Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL CHARACTERISTICS AND MENARCHE IN SCHOOLGIRLS AGED 10-12 Saingu, Mariana; Soelistyoningsih, Dwi; Rahmawati, Wenny
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v13i01.5992

Abstract

Adolescence is a period of change or transition from childhood to adulthood which includes biological, psychological and social changes. The most important event in a child's puberty is the first menstruation or menarche, which is a biological sign of sexual maturity. Examine the correlation between maternal characteristics and menarche readiness for female students aged 10-12 years. This study used correlational analysis with a cross sectional approach. Data collection technique used a questionnaire which was conducted on 89 respondents with menarche readiness students aged 10-12 years at SDK Santo Yusup III Malang. The statistical test used the contingency coefficient test. The results of this study indicated that there was correlation between maternal characteristics and readiness for menarche for students aged 10-12 years at SDK Santo Yusup III Malang, the mother's age had p value = 0.000 (r = 0.372), the last education of the mother was p value of 0.001 (r = 0.480), and mother's menarche age p = 0.002 (r = 0.453), which means there was a correlation between the two variables. The correlation value in this study indicated that the direction of the correlation was positive with a fairly strong correlation strength.Keyword: Characteristics of Mothers, Readiness for Menarche, 10-12 Years Old Student
METODE PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA ANAK SEKOLAH: A SISTEMATIC LITERATURE REVIEW Trias Wulandari, Angernani; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6907

Abstract

Bantuan Hidup dasar merupakan pertolongan pertama padakejadian OHCA (Out of Hospital Cardiac Arrest). Salah satu upayauntuk meningkatkan angka bystander adalah membuat orangawam mendapatkan pembelajaran bantuan hidup dasar (BHD).Mengetahui bagaimanakah metode pembelajaran yang efektif yangdigunakan pada anak sekolah merupakan tujuan dari studi literaturini. Studi dilakukan dengan metode systematic review dimanapencarian artikel menggunakan database elektronik. Pencarianmenggunakan 3 database yaitu PUBMED, COCHRANE, dan ScienceDirect. Pencarian menggunakan 5 kata kunci. Kriteria inklusi padapenelitian ini adalah artikel dipublikasikan sejak 2017-2024,menjelaskan pelatihan pada anak sekolah pada rentang usia 7-19tahun, full text, berbahasa Indonesia dan Inggris. Dari hasilpencarian menggunakan bagan PRISMA ditemukan 9 artikel yangdianalisa level evidencenya menggunakan JBI dan dilakukan analisabaik metode dan hasilnya. Dari 9 artikel yang didapatkan semuamerupakan original research. Berbagai metode terbukti berhasilmeningkatkan pengetahuan dan ketermpilan. Jenis peltihan yangmenarik dapat menjadi pilihan untuk memberikan edukasi BHD.
FRAMINGHAM RISK SCORE SEBAGAI ALAT DETEKSI DINI PENYAKIT JANTUNG PADA KELOMPOK BERISIKO : SISTEMATIK LITERATUR REVIEW Wulandari, ANGERNANI TRIAS; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40793

Abstract

Cardiovascular Disease (CVD) merupakan masalah global dan penyakit utama yang dapat menghilangkan nyawa di dunia. Salah satu upaya menurunkan angka mortalitas dan morbiditas CVD adalah kemampuan untuk mengenali penyakit ini lebih cepat. Framingham Risk Score (FRS) merupakan alat atau model yang dapat diadaptasi secara klinis untuk mendeteksi penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas FRS sebagai alat deteksi dini penyakit jantung pada kelompok berisiko. Metode penelitian ini adalah sistematik review yang menggunakan database elektronik untuk mencari artikel. Pencarian menggunakan 3 keyword “Framingham Risk Score”, “Cardiovascular Disease”, “Risk Population”.  Inklusi artikel penelitian ini adalah artikel menjelaskan tentang efektivitas FRS untuk memprediksi penyakit jantung pada kelompok beresiko  dalam waktu 10 tahun, publikasi artikel 2014-2024, ditulis dengan Bahasa inggris, dan full text. Artikel akan tereksklusi jika artikel merupakan letters to editor, commentary, isi artikel hanya menjelaskan distribusi frekuensi. Pada proses pencarian didapatkan 166.253 artikel dari 3 database. Setelah dikombinasikan menggunakan dengan AND terdapat 2 artikel pada PUBMED, 97 artikel pada Science Direct dan 122 artikel pada Google Scholar. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terdapat 8 artikel, 0 artikel dari PUBMED, 3 Science Direct, dan 5 dari Google Scholar. Setelah dilakukan analisa didapatkan hasil dari 5 artikel menyatakan bahwa FRS lebih unggul dibandingkan dengan model yang lain. FRS juga memiliki sensitivitas dan kalibrasi yang baik dalam memprediksi risiko penyakit jantung. FRS terbukti efektif untuk digunakan sebagai alat yang digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung pada kelompok berisiko.
PROMOSI, PENCEGAHAN, DAN DETEKSI DINI PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 1 No. 2 (2021): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.086 KB)

