Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pancasila as the Foundation of the Defense of the State in the Face of the Threat of Distegration of the Indonesian Nation Umar Farouq; IDK Kertawidana; Haposan Simatupang
Randwick International of Social Science Journal Vol. 3 No. 1 (2022): RISS Journal, January
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v3i1.382

Abstract

Various threats are faced by Indonesia from outside and within the country. A strategy is needed to deal with all possible threats that endanger the nation and state. The values contained in Pancasila, especially the third principle of Indonesian Unity, are the soul and identity of the Indonesian nation. The realization of the values of Indonesian Unity in life as a nation and state requires a strategy from the government. This study aims to realize the values of the Pancasila Unity of Indonesia in overcoming conflicts in the life of the nation and state from the perspective of the Universal War Strategy, using the descriptive argumentative method through the study of literature. The results of the study indicate that there is a strategy to realize the values of Indonesian Unity through efforts to explore, and cultivate the points of the values of Indonesian Unity and avoid actions that result in the erosion of the values of Indonesian Unity.
MEMPERKOKOH PANCASILA SEBAGAI PONDASI BELA NEGARA SEBAGAI STRATEGI KAMPANYE MILITER Umar Farouq; IDK Kertawidana; Haposan Simatupang
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 8: Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i8.1133

Abstract

Berbagai ancaman dihadapi oleh Indonesia dari luar maupun dalam negeri. Diperlukan strategi untuk menghadapi segala kemungkinan ancaman yang membahayakan bangsa dan negara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila khususnya sila ke tiga Persatuan Indonesia merupakan jiwa dan jati diri bangsa Indonesia. Perwujudan nilai-nilai Persatuan Indonesia dalam kehidupan sebagai bangsa dan Negara membutuhkan strategi dari pemerintah. Penelitian ini bertujuan mewujudkan nilai-nilai Pancasila Persatuan Indonesia dalam mengatasi konflik kehidupan berbangsa dan bernegara dari perspektif Strategi Perang Semesta, dengan menggunakan metode Deskriptif argummentatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya strategi guna mewujudkan nilai-nilai Persatuan Indonesia melalui upaya menggali, dan memupuk butir-butir nilai Persatuan Indonesia serta menghindari tindakan yang berakibat pelunturan nilai-nilai Persatuan Indonesia.
STRATEGI INTEGRASI KOMANDO GABUNGAN WILAYAH PERTAHANAN I DAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PADA OPERASI MILITER DALAM MENDUKUNG KAMPANYE MILITER Adam Mardamsyah; Surya Wiranto; Harangan Sitorus; Hipdizah Hipdizah; Dwi Saptono; Haposan Simatupang
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 9: Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i9.1281

Abstract

Kampanye Militer merupakan serangkaian dari beberapa Operasi gabungan yang dilaksanakan secara berurutan, untuk mencapai sasaran strategis dan operasional pada suatu ruang dan waktu (TNI 2019). Penelitian ini bertujuan a). Untuk menganalisis pelaksanaan operasi militer Kogabwilhan I dalam mendukung Kampanye militer di wilayah Natuna. b) Untuk menganalisis Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung Kampanye militer. c) Untuk menganalisis Strategi integrasi Kogabwilhan I dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam melaksanakan Kampanye militer. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian 1) Kogabwilhan I bertugas sebagai penindak awal, pemulih, penangkal sesuai kebijakan Panglima. 2) fungsi Pemerintah Kepri meliputi Keamanan, pembangunan ekonomi dan Infrastruktur. 3). Terselenggaranya kegiatan pembinaan teritorial melalui metode Komsos dengan komponen masyarakat. Pembahasan konsep Kampanye militer Kogabwilhan I dalam pelaksanaan kerangka Strategis negara menentukan tujuan dalam usaha pertahanan dan keamanan negara dan mengembangkan sumber daya nasional termasuk militer, namun untuk mencapainya konteksnya juga ditentukan oleh hubungan masyarakat yang menopang dan terjalin aktivitas antara sipil dan militer sehingga prajurit dapat mencintai dan dicintai rakyat serta terbangun kesadaran bela negara. Kerjasama dimaknai sebagai bentuk proses sosial untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami aktivitas masing-masing. Maka terselenggaranya kebijakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dengan dukungan masyarakat Kepri terbangun hubungan emosional yang erat dan positif antara prajurit dengan masyarakat.
STRATEGI PERANG ELEKTRONIKA DALAM AIR CAMPAIGEN (KAMPANYE UDARA) GUNA MENJAGA KEDAULATAN WILAYAH UDARA NASIONAL Enggal Leksono; Agus Sudayra; Afrizal Hendra; Muhammad Nakir; Bastari Bastari; IDK Kertawidana; Haposan Simatupang
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 9: Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i9.1285

Abstract

There are still a number of issues that hinder the TNI AU from realizing the development of the TNI AU's Electronic Warfare capability, among others, the organization that organizes trade operations in the TNI AU's operational units is still not ideal, there are still limited software that regulates the implementation of TNI commerce operations, not optimal. preparation of human resources in the field of trading operations, the need for electronic warfare equipment with the latest technology in all operational units of the Indonesian Air Force, and the lack of availability of supporting infrastructure for trading operations. Efforts to anticipate and deal with threats from weapons systems in the current modern war era and maintain national air sovereignty, it is necessary to formulate appropriate strategies, including realizing the development of the Indonesian Air Force electronic warfare organization through the establishment of an organizational structure for the Indonesian Air Force's operational unit and fulfillment of requirements for validation. perrnika organization, realizing the fulfillment of software needs to support the implementation of electronic warfare of the Indonesian Air Force through revision of operational instructions and technical instructions for operational and maintenance of trading equipment, realizing the readiness of personnel carrying out trade operations through the provision of manning personnel according to organizational needs and organizing education and training, realizing the fulfillment of equipment needs equipment to support the TNI AU's commercial operations through the procurement of new equipment, as well as to fulfill the need for supporting infrastructure for the implementation of Electronic Warfare The Indonesian Air Force through the development of infrastructure for a centralized trading database storage facility.
STRATEGI PENYELENGGARAAN PENGAMANAN ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA 1 GUNA MEWUJUDKAN STABILITAS KEAMANAN PERAIRAN NASIONAL DALAM RANGKA MENDUKUNG OPERASI MILITER SELAIN PERANG Wijayanto .; Marsono .; Haposan Simatupang
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.759 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih adanya permasalahan dan implikasi dari stabilitas keamanan perairan Indonesia saat ini dimana hal tersebut dipengaruhi berbagai Isu-isu kejahatan yang bersifat lintas Negara, dikorelasikan dengan Penyelenggaraan pengamanan di wilayah ALKI 1 permasalahan yang muncul pertama adalah regulasi, dimana belum adanya regulasi tentang penyelenggaraan operasi pengamanan ALKI. kedua dari sisi sarana prasarana seperti radar dan alat komunikasi lintas sektoral yang belum dilengkapi dengan radar deteksi maupun alat komunikasi yang terintegrasi, dan mengacu pada hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi penyelenggaraan pengamanan ALKI 1 dalam rangka mendukung Operasi Militer Selain Perang. Menganalisis Bentuk Operasi Militer Selain Perang di wilayah ALKI 1 dalam rangka mendukung Operasi Militer Selain Perang dan Upaya dalam mengoptimalkan penyelenggaraan Pengamanan ALKI 1. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana data di dapat dari wawancara, pengamatan, dan dokumen-dokumen yang berhubungan penyelenggaraan Pengamanan ALKI 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi dalam pengamanan ALKI 1 dilakukan dengan melaksanakan interoperabilitas lintas sektoral baik TNI dengan instansi lainya, bentuk Operasi dilaksanakan dengan operasi gabungan terpadu upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan penyelenggaraan Pengamanan ALKI 1, dimana beberapa hal tersebut masih terkendala beberapa persoalan seperti SDM, maupun sarpras, mengacu pada uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi penyelenggaraan ALKI 1 perlu diawaki SDM yang berkualitas khususnya mumpuni dalam bidang teknologi, dengan memiliki kemampuan dan kualitas memadai dalam melaksanakan penyelenggaraan pengamanan di wilayah ALKI 1.
PENGUATAN ALUTSISTA SEBAGAI PILAR KEKUATAN MILITER INDONESIA Gendut Hery Wibowo; Deni D.A.R; Haposan Simatupang
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i5.2022.1688-1695

Abstract

Tulisan ini berfokus pada kekuatan militer Indonesia yang pada beberapa unsur kekuatan terdapat komponen alutsista yang dapat diperkuat dengan penambahan kuantitas dan kualitas untuk lebih memperkuat militer Indonesia dalam menghadapi setiap ancaman pertahanan Negara khususnya perang. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui berbagai komponen pada unsur pembentuk kekuatan militer Indonesia yang masih kurang atau tidak tersedia yang kemudian dapat dikembangkan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas. Sebagaimana mandat dari Undang-Undang nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, menitikberatkan pada prioritas pengadaan alutsista yang berasal dari produsen dalam negeri. Dengan demikian, pengembangan pengadaan alutsista buatan dalam negeri sangat mungkin dilakukan. Penelitian pada tulisan ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan kepustakaan pada berbagai literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk-produk yang saat ini dibutuhkan karena kurang atau tidak adanya ketersediaan yaitu meliputi pesawat tempur, helikopter tempur, tank, kendaraan tempur lapis baja, artileri tarik, pelontar roket, Kapal Induk (Aircraft Carrier), Kapal Induk Helikopter (Helicopter Carrier), dan Kapal Perusak (Destroyer). Peningkatan kuantitas dan kualitas dapat dilakukan oleh produsen alutsista dalam negeri yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL Indonesia.
Connectivity Indonesia’s Maritime Global Axis Policy Christine Sri Marnani; Freddy Johanes Rumambi; Haposan Simatupang
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.714 KB) | DOI: 10.33172/jp.v2i1.86

Abstract

This research aims to analyze the concept of connectivity forms Axis World Maritime Indonesia with One Belt One Road (OBOR) and see the implementation of cooperation with China and its benefits for Indonesia. This study uses a qualitative method eksplanatif. The data collection technique using observation, interviews with sources and literature. Research found that Indonesia has a great opportunity to work together in realizing the PMD and the Maritime Silk Road of the 21st century to emerge as a global player. OBOR concept including the construction of the Maritime Silk Road, not merely based on economic interests but part of a political strategy of China's exit from US domination and its allies. In addition to building political influence in the countries included in the construction of the Maritime Silk Route.
Implementasi Kebijakan Kodam XVI/PTM Dalam Pencegahan Potensi Konflik di Wilayah Maluku Tahun 2015 s.d. 2107 Bambang Raditya; Bambang Wahyudi; Haposan Simatupang
Strategi Perang Semesta Vol 5 No 1 Jurnal Strategi Perang Semesta (April 2019)
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.644 KB)

Abstract

Abstrak -- Kodam XVI/PTM memahami bahwa konflik yang terjadi selama ini merupakan dampak dari plurarisme pada masyarakat Maluku yang sangat mudah untuk dibenturkan dan di pecah belah, terutama terhadap isu keagamaan dan kesukuan. Oleh karena itu Kodam XVI Pattimura melakukan pola pendekatan keamanan berbasis kesejahteraan masyarakat atau pendekatan pemberdayaan (empowerment approach) dalam menyelesaikan konflik di Ambon yang memprioritaskan pengkajian mengenai pelaksanaan implementasi kebijakan Kodam XVI/PTM dalam pencegahan potensi konflik di wilayah Maluku. Untuk menganalisis potensi konflik, kebijakan  Kodam XVI/PTM dalam pencegahan potensi konflik serta implikasinya.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data dan kesimpulan data. Lokasi penelitian di Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Potensi Konflik di wilayah Maluku terjadi karena kesenjangan ekonomi, karakter masyarakat yang temperamental, sifat kesukuan yang cukup kuat, tapal batas tanah serta kebiasaan masyarakat. 2) Kodam XVI/Pattimura menyikapi potensi konflik melalui pendekatan keamanan (Security Approach) dan pendekatan kesejahteraan (Prosperity Approach) yang seimbang. 3) Strategi yang dilakukan Kodam XVI/PTM dengan menggunakan sarana, alat dan kemampuan Kodam XVI/PTM, berkoordinasi secara aktif dengan instansi terkait dan mendorong partisipasi masyarakat.Kata kunci: implementasi kebijakan, potensi konflik, manajemen konflik Absract -- Kodam XVI/PTM understand that conflicts occurred during this is the effect of plurarisme on the Maluku community that is very easy to dibenturkan and split asunder, especially against tribal and religious issues. Therefore Kodam XVI Pattimura do pattern based security approach to the well-being of society or the empowerment approach in resolving the conflict in Ambon. This research study regarding the implementation of priority policy implementation Kodam XVI/PTM in the prevention of potential conflict in the Maluku region. The purpose of this research was to mengenalisis potential conflict of Territorial policy, XVI/PTM in the prevention of potential conflicts as well as its implications. This study uses qualitative methods. The data obtained through observation, interview and the study of librarianship. Data analysis techniques used for data reduction, display the data and the conclusions of the data. Location of research in Maluku. The results showed that: 1) potential conflict in the Maluku region occurs because the economic gap, the community character of the temperamental nature of ethnicity, which is quite strong, the land boundary and the habits of the society. 2 Kodam XVI/Pattimura) addressing potential conflict through security approach and welfare approach  are balanced. 3) strategy conducted Kodam XVI/PTM by using the means, tools and capabilities of Kodam XVI/PTM, actively coordinate with relevant agencies and encourage public participation.Keywords: implementation of policy, potential conflicts, conflict management
Peran Pengawasan di Lingkungan Institusi Pertahanan Dalam Rangka Mendukung Sistem Pertahanan Negara (Studi di Mabes TNI Angkatan Udara Tahun 2018) Eka Soni Astaryadi; Tri Legionosuko; Haposan Simatupang
Strategi Perang Semesta Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.894 KB)

Abstract

Abstrak -- Latar belakang dari penelitian ini disebabkan oleh kurangnya SDM yang berkompeten di dalam pengawasan dan pemeriksaan di lingkungan Itjenau. Monitoring, panduan, dan standar pendidikan diperlukan agar auditor Itjenau dapat bekerja dengan baik. Selain itu, perlu ada evaluasi untuk meningkatkan kinerja auditor untuk mewujudkan Itjenau yang mandiri dan profesional. Jadi, untuk dapat mempertahankan sistem pertahanan Keamanan Udara Indonesia yang kuat dengan dasar hukum dan bebas dari korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan agar suatu kegiatan mempunyai arah tertentu  dengan apa yang diharapkan terkait dengan peran pengawasan di Itjenau dengan Menganalisis standar pengawasan yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara dalam rangka mendukung sistem pertahanan negara.   Metode ini dianggap paling cocok untuk menguji kompetensi peran Inspektorat Jenderal Angkatan Udara Nasional untuk mendukung penciptaan sistem pertahanan nasional. Hasil penelitian ini bahwa peran pengawasan di Inspektorat Jenderal Angkatan Udara Indonesia baik. Namun, di lain pihak lembaga pengawas ini adalah untuk lebih meningkatkan kemampuannya, masih ada pelatihan yang diperlukan terkait dengan tingkat formal dan informal, untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional di bidangnya. Kemudian, dalam pelaksanaan standar pengawasan di Itjenau sudah sesuai dan sudah dalam kategori standar pengawasan sumber daya manusia.Kata kunci: Peran, Pengawasan, Auditor, Itjenau Abstract -- This study is caused by a lack of competent human resources in supervision and inspection in Inspektorat Jenderal AU (Itjenau). A standard monitors, guidance and education is needed for Itjenau auditor to be able to perform well. In addition, there are needs to be an evaluation to improve the performance of auditors to realize Itjenau which is independent and professional. So, as to be able to maintain a strong Indonesian Air Security defense system with a law based and free of corruption. This method is considered the most suitable for testing the competencies of the role Indonesian National Air Force Inspectorate General in order to support the creation of a national defense system. The result of this research that role of supervision in the Indonesian Air Force Inspectorate General was good. However, on the other hand this supervisory institution is to further improve its capabilities, there are still required trainings related to formal and informal levels, in order to form professional human resources in their fields. Then, in the implementation of the supervision standards in Itjenau it is appropriate and already in the category of supervision standards for human resources.Keywords: The Role, Supervision, Auditors, Itjenau
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI SOSIAL KODIM 0204/DS DALAM MENCEGAH RADIKALISME DI KABUPATEN DELI SERDANG Rakhmat Shaleh Siregar; Bambang Wahyudi; Haposan Simatupang
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.39 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i2.565

Abstract

Penyebaran radikalisme pada saat ini sudah menyerang semua lapisan masyarakat terutama generasi muda yang apabila tidak segera dilakukan pencegahan maka akan memberikan ancaman terhadap kestabilan dan keamanan di Indonesia termasuk di Kabupaten Deli Serdang. Kodim 0204/DS merupakan Satuan Teritorial yang salah satu tugas pokoknya untuk melaksanakan pembinaan teritorial. Pembinaan teritorial Kodim 0204/DS dilaksanakan dengan metode Komunikasi Sosial, Bhakti TNI dan Pembinaan Perlawanan Wilayah. Penelitian ini dirancang guna memperoleh pemahaman untuk mengimplementasikan kegiatan Komunikasi Sosial Kodim 0204/DS dalam mencegah radikalisme di Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian ini : pertama, menganalisis Komunikasi Sosial Kodim 0204/DS di Kabupaten Deli Serdang; kedua, menganalisis implementasi Komunikasi Sosial yang dilaksanakan oleh Kodim 0204/DS dalam mencegah radikalisme di Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, teknik dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data saat peneliti berada di lapangan. Lokasi penelitian yaitu di wilayah Kodim 0204/DS khususnya Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Komunikasi Sosial secara teori dapat dilaksanakan sesuai program kerja bidang teritorial yang ada walaupun pelaksanaannya belum optimal dan perlu ditingkatkan pada aspek-aspek yang mendukung terjadinya proses komunikasi yaitu sumber, pesan, media, penerima, pengaruh, tanggapan balik dan lingkungan; 2) Implementasi Komunikasi Sosial didukung oleh sumber daya, cara dan tujuan yaitu untuk mencegah radikalisme di Kabupaten Deli Serdang. Komunikasi Sosial Kodim 0204/DS dalam mencegah radikalisme dapat diimplementasikan namun perlu ditingkatkan lagi. Untuk mengatasi hal tersebut maka langkah-langkah yang dianggap perlu untuk dilakukan adalah dengan memaksimalkan unsur-unsur yang mendukung terjadinya proses komunikasi.Kata Kunci : Implementasi, komunikasi sosial, pencegahan, radikalisme