalah 200 gr rumput lapang, 200 gr daun jagung dan 20 gr molasses. Mesin pengaduk pakan ternak menggunakan motor dengan bahan bakar bensin sebagai sumber tenaga penggerak, sistem kerja mesin pengaduk rumput pakan ternak sapi yaitu setelah motor bensin dihidupkan, putaran dari motor akan memutar pulley dan ditransmisikan oleh sabuk penghubung ke pulley poros mesin pengaduk, dan secara otomatis mengaduk bahan pakan ternak. Alat ini sangat mudah dalam pengoperasiannya, sehinggga siapapun bisa menggunakan. Dari hasil analisa dan perhitungan perencanaan mesin pengaduk pakan ternak ini diperoleh spesifikasi motor bensin yang digunakan adalah 0,5 HP dengan kecepatan putaran motor 1450 rpm. Jumlah pengaduk 12 buah dengan luas penampang 6 cm2. Jumlah pelontar 2 buah dengan panjang 11 cm dan lebar 7 cm. Pulley poros 250 mm, untuk bahan poros dengan diameter S30C 25 mm. Untuk sabuk menggunakan sabuk V tipe A no.56. Bantalan yang digunakan adalah jenis bantalan gelinding dengan nomor seri FBJP025. Untuk dimensi alat ini adalah panjang 1000 mm, lebar 600 mm, dan tinggi 800 mm. Kata kunci: Pakan Ternak Sapi, Pengaduk, Prinsip Kerja Mesin Pengaduk, Daya 
PENGARUH VARIASI PROSENTASE KATALIS NAHCO3 TERHADAP PRODUKSI BROWNS GAS PADA PROSES ELEKTROLISIS AIR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TIPE DRY CELL Taufik, M.Taufik; Margianto, Margianto; Marlina, Ena
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.986 KB)

Abstract

Perkembangan dalam bidang energi alternatif sekarang ini tidak lain untuk menggantikan bahan bakar minyak bumi yang semakin terbatas, dalam penelitian ini akan membahas energi alternatif tentang gas HHO atau yang lebih dikenal dengan sebutan Browns Gas. Untuk mendapatkan gas HHO dapat dilakukan dengan proses elektrolisis air dengan bahan kimia NaHCO3 (Natrium Bikarbonat) sebagai katalisnya. Proses elektrolisis air ini yaitu dengan memisahkan molekul air H2O menjadi gas HHO 2H2 dan O2 (Hidrogen Hidrogen Oksigen) dengan bantuan arus listrik searah (DC) yang dialirkan melalui rangkaian plat Stainless Steel tipe 304 sebagai elektrodanya, plat tersebut berjumlah 10 yang terdiri dari 2 plat pada kutub (+) anoda, 1 plat pada kutub (-) katoda, dan 7 plat netral, ketebalan masing-masing plat 2 mm dengan jarak antar elektroda yaitu 2 mm yang disebut sebagai generator HHO. Dalam penelitian ini, akan memperhitungkan konsumsi daya, laju produksi gas HHO, dan effisiensi pada generator HHO tipe Dry Cell dengan berbagai macam variasi prosentase katalis NaHCO3 sebesar 3%, 4%, dan 5%. Hasil penelitian dan pengujian generator HHO tipe Dry Cell ini mendapatkan campuran katalis NaHCO3 terbaik yaitu pada prosentase 3% dalam 500 ml air aquades, dapat diketahui bahwa konsumsi Daya listrik generator HHO sebesar 15 watt, bisa menghasilkan produksi gas HHO sebesar 1,7500 ml/s, dengan effisiensi generator sebesar 75,93%.
ANALISA PENGARUH VARIASI PUTARAN SPINDEL DAN VARIASI GERAKAN MAKAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PEMBUBUTAN DALAM MATERIAL ST50 ; Hartono, Priyagung; Margianto, Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.844 KB)

Abstract

Lathe machining process is a process to produce engine parts or cylindrical part done by using lathe machine. The basic principles can be defined as the process of machining outer surface of cylindrical objects or flat lathe process and also the inner surface finish by the lathe process. Lathe itself is a process that feeds the workpiece cutting done by rotating the workpiece and then imposed on the chisel driven translational parallel to the spin axis of the workpiece. CNC lathe machines are widely used by manufacturing industries, training centers and schools such as NC machine CNC lathe is a machine that is capable of receiving the data by command, processing and output it in the form of movements on cutting tools. Spindle rotational speed, depth of cut, feeding and also includes geometry cutting tools affect the roughness of the workpiece. In this reseach would be seen whether there is influence spindle rotational speed, depth of cut, feeding and also includes geometry cutting tools at the EMCO CNC Turning Machines 242 against the workpiece of surface roughness. The research method used was experimental and statistical methods. The research was conducted at the Laboratory of Department of Mechanical Engineering, State Polytechnic of Malang. In this research used steel grade ST50 and type of cutting tools material grade is HSS, where the observation was performed 5 times and the variation of the cutting speed as much as 4 variations. Data collected by using the method of observation and documentation. The data obtained were then tested with SPSS 17 for Windows and Microsof Excel 2007. There are changes in surface roughness of the workpiece spindle rotational speed, depth of cut, feeding. The higher the rotation spindle, more smooth surface of the workpiece, and the deeper the depth of cut so more rough the surface of the workpiece. Judging from SPSS software test on the effect of cutting speed variation of the surface roughness of the workpiece obtained F table larger than F count and F Anova F1 count : 0,869 < Ftabel :3,86 and F2 hitung : 2,769 < Ftabel :3,86 with level of significant ? : 5%.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KECEPATAN PUTAR TURBINE CYCLONE Alim, M. Sahirul; Margianto, Margianto; Hartono, Priyagung
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.171 KB)

Abstract

Mengingat Indonesia adalah Negara yang memiliki potensi energi surya yang cukup besar dengan letak geografisnya yang berada pada daerah tropis dimana temperatur sepanjang tahun konstan dengan suhu udara rata-rata 270 C.Energi surya menjadi salah satu energi alternatif dengan potensinya yang sangat besar, energi surya diyakini menjadi sumber energi utama di masa depan. dengan beberapa keunggulan energi surya seperti energi surya merupakan sumber energi yang hampir tak terbatas dan pemanfaatannya juga ramah lingkungan tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan.Salah satu bentuk memanfaatkan suhu udara panas cahaya atau sinar matahari dapat dikonversi menjadi energi mekanik untuk menggerakkan turbin. Adapun permasalahan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh temperatur terhadap kecepatan putar pada poros dan seberapa besar pengaruh tinggi cerobong terhadap kecepatan putar pada poros. Analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis statistik regresi. Hasil pengujian dan analisa data cerobong tinggi 80 cm Pada Suhu udara 450 C diperoleh kecepatan putar 86,33 rpm, Suhu udara 500 C diperoleh kecepatan putar 92 rpm dan Suhu udara 550 C diperoleh kecepatan putar 101,33 rpm. Hasil pengujian dan analisa data cerobong 100 cm pada Suhu udara 450 C diperoleh kecepatan putar 82,66 rpm, Suhu udara 500 C diperoleh kecepatan putar 103 rpm dan Suhu udara 550 C diperoleh kecepatan putar 108,66 rpm. Hasil pengujian dan analisa data cerobong 120 cm pada Suhu udara 450 C diperoleh kecepatan putar 104,66 rpm, Suhu udara 500 C diperoleh kecepatan putar 113 rpm dan Suhu udara 550 C diperoleh kecepatan putar 122 rpm. Dari data diatas menunjukkan bahwa semakin tingginya cerobong dan semakin tingginya suhu udara maka semakin tinggi pula putaran yang dihasilkan turbin cyclone.
MODIFIKASI BAHAN PENGGANTI KARET ROLLER TRACK PADA TANK AMX-13 Supriyono Supriyono; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.564 KB)

Abstract

Tank AMX-13 adalah salah satu jenis kendaraan tempur berlapis baja dan beroda rantai yang memiliki daya gerak, daya kejut dan daya tembak yang handal, yang saat ini masih digunakan oleh TNI AD khususnya satuan Kavaleri. Saat ini Tank AMX-13 mengalami kendala terutama pada sistem penerus tenaga dan penggerak, diantaranya adalah roller track yang berfungsi untuk menahan beban rantai bagian atas dan sekaligus untuk meneruskan putaran rantai. Roller track (roda luncur) adalah roda kecil yang terbuat dari karet terletak disamping kiri dan kanan bodi tank yang berfungsi menyangga dan meneruskan putaran rantai, setiap roller track (roda luncur) terdiri dari satu roda dengan karet yang terpasang pada sumbu baja yang dibaut ke badan tank. Dari seluruh Tank AMX-13 yang ada roller track yang digunakan sebagian besar dalam kondisi rusak, bahkan hingga hancur akibat kurangnya suku cadang, karena komponen roller track tersebut sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik pembuatnya.Dalam penelitian ini bahan dan pengujian yang digunakan antara lain NR, karbon black (N330), 6PPD, Mineral B, STA, CBS, ZnO, TMTD, Sulfur, TMQ dan Chamlook. Pengujian antara lain Kekerasan, kuat tarik, ketahanan kikis dan kekuatan rekat. Hasil pengujian fisika karet roller track adalah nilai kekerasan 81,33, nilai Kuat tarik 229,49 Kg/cm2, nilai ketahanan kikis 126,32 mm3 dan nilai kuat rekat adalah 5,35 Kg/cm2. Dari semua pengujian yang dilakukan, bahan yang baik untuk mengganti roller track yang asli adalah bahan modifikasi C
PERENCANANAAN ALAT PEMBERSIH BELT CONVEYOR KAPASITAS 10 TON/JAM Helmi Helmi; Priyagung Hartono; Margianto Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 01 (2017): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.474 KB)

Abstract

Nowadays appear many new companies, companies in the small-scale and largescale enterprise. The development of technology requires a lot of moving equipment such as conveyor. The importance of tools to the rest of the carriage attached to the belt conveyor. The Importance of it tool to clean up the remaining salt stick to the conveyor belt. It is necessary cleaning tool belt conveyor. equipment working principle instrument is the motor power coming from the engine is passed through the shaft conveyor belt propped up by bearing and transmission V belt. Furthermore, the shaft will rotate Cylinder Roller brush with direction of rotation in the opposite direction of the belt itself. From planning purifier conveyor belt is distinguished with a capacity of 10 tons/hour obtained calculation and the type of material chosen with the desired motor power of 0.5 KW. Brush roll of nylon material with a diameter of 20 cm is length bristles 6 cm and a length of brush 80 cm. Round conveyor 1400 rpm, the desired brush rotation shaft material 800 rpm. The selection of the shaft material S30C steel with a length of 110 cm with a diameter of 3 cm, material pulley type Fc 20 diameter driven 15.7 cm and pulley is in motion driver 8.6 cm. using a belttype V-Belt, the chosen of bearing rolling type with an outer diameter of 5.5 cm and in diameter 3 cm.
PENGARUH PUTARAN RUNNER TERHADAP DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN DENGAN MEMVARIASI UKURAN NOZZLE PADA PROTOTYPE TURBIN PELTON M. Syamsul Arif; Margianto Margianto; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.016 KB)

Abstract

The development model of the turbine at this time began to do, especially in hydropower(Hydroelectric), along with the times and is also influenced by the needs of the energy needed byhumans, it is impossible to rely on energy will be exhausted and difficult updated later that we usetoday, for example, such as: coal, fossil, gas, and petroleum. At this time, a lot of literature that saysresearchers began to look at the energy of water back to its usefulness in use now and in the future.Utilization of water energy that was developed at the moment is the use of water-based micro-hydroenergy ranging from small to large sizes, depending on how high fall of water needed and alsodepends on how much the speed of the water flow in order to gain significant power. In this case, theanalysis uses centrifugal pump types as the engineering of H falling water to help produce water inorder to speed the pace of play Pelton turbine runner of the prototype. From the analysis of dataretrieval from Pelton turbine prototype obtain the following results rate of rotation runner Peltonturbine prototype more domonan on the size of the nozzle diameter of 4 mm 90 when the valveopening of the nozzle of 3 mm, and 5 mm, which resulted in the rate of rotation of 258 runners Rpmand also generate electric power of 0.835 Watt, while the value of the fluid flow rate (Q) generated asmuch as 3.92 x 10-4
PENGARUH LAMA WAKTU ANODISASI TERHADAP KEKERASAN ALUMINIUM HASIL ANODIZING Aunur Rofiq; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.292 KB)

Abstract

When positioned as a metal anode in an electrolysis process with acid electrolyte will generally be discharged corroded. This corrotion is caused because the metal is oxidized and dissolfes oxidation results in the electrolyte. How ever different if the metal is aluminium, niobium, tantalum, titanium, tungste or zirconium and electrolyt that used when electrolysis is diprotic acid such as sulfuric acid, phospate acid or chromic acid. Metal-metal will still be oxidized but is a result of oxidation of the oxide layer is not soluple in the electrlyt but rather sticks to the surface of the metal logam oxida actually very use full inte engineering bacause the oxide layer will provide protective and decorative properties and the metal. Anodizing aluminium is commonly used for decorative purposes in order to in crease the sale value or attrate anthusiasts at an aluminium produc, but the anodizing machine technique also widely used for the purpose of improving the mecanical properties of aluminium that has a low hardness (abourt 450 Hv). Anodizing process is done through a process of electrolysis which is influenced buy several conditions so that all the conditions of the electrolysis process can affect the out come anodizing.
PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN PADA PROTOTYPE TURBIN PELTON Mohammad Ulinnuha; Margianto Margianto; Ena Marlina
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.249 KB)

Abstract

Water energy can be utilized for generating electricity by exploiting the available potential energy (potential falls and the flow rate). Because energy future is a problem that has always been the concern of every nation, most countries, including Indonesia, the supply of energy is still rely on fossil fuels are limited and thinning, the potential of fossil energy sources in Indonesia and the world are expected to run out within a certain time due to the addition of consumption as well as industrial development increases. Based on data from national energy management 2005-2025 issued by the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR) in 2005, reserves of oil, gas and coal in Indonesia will be depleted within a certain time. The aim in this research was to determine how many blades are used to determine how much power is generated at the prototype turbine pelton turbine. From these results it appears that the rate of rotation runners are more with the?dominant in the use of blade 20 with the valve opening 90 resulting rotational speed reaches 412 rpm, and generates electric power of 10.66 Watts. while the value of the fluid flow rate (Q) generated as much as 8.4 x 10-4 m/s. the number of blade 18 produces a flow rate of 107.01 m/s.?As for the velocity of fluid flow at the valve opening 90 however generate a fluid flow value of 8.4 x 10-4 m/
Perencanaan Mesin Pemotong Pakan Ternak Sapi Kurnia Wahyudi; Unung Lesmanah; Margianto Margianto
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era saat ini perkembangan teknologi telah banyak membantu manusia khususnya memudahkan pekerjaan yang timbul dalam kehidupan dengan adanya penemuan baru di bidang teknologi, Permaslahan yang sering timbul dalam proses pemotongan pakan ternak ialah masih menggunakan system manual atau tenaga manusia, yang kurang efektif dan bisa memakan waktu yang lama selain hal tersebut proses pemotongan pakan ternak kurang lembut. Oleh karena itu penulis membuat “Perencanaan Mesin Pemotong Pakan Ternak Sapi” Yang berfungsi untuk memroses pemotongan dengan waktu yang relatif singkat, Bahan pakan yang di gunakan adalah rumput gajah, Mesin pemotong pakan ternak menggenukan bahan bakar bensin sebagai sumber tenaga penggerak, cara kerja mesin pemotong rumput pakan ternak sapi yaitu setelah motor bensin di hidupkan, maka putaran dari motor akan memutar puli dan sabuk transmisi, akan menggerakan puli pada mesin yang mengakibatkan poros mesin berputar, poros tersebut akan memutar pisau pemotong yang terpasang pada poros. Dari hasil analisa dan perhitungan dari perencanaan mesin dengan kapasitas 250 kg / jam maka diperoleh spesifikasi masing-masing komponen yang terdapat pada mesin tersebut, Seperti motor bensin yang digunakan adalah 5,5 HP dengan kecepatan putaran motor 1800 rpm. Jumlah pisau 2 pisau dengan tebal masing-masing  4 mm, pulli motor 45 mm dan pulli poros 101 mm, untuk bahan poros dengan diameter S30C 25 mm. Untuk sabuk menggunakan sabuk V tipe A. Bantalan yang digunakan adalah jenis bantalan gelinding. Untuk dimensi alat ini adalah panjang 3800 mm, lebar 2900 mm, dan tinggi 4400 mm.             Kata kunci : Pakan Ternak Sapi, Mesin Pemotongan, Kapasitas, Motor Bensin