Abstract

Abstrak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial RI dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil analisa situasi menyebutkan bahwa prioritas masalah yang ada pada mitra yakni: masalah kesehatan, masalah pendidikan dan masalah kesejahteraan. Mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Lokasi mitra berada di wilayah Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Prioritas permasalahan yang telah disepakati oleh tim pengusul bersama mitra yakni upaya promosi kesehatan, pencegahan dan deteksi dini penyakit degeneratif pada kelompok lanjut usia. Metode pelaksanaan kegiatan berupa meliputi persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi monitoring. Kegiatan berupa promosi kesehatan, pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan penunjang (gula darah dan asam urat) sebagai upaya deteksi dini penyakit degeneratif pada lansia. Tim inti pengusul PKM memiliki bidang kepakaran dalam keperawatan dasar, medikal bedah, gawat darurat, dan kritis. Melalui kegiatan PkM ini diharapkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit degeratif akan meningkat. Kata Kunci: promosi kesehatan; pencegahan; deteksi dini; penyakit degeneratif; lansia; KPM.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERAN BYSTANDER CPR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera melalui tindakan bantuan hidup dasar (BHD). Namun, pengetahuan dan keterampilan terkait BHD masih terbatas di kalangan siswa sekolah menengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Islam Al Maarif Singosari dalam mengenali tanda-tanda henti jantung serta melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Sasaran kegiatan adalah 115 siswa kelas 12, dengan metode pelaksanaan meliputi survei awal, perencanaan dan implementasi pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada 16 Oktober 2024 dan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung dengan media presentasi, LCD proyektor, dan manekin panthum RJP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa, dari 56% kategori baik sebelum pelatihan menjadi 92% setelah pelatihan. Observasi keterampilan menunjukkan siswa mampu melakukan BHD sesuai prosedur. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kondisi henti jantung dan mendukung peran sekolah dalam mendiseminasikan edukasi kegawatdaruratan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN ORALIT DAN ZINC PADA BALITA DIARE DI POSYANDU PERMATA HATI KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Danuarti, Ika Setia; Soelistyoningsih, Dwi; Rahmawati, Wenny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49176

Abstract

Pendahuluan: Diare penyebab kematian balita sebesar 40% diseluruh dunia setiap tahun. Diare pembunuh utama anak-anak, tahun 2015 sebanyak 9% dari semua kematian anak balita diseluruh dunia. Lebih dari 1.400 anak-anak meninggal setiap hari, dan 526.000 anak per tahun, meskipun ketersediaan pengobatan efektif yang sederhana. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pemberian oralit dan zinc pada balita yang mengalami diare di Posyandu Permata Hati Kedungandang Kota Malang. Metode: Menggunakan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Didapatkan sampel responden, dengan kriteria ibu dengan anak usia 1-5 tahun, mengalami diare dalam 3 bulan terakhir, dam bersedia menjadi responden subjek penelitian, melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Data karakteristik responden menunjukkan mayoritas ibu adalah berusia produktif dan berpendidikan menengah, dengan sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 73%. Perilaku ibu dalam pemberian oralit dan zinc juga didominasi oleh kategori cukup 73%. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,014 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku ibu tentang pemberian oralit dan zinc pada balita diare. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, maka semakin baik pula perilaku ibu dalam memberikan oralit dan zinc. Simpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, maka semakin baik perilaku mereka dalam pemberian oralit dan zinc pada balita yang mengalami diare.
Association between Non HDL/HDL and Framingham Risk Score in Hypertension Population Wulandari, Angernani Trias; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.429

Abstract

Hypertension and dyslipidemia, encompassing both high-density lipoprotein (HDL) and non-HDL categories, are frequently linked with cardiovascular disease. An imbalance in HDL and non-HDL cholesterol levels, such as an increase in LDL, triglycerides, and total cholesterol, has been demonstrated to increase the risk of atherosclerosis, as reflected in the Framingham score. The present study employed a cross-sectional approach to examine the relationship or correlation between the variables. The sample consisted of hypertensive patients who met the inclusion criteria. The data presented herein were obtained through laboratory tests of HDL, LDL, triglyceride, and total cholesterol levels, as well as cardiovascular risk assessment using the Framingham score. The research data were analyzed using Kruskal-Wallis. A statistically significant relationship was identified between the HDL lipid profile, HDL cholesterol, LDL, triglycerides, and total cholesterol with the Framingham score (p < 0.05). The cardiovascular risk score (Framingham score) exhibited an increase concomitant with elevated non-HDL cholesterol levels and diminished HDL in hypertensive patients. The present study found a significant correlation between HDL and non-HDL levels or values and cardiovascular disease risk scores (FRS). These results underscore the significance of monitoring lipid profiles and nursing education in order to prevent cardiovascular complications through comprehensive risk management
KADER TANGGUH, HIPERTENSI TERKENDALI: PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI DAN EDUKASI KEPATUHAN TERAPI Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.63

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Deteksi dini dan kepatuhan terapi merupakan kunci keberhasilan pengendalian hipertensi. Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki prevalensi hipertensi yang cukup tinggi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang masih terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan peningkatan kepatuhan terapi hipertensi melalui pelatihan, pemberian alat bantu skrining, dan media edukasi berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) sosialisasi kepada perangkat desa dan kader, (2) pelatihan teori dan praktik tentang hipertensi serta pengukuran tekanan darah, (3) pendampingan kader pada kegiatan posyandu, dan (4) penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan tentang hipertensi (44,4%), pemahaman kepatuhan terapi (41,4%), dan keterampilan pengukuran tekanan darah (45,7%). Semua alat dan media edukasi yang diberikan telah digunakan secara optimal dengan tingkat keberfungsian mencapai 100%. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan aktif pemerintah desa dan kader posyandu yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Kader menunjukkan partisipasi aktif dalam edukasi masyarakat dan pemantauan tekanan darah di posyandu.
Association between sleep quality and pre-hemodialysis blood pressure among patients undergoing hemodialysis: A cross-sectional study Robiatul Adawiyah; Dwi Soelistyoningsih; Achmad Rifai; Wira Daramatasia; Angernani Trias Wulandari
Lentera Perawat Vol. 7 No. 3 (2026): July - September
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i3.798

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is an ailment of kidney function that develops gradually and in advanced stages requires long-term hemodialysis therapy. Sleep disturbances are common among patients due to both physiological and psychological factors. Pourer sleep quality may elevate the sympathetic nervous system's responsiveness, disrupt fluid balance, and contribute to elevated blood pressure, particularly pre-hemodialysis blood pressure, which reflects the patient’s hemodynamic status prior to dialysis initiation. Objective: This study aimed to assess the association between sleep quality and pre-hemodialysis blood pressure, including systolic and diastolic, in patients undergoing hemodialysis. Methods: This research utilized a quantitative, cross-sectional methodology that was conducted in September 2025 at the Hemodialysis Unit of Universitas Muhammadiyah Malang Hospital, among 80 patients selected using purposive sampling, undergoing routine hemodialysis for at least three months at Universitas Muhammadiyah Malang Hospital,  who were conscious and able to communicate verbally. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was utilized to assess quality of sleep, whereas pre-hemodialysis blood pressure including systolic and diastolic measurements was weighed prior to the dialysis procedure using a standard sphygmomanometer. Data were evaluated using the Spearman Rank test, with an established significance threshold of p <0.05. Results: Of the total respondents, 42 (52.5%) had good sleep quality, while 38 (47.5%) experienced poor sleep quality. The median pre-hemodialysis blood pressure was 130/80 mmHg, indicating stage 1 hypertension. Statistical assessment disclosed a significant association between quality of sleep and pre-hemodialysis blood pressure category (p = 0.014) with a weak positive correlation (r = 0.274), revealing that poorer sleep quality was associated with higher blood pressure category, although the effect size was small. Conclusion: Sleep quality is significantly associated with blood pressure in patients of pre-hemodialysis. Poorer sleep quality leads to be collaborated with higher blood pressure. However, the weak correlation (r = 0.274) suggests that sleep quality is one of several contributing factors to blood pressure variability in this population. These verdicts highlight the significance of assessing and managing sleep quality as part of comprehensive care in hemodialysis patients.
Medication and Lifestyle Modification Adherence to Blood Pressure Control Among Hypertensive Patients: A Cross-Sectional Study Abdul Qodir; Dwi Soelistyoningsih; Wira Daramatasia
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i3.ART.p221-229

Abstract

Adherence to medication is a crucial aspect in blood pressure control, which in turn leads to a reduction in the incidence of cardiovascular disease and medical costs. The aim of the study was to determine medication and lifestyle modifications adherence to blood pressure control among hypertensive patients in a public health center. The method of the study used a cross-sectional involving participants with primary hypertension at the Community Health Centre. One hundred respondents were recruited through consecutive sampling methods. Hypertensive patients aged 40 to 74 years who has been taking antihypertensive drugs for at least two months were approved, while hypertensive patients with cormobid and patients with communicative or behavioral impairments were excluded. The instruments used was the TAQPH, which consists of six factors: medication, diet, stimulus, weight control, physical exercise, and stress management. Blood pressure measurements were conducted using a mercury sphygmomanometer. The data was examined with the chi-squared statistical test. Twenty-five (75%) of the patients who demonstrated high levels of adherence had controlled blood pressure. In contrast, 24 (75.0%) patients with medium adherence and 29 (82.9%) patients with low adherence demonstrated uncontrolled blood pressure. A significant correlation was observed between the level of therapy adherence and blood pressure in hypertensive patients (p = 0.001). Patients with low to moderate levels of adherence have uncontrolled blood pressure, whereas those with high levels of adherence have controlled blood pressure